
1.7 Partner part 1.
Sudah dua bulan setelah kejadian dimana aku meninggalkan kakek bertarung melawan tujuh dosa besar. Aku terus berharap bahwa kakek baik-baik saja karena sampai sekarang tidak ada kabar dari kakek.
Aku sekarang berada di kastil kerajaan Carleon. Tidak pernah terbayangkan bagiku untuk dapat memasuki kastil kerajaan Carleon. Ruangan dimana aku berdiri sangat luas beda dengan yang ada di rumah kayu yang aku tinggali.
Aku berjalan menuju jendela di ujung ruangan. Terlihat banyak prajurit Carleon sedang berlatih di bawah sana.
Sepertinya aku ingin ikut berlatih bersama mereka dalam hatiku berkata.
"Tok tok." Suara ketukan dari pintu yang tidak jauh dari posisiku berdiri.
"Siapa?" tanyaku sambil terus melihat para prajurit berlatih.
"Ini aku Nadha, aku buka ya," jawab Nadha dari luar pintu sembari membuka pintu itu.
Nadha mengajak aku turun menemui ayahnya karena ada pertemuan penting di bawah.
"Ehhh, apakah tidak masalah aku datang di pertemuan penting untuk kerajaan ini?" aku terkaget dan bertanya kepada Nadha.
"Tenang saja kita hanya jalan-jalan saja kok," kata Nadha sambil terlihat tersenyum merencanakan sesuatu.
Akhirnya aku mengikuti Nadha dari belakang sambil sedikit khawatir.
Terlihat banyak sekali orang di aula kastil. Ada yang sedang berbincang-bincang, ada juga yang hanya berdiri menikmati hidangan yang ada. Selain itu ada banyak prajurit yang berjaga di pintu masuk. Prajurit itu memiliki lambang kerajaan Carleon dan kerajaan Imperial.
Nadha menarik tanganku dan berlari mengarah kepada seseorang yang menggunakan jubah berwarna hijau disertai dengan mahkota di kepalanya.
"Hei ayah, perkenalkan ini temanku namanya...., siapa namamu aku lupa?" kata Nadha ingin mengenalkan aku kepada ayahnya tetapi melupakan hal penting yaitu namaku.
Wah aku temannya tetapi dia tidak tahu namaku, padahal sudah dua bulan aku bersama denganya dalam hatiku sedikit kaget.
"Perkenalkan nama saya Kenang baginda, teman tuan puteri di Distrik Akademi," aku memperkenalkan diri kepada raja Harlequin.
"Oh jadi kamu yang namanya Kenang, aku sudah dengar tentangmu dari Syahir. Mohon bantuannya ya untuk menjaga puteriku," kata raja Harlequin kepadaku sangat bersemangat.
"Perkenalkan juga ini adalah raja imperial Felix," saut raja Harlequin sambil menunjukkan orang di sampingnya.
"Salam kenal baginda, aku Kenang," kataku sambil membungkuk.
"Oh iya salam kenal. Jadi ini cucu tuan Albert. Terlihat lebih sopan dari pada tuan Albert," kata raja Felix sambil memegang pundakku.
"Ayah, aku mau jalan-jalan dulu sama Kenang. Bye - bye." kata Nadha sambil menarik tanganku dan berlari.
Setelah berlari kesana kemari di ruang pertemuan sambil mencoba seluruh hidangan yang ada, kami berdua berjalan menuju area latihan.
"Ayo kita berlatih tanding, pertarungan kita saat di arena dulu belum selesaikan," kata Nadha sambil memaksaku.
"Aduh Nadha jangan, nanti apa yang akan di bilang oleh prajurit tentangku jika melawan puteri kerajaan ini," jawabku kepada Nadha sambil menolak secara halus.
Tanpa mendengarkan perkataanku Nadha sudah berbicara dengan para prajurit bahwa dia ingin latih tanding denganku. Oleh karena itu mereka langsung menepi dari arena latihan.
Dasar, aku sedang bicara tidak diperhatikan. Kecantikanmu berbeda sekali dengan kepribadianmu dalam hatiku jengkel kepada Nadha.
Kami berdua berdiri di tengah lapangan, suara siulan dan teriakan para prajurit terdengar.
"Ayo tuan puteri, tunjukan padanya bahwa wanitapun bisa bertarung," kata prajurit di pinggir lapangan.
"Ayo kita mulai Kenang," kata Nadha sambil menerjang ke arahku.
Dia mencoba menendang kepalaku dengan kaki kanannya. Aku menghindar dengan menurunkan badanku, tidak sengaja aku melihat ke dalam area yang terlarang.
Setelah itu wajahku memerah dan hidungku mengeluarkan cairan merah yang menyebabkan konsentrasiku hilang. Pukulan Nadha bertubi-tubi mendarat ke kepalaku sehingga aku tergeletak di tanah.
"Hei apa yang telah kamu lihat?" kata Nadha sambil terlihat wajahnya malu dan memerah.
"Ehmm beruang cokelat?" aku menjawab pertanyaan Nadha sambil mencoba bangkit.
Tanpa sadar aku terkena tendangan yang sangat kuat di mukaku sehingga terpental lagi. Aku tergeletak dan mengangkat tanganku yang tergenggam dengan jempol terangkat. Hal itu aku lakukan karena aku melihat area terlarang kedua kalinya.
Nadha terlihat sangat marah dan pergi kesamping lapangan berbicara sesuatu kepada prajurit. Setelah itu prajurit menyuruhku untuk menunggu di tengah lapangan. Terlihat Nadha masuk kembali ke lapangan dengan menggunakan pakaian prajurit khusus perempuan.
Akhirnya kami mulai bertarung lagi. Aku hanya menghindar dan sesekali mencoba menyerang karena tidak tega menyakiti wanita cantik di depanku. Walaupun begitu Nadha tidak ragu sedikitpun menyerangku.
Aku menahan serangan dan menghentikan pergerakan tubuh Nadha dengan kuncianku dari belakang.
"Apakah ini sudah cukup?" kataku sambil memegang kedua tangan Nadha di belakangnya.
"Kemarilah Amstrong," teriak Nadha sambil mencoba melepaskan diri walaupun tidak bisa.
__ADS_1
Keluar cahaya di atas kepalaku dan berubah wujud menjadi monster mitos seraph.
"Wah benar-benar mengejutkan, ternyata kalian telah menjadi partner ya?" kataku sambil mundur menjauh dengan salto.
Mungkin Nadha mengajakku berlatih tanding untuk pamer bahwa dia telah memiliki partner monster mitos dalam hatiku berkata sambil mukaku mengkerut jengkel.
"Hahaha, kenapa kamu kaget ya?, aku akan menjadi kombinasi yang sangat hebat bersama Amstrong seperti kakekku," kata Nadha dengan raut muka yang sangat sombong.
Aku mencoba menyerang Nadha tetapi selalu dihalangi oleh Amstrong. Benar-benar monster mitos yang menyebalkan tetapi dia memang sangat kuat dalam hatiku mengakui kekuatan Amstrong.
Akhirnya aku terkena serangan Nadha dari samping kanan ketika aku terfokus untuk mengalahkan Amstrong. Aku di hajar habis-habisan oleh mereka berdua. Akhirnya aku benar-benar kalah telak melawan kombinasi mereka. Tetapi yang paling menyulitkan sebenarnya adalah pergerakan Amstrong yang tahu harus berbuat apa dan serangannya yang sangat kuat.
"Amstrong," tiba-tiba suara dari luar lapangan terdengar.
Ternyata dari tadi pertandingan kami telah disaksikan oleh raja Harlequin dan raja Felix. Raja Harlequin mendekati Amstrong dan Amstrongpun berlutut.
Setelah kejadian itu akupun jadi sedikit iri kepada Nadha karena dia telah memiliki partner yang sangat kuat. Aku masih bingung harus mencari partner yang seperti apa.
Malam ini terasa sangat dingin. Aku berjalan menyusuri lorong-lorong di kastil Carleon. Terlihat sepanjang perjalanan banyak prajurit yang berjaga.
Aku menggunakan baju yang sangat berbeda dari biasanya. Malam ini aku diundang makan malam oleh raja Harlequin bersama dengan petinggi istana.
"Akhirnya kamu datang juga Kenang," kata Nadha yang sudah duduk di meja makan yang sangat luas.
"Silahkan duduk tuan," kata seorang pelayan sambil menujukkanku tempat duduk.
Tempat dudukku berada tepat di samping Nadha, ini membuatku salah tingkah.
"Kalian berdua kelihatan cocok," kata raja Harlequin sambil tertawa.
Muka kami berdua memerah. Nadha juga bereaksi marah-marah pada ayahnya.
"Eh katanya kita makan dengan para petinggi, tetapi hanya ada kita bertiga?" aku berbisik kepada Nadha heran dengan situasi.
"Aku berbohong padamu, ini hanya makan malam keluarga kerajaan," Nadha menjawabku sambil tersenyum. Aku langsung terkejut dengan apa yang disampaikan Nadha padaku.
"Sambil menunggu ibunya Nadha mari kita ngobrol terlebih dahulu." kata raja sangat ramah.
"Oh ya ayah, aku sempat baca buku diari kakek yang ayah certikan kepadaku. Nama ayah mirip sekali dengan kakek buyut," kata Nadha ingin memastikan.
"Itu karena kakekmu ingin ayah seperti kakek buyut kamu. Kakek buyutmu itu orang yang tegas dan sangat hebat dalam mengambil keputusan," jelas raja Harlequin kepada puterinya tersebut.
Akhirnya ratu datang dan memulai makan malam bersama. Aku malu-malu ingin mengambil makanan, dan tiba-tiba teringat kebiasaanku dengan kakek. Air matakupun keluar.
"Tidak apa-apa ratu aku hanya teringat kakekku, maaf membuat suasana kurang menyenangkan," aku menjawab kekhawatiran ratu sambil mencoba tersenyum kembali.
"Tenang saja Kenang, paman Albert adalah raja terkuat di jamannya jadi dia sekarang mungkin sedang melakukan sesuatu," kata Raja Harlequin menenangkanku.
"Iya raja," kataku sambil mengusap air mataku.
Setelah makan malam aku berada pinggir ruang makan tadi melihat cahaya bulan dan bintang. Aku di temani Nadha yang terlihat sangat mencemaskanku.
"Hey kenang, jadi apa rencanamu sekarang?" tanya Nadha kepadaku sambil menatap kelangit malam.
"Aku mungkin akan mencari partner yang sangat hebat. Untuk mengalahkan tujuh dosa besar beserta rajanya. Karena aku sangat khawatir dengan apa yang diucapkan Merlin dulu kepada raja Raizen." kataku menjelaskan kepada Nadha.
"Oh iya dimana Merlin?" saut ku lagi kepada Nadha.
"Merlin ingin melakukan sesuatu katanya. Akupun juga tidak tahu pergi kemana dia," kata Nadha yang juga tidak tahu kemana perginya Merlin.
"Begitu ya. Aku sedang berencana meninggalkan kastil ini mencari partner. Mungkin agak kurang sopan, tapi apakah kamu mau ikut denganku?" kataku dan tanpa sadar aku mengajaknya.
"Kamu mengajakku?, aku mau-mau saja tapi karena kamu orang mesum tidak mungkin hanya kita berdua. Aku takut kamu melakukan sesuatu padaku," jawab Nadha mukanya juga memerah.
"Awalnya aku ingin pergi dengan Merlin tetapi tak ada yang tahu dimana dia. Jika kamu tidak mau ya tidak apa-apa, aku akan pergi sendiri," kataku yang sangat kecewa dengan diriku sendiri.
"Ehhhh, aku ikut. Aku juga bosan di sini, kapan kamu akan berangkat?" kata Nadha merubah keputusannya.
"Besok pagi," kataku menjawab pertanyaan Nadha.
"Ok, berarti sekarang kita cepat tidur. Aku juga akan meminta ijin ayahku," kata Nadha meyakinkanku.
Pada paginya setelah aku mandi terdengar suara menggedor-gedor pintu sangat keras. Aku membukanya dan terkaget ternyata itu adakah Nadha. Dia masuk ke dalam kamarku dan menguncinya.
"Ayo kita pergi sekarang, ambil tasmu dan berangkat," kata Nadha penuh dengan semangat.
Setelah aku mengambil tasku, Nadha langsung menyeretku keluar melewati jendela. Kami mengendap-ngendap hingga keluar dari gerbang.
"Apa yang puteri lakukan disini?" tanya penjaga gerbang yang sedang berpatroli di luar gerbang.
__ADS_1
"Oh aku ingin berjalan-jalan sebentar dengan temanku di luar, jadi jangan beritahu siapapun ya?" kata Nadha meyakinkan penjaga itu.
"Baik puteri, tapi jangan terlalu lama," kata penjaga itu mempercayai puteri.
Akhirnya kami keluar dari istana kerajaan Carleon. Tujuan kami sekarang adalah sarang naga Fafnir yang tertulis di buku yang Merlin berikan kepada raja Raizen. Buku itu kami sebut buku monster pedia.
Tertulis di buku monster pedia bahwa fafnir berada di wilayah Carleon dan Majapahit tanpa diketahui oleh orang-orang. Dia berada di perbatasan laut Carleon dan Majapahit, tepatnya di padang rumput bernama savana.
Kami berdua menganggap petualangan ini juga sebagai latihan. Kami mencoba melawan beberapa monster di perjalanan. Selain itu kami juga mencari bahan makanan sendiri.
Aku sangat kagum dengan Nadha meskipun dia dibesarkan di kerajaan sebagai puteri tetapi dia tidak mengeluh sedikitpun pada perjalanan ini.
Setelah tiga minggu berjalan akhirnya kami sampai di Savana. Tempat yang terlihat sangat indah. Terlihat di padang rumput itu kumpulan rusa berlarian.
Pada tengah padang rumput ada danau yang sangat besar seperti pusat kehidupan di sini. Hewan-hewan terlihat meminum air danau tersebut. Danau yang sangat jernih. Tidak jauh dari danau ada jurang dan air terjun yang langsung mengarah ke lautan.
"Jadi bagaimana kita akan mencari fafnir?" tanya Nadha padaku sambil terpukau melihat pemandangan yang tidak pernah dia lihat.
"Aku belum memikirkannya, ayo kita istirahat dulu di bawah pohon sana," aku menjawab pertanyaan dari Nadha sambil berjalan menuju pohon yang sangat besar. Pohon itu berdiri kokoh di tengah Savana sendirian.
Setelah itu kami berdua beristirahat di bawah pohon itu. Tidak terasa aku tertidur dan bermimpi yang sangat aneh.
Aku berada di sebuah gua yang sangat gelap. Lalu ada seseorang berbicara padaku.
"Apa yang sedang anda cari?" tanya seseorang itu tanpa aku tahu dimana lokasinya.
"Aku ingin mencari partner yang dapat membantuku berkembang hingga aku bisa sekuat kakekku bahkan lebih," aku menjawabnya pertanyaan seseorang itu.
"Apa yang akan kamu lakukan jika kamu menjadi kuat?" tanya lagi seseorang tadi.
"Untuk saat ini aku ingin mencari kakekku dan aku tidak ingin menjadi beban kakek lagi," jawabku lagi sambil mencari lokasi orang itu.
"Kenang hei Kenang bangun," suara seorang wanita yang aku kenal memanggilku.
"iya, kenapa Nadha?" tanyaku sambil membuka mata.
"Apakah kita tadi tidur di sini ya?" tanya Nadha kebingungan.
Aku melihat sekitar dan terkaget. Terlihat seperti gua tempatku bermimpi tadi. Dengan sigap aku berdiri dan memegang tangan Nadha. Aku menariknya agar tidak tertinggal di belakangku.
Kami berjalan terus menyusuri gua itu. Sampai akhirnya aku melihat sebuah mata air seperti oasis dan seekor naga berada di tengah-tengahnya.
"Selamat datang di sarang nagaku anak-anak," suara terdengar dari arah naga yang sedang terbaring.
"Hallo tuan naga," aku menyapanya dengan tubuhku yang terasa sangat gemetar sambil mendekati naga itu.
Naga itu memiliki tubuh yang sangat besar dan berwarna hijau kebiruan. Ciri fisiknya sangat mirip seperti deskripsi dari naga fafnir.
"Hallo adik kecil yang disana. Aku tahu tujuanmu. Apakah kamu mau mengikuti permainanku?" tanya naga itu padaku.
"Permainan seperti apa itu?" tanyaku penasaran.
"Kamu kalahkan seorang penyusup yang sedang menuju kemari dan aku akan mengikuti kemauanmu," kata naga itu terlihat seperti malas melakukan apapun.
"Ok, tapi ingat dengan janjimu," aku menyetujui apa yang disampaikan oleh naga itu.
Penyusup yang disebut oleh naga itu muncul. Terlihat sosok seperti jeli keluar dari arah kegelapan. Jeli itu berwarna kuning. Aku keheranan kenapa monster mitos slime dapat menjadi penyusup.
Setelah itu aku mencoba menyerang monster itu. Aku melompat dan mencoba menebas dari atas. Tapi tiba-tiba slime tadi berubah bentuk menjadi seperti naga yang sangat besar dan menyemburkan api.
"Ehhhh, kenapa bisa?" aku kaget dan terbakar oleh semburannya.
Aku menoleh pada naga tadi, terlihat dia tersenyum bahagia melihat aku terbakar.
"Hei Kenang itu bukan slime biasa. Jenis slime itu adalah copy slime yang dapat mengikuti wujud monster mitos lain dan skillnya dalam jarak tertentu," kata Nadha sambil membuka buku monster pedia.
Akhirnya aku lebih berhati-hati dalam menyerang. Aku mengitari tubuh slime yang berwujud naga tadi sambil mengamati. Sesekali aku serang dan mundur lagi.
Dari apa yang aku amati, slime itu mencoba melindungi intinya. Setiap aku serang inti slime itu, pasti dia akan memindahkannya. Setelah mempelajari hal itu aku mencoba mengambil inti slime dengan skill fox hunt. Aku berlari mengarah pada inti slime itu dan melewatinya. Skill fox huntku berhasil mengambil inti slime itu.
Inti slime itu aku hancurkan dan terlihat cairan yang menjadi tubuh slime tadi menguap.
"Jadi apakah kamu sudah siap mengikuti apa yang aku mau naga?" tanyaku kepada naga yang sedang berbaring di tanah tengah-tengah mata air.
Tiba-tiba gemuruh pada gua terasa sangat kuat. Batu-batu kecil berjatuhan dari langit-langit gua. Aku dan Nadha panik dan melihat naga yang berbaring di tanah tadi langsung melesat kencang. Naga itu terbang sangat kencang di atas air mengalir terlihat seperti sungai dalam gua.
Kami mencoba mengikuti naga tadi tetapi terhambat karena tempat dia terbang merupakan sungai dalam gua. Aku menarik Nadha dan secepat mungkin berbalik arah. Tiba-tiba bongkahan batu jatuh di atas kami saat mencoba keluar dari gua.
-------------------****--------------------
__ADS_1
Monster Pedia.
■ Copy Slime: Monster mitos dengan tubuh seperti jeli. Memiliki kemampuan meniru monster mitos lain dalam jarak 1 km. Semakin dekat jarak copy slime dengan monster yang ditirunya maka semakin kuat seperti monster yang ditirunya. Monster mitos tingkat menengah. Termasuk ras druid.