
1.8 Partner part 2.
Aku berada di tengah-tengah reruntuhan yang sangat gelap. Tetapi ada cahaya yang terlihat dari sebelah kiri. Itu Amstrong yang sedang mengeluarkan cahaya dari tubuhnya. Terlihat di belakang Amstrong ada wanita yang sedang terbaring di tanah. Wanita itu adalah Nadha yang terlihat sedang tidak sadar.
Aku mendekati Nadha tetapi getaran yang sangat kuat terjadi lagi. Bongkahan batu besar jatuh lagi ke arahku. Aku langsung melompat sebelum batu itu menindihku.
Aku menggendong tubuh Nadha sambil melihat ke atas. Pada arah yang aku lihat ternyata jatuhan bongkahan tadi membuka lubang menuju keluar dari goa ini. Aku melompati sisi-sisi lubang di atasku sehingga sampai pada permukaan.
Aku sangat terkejut ketika ada dua naga yang sepertinya sedang bertarung. Salah satu naga itu adalah naga yang aku temui di dalam gua. Sementara yang satunya sepertinya pernah aku lihat tetapi aku lupa dimana.
Setelah memperhatikan pertarungan naga tadi aku mencoba menyandarkan Nadha ke sebuah pohon. Sementara itu Amstrong memberikan sihir pemulihan cure kepada Nadha.
"Apakah Nadha baik-baik saja Amstrong?" tanyaku pada Amstrong sangat khawatir dengan Nadha.
"Tidak madalah, mungkin dia kaget sehingga mebuatnya pingsan," jawab Amstrong dengan muka datarnya.
Setelah memastikan kondisi Nadha aku mencoba membuka buku monster pedia. Aku ingin mengidentifikasi kembali dua naga yang sedang bertarung di padang rumput sana.
Naga pertama yang aku temui di dalam gua adalah naga yang sesuai dugaanku yaitu naga jenis fafnir. Sedangkan yang satunya adalah naga jenis bahamuth.
Akhirnya Nadha tersadar. Aku langsung mendekatinya memastikan keadaannya.
"Hei bagaimana perasaanmu sekarang?" tanyaku kepada Nadha sangat khawatir sambil memegang tanganya.
"Oh, aku tidak apa-apa. Apa yang terjadi?" jawab Nadha sambil mencoba memperbaiki posisi duduknya.
Setelah melihat Nadha sadar aku menjelaskan apa yang telah terjadi. Nadha tiba-tiba menggengam tanganku tadi dan berterima kasih telah mengkhawatirkannya. Sekilas wajahku memerah karena melihat wanita cantik berterima kasih padaku.
"Aku ingin mencari tahu apa yang terjadi pada dua naga itu. Kamu tetaplah di sini Nadha!" kataku pada Nadha setelah itu aku berlari mendekati pertarungan naga.
Aku terus berlari hingga pepohonan samping savana tempat terdekat dengan pertarungan naga. Mereka serius sekali dalam bertarung hingga tidak memperhatikan sekitar.
"Aku sudah bilang bahwa aku tidak akan melayani raja yang seperti itu," kata naga jenis fafnir terdengar jelas.
"Jika begitu, aku hanya perlu melenyapkanmu Escanor," kata naga jenis bahamuth sambil mencoba menggigit naga di depannya walaupun tidak berhasil.
"Apakah kamu bisa melakukannya Gajel. Eh bukan maksudku Pride," kata Escanor terlihat meledek Pride dengan wajahnya.
Tiba-tiba saja bola api yang sangat besar mengarah kepadaku. Bola api itu berasal dari mulut fafnir tetapi di pantulkan oleh tangan bahamuth. Aku melompat dan menyaksikan hancurnya pepohonan tempatku tadi bersembunyi.
Seketika mereka berdua sepertinya menyadari keberadaanku. Tapi aku langsung berlari kepada Pride dan ingin menyerangnya. Sebelum niatku terlaksana suara teriakan Escanor menghentikanku.
Akhirnya Pride mencoba menyerangku tetapi Escanor melindungiku.
"Hey bocah, jika kamu ingin bertarung melawannya naiklah ke pundakku," kata Escanor sambil meneruskan serangannya kepada Pride.
Aku melompat-lompat hingga sampai ke pundak Escanor. Aku membantu Escanor menggunakan sihir elemen tingkat rendah. Sihirku seperti tidak memberikan efek kepada Pride.
"Teruskan nak. Tak masalah jika tidak memberikan efek," kata Escanor sambil terus bertarung.
Tiba-tiba Pride terbang dan menyemburkan sinar berwarna ungu ke arahku dan Escanor. Escanor mulai mengepakkan sayapnya dan terbang ke belakang sambil membalas dengan semburan berwarna kebiruan. Semburan Escanor berhasil di hindari oleh Pride tetapi mengenai laut dan membelah lautan beberapa saat.
Aku berada di punggung Escanor hanya menyaksikan pertempuran mereka. Pertempuran mereka sangat sengit di udara. Pride terbang mengejar Escanor di sebalah kanan dan mencoba menyemburkan bola api. Tetapi Escanor dengan lincah menghindar dan membalikkan tubuhnya langsung menendang Pride. Pride terjatuh ke tanah sangat keras.
Pride langsung bangkit sambil melihat Escanor terbang berputar-putar di atasnya. Tiba-tiba dia berteriak sangat kencang sehingga telingaku serasa seperti mau pecah.
Bentuk tubuh Pride mendadak berubah menjadi lebih besar dan menakutkan. Di kepalanya muncul tanduk satu lagi, padahal awalnya hanya memiliki dua tanduk naga. Cakarnya terlihat semakin meruncing. Serta ekornya terbelah menjadi dua bagian.
Aura sekitarnya menjadi sangat mencekam. Dia terlihat sangat kuat dan mengintimidasi makhluk hidup di sekitarnya.
"Gawat dia menggunakan kekuatan dosannya," kata Escanor berbicara lirih sambil terus mengitari Pride di atasnya.
Tembakan sinar berwarna ungu menghujani Escanor dari bawah. Sinar-sinar itu sangat cepat hingga Escanor tidak dapat menghindarinya.
Akhirnya Escanor turun ke permukaan savana dan mencoba membalas dengan tembakan api dari mulutnya. Pride yang ada di depan mata kami menghilang dan menusuk badan Escanor dengan tangannya saat muncul tiba-tiba di depan Escanor.
Aku terkaget dan langsung menyerang Pride membabi buta. Tetapi itu tidak berhasil. Aku malah di hempaskan hanya dengan aura pada tubuhnya.
"Divine ray," terdengar dari jauh suara yang aku kenal berteriak.
__ADS_1
Keluar cahaya dari langit mengarah ke tubuh Pride dan meledak sangat hebat. Escanorpun berhasil melepaskan tusukan tangan Pride dan menjauhi area tersebut.
"Kenang kamu baik-baik saja?" kata Nadha yang tiba-tiba menghampiriku.
Dia menyembuhkan luka yang aku terima saat pertarungan. Selain itu Amstrong juga membantu Escanor untuk memulihkan diri.
Kabut asap yang tercipta dari sihir Amstrongpun hilang. Terlihat Pride sangat marah. Dia bersiap seperti ingin melakukan sesuatu. Mendadak muncul sihir berwarna hijau di sekitar tubuh Pride seperti membelenggunya. Lalu tepat di belakang Pride muncul lubang hitam yang menyedotnya hingga dia menghilang.
Apa yang sebenarnya terjadi dalam hatiku bingung.
"Hey muncullah Tiamat, dari tadi kamu hanya menyaksikan kami dari jauh," teriak Escanor seperti mengetahui ulah siapa tadi.
Munculah seorang yang aku kenal turun dari langit. Dia adalah Merlin. Ternyata Merlin telah mengawasi aku dan Nadha ketika pergi dari istana. Dia juga yang menteleportasi aku dan Nadha masuk ke dalam sarang Escanor.
***
Pada malam hari terlihat seseorang pemuda berumur sekitar 25 tahun duduk di dekat api unggun. Di sekitar api unggun juga terlihat bayangan-banyangan tubuh orang lain. Pria itu tidak sendirian, dia seperti membicarakan sesuatu bersama orang-orang di sekitarnya.
Aku mengambil satu tusuk daging yang ada di sekitar api unggun. Sembari aku mendengarkan seorang pria bercerita.
Pria itu adalah Escanor. Escanor dalam wujud seorang manusia. Dia menceritakan alasan kenapa dia bisa bertarung dengan Pride.
Pada Negeri Nusantara ini terdapat banyak sekali berbagai ras monster mitos. Salah satunya adalah ras naga. Nagapun memiliki berbagai jenis yang berbeda.
Pada ribuan tahun yang lalu para naga menetapkan wilayah masing-masing dan dipimpin oleh celestial dragon. Celestial dragon adalah naga yang telah mencapai tingkat dewa atau dalam buku monster pedia monster mitos biasa disebut tingkat god. Ada 6 naga yaitu: fafnir, bahamuth, salamander, tiamat, hydra, dan quetzalcoatl.
Fafnir memiliki wilayah kerajaan Carleon saat ini dan menjadi raja bagi naga berjenis white dragon, laser dragon dan petit dragon.
Bahamuth memiliki wilayah kerajaan Roman saat ini dan menjadi raja bagi naga berjenis winged dragon, typhon dragon dan wind dragon.
Salamander memiliki wilayah kerajaan magnolia saat ini dan menjadi raja bagi naga berjenis red dragon, blast dragon dan fire dragon.
Tiamat memiliki wilayah kerajaan clover saat ini dan menjadi raja bagi naga berjenis black dragon, dimentional dragon dan red eyes dragon.
Hydra memiliki wilayah kerajaan imperial saat ini dan menjadi raja bagi naga berjenis ocean dragon, waves dragon dan droplets dragon.
Quetzalcoatl memiliki wilayah kerajaan uruk saat ini dan menjadi raja bagi naga berjenis coatl, wyvern dan dragonewt.
Selain itu para celestial dragon dituntut untuk tunduk pada raja para monster mitos tersebut. Tetapi banyak ras naga yang tidak setuju karena raja itu tidak sesuai dengan apa yang diinginkan ras naga.
Bukan hanya ras naga yang menolak itu. Ras lainpun banyak yang tidak setuju seperti ras angel, titan, beastman dan druid.
Akhirnya Hornig memilih beberapa orang menjadi pengawalnya dan terbentuklah tujuh dosa besar. Terpilihnya Pride menjadi tujuh dosa besar membuat kaget para ras naga.
Setelah dua puluh tahun perang umat manusia berkecambuk, saat itu juga wilayah naga tiamat dan quetzalcoatl diambil alih oleh Pride. Quetzalcoatl menjadi anggota wilayah salamander sedangkan tiamat berada di wilayah fafnir.
"Tadi ketika Pride diteleportasi kamu menyebut tiamatkan Escanor," kataku memotong cerita Escanor.
"Iya, wanita yang ada di samping Amstrong adalah tiamat," kata Escanor sambil melihat salah satu dari kami.
Aku, Nadha dan Amstrong menoleh pada seseorang yang berada pada samping Amstrong. Dia adalah Merlin.
"Iya memang benar. Aku perkenalkan kembali diriku dengan benar. Aku adalah monster mitos jenis naga tiamat bernama Merlin," kata Merlin sambil berdiri memperkenalkan dirinya kembali.
Sesuai janji Escanor kepadaku dia akan memenuhi keinginanku. Escanor berubah wujud menjadi naga dan aku mendekat kepadanya sambil memegang kepalanya.
"Partner contract," kataku diikuti dengan munculnya sebuah cahaya di telapak tanganku dan di kepala Escanor mengukir suatu bentuk seperti lingkaran sihir. Tetapi lingkaran sihir itu tidak dapat dilihat oleh orang lain.
Setelah itu orang-orang di sekitarku heran menatapku.
"Apa ada yang salah?" aku bertanya karena mereka terlihat bingung.
"Mirror," kata Nadha mengeluarkan sihir yang seharusnya digunakan untuk mengamati musuh.
Aku melihat diriku di dalam cermin itu dan terlihat ada yang berbeda. Perbedaan itu berasal dari warna rambutku. Rambutku yang semulanya hitam berubah menjadi putih.
"Tenang saja Kenang itu terlihat cocok denganmu," kata Nadha sambil memalingkan mukanya dan menutup mulutnya terlihat tidak dapat menahan tawanya.
"Benarkah?" kataku dengan muka polos dan mengeluarkan air mataku.
__ADS_1
"Iya benar," jawab Nadha sambil mengelus-elus kepalaku.
Aku diperlakukan seperti anak kecil oleh Nadha. Tetapi aku merasa nyaman oleh perlakuan itu.
"Sebenarnya ada manusia yang berubah warna rambutnya menjadi putih setelah membuat kontrak dengan monster mitos," kata Merlin menjelaskan fenomena yang terjadi padaku.
"Maksudnya?" tanyaku kebingungan. Terlihat Nadha juga kebingungan.
"Dulu sekali ada klan manusia yang bernama klan snowman dimana mereka berhubungan sangat dekat dengan para monster mitos. Peradaban mereka sangat baik dan mereka berhasil membuat berbagai senjata yang dapat memaksimalkan kemampuan manusia ataupun monster mitos. Tetapi peradaban mereka lenyap begitu saja sebelum era kerajaan. Tidak ada yang tau mengapa mereka lenyap," jelas Merlin kepadaku dan Nadha.
***
Kastil yang sangat luas dan besar terlihat dari udara. Terlihat juga secara samar-samar pelindung yang melindungi seluruh wilayah kastil. Secara perlahan Escanor menurunkan kecepatannya dan mendarat tepat sebelum membentur pelindung wilayah kastil.
Ada dua penjaga terlihat di depan gerbang masuk kerajaan. Di atas gerbang tersebut terlihat ada lambang kerajaan Carleon sangat besar.
"Tuan puteri," kata dua prajurit tadi yang sedang menjaga gerbang sambil terkaget.
"Hei-hei jangan kaget begitu, memangnya kalian tidak pernah melihatku," kata Nadha dengan entengnya sambil melewati dua prajurit tadi.
Aku dan Merlin hanya geleng-geleng kepala dengan sikap Nadha kepada prajuritnya. Padahal jelas-jelas dia kabur dari istana.
Sesampainya di aula istana kerajaan Carleon kami disambut dengan kemarahan raja Harlequin.
"Maaf telah merepotkanmu nak," kata raja Harlequin kepadaku.
"Maaf baginda raja, aku tidak bermaksud membuatmu marah," kataku sambil membungkukkan badanku.
"Tidak tidak tidak, angkatlah badanmu nak. Ini semua salah Nadha karena telah memaksamu membawanya," kata raja terlihat salah sangka.
"Bukan begitu baginda raja, sebenarnya...." aku mencoba menjelaskan kepada raja tetapi terpotong oleh Nadha.
"Sudahlah ayah itu adalah hal yang biasa terjadi bukan," kata Nadha setelah memotong aku berbicara.
Raja Harlequin terlihat meneteskan air matanya seperti tidak sanggup melihat kelakuan putrinya. Sementara aku dan Merlin hanya bengong ketika Nadha mengucapkan hal tadi pada raja Harlequin.
***
Selang dua hari ketika kami kembali kekerajaan, kami berlatih di arena latihan kerajaan. Aku di bimbing langsung oleh Merlin untuk membiasakan diri dengan Escanor. Sedangkan Nadha langsung dibimbing oleh Ayahnya.
Akhirnya kurang dari satu bulan lagi aku dan Nadha harus kembali ke Distrik Akademi. Tetapi kami harus menyelesaikan pelatihan kami dengan uji coba pertarungan.
Nadha dan Amstrong melawan raja Harlequin dan Yuan. Yuan adalah seraph yang melayani raja Harlequin terdahulu.
Nadha terus mencoba menyerang raja tetapi dengan santai raja menghindar dan membalas. Sementara Amstrong dan Yuan mereka cukup seimbang. Walaupun Nadha terlihat lebih lincah dari raja tetapi tidak ada satupun seranganya yang mengenai raja. Pertandinganpun selesai karena Nadha kelelahan dan tidak mampu berdiri lagi.
Selanjutnya giliranku melawan raja. Aku merasakan hal yang berbeda. Tubuhku terasa lebih nyaman dan sepertinya dapat bergerak lebih lincah. Dan benar aku bergerak sangat lincah sehingga terkadang aku terkaget sendiri. Sementara Escanor bertarung dengan Yuan.
"Hoi hoi apakah hanya segini kemampuanmu yang akan kamu gunakan untuk melindungi putriku?" kata raja sambil meledekku.
Wah dia ini provokator yang payah dalam hatiku berbicara sambil melihat kondisi Escanor. Escanor dengan mudah mengalahkan Yuan mungkin karena perbedaan pengalaman yang jauh berbeda.
Aku terus mencoba menyerang tetapi gagal. Kali ini aku dibantu Escanor menyerang dalam wujud manusianya. Escanor menyerang dari kanan sementara aku dari kiri.
Pisauku harusnya mengenainya, begitupun cakar api milik Escanor. Ternyata yang kami serang hanyalah banyangan raja. Sedangkan raja akhirnya menggunakan sihir organic cure untuk membantu Yuan bangkit.
Setelah itu kami dibombardir dengan sihir elemen oleh raja. Escanor mencoba menerjang ke arah raja tapi di halangi Yuan. Serangan sihir raja akhirnya mementalkanku kebelakang.
"Hei bocah lemah sekali kamu, hanya karena sihir begitu terpental," kata Escanor kepadaku sambil terus bertarung dengan Yuan.
"Apanya yang lemah hah??, memang raja yang terlalu kuat bagiku sekarang," aku menjawab keraguan Escanor sambil berdiri.
Akhirnya kami berdua berdebat dan tidak fokus dengan latih tanding. Sehingga kami dikalahkan dengan mudah oleh raja dan Yuan dengan sihir cahaya.
-------------------****--------------------
Monster Pedia
■ Fafnir: Monster mitos berjenis naga yang bertubuh seperti dinosaurus. Memiliki tubuh yang keras dan ekor berbentuk seperti pedang. Kemampuannya sihir elemen cahaya, kemampuan sihir api, dan kemampuan fisik yang sangat kuat. Monster mitos tingkat god. Termasuk ras naga.
__ADS_1
■ Bahamuth: Monster mitos jenis naga yang bertubuh seperti dinosaurus. Sayapnya terletak pada kedua tangannya. Kulitnya berwarna ungu kehitaman. Kemampuan manipulasi cahaya dan sihir angin. Monster mitos tingkat god. Termasuk ras naga.