
2.8 Kemampuan Individu.
Aku berjalan santai melewati keramaian kota Akademi. Seseorang menepukku dari belakang. Itu adalah paman penjual makanan yang selalu aku, Nadha, Robin dan instruktur Lina datangi untuk makan.
"Nak, semangat yah. Jika menang langsung aku traktir di warungku. Aku mendo'akan kalian," kata paman tadi lalu pergi meninggalkanku.
Dia mungkin adalah orang ke lima puluh yang menyapa dan mendo'akanku memenangkan turnamen ini. Walaupun agak merepotkan aku benar-benar makin bersemangat.
Aku berjalan menuju ke koloseum tempat pertandingan satu lawan satu akan di mulai. Kata instruktur Lina kami harus berkumpul di depan koloseum bagian barat. Akhirnya aku sampai pada tempat tersebut.
Apakah aku terlalu cepat ya? kataku dalam hati sambil melihat koloseum yang sangat besar.
"Hey Kenang, cepat juga kamu datang. Padahal biasanya terlambat," kata Nadha yang datang sendirian.
"Yah aku terlalu bersemangat mungkin. Bagaimana keadaanmu?" tanyaku kepada Nadha sambil memperhatikannya yang sedang melihat-lihat koloseum.
"Kita akan bertanding di sinikan Kenang?" tanya Nadha lagi tanpa mempedulikan pertanyaanku.
"Iya, eh jawab dulu pertanyaanku tadi," kataku jengkel karena pertanyaanku tidak dihiraukan.
"Hehe, maaf aku gak dengar tadi. Apa yang kamu tanyakan tadi?" kata Nadha yang kelihatannya memang tidak mendengar.
"Bagaimana keadaanmu sekarang?" tanyaku lagi kepada Nadha.
"Aku sudah baik-baik saja kok. Amstrong juga telah merawatku dengan baik," kata Nadha yang cukup meyakinkan.
"Hei kalian berdua," kata Robin datang dengan melambaikan tangannya. Dia datang bersama instruktur Lina di belakangnya.
Kami berempat masuk ke dalam koloseum bagian barat. Setelah sampai di dalam koloseum kami di berikan kunci kamar. Memang kita akan tinggal di dalam koloseum selama pertandingan ini.
Untuk tim lain ada di bagian koloseum sebelah utara, timur, dan selatan. Setelah sampai di ruanganku, aku langsung mengganti pakaianku untuk mengikuti upacara pembukaan.
Kami sudah berkumpul di tengah koloseum dan ada raja Felix di depan kami.
"Hei para pejuang muda. Ini adalah ujian terakhir kalian. Siapa yang akan menentukan kemenangan adalah mereka yang telah siap secara mental dan kemampuan. Percayalah pada kemampuan kalian, jangan ragu dan bakar semangat kalian. Takutlah pada kekalahan tapi lebih takutlah pada kematian. Jika kalian mati tidak ada yang bisa kalian lakukan lagi. Peraturan telah di sampaikan tujuh hari sebelumnya. Jadi mari kita nikmati proses kalian ini. Salam sejahtera untuk kita semua," kata raja Felix setelah itu turun panggung diikuti dengan tepuk tangan meriah penonton.
__ADS_1
Pertandingan pertama adalah pertandingan antara tim Razer melawan tim Elric. Aku, Nadha, Robin dan Instruktur Lina melihat pertandingan pada podium penonton bagian barat yang memang di peruntukkan untuk peserta menonton. Jadi tidak ada yang bisa menggangu kami menonton.
Misa vs Glen.
Misa sepertinya seorang healer dan Glen adalah seorang mage. Misa aku tahu ketika pertarunganku dengan Razer, dialah yang menyembuhkan Razer.
Glen langsung menyerang dengan sihir flarenya tetapi dapat dihindari oleh Misa dengan mudah. Setelah serangan pertama Glen dihindari Misa, dia dengan cepat mendekat dan berhasil memukul Glen dengan tongkatnya. Sekali pukulan itu langsung membuat Glen tidak sadarkan diri. Para penonton termasuk aku sangat terkejut dengan kekuatan yang dimiliki Misa.
Lisa vs Zera.
Dari pedang yang dibawa oleh Lisa aku memastikan bahwa dia adalah seorang warior. Dan ini akan menjadi pertarungan antar warior wanita.
Pertarunganpun dimulai. Diawal mereka berdua langsung beradu pedang. Berkali-kali pedang mereka bertubrukan. Tidak ada satupun dari mereka yang terlihat ingin menyerah. Tetapi serangan Zera adalah yang pertama dapat mengenai Lisa. Pedang Zera berhasil mengenai tangan kanan Lisa cukup dalam.
"Kemarilah Lilian," kata Lisa sehingga muncul begitu banyak akar pohon berwarna hijau yang membentuk sesosok tubuh yang cukup besar. Itu adalah monster mitos jenis trent.
"Bangunlah Demian," kata Zera memanggil monster mitosnya juga. Tiba-tiba ada yang datang dengan sangat kecang menabrak tanah samping Zera. Ketika dilihat itu adalah monster mitos jenis wyvern.
Wyvern itu langsung meraung dan suaranya sangat mengganggu seluruh penonton termasuk aku. Aku menutup telingaku dan tetap menyaksikan apa yang terjadi di arena.
"Hem, pertarungan yang sangat sulit," kata Instruktur Lina sambil memegang dagunya.
"Sulit, kenapa bisa sulit instruktur?" tanya Robin disampingnya dengan wajah yang sangat antusias.
"Yah, kalian perhatikan saja. Sebentar lagi akan berakhir," kata Instruktur Lina sambil terus memegangi dagunya.
Dan ternyata pertandingan kedua dimenangkan oleh Zera. Lisa tergeletak di tengah arena penuh dengan luka. Sementara terlihat trent yang merupakan monster mitos Lisa menyusut seperti masuk ke dalam tanah.
"Menurut kalian apa yang membedakan mereka berdua?," tanya instruktur Lina kepada aku, Nadha dan Robin.
"Pengalaman," kataku sangat yakin.
"Yah benar, untuk kemampuan berpedang Lisa memiliki teknik sangat bagus. Tetapi dia tidak dapat menerapkan secara sempurna di pertandingan ini," kata instruktur Lina sangat serius menjelaskan.
Akhirnya kami berempat meninggalkan podium penonton dengan ekspresi sangat terkejut. Pertandingan antara tim Razer dan Elric berakhir dengan kekalahan Razer.
__ADS_1
Aku melihat ketika Razer langsung kalah setelah beberapa detik pertandingan dimulai. Kekalahan Razer mungkin karena meremehkan Elric pada awalnya. Selain itu kemampuan Elric memang sangat hebat hingga instruktur Lina terkejut ketika menonton. Razer dikalahkan dengan kombinasi Elric dan monster mitosnya yang sangat kuat dan cepat.
***
Aku menunggu di dalam sebuah ruangan dimana Robin sedang tergeletak penuh luka di kasur. Instruktur Lina sedang mengobati luka Robin dan menutupnya dengan perban. Aku hanya duduk menunggu hasil pertandingan Nadha. Selain itu aku juga memperhatikan kondisi Robin.
"Meskipun Robin menang tetapi ini juga sebuah kekalahan," kataku sambil menghilangkan rasa cemas kepada Nadha yang sedang bertanding.
"Robin sudah berjuang cukup baik sehingga memenangkan pertandingan. Meskipun banyak luka di tubuh Robin dibandingkan lawannya," kata instruktur Lina sambil terus merawat Robin.
"Tok tok tok," suara ketukan pintu terdengar dan ternyata itu adalah Nadha. Dia membuka pintu setelah mengetuk. Tubuh Nadha tidak terlihat terluka.
"Aku berhasil," kata Nadha sangat senang.
Aku langsung berdiri dan tanpa sengaja memeluk Nadha. Meskipun Nadha kaget tetapi dia diam di dekapanku. Setelah itu Nadha berjalan menuju ke arah Robin. Dia mencoba menyembuhkan luka-luka Robin.
"Hei Kenang, sekarang giliranmu. Jangan hanya bengong di situ," kata Nadha mengagetkanku ketika aku melihatnya menyembuhkan Robin.
"Oh iya, Do'akan aku," kataku sambil bergegas keluar dari ruangan.
Party yang bertanding memang tidak boleh menyaksikan pertandingan rekannya. Sehingga aku dari tadi hanya menunggu kedatangan teman partyku di ruang tunggu.
Sesampainya di tengah arena aku melihat sesosok wanita berambut panjang berwarna kuning. Ternyata lawanku adalah seorang wanita cantik bernama Distya. Sepertinya dia adalah seorang healer.
Ini tidak seperti dugaanku. Karena aku memprediksi akan melawan Reza. Salahku tidak menanyakan lawan Nadha dan Robin tadi kataku dalam hati sambil menggaruk kepala.
Pertandinganpun selesai dengan sangat cepat. Aku membuat Distya menyerah tanpa menyakitinya. Selama pertandingan aku hanya menghindari serangan Distya dan monster mitosnya yang berjenis angel.
Aku bahkan tidak meminta bantuan Escanor untuk melawan mereka berdua. Setelah aku berhasil menusuk monster mitos Distya, aku mengarahkan kedua pisau di tanganku menyilang di lehernya. Distya langsung menyerah karena gemetar ketakutan. Sepertinya memang Distya tidak cocok dalam pertarungan individu. Sehingga dia kukalahkan dengan mudah.
-------------------****--------------------
Monster Pedia.
■Wyvern: Monster mitos yang memiliki tubuh besar seperti kadal dengan sayap di antara tangan dan badannya. Memiliki ekor yang sangat panjang. Memiliki skill roar yang dapat mengganggu pergerakan lawan dengan suaranya. Dapat mengendalikan udara di sekitarnya juga. Monster mitos tingkat tinggi. Merupakan ras Naga.
__ADS_1