Saga Of The Almighty

Saga Of The Almighty
Serigala dan Rubah bagian 1


__ADS_3

Aku tidak menyangka bahwa diriku akan terbangun di tempat seperti ini. Tempat ini terlalu suram, dan gelap.


Bahkan jendela pun tidak ada. Aku lupa kalau tempat ini ada di bawah tanah.


Entah saat ini pagi, siang atau malam. sepertinya aku telah berada ditempat ini selama 7 hari karena misi ini.


Ngomong-ngomong namaku Roberto V Roosevelt seorang mata mata dari TaPA (Treatment and Prevention Associationt) aku ditugaskan untuk masuk kedalam sebuah organisasi mafia untuk menggali informasi mengenai penyebaran obat stimulus.


Obat ini sangatlah aneh, ada yang seperti narkotika, hingga bisa memberikan kekuatan super.


Organisasi Mafia Black Cobra adalah salah satu dari sekian organisasi ilegal pemasok dan distributor obat obatan terlarang ini ke masyarakat. Selama aku 7 hari disini, aku berpura-pura bergabung sebagai anggota mereka.


Aku pergi ke kelab malam mereka selama 14 hari dan menjalankan misi mengantar kue ke pelanggan, setelah itu aku dibawa ke markas mereka.


Sayangnya mereka tidak bodoh, mereka menutup mata ku agar tidak mengetahui letak tempat persembunyian mereka. Selama 7 hari ini pula aku hanya ditugaskan misi kecil-kecilan di dalam tempat ini. Mereka masih belum percaya padaku, mereka masih menganggap aku adalah mata-mata.


Pada saat pertama kali kesini aku tidak sendiri, ada sepuluh orang anggota baru. Background mereka semua unik dan dari berbagai profesi. Aku saat pertama bertemu bos besar mereka, aku menjelaskan bahwa aku adalah seorang preman dan pembunuh bayaran.


Sebelum kesini aku juga telah ikut dengan kelompok preman sebelum masuk dan menjalankan misi seperti pembunuhan dan mendapat tempat yang layak di sana. Dalam hatiku sejujurnya ini sangat bertolak belakang dan aku sangat merasa berdosa, tetapi apa boleh buat demi misi sukses dan juga demi masyarakat kembali hidup damai aku rela mengotori tanganku.


Setelah sekian lama menunggu pintu kamarku dibuka, pintu ini tersambung dengan saklar lampu, dan lampu menyala ketika ada yang membuka pintu. Orang yang membuka pintu kamarku ini adalah pengawas sekaligus atasan ku selama berada di sini 7 hari.


Nama dia Sawatari Kazumi alias si Rubah, wanita ini terlihat ramah dan sangat baik padaku bahkan dia memberitahu nama aslinya, memiliki tinggi badan yang tidak terlalu tinggi apalagi untuk wanita berdarah Jepang, berambut panjang dan bergelombang, memiliki paras cantik dan bertubuh seksi serta memiliki tato bergambar rubah di punggungnya.


Secara prosedur ini dilarang memberi tahu nama asli, bahkan ketika aku disini aku tidak mengenalkan nama ku pada anggota baru yang ada disini kecuali bos besar.


Tentunya atasanku ini tau siapa namaku, namun Roberto V Roosevelt bukanlah nama asliku. Nama asliku adalah...


"Hei, Serigala. Ah, seperti biasa kau selalu tepat waktu. Aku suka sifatmu ini." Kata Rubah dengan wajah menyeringai.


"Jadi, ada misi apa kak Rubah?" balasan ku dengan wajah datar.


"Aduh... jangan kaku gitu dong, entar gantengmu berkurang..." gumam Rubah sambil menyubit pipiku.


"Apakah kau tidak curiga padaku kak Rubah, kau selalu bersikap lembut padaku? Ngomong-ngomong, sekarang pagi, siang atau malam?" tanya ku.


"Kau selalu saja menanyakan hal yang sama setiap hari, jawabannya R-A-H-A-S-I-A~" jawab Rubah dengan berbisik ke telinga serta mencium pipiku.


"Argggghh, Kau selalu saja melakukan hal yang sama setiap hari, tanggapanku jangan goda aku!" Ucap diriku dengan ketus.

__ADS_1


Dia hanya tertawa kecil, wanita ini sangat licik dia menggoda untuk mendapatkan informasi. Dia selalu menampilkan wajah yang sama saat melihatku tampak seperti singa yang ingin menerkam mangsanya.


Dia menyodorkan sebuah surat yang berisi misi yang akan aku lakukan hari ini, setelah itu dia hanya pergi meninggalkan ku tanpa sepatah kata pun.


Aku membuka isi surat ini, dan isi surat ini menyuruhku untuk melakukan misi pengantaran kue ke Meksiko City bersama Rubah dan dibawahnya ada catatan Awww bulan madu ke Meksiko❤️❤️❤️ datang ke aula setelah membaca surat ini segera atau kau mati dalam pelukanku salam cinta dari Rubah.


Begitulah isi surat yang diberikan oleh Sawatari Kazumi, aku hanya tidak habis pikir kenapa dia bisa berakhir ditempat mengerikan seperti ini.


Tak perlu membuatnya menunggu aku langsung datang ke aula untuk bertemu dengannya. Ketika aku keluar dari pintu aku terkejut dia menungguku dari balik tembok. Dia hanya tersenyum dan pergi begitu saja, aku mengikutinya dari belakang.


Setelah sampai di aula aku dan Rubah, bertemu dengan captain atau atasan si Rubah, dia pria berbadan tinggi besar dan memiliki tato dipunggung bergambar kepala Singa sesuai dengan nama julukannya Singa. Dia menjelaskan kembali mengenai misi yang akan kami berdua lakukan, lalu dia menyuruh aku sebelum pergi untuk membuat tato bergambar Serigala dipunggung.


Tato digunakan sebagai identitas anggota Black Cobra, jika seorang anggota telah bertato maka dia telah diterima secara resmi oleh atasannya. Aku ditato oleh si Singa di tempat yang sama.


"Serigala, kau akan diberikan tugas khusus untuk menjadi Bodyguard Rubah dan melindunginya dari organisasi lain yang mengincarnya. Dalam misi ini kau harus rela mati untuknya, Apa kau siap nak? " tanya Si Singa dengan fokus menato punggungku.


"Tentu saja aku siap mati untuk melindunginya, aku siap mempertaruhkan nyawaku untuk organisasi ini." jawabanku.


"Baguslah kalau begitu, Aku titipkan Rubah padamu. Ingat, jangan sampai dia mati!" ucap Si Singa.


Aku hanya membalas dengan anggukan, tidak selang berapa lama dia selesai menato punggungku. Dia kembali menyuruhku untuk masuk ke sebuah ruangan. Dalam isi kepalaku bercampur berbagai macam pertanyaan hingga overthinking.


"Baik!" kataku.


Aku dipasang sebuah alat bantu bernafas, aku berasumsi jika ini sebuah alat bius. Tiba-tiba bau obat menyeruak masuk ke hidungku. Mataku mulai terasa berat, kepalaku rasanya enteng tanpa sadar aku terlelap.


Aku terbangun disebuah ruangan dan disebelah kanan ku ada si Rubah yang tengah terlelap tanpa pakaian. Aku kaget dengan pemandangan ini, "aku diruda paksa!" begitulah kata hatiku saat ini. Wanita ini bangun duduk dan tampak jelas lekuk tubuhnya.


Dia menengok kiri dan mengelus kepalaku.


"Walau kamu tidur, kamu masih bisa keras ya..." ucapnya.


"Apa yang kau lakukan padaku? setelah dibius apa yang terjadi padaku?!" tanya aku pada si Rubah.


"Coba kamu pegang bagian tengkuk leher mu." jawab si Rubah.


"Apa ini? seperti sebuah alat dan ada lubang kecilnya." ucapku dalam hati.


"Eh, kamu mau lagi gak? sekarang kan udah bangun jadi pasti lebih seru.." kata si Rubah sambil tersenyum.

__ADS_1


"Mau lagi tentang apa? Memangnya kita sudah melakukan apa ketika aku tidak sadarkan diri?" tanyaku.


"Jangan pura-pura bodoh, kau sudah paham kan maksud aku sebenarnya... Pake nanya. hahaha." jawab si Rubah sambil mendekatkan dadanya dengan sengaja.


Lalu, dia melanjutkan bicara kembali.


"Eh Serigala, kamu gak penasaran alat apa yang ada di tengkuk leher kamu itu?" tanya si Rubah sambil menekan-nekan dadanya ke tangan kananku.


"Kalau menurut yang aku tahu, ini injektor kan? bisakah kau agak menjauh dariku dan tolong pakai bajumu!" jawabku sambil mendorong pundak si Rubah.


"Ahh... jangan kencang-kencang dong dorongnya. Iya tepat sekali jawabanmu sayang. emuach.." ucap si Rubah di akhiri dengan mencium pipi kanan ku.


Dia bangun dan menggunakan baju, aku pun begitu juga. Dia memberi tahu kalau segera setelah keluar dari ruangan ini, kita akan menuju ke mobil untuk ke bandara LAX. Aku bertanya apakah aku boleh mandi dulu sebelum berangkat?


"Tidak usah mandi, kau masih keliatan ganteng dan macho kok. Mandi nanti saja di Meksiko. Oh iya, barang-barangmu juga sudah aku packing. Tidak perlu khawatir, anggap saja ini liburan." jawab si Rubah.


"Oh begitu ya, terima kasih telah repot-repot mengemaskan pakaianku kak Rubah." ucapku pada si Rubah seraya menebar senyum.


"Sama-sama sayang~ Ini pakai jam tangan biar tau waktu, ingat jangan sampai hilang ini hadiah buat kamu." balas Si Rubah.


Sejujurnya aku merasa senang diperlakukan baik, namun ini tidak masuk akal dan aneh. Aku tahu dia suka menggoda laki-laki yang ada disini, tapi dia terasa mengistimewakan diriku yang baru dia kenal. Aku harus lebih hati-hati mulai sekarang.


Setelah kami keluar ruangan itu dan berjalan melewati lorong yang cukup panjang, akhirnya sampailah di ruangan yang luas berisi mobil. Disana ada si Singa dan dua ajudannya, dia menyambut kami. Tampak wajah sangar yang tersenyum dan berkata.


"Hahaha, aku kira kau mati serigala. Kau ingin tahu? bagaimana wajah panik si Rubah ketika melihat mu tidak kunjung bangun, hahaha lucu banget." ucap si Singa.


Si Rubah hanya membalas dengan wajah cemberut.


"Maaf sudah bikin Abang singa menunggu." kata maaf ku pada si Singa.


"Kalem aja, yang penting belum jatuh tempo. Nah, perlu kalian ingat paket ini adalah paket yang sangat penting jangan sampai hilang, paket sudah dibawa lewat jalur belakang. Ini tiket pesawat terus pasport dan juga visa turis kalian. Misi kalian hanya sepuluh hari, kalian harus sudah kembali ke markas sebelum melewati hari ke sepuluh. Mengerti?" ucap si Singa.


"Siap dimengerti captain!" jawaban aku dan si Rubah.


"Semoga kalian selamat, dan jangan mencoba kabur. Organisasi mengetahui gerak gerik kalian, jangan pernah sekalipun mencobanya atau hidup kalian akan berakhir." ucap si Singa sebagai kata perpisahan sebelum pergi.


Kami berdua pergi meninggalkan markas, mobil berjalan menuju ke permukaan dan ternyata ini berada di area parkir mobil. Jika aku tidak salah tebak ini ada di daerah Downtown Los Angeles. Area yang kami lewati isinya gelandangan ternyata digunakan sebagai markas tersembunyi mereka.


Padahal polisi sering lalu lalang patroli di area ini, apakah mungkin pihak kepolisian membackup mereka?

__ADS_1


__ADS_2