
Aku masih tidak menyangka orang yang menemani ku adalah si Singa. Aku tidak tahu, takdir yang aku rubah ini malah membuatku di jodohkan dengannya.
Pria itu menepuk pundak ku dengan kencang. Terasa sekali hawa mengintimidasi darinya, Laura menyadari jika aku sedang terancam.
Dia menyuruh si Singa untuk melepas genggaman tangannya; "Lepaskan genggaman tanganmu!"
Si Singa agak terkejut dengan sikap Laura dan dia meminta maaf atas perbuatannya. Dia melepaskan telapak tangannya dari pundak ku.
Laura memberi tahu si Singa jika aku telah melakukan hal mengagumkan untuk ke dua sindikat mafia. Si Singa penasaran dengan apa yang aku perbuat hingga Laura mengakui ku.
Laura menarik tanganku berkata; "Dia berhasil menemukan bukti jika Blue Rose ikut serta dalam pembantaian yang dilakukan oleh TaPA.
Si Singa terkejut dan meminta penjelasan yang lebih rinci dari aku dan Laura. Saat Laura ingin menjelaskan bukti yang dia temukan, ibu Laura datang menghampiri kami dan beliau berkata;
"Laura boleh ibu ikut mendengarkan?" tanya Christina Alma Salome.
Laura terlihat senang, ibunya datang disaat yang tepat dan menjawab;
"Kebetulan sekali ibu datang, aku ingin memberi tahu berita ini pada ibu." jawaban Laura.
Ibu Laura, Christina melihatku yang sedang dipegang tangannya oleh anaknya. Aku langsung melepaskan pegangan tangan Laura, Ibu Laura membisikkan kata-kata.
Saat aku mendengar ucapannya, aku tidak menyangka. Ternyata wanita ini mengetahui aku merubah takdirnya, sehingga dia masih hidup hingga sekarang.
Wanita itu berdiri di sampingku mendengar penjelasan Laura. Laura menjelaskan apa yang dia lakukan bersamaku, dan Laura mengeluarkan Obat stimulus super dan memberikannya pada ibunya.
Christina tampak senang sekali diberikan hadiah oleh anaknya, tetapi dia menolak pemberian dari Laura. Dia ingin Laura yang gunakan saja, karena menurutnya masa depan Laura masih panjang.
Mendengar perkataan ibunya, dia agak kecewa. Walau begitu dia menerima penolakan tersebut. Obat stimulus super itu disimpan lagi oleh Laura di tasnya.
Setelah mendengar penjelasan Laura tentang bukti keterlibatan Blue Rose, Si Singa mengaku sangat bangga dengan aku, dan dia ingin berbicara empat mata denganku di suatu tempat.
Si Singa mengajak ku pergi keluar gedung hotel, dan berjalan ke arah cafe yang berjarak dua blok dari hotel. Dia memesan Capuccino, dan aku memesan Capuccino juga.
Dia berterima kasih dengan kinerjaku yang luar biasa, pada akhirnya Black Cobra bisa menghancurkan Blue Rose. Dia juga bilang, selama satu tahun ini aku sudah melakukan banyak hal baik untuk Black Cobra.
Apa satu tahun? Padahal aku baru beberapa minggu bergabung dengan Black Cobra. Apa yang terjadi? Kenapa aku bisa bergabung selama satu tahun di Black Cobra?
Lalu, Si Singa tertawa dan berkata;
"Hahaha, Aku jadi ingat saat TaPA LA aku hancurkan dengan tanganku ini." ucap Si Singa.
Apa-apaan ini? TaPA LA dihancurkan olehnya. Bagaimana mungkin? Lalu, kenapa aku sudah satu tahun di Black Cobra?
Aku yang sedang bingung, membuat ku tidak mendengar apa yang Singa katakan padaku. Dia menggoyang-goyangkan pundak ku, Aku pun tersadar dari lamunanku.
Dia bertanya padaku, mengapa aku pergi ke motel tempat Laura tinggal? Dia juga menambahkan, aku juga tidak bilang jika aku ingin pergi ke motel itu.
Tentunya ini tidak bisa aku jawab, Hal ini sangat tidak masuk akal. Aku harus mencari alasan yang logis untuk menjelaskannya.
__ADS_1
Untungnya, dia menunda pertanyaan itu dan mengganti pertanyaannya. Pertanyaan itu adalah;
"Kau sejak kapan bisa menggunakan Aura?" tanya si Singa dengan memegang cangkir kopi.
Aku tidak bisa memberi tahukannya, jika aku memberi tahunya pasti dia akan bertanya hal lain. Ah aku tau, aku harus memberitahu jika aku sama halnya seperti Laura.
"Aku sama seperti Laura, aku sudah memiliki kemampuan Aura sejak lahir." jawabku pada si Singa.
Dia memegang dagunya, dan melihatku. Kemudian dia menyuruh ku untuk mengaktifkan Aura.
Setelah aku aktifkan, dia melihat Auraku dan dia berkata; "Kau ini monster, sangat berbahaya keberadaan mu di dunia ini."
Aku terkejut mendengar perkataannya, Lalu dia berkata lagi; "Jika kau ingin hidup tenang, kendalikan kekuatan mu itu."
Tentunya aku bertanya pada si Singa, Bagaimana cara mengendalikan kekuatan ku? Dia menjawab, lawanlah aku!
Dia memberi peringatan, untuk tidak menggunakan full power jika tidak dia akan mati. Dia mengajakku ke sebuah tanah lapang dibelakang hotel.
Dia mengeluarkan Auranya, Aura yang besar itu menjalar keluar dari tubuhnya dan kemudian tertahan di area tubuhnya.
Dia memberi instruksi bagaimana cara menahan aura agar ada di tubuh, Caranya adalah dengan berkonsentrasi menahan Aura agar tidak terbuang percuma. Dia juga menambahkan, hal ini memiliki fungsi untuk mengatur aliran Aura agar tidak boros dan juga agar tidak mengalami kelelahan akibat penggunaan Aura.
Si singa memberi tahu kekuatan Auranya, kekuatan Auranya adalah Rantai. Dia bisa menciptakan dan mengendalikan rantai, baik untuk bertahan atau menyerang.
Aku memberi tahu kemampuan ku, kekuatan Auraku adalah Penguatan Fisik. Aku bisa meningkatkan ketahanan tubuhku, baik untuk menyerang atau menahan serangan.
Atau, aku bisa memanfaatkan ini agar aku bisa terbebas dari pengaruhnya? Aku bisa membunuhnya sekarang juga.
Setelah itu aku mengumpulkan, seluruh Auraku pada tubuhku dan memadatkannya. Ini saat yang tepat untuk membunuhnya, aku bisa memberikan berbagai alasan agar aku tidak disalahkan.
Aku berjalan menuju arahnya, tanah yang ku injak retak. Aku mengumpulkan 50 persen auraku ditangan kananku dan 25 persen di masing masing kaki.
Aku bergerak cepat ke arahnya dan memberi pukulan telak ke wajahnya. Tetapi, ketika pukulan itu sudah beberapa centimeter dari wajahnya Auraku lenyap begitu saja.
Lalu, dia tersenyum dan berkata; "Kau menggunakan seluruh kekuatan mu bukan? Apa kau ingin membuhku?"
Setelah itu, muncul sebuah rantai yang telah menancap ke tubuhku. Rantai itu lah yang menghilangkan Auraku.
Si Singa mengungkapkan fakta jika dia telah menggunakan rantainya sejak dia menepuk pundak ku. Rantainya mampu mengendalikan kekuatan Aura seseorang dan mendeteksi kebohongan seseorang.
Menurut si Singa, cara rantainya mengendalikan kekuatan Aura adalah dengan sebuah perjanjian contohnya seperti pada saat tadi, yaitu aku tidak bisa menggunakan kekuatan penuh untuk melawannya.
Lalu, mendeteksi kebohongan. Cara dia mendeteksi kebohongan adalah dengan mengetahui denyut nadi seseorang. Jika semakin cepat ketika berbicara sesuatu, sudah jelas lebih dari 70% itu adalah sebuah kebohongan.
Saat ini Auraku sudah dipegang oleh rantainya, jadi aku tidak bisa melawannya. Bodohnya aku melakukan hal sembrono seperti ini.
Aku seharusnya tidak gegabah, dan lebih baik aku mengevaluasi dulu kekuatannya. Aku angkat tangan, dan menyerah untuk sekarang.
Setelah itu dia berkata,
__ADS_1
"Sudah menyerah? Tapi, katakanlah sejujurnya sejak kapan kau memiliki kemampuan Aura dan mengapa kau pergi ke motel tempat Laura tinggal?" tanya si Singa sambil dia memegangi rantainya.
Aku menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi padaku, dan dia hanya diam dan tidak percaya dengan yang aku katakan. Dia pun merasa, jika aku berbeda dengan diriku yang biasanya. Lalu, dia kehilangan fokusnya dan rantainya mulai menghilang.
Saat menghilang rantai milik si Singa, dia berkata;
"Dimana Serigala yang sebenarnya? Kembalikan dia!" ucap si Singa dengan air mata yang menetes di pipinya.
Lalu, aku menjawab;
"Aku tidak tahu, mungkin saja dia mati. wlee" jawabku sambil menjulurkan lidahku mengejeknya.
Karena kelengahannya, aku memanfaatkan momen ini untuk menggunakan The Rule untuk ketiga kalinya.
Aturan Ketiga:...
Sialan! aku tidak tahu nama aslinya. Selagi dia lengah, aku harus membunuhnya.
Aku menggunakan kemampuan Aura, dan mengulangi yang gagal tadi aku lakukan. Dia kebingungan, mengapa tidak bisa mengendalikan ku lagi.
Jawabannya sudah jelas, Si singa harus menyentuhku lagi agar bisa menggunakan rantai pengendaliannya. Dia meminta ampun, dan dia ingin aku meninggalkannya.
Dia meminta aku mengembalikan diriku yang menurutnya telah dibunuh olehku. Ketika dia ingin bilang sesuatu, pukulan ku sudah memecahkan tengkoraknya.
Darah memuncrat keluar dari tubuhnya, menjadikan hujan darah disekitar ku. Aku memukuli jasadnya hingga tidak berbentuk, dan membuangnya ke sungai dekat tanah lapang.
Tubuhku berlumuran darah, aku melakukan hal yang sangat keji tetapi perasaan ku biasa saja. Apakah ini pengaruh dari kekuatan ku?
Aku kembali ke hotel dengan pakaian penuh noda darah, dan herannya aku tidak peduli dengan keadaan ku sekarang.
Saat Laura melihatku, dia kaget dan syok. Hingga tanpa sadar dia mengompol dan bukannya ketakutan, sebenarnya dia mengompol karena terangsang setelah melihatku.
Aku pergi meninggalkannya, yang sedang menatap ku dengan wajah mengerikan. Semua orang yang ada di area resepsionis kaget dan ngeri melihatku, selain si Laura.
Aku berjalan menuju ke kamar 212, tempat dimana aku tinggal di hotel ini. Aku berjalan menaiki tangga ke lantai tiga.
Setelah sampai di kamar 212. Aku pergi ke kamar mandi, dan membersihkan tubuhku dari darah yang menempel.
Saat isi kepalaku mulai normal, aku kembali teringat saat aku bersama si Rubah. Lalu, muncullah suara dari kepala ku;
******Si Singa atau Matthew McLaren. Pria berusia 43 tahun, telah bergabung di sindikat mafia Black Cobra selama 8 tahun. Dia memiliki seorang anak perempuan yang telah meninggal dunia akibat perang antar sindikat mafia yang terjadi pada tahun ke 3 dia bergabung. Istrinya menceraikan Matthew setelah kejadian itu, Matthew pernah di penjara selama 5 bulan dan karena pengaruh bos nya ???? ?????? Dia bisa dibebaskan tanpa denda.******
Jadi itu adalah rangkuman hidup darinya, tetapi ini bukanlah hal yang ingin aku tau sekarang. Aku ingin tahu, mengapa dia bisa berasumsi jika aku membunuh diriku sendiri.
Apakah aku datang dari dunia lain? Jika iya, ini pun juga sesuai dengan dugaan ku. Aku yang di dunia sudah menjadi anggota Black Cobra selama 1 tahun.
Sementara itu, aku yang datang ke dunia ini baru beberapa minggu menjadi anggota Black Cobra. Ketika aku sedang bingung, dari luar terdengar suara ketukan pintu.
Kira kira, siapa yang mengetuk pintu kamarku?
__ADS_1