Saga Of The Almighty

Saga Of The Almighty
Sebuah Petunjuk


__ADS_3

Langit yang sudah mendung sejak aku datang ke Pasadena akhirnya hujan. Hujan cukup deras di daerah California, suatu hal yang sangat jarang terjadi.


Aku merasa bingung bagaimana cara menjadi lebih kuat dalam waktu 1 tahun? Aku pun juga khawatir jika seandainya aku gagal dalam waktu 1 tahun maka orang-orang di panti asuhan akan binasa.


Polisi yang memantau ku sejak di pemakaman sudah meninggalkan ku dari 5 menit yang lalu. Namun, aku sama sekali belum pergi dari depan pintu masuk area pemakaman.


Aku sangat bingung, apa yang harus aku lakukan? Saat pikiran ku sedang buntu. Aku tersirat keinginan membuka kotak pemberian bos besar sindikat mafia Black Cobra.


Aku menggunakan Aura untuk melindungi tubuhku, jikalau kotak itu adalah jebakan yang membahayakan keselamatan ku. Aku membuka kotak perlahan dan mengintipnya dengan jarak yang cukup jauh.


Setelah berhasil terbuka sempurna, aku melihat sebuah jarum suntik berisi cairan.


Apakah isi dari jarum suntik ini adalah obat stimulus super? ,pikirku.


Aku tidak berani mencobanya karena bisa saja ini racun atau sudah dimodifikasi. Tetapi aku tetap akan menyimpannya, untuk mencari tahu apakah ini obat stimulus super.


Aku berjalan entah kemana, aku tidak tahu cara mengalahkannya. Orang itu sangatlah kuat, siapa yang bisa mengalahkannya?


Saat aku sedang kebingungan ada seseorang yang memanggil ku. Aku menoleh ke arah sumber suara. Orang itu ternyata sedang duduk disebuah kursi dibelakang ku.


Bagaimana bisa aku tidak menyadarinya? Seorang pria tua dengan pakaian lusuh dan membawa tas gendong melambaikan tangannya padaku.


Aku berusaha mengacuhkannya, dan pergi meninggalkan pria tua itu. Tetapi, dia sudah berada tepat dihadapan ku.


"Duduklah dulu nak," pinta pria tua itu.


Aku mengikuti kemauan pria tua ini, aku duduk disampingnya. Dia memberi tahuku sebuah tips cara menyembunyikan Aura yang ada di tubuh.


"Nak, Aura besar seperti milikmu ini adalah langka, jadi kau harus mengatur nafas dan tekan kedalam Aura itu," kata si pria tua.


Dia juga berpesan, "Pasti sulit menghadapi cobaan demi cobaan, tetapi percayalah kau pasti bisa melewatinya."


Ternyata aku hingga saat ini masih mengaktifkan Aura ku, pantas saja dia tau. Ketika aku akan menonaktifkan Auraku, dia berusaha menghentikan ku.


"Tunggu dulu, jika kau menonaktifkan Auramu maka kau akan mati," ancam si pria tua.


"Pria tua, siapa kau sebenarnya?" tanyaku.


Pria tua itu menekan jari telunjuknya ke dahi ku, dan berteriak, "Terima ini!"


Tiba-tiba pria tua itu berteriak dan itu membuat ku terkejut. Banyak informasi masuk ke dalam pikiran ku dalam waktu singkat.


Kepalaku rasanya pusing sekali, dan penglihatan mata ku jadi berputar-putar. Setelah sudah terasa lebih baik, aku merasa sudah mengenal pria ini selama bertahun-tahun.


Pria tua disamping ku bernama George, dia berusia 70 tahun. Memiliki ciri fisik bertubuh tegap, memiliki mata yang sipit, dan berkulit kuning. Dia tidak begitu tinggi, karena ciri-cirinya seperti orang Asia.


Tetapi, dia bukanlah orang Asia. Dia berasal dari sebuah negeri yang nan jauh disana. Menurut informasi yang dia beri, dia berasal dari Anuheium.


Aku tidak mengenal ada tempat bernama Anuheium. Bahkan hingga saat ini, dia belum pernah kembali ke negerinya.


Ada hal menarik yang aku dapat dari informasi George, disaat datang pertama kali ke Amerika dia merasa ada hal ganjil. Terutama saat melihat langit yang biru tanpa ada siluet planet Stellar.

__ADS_1


Masih dari informasi yang dia berikan, George tiba di Amerika dengan pakaian orang tahun 1940-an. Tetapi, walau gaya 1940-an menurut para pasukan coast guard yang berpatroli disekitar pesisir pantai San Diego, pakaian dari George dan temannya bukan tahun 1940-an tapi gaya berpakaian orang 1970-an.


George datang menaiki sebuah kapal sekoci bersama lima kawannya. Saat ditemukan oleh Coast Guard, mereka berlima sedang terombang ambing dilautan berharap bantuan karena kapal yang mereka naiki tenggelam saat akan keluar dari Anuheium akibat menabrak batu karang besar.


Saat ini, ke-lima temannya sudah 2 orang yang meninggal. Hanya tersisa 2, temannya yang bernama Jacob usia 50 tahun sudah menikah dengan seorang wanita asal Arizona dan saat ini sudah memiliki cucu.


Sementara satunya lagi, adalah Norman dia adalah yang paling muda tetapi keberadaannya tidak tahu dimana karena saat itu Norman diangkat oleh keluarga asuh orang Colorado.


Jika dia mengira-ngira, usia Norman saat ini sudah 30 tahun. Karena saat datang pertama kali, Norman berusia 15 tahun. Jadi, usia George disaat baru datang adalah 55 tahun.


Saat aku melamun mencerna informasi yang dia berikan pada ku. Dia menggoyangkan pantatnya didepan wajahku, aku pun jadi salah fokus dengan pantatnya.


"Pak tua, bisakah kau jauhkan pantat mu dari wajahku?" pinta ku pada George.


"Ohohoho, akhirnya kau sadar juga," balas George sambil kembali duduk.


"Aku masih belum percaya, apakah benar kau bukan orang dari dunia ini?" tanyaku untuk memastikan informasi tersebut.


George menyentuh dagunya, dan berkata, "Iya benar, karena dunia ini berbeda dengan dunia asal ku."


Dia juga menambahkan, "Aku bilang padamu aku berasal dari Anuheium kan? Sesungguhnya aku bukan dari Anuheium, tapi dari daratan bernama Emirica."


"Apakah Emirica mirip seperti America?" tanyaku.


"Mirip, tetapi yang membedakan adalah adanya planet Stellar yang dekat dengan planet Aerth, planet Aerth adalah tempat aku tinggal," jawab George sambil mengeluarkan kertas dan menggambarkan kira-kira pemandangan langit dari planet Aerth.


Aku melihat gambaran yang dia gambar di sebuah kertas dengan pena. Hasil gambar dari George sangatlah bagus dan indah.


George menjawab, "Setahuku saat aku ingin keluar dari Anuheium aku harus melewati sebuah angin puyuh, dan aku bersama lima kawanku menaiki sebuah kapal karena harus melewati lautan untuk ke angin puyuh itu."


"Nah, menurut info yang kau berikan padaku tadi. Aku menemukan jika pulau Anuheium disebut pulau surga, dan semua hal yang disana sangatlah menyenangkan, lalu kenapa kau ingin keluar dari sana?" tanya ku pada George.


George hanya diam saja, dan dia menggelengkan kepalanya, lalu menjawab, "Aku tidak tahu, bahkan saat baru keluar dari angin puyuh itu dan berakhir di dunia ini. Teman-teman yang lain juga tidak tahu alasannya ingin keluar."


Dia juga berkata, jika dia menyesal malah keluar padahal disana itu menyenangkan. Dia mengaku sebelum datang ke Anuheium dan berakhir di dunia ini, dia sudah memiliki istri dan 3 anak.


Dia juga menjelaskan perbedaan waktu di Anuheium dan dunianya sangatlah jauh. Jika 1 bulan di Anuheium setara dengan 10 tahun di dunia George. George sudah 5 bulan di Anuheium pada saat itu, maka sudah 50 tahun dia meninggalkan tanah kelahirannya.


Menurut dia anaknya pasti sudah hampir seusia dia, karena anak yang paling besar berusia 25 tahun saat itu. Ketika menceritakan itu dia menjadi sedih dan teringat kembali keluarganya.


Aku juga tau Anuheium seperti apa dari informasi yang dia rasakan disana. Anuheium bak surga, dan dia ikut dalam sebuah misi eksplorasi sebuah pulau misterius di Samudera Kra.


Jika aku menganalogikan samudera Kra sepertinya mirip seperti samudera Pasifik. Aku juga tau, bagaimana perjuangan dia di dunia asing di planet bumi.


George hidup bak gelandangan, adalah pilihan hidupnya. Masih dari informasi yang George beri, George sudah menjelajahi daratan Amerika selama 15 tahun dimulai dari dia baru datang.


George merasa dunia ini sangatlah indah, dan waktu malam hari adalah saat yang selalu membuat dia teringat keluarganya. Dia selalu menatap langit dan menunjuk bintang mana yang menjadi tempat planetnya mengorbit.


George juga kagum dengan kemajuan teknologi dari orang bumi atau earth, mereka bisa pergi keluar angkasa dan membuat sebuah benda melayang mengorbit planet bumi.


Aku pun juga tau, bagaimana George bisa menjadi orang yang mampu memiliki Aura. Jika menurut pandangan George, Aura adalah kemampuan yang masih misterius, entah bagaimana kekuatan ini bisa ada di dunia ini.

__ADS_1


Saat baru datang bersama temannya ke bumi, George dan kelima temannya sudah diberkati secara langsung sebuah Aura. Entah bagaimana caranya, dan apa penyebabnya dia tidak tahu.


Lalu, saat dia berharap agar perutnya tidak kelaparan karena terombang-ambing di laut. Tiba-tiba perut dia sama sekali tidak bisa merasakan lapar hingga saat ini.


Dia memberi tahu temannya, jika mungkin api yang transparan ini adalah sebuah kekuatan yang bisa mengabulkan keinginan kita. Temannya yang lain meminta keinginan yang berbeda-beda, ada yang ingin memiliki tubuh yang fisik yang kuat, dan lainnya.


Satu informasi penting yang ingin aku ketahui sayangnya tidak ada, yaitu tentang obat stimulus. Karena aku penasaran aku bertanya padanya;


"Bagaimana kau bisa memberikan informasi mu padaku tanpa berbicara?" tanyaku, dan juga aku menambahkan, "Berapa banyak kemampuan yang dibuat Auramu?"


Dia menjawab, "Tentu saja dengan kemampuan Aura," lalu dia melanjutkan lagi menjawab pertanyaan berikutnya, "ada 20, aku tidak bisa memberi tahukannya karena aku tidak tahu kau kawan atau lawan."


Bagaimana mungkin, kata Sawatari hanya sampai sepuluh permintaan saja. Lalu, aku bertanya lagi soal berapa jumlah dia menyuntikkan obat stimulus super pada tubuhnya;


"Berapa kali kau menyuntikkan obat stimulus super?" tanyaku sambil keheranan dengan jawaban dia sebelumnya.


"Aku belum pernah sekalipun menyuntikkan barang aneh itu padaku, saat aku datang pertama kesini obat stimulus itu sedang ngetren dengan bungkus minuman energi," jawab George sambil mengambil bekas kaleng minuman itu.


Dia menunjukkannya padaku, dia berkata; "Minuman ini dulunya dikenal sebagai minuman paling segar dan paling enak."


"Tetapi, minuman ini ditarik dari edaran karena kau tau sendiri kan," kata George.


Menurut dia, obat stimulus super bukanlah satu-satunya cara untuk mengupdate kemampuan Aura kita. Itu hanya meningkatkan daya Aura berkali-kali lipat dalam satu suntikan.


Dia membandingkan satu suntikan obat stimulus super mungkin setara dengan 10 suntikan obat stimulus biasa yang dicampur jadi satu. Tapi, hal yang dia masih bingung kan adalah bagaimana cara membuat obat itu menjadi aman dan tidak overdosis?


Jika anggapan ku tidak salah, pasti ada hubungannya dengan daun dri pohon darah naga. Saat aku mengatakan mungkin saja karena daun dari pohon tersebut, George pun jadi ingat kata temannya Jacob.


Jacob berkata, "Saat aku pergi ke sebuah pulau di negara Yaman, aku melihat sebuah pohon besar yang mirip seperti di Anuheium dan memiliki Aura yang sangatlah besar dan berwarna emas."


Saat Jacob di pulau itu, dia bertanya pada pemandu wisata, "Apa nama pohon ini?"


Si pemandu menjawab, "Ini adalah pohon darah naga, pohon ini memiliki daun yang berkhasiat untuk kesehatan."


Jacob adalah seorang saintis dari Emirica, dan saat terakhir kali George bertemu dia sedang meneliti pohon darah naga yang dia beli di pasar gelap. Karena peredaran daun pohon darah naga sangat dibatasi oleh perusahaan Vision.Corp yang memonopoli seluruh perdagangan daun pohon darah naga.


George berkata, "Jika kau ingin membantu ku mencari misteri dunia ini, maka aku akan memberi tahu seluruh kemampuan ku dan mengajarkan seluruh ilmu yang aku ketahui padamu."


Aku dengan sedikit keraguan, tetapi karena tidak ada cara lain aku menyetujui ajakannya. Kami berjabat tangan, dan George mengajak ku berlari ke Arizona.


"Dasar orang gila, dia mau berlari ke Arizona?" pikirku.


"Hei keledai, Ayo cepat, ingat jangan buat kaca dan bangun roboh ya!" teriak George sambil ancang-ancang akan lari bak the flash.


Aku melakukan ancang-ancang yang sama sepertinya, dia sudah berlari meninggalkan ku.


"Oh, sial," gumamku dan aku mengumpulkan Auraku ke kaki sebanyak 10% dan sisanya ku selimuti di seluruh tubuh.


Tiba-tiba orang itu kembali, dan memukul kepala ku, dan berkata, "Keledai, kenapa kau lambat sekali!"


Dia melihat caraku, dan dia tertawa. Aku tidak tahu apa yang salah dariku. Dasar orang misterius yang aneh.

__ADS_1


__ADS_2