
Aku sudah yakin jika Kazumi pasti baik-baik saja di sana. Sekarang dihadapan ku ada seorang gadis, anak dari bos besar RSM. Dia masih saja berdiri disini dan memainkan rambutnya.
Gadis tomboi ini entah mengapa malah tersipu malu saat ku lihat, walau tomboi tapi sifatnya sangatlah kalem. Sangat berbeda dengan saudari ku saat masih di panti asuhan.
Bibirnya bergeming, sepertinya dia ingin mengatakan sesuatu. Mungkin karena dia sungkan jadi aku yang memulai bicara;
"Ada apa Laura? Sepertinya urusan kita berdua sudah selesai." ucapku.
"Iya benar, tetapi aku masih ada satu permintaan. Maukah kau mendengarnya?" ucap tawaran Laura.
"Katakan saja, tetapi aku bebas menolaknya." balasku.
Laura mengatakan permintaannya, permintaan Laura adalah untuk menemaninya pergi ke pesta ulang tahun teman Laura. Tentunya permintaan seperti ini akan ku tolak, terlalu membuang waktuku.
Misi ku jauh lebih penting, walau Kazumi melarang aku pergi ke kantor TaPA Mexico city. Peluangnya sekarang menjadi lebih besar, aku akan melaporkan hasil kerjaku secepatnya.
Namun, pada saat ini Laura bersikeras memaksa ku untuk menemani pergi ke pesta ulang tahun temannya. Dia juga bersedia akan mengabulkan satu permintaan ku apapun itu.
Sepertinya ini menarik, pikirku sekarang. Aku ingin bertemu dengan sang wanita suci, aku juga ingin berbicara secara empat mata untuk menggali informasi.
Walau ini sangat berbahaya, namun layak dicoba. Saat aku mengatakan keinginan itu, Laura setuju dengan permintaan ku. Dia paham siapa wanita suci yang ku maksud??
"Wanita suci itu, ibu ku kan?" tanya Laura.
"Iya ibumu, bagaimana kau mau kan mempertemukan ku dengannya?" jawabku.
Laura mengangguk dan berterima kasih. Acara pestanya malam ini, di hotel tempat ku menginap. Dia juga bilang, akan mempersiapkan pakaian untuk ku saat menghadiri pesta.
Tanpa bertanya ukuran pakaian dan celanaku, dia berpamitan dan pergi. Rasanya sepi sekali tidak ada Kazumi, jika ada dia pasti akan menjahili ku terus.
Tapi tak apa, saat ini aku berpisah dengannya. Pasti suatu saat nanti, aku akan bertemu dengannya lagi!
Rasanya ini waktu yang tepat untuk aku pergi ke kantor TaPA kota ini.
Dari atas aku lihat Laura sedang berbicara dengan seorang pria. Laura sudah selesai bicara dan dia kembali ke arah kamarnya. Dia menengok atas, dan memanggil ku;
"Hei, kau sedang apa disana? Ayo turun aku punya minuman dingin." pinta Laura, tampak dia membawa plastik berisi kaleng minuman.
"Maaf, tetapi aku ada urusan sekarang." balasku
Saat aku menuruni tangga, Laura duduk di anak tangga kedua. Saat aku ingin melewatinya, dia menahan ku.
"Kenapa kau menahan ku? Biarkan aku lewat." tanyaku mencoba ramah dengannya.
"Maaf aku mengganggumu, Bisakah kau menemaniku bicara sebentar disini?" jawab Laura dengan menghindari kontak mata dengan ku.
"Tidak lebih dari satu menit, waktu sangat berharga untuk ku." balasku dengan serius.
__ADS_1
pssttt...
"Iya iya, sini sambil duduk minum." ucap Laura sambil membuka kaleng caco cola.
Saat dia minum, Dia lupa tidak menawarkan ku. Dia mengambil satu Caco Cola dan memberikannya kepada ku.
Aku menerima soda itu, Lalu membukanya. Karena haus aku langsung meminumnya. Ahh... segarnya.. begitu lah yang kurasakan saat ini.
Aku dan Laura hanya diam beberapa saat, Kemudian Laura memulai pembicaraan;
"Langitnya bagus ya.." ucap Laura.
"Iya bagus.." balasku.
Laura menatapku, dan bertanya;
"Bagaimana kau tau tentang wanita suci?" tanya Laura dengan wajah serius.
"Tentu saja aku tau, Ibumu itu terkenal loh. Tidak ku sangka aku bisa bertemu putrinya disini." jawabku.
"Iya, kamu benar. Ngomong-ngomong, apa kau ingin mendengar ceritaku?" pinta Laura.
"Langsung saja katakan, apakah tidak masalah kau menceritakannya?" tanyaku.
"Tidak masalah, kurasa kau bukan orang yang suka banyak bicara." jawab Laura diakhiri dengan senyuman.
Dia menceritakan soal ibunya yang nyawanya sedang diincar oleh seseorang. Pria tadi adalah bodyguard Laura dan sekaligus orang yang menjadi informan Laura.
Alasannya, untuk melindungi ibunya dari ancaman orang yang memiliki niat buruk. Kemudian, uang 19.000.000 peso Meksiko itu adalah uang tabungannya selama lima bulan.
Laura menabung uang untuk membeli obat stimulus super. Kata Laura, obat ini akan diberikan setelah selesai pulang pesta.
Ketika dia ingin melanjutkan lagi bicara, aku menghentikannya. Sudah satu menit lebih dia bicara.
Aku memutuskan pamit pergi meninggalkannya, dia berpesan untuk aku pulang sebelum jam 15:00. Saat aku baru berjalan berapa langkah, dia memanggilku lagi.
Laura memegang sebuah kunci, dan melemparkannya padaku. Lalu, dia berkata;
"Bro, pakai motor yang warna hitam itu." ucap Laura sambil menunjuk motornya.
"Tidak usah repot-repot, aku bisa naik bis atau taksi." balasku sambil berjalan mendekati Laura.
"Sudah pakai saja, aku juga tidak kemana-mana. Ingat, kembali kesini sebelum jam 15:00." ucap Laura.
Aku merespon dengan kode "OK" dan menuju tempat parkir kendaraan. Di depan ku sekarang ada motor sport berwarna hitam dan sebuah helm full face yang berwarna hitam.
Sebelum pergi, aku menyalakan Guugle maps dan memasang earphone ku pada telinga. Aku mencari alamat kantor TaPA di kota ini.
__ADS_1
Ternyata jaraknya tidak terlalu jauh dari sini, hanya sekitar lima mil atau delapan kilometer. Aku menyalakan mesin, dan langsung tancap gas menuju kantor TaPA.
Dalam perjalanan kali ini, aku kepikiran mengapa Laura tinggal di motel murah seperti itu? Tidak di apartemen mewah, atau rumah di atas bukit?
Apa mungkin karena untuk mengecoh musuh ibunya yang bisa saja mengincar Laura? Sepertinya itu alasannya.
Setelah melewati ladang yang panjang, akhirnya aku sampai ke area yang banyak orang. Sampai disini, GPS mulai menunjukkan jalan berkelok-kelok.
Akhirnya setelah melewati area padat penduduk aku sampai juga. Tempatnya tidak seperti kantor TaPA yang ada LA.
Malahan seperti tempat yang tidak terurus. Apa kantornya pindah tempat?
Namun setelah aku cek lagi di aplikasi Guugle maps, hanya ada satu alamat kantor TaPA. Aku memakirkan motor dekat dengan tembok, karena tempat ini tidak ada lahan parkir.
Yang membuatku ragu, kantor ini agak jauh dari jalan raya utama. Apa sengaja untuk mengelabuhi sindikat mafia? Tapi, kenapa ada alamatnya?
Saat aku mengintip kedalam kantor lewat kaca. Tidak terlihat satu pun orang didalamnya.
Ketika berbalik badan, aku dihadang oleh kakek tua. Aku terkejut, karena aku tidak tahu jika dia ada di belakangku.
Kakek tua itu berkata;
"Orang-orang itu telah mati. Kedamaian hanya omong kosong." ucap kakek tua itu dan dia pergi sambil mengulang-ulang kalimat itu.
Apa-apaan kakek tua itu, apa yang ingin dia sampaikan pada ku? Tempat ini sangat sunyi, rasanya aku seperti diawasi.
Seorang ibu-ibu keluar dari sebuah rumah, dia berkata;
"Bukan tidak mungkin, dewa sekalipun bisa mati oleh kecerobohannya." ucap ibu-ibu itu dan pergi ke arah yang berlawanan dengan kakek tua tadi.
Aku mengaktifkan Aura ku, aku merasakan ada lima aura di dekatku. Aku harus waspada dan tidak bertindak ceroboh.
Aku mendekati motor, dan memutuskan untuk pergi dari tempat ini. Saat aku baru menyalakan motor, empat orang muncul dari arah yang berbeda.
Dua didepan dan duanya lagi dibelakang. Dimana orang yang satu lagi? Aura orang yang terakhir tidak bergerak dari tempatnya.
Aku menghitung satu sampai tiga, dan akan langsung tancap gas. Tetapi orang-orang ini, menusukkan jarum suntik pada lengannya.
Seketika tubuhnya berubah menjadi besar dan menjadi makhluk yang mengerikan. Apa ini adalah monster overdosis obat stimulus?
Kekuatan orang-orang ini meningkat pesat setelah berubah menjadi monster. Sementara itu orang yang belum muncul sekarang auranya menghilang.
Roarrrrrrrrrrrrrr
Suara auman salah satu dari mereka yang berlari ke arahku. Aku melompat dari motor, dan lompat ke atap sebuah rumah.
Mereka semua hampir sama kuatnya dengan Antonio. Jika dilihat mereka hanya merespon pada makhluk yang hidup, salah satu dari mereka sedang mengejar anjing.
__ADS_1
Tiba-tiba, mata mereka mengeluarkan cahaya merah. Dan mengarahkan pandangannya padaku.
Sudah jelas mereka dikontrol oleh seseorang, Siapa orang itu? Apakah orang yang tadi, dimana dia sekarang?