Saga Of The Almighty

Saga Of The Almighty
Sebuah Perubahan


__ADS_3

Sudah dua hari dua malam aku di negara Meksiko bersama Kazumi alias Si Rubah. Aku memanggil nama aslinya sejak tadi malam, sebenarnya aku belum mengatakan nama asliku yang sesungguhnya.


Roberto V Roosevelt hanyalah nama samaran yang telah aku gunakan sejak aku keluar dari panti asuhan.


Aku tidak memiliki nama, sejak kecil aku hanya disebut nama sesuai nomor. Nomor ku adalah 777 yang berarti keberuntungan. Mereka berharap aku membawa keberuntungan.


Pada pagi hari ini, aku pergi keluar cuci muka dan menggosok gigi. Setelah itu pergi ke depan motel, di depan pagar motel ini ada penjual makanan di food truck. Mereka menjual taco dan makanan khas Amerika latin lainnya.


Aku membeli Taco isi pollo atau ayam yang dicincang dan dicampur sayuran-sayuran segar. Aku membeli dua Taco ayam dan dua botol air mineral. Saat aku kembali ke ruangan kamar, Kazumi berteriak;


"Aaaaaaa..." teriak Kazumi.


Mendengar teriakkan itu aku langsung berlari ke atas untuk melihat apa yang terjadi. Saat di atas dia melihatku dan berkata;


"Kertas cek-nya hilang!!" ucap Kazumi, kemudian dia berkata;


"Padahal aku sudah memastikan bahwa kertas cek-nya tidak tertinggal... Aduh.. jatuh kemana ya??" ucap Kazumi yang sedang panik.


"Memangnya kenapa kalau hilang? kamu tidak ingin kembali ke Black Cobra kan?" balasku.


"Hei bodoh! kita butuh uang untuk bertahan hidup, setidaknya uang segitu bisa untuk bertahan hidup tanpa kerja asal irit!!" ucap Kazumi dengan wajah merah yang kesal.


Benar juga ya, kita butuh uang. Apalagi uangku saat ini tinggal beberapa ratus dolar saja. Tapi, bagaimana caranya cek ini hilang?


Hal aneh juga terjadi saat malam hari, pintu yang hancur kembali seperti semula tanpa ada kerusakan sedikit pun.


Aku mengaitkannya dengan hal yang terjadi saat ini dan berasumsi kalau suatu hal yang berhubungan dengan Antonio juga ikut menghilang bersama lenyapnya keberadaan Antonio.


Tiba-tiba ada suara yang muncul di kepala ku;


***Antonio tidak pernah ada di dunia ini, begitu pula hal yang berhubungan dengan tindakan yang dia lakukan juga tidak pernah ada.***


Peristiwa ini membuat ku bingung, ditengah kebingungan ku Kazumi menepuk pundak ku. Aku yang sedang melamun jadi membuat penasaran Kazumi;


"Kamu lagi mikirin apa sayangku?" tanya Kazumi.


"Dalam pikiran ku, ada suara yang memberi tahu jika Antonio kan tidak ada di dunia ini, begitu pula dengan tindakannya." jawabku pada Kazumi.


Dia mengerutkan keningnya, dan masih belum percaya dengan yang aku katakan.


Lalu, untuk memastikan dia ingin bertanya pada pemilik penginapan yang sedang menyapu halaman depan.


Kazumi ingin bertanya tentang kejadian tadi malam dan tentang Antonio. Orang-orang kota Meksiko tidak mungkin tidak tau siapa si Antonio si tangan besi, anggapan Kazumi.

__ADS_1


Karena aku sedang lapar, jadi aku tidak ikut Kazumi menemui pemilik penginapan. Kazumi menuruni tangga, dia menyapa dengan bahasa Inggris.


Sayangnya, beliau tidak paham apa yang Kazumi katakan. Dari atas aku hanya tertawa sambil memakan Taco.


Dia kembali ke ruang kamar dengan wajah kesal, aku hanya menahan tawa karena wajahnya sangat lucu ketika kesal.


Kazumi menyuruhku untuk turun dan bertanya, sementara itu dia makan Taco tanpa mengetahui kalau dia menuang saus salsa terlalu banyak.


Dia makin kesal karena dia tidak begitu suka pedas. Jadi aku menawarkan diri untuk memakannya.


Kazumi ingin membeli lagi Taco di depan motel, ketika dia melihat dompetnya uangnya hanya berisi pecahan dolar.


Aku bilang padanya kalau mereka bisa menerima pembayaran kartu kredit mistercard. Lalu Kazumi buru-buru turun dan membeli Taco.


Sementara itu, aku akan bertanya pada si pemilik penginapan. Saat aku turun, sebuah pintu tepat didepan tangga terbuka.


Keluarlah perempuan muda berkacamata berpakaian sweater hitam dan bercelana jeans. Perempuan itu melambaikan tangannya dan menyapaku, lalu berkata;


"Selamat pagi, orang baru ya?" ucap wanita itu. Lalu, wanita itu menjabat tanganku dan memperkenalkan dirinya;


"Perkenalkan namaku Laura Alma Salome, panggil saja aku Laura. Salam kenal ya." ucap Laura.


"Perkenalkan juga namaku Bobby Robinson, panggil saja Bob atau Bobby." balasku.


Tetapi aku tidak tahu pesanan apa yang dia maksud. Dia bilang bahwa aku dan seorang wanita akan datang membawa paket obat stimulus super untuk Laura.


Setelah itu handphone ku berdering, dan aku mengangkatnya;


"Halo? ini dengan siapa?" ucapku


"Selamat pagi tuan Robinson, saya resepsionis hotel El Chameleon. Saya ingin bertanya, pada saat ini Anda dan nyonya Fumiko berada dimana?" tanya si resepsionis hotel.


"Aku sedang main di rumah kawanku dekat jalan rose." jawab ku.


Aku berpura-pura sedang main ke rumah teman, setelah aku menjawab dengan kalimat itu si resepsionis menjelaskan jika dia telah menghubungi ku dari kemarin sore.


Tetapi, aku sama sekali merasa tidak mendapatkan panggilan telepon dari hotel.


Kata resepsionis hotel, ada perempuan yang mencari ku dari siang dan menunggu ku kembali ke hotel hingga malam. Orang itu bernama Laura Alma Salome.


Lalu aku bilang pada si resepsionis jika aku telah bertemu Laura di rumahnya. Aku beralasan jika aku dan Kazumi datang ke rumahnya langsung mulai dari siang hingga menginap dirumahnya.


Setelah aku beralasan seperti itu, pihak resepsionis hotel izin menutup telepon.

__ADS_1


Laura berdiri di sampingku menunggu selesai telepon, kemudian dia bilang;


"Jadi kalian berdua mencari rumahku ya.." ucap si Laura.


Lalu, Laura bertanya;


"Kenapa kau dan Sora menginap disini?" tanya Laura.


"Pada saat malam kemarin, aku dan Sora tersesat saat mencari rumah mu. Saat kami ingin kembali tidak menemukan angkutan umum." jawabku.


"Iya memang disini angkutan umum sulit dicari kalau sudah malam. Apalagi di daerah terpencil seperti ini." ucap Laura.


Untungnya alasanku ada benarnya juga, jika tadi salah tentunya aku akan kebingungan untuk beralasan apalagi.


Ketika aku ingin menyudahi percakapan dengan Laura. Dia menahan tanganku dan berkata;


"Tunggu dulu, urusan kita belum selesai." ucap Laura.


Dari kejauhan Kazumi melihatku sedang bersama wanita lain. Ketika Laura menarik tanganku untuk masuk ke ruangan kamarnya, Kazumi memanggilku.


Ketika genggaman tangannya melemah, aku memaksa lepas tangannya dan menuju ke arah Kazumi.


Laura hanya melihatku saja, dan kemudian dia pergi ke arah kamar mandi.


Kazumi bertanya siapa wanita itu? aku menjelaskan panjang lebar sambil duduk di kursi panjang dekat pagar.


Setelah mendengar apa yang terjadi tadi, dia hanya diam dan memegang dagunya berpikir.


Setelah Kazumi makan dan mendengar penjelasan ku, kita berdua kembali ke ruangan kami.


Saat kami sampai dekat tangga, kami berpapasan dengan Laura. Laura menyapa kami berdua, dan juga menyuruh kami mampir dulu ke ruangannya karena ada yang ingin dibicarakan secara rahasia.


Aku dan Kazumi masuk ke kamarnya, didalam ruangan itu banyak lukisan abstrak. Dia menanyakan pendapat tentang lukisan abstrak buatannya;


"Bagaimana dengan lukisan buatan ku?" ucap Laura.


"Bagus kok, aku sering melihat lukisan abstrak seperti ini di museum." balasku.


"Iya lukisan mu bagus, dan aku suka sekali terutama yang ini." balas Kazumi sambil menunjuk ke arah lukisan yang ditengah.


Laura mengucap terima kasih, dan mempersilahkan kami duduk. Dia bilang ingin membuat teh hangat untuk kami berdua, dia langsung pergi mengambil teko teh dan gelas.


Aku dan Kazumi merasakan perasaan yang sama. Mengapa ruangan kamar Laura memiliki Aura yang sangat kuat

__ADS_1


Tubuhku berkeringat dingin tanpa sebab, sebenarnya apa yang akan terjadi?


__ADS_2