Saga Of The Almighty

Saga Of The Almighty
Fakta atau palsu bagian 1


__ADS_3

Setelah tugas selesai, sepertinya berkeliling kota Meksiko City sepertinya menyenangkan menurutku. Tapi, aku juga ingin mengajak dia juga, tidak mungkin aku meninggalkannya sendirian.


Namun aku masih memiliki tugas yaitu untuk melaporkan tugasku saat ini. Kalau tidak salah di kota ini pun ada kantor TaPA. Aku akan mencarinya sebelum kami kembali ke LA.


Beberapa menit kemudian.


Si Rubah sudah selesai mandi, dia hanya duduk disebelah ku dan tidak berkata sepatah kata pun. Suatu hal yang sangat-sangat berbeda dari yang aku ketahui selama ini. Tiba-tiba dia menyandarkan tubuhnya pada ku, lalu berkata;


"Aku ingin terus bersamamu, aku tidak ingin kehilanganmu." ucap si Rubah.


"Kenapa kau berbicara seperti itu?" tanyaku.


"Aku sangat ketakutan selama ini, untuk sampai diposisi ini aku banyak melakukan hal yang tidak aku suka!" jawab si Rubah lalu dia menangis.


Si Rubah melanjutkan lagi berbicara.


"A-aku hanya ingin pulang ke Jepang dan bertemu dengan ayah dan ibu, juga Kuro-chan." ucap si Rubah dengan suara tangisnya yang mulai menjadi-jadi.


Aku berusaha menenangkannya, akhirnya dia mulai tenang lagi. Dan melanjutkan berbicara.


"Aku akan memberi tahu mu, bagaimana aku berakhir menjadi seperti ini." ucap si Rubah.


Si Rubah menjelaskan dari awal dia datang hingga berakhir menjadi anggota mafia, Dia adalah seorang anak dari keluarga penjual warung mie. Dia adalah anak yang pintar di sekolahnya, dan selalu berperingkat satu se-sekolahannya. Setelah lulus, dia ingin melanjutkan studi ke luar negeri dan dia memilih universitas di Amerika serikat.


Berbagai sekolah tinggi atau universitas di Amerika serikat menerimanya sebagai siswa di sana. Dari berbagai macam pilihan dia memilih di daerah Los Angeles, dia berpikir Los Angeles adalah kota yang keren dan memiliki tempat ikonik yaitu Hollywood.


Pada tahun depannya, dia terbang seorang diri ke Los Angeles. Setelah sampai dia mencari tempat tinggal di area Little Tokyo. Area itu banyak orang kelahiran Jepang atau kebangsaan Jepang menetap di sana.


Singkat cerita, setelah 5 bulan di Los Angeles dia ditaksir oleh seorang laki-laki tampan. Mereka pun berpacaran, namun siapa sangka ternyata lelaki itu bersikap keras dan suka memukulnya. Bahkan dia dipaksa untuk mengikuti nafsu bejatnya.


Setelah sekian lama, lelaki itu mulai bosan dan tidak diduga dia juga adalah anggota gangster. Dia menjual Sawatari ke sindikat mafia Black Cobra. Di sana dia dijadikan wanita penghibur di sebuah pub.


Karena tidak ada kabar, orang tua Sawatari Kazumi melaporkan kehilangan anaknya pada kantor duta besar Jepang di LA. Setelah mendapatkan laporan, mereka mencari keberadaan Sawatari Kazumi yang dibantu oleh kepolisian LA. Namun, polisi dan anggota Mafia telah bersekongkol dan menyatakan kalau Sawatari Kazumi telah dinyatakan hilang tanpa jejak, dan kasus pun ditutup begitu saja.


Alasan mengapa Sawatari Kazumi diistimewakan adalah karena dia disukai oleh Bos Besar Black Cobra hingga saat ini. Misi ini adalah, langkah dia untuk kabur dari Black Cobra yang di bantu oleh si Singa yang merasa iba dikarenakan Sawatari Kazumi seumuran anaknya saat terjadi perang antar sindikat mafia.


Lalu, Sawatari Kazumi alias si Rubah juga beralasan mengajakku karena dia jatuh cinta padaku, dia merasa kalau aku lah yang akan menyelamatkan hidupnya. Aku mendengar hal itu, aku menjadi ingin bertanya padanya;


"Apakah kau sudah yakin akan kabur? Ingat kau akan terus di cari oleh orang itu dimana pun kau berada." tanyaku untuk memastikan mengenai kesungguhannya.


"Iya aku serius, aku ingin kabur dari dunia seperti ini." jawab si Rubah.

__ADS_1


"Lalu, seandainya kau berhasil kabur dan bertemu orang tuamu. Apakah kamu tidak membuat orang tua mu jadi dalam bahaya juga?" tanyaku.


"Apa yang kau katakan benar, tapi ayo kita kabur. Kau pasti belum menyadari kalau aku mengandung anakmu... ya walau belum pasti sih... hehe" ucap si Rubah sambil mengelus perutnya.


"Ini menjadi jauh lebih sulit, kalau memang benar wanita ini hamil anak ku. Misi ini akan jauh lebih sulit." pikirku.


"Aku tahu kamu menyembunyikan sesuatu, katakan padaku siapa kau sebenarnya?" ucap si Rubah.


"Hah? Kau kan sudah tahu siapa aku.." kataku sambil tersenyum.


"Tidak, kau bukanlah preman atau gangster. Kau pasti mata-mata kan? Kau sedang menargetkan sindikat mafia Black Cobra kan? Jujurlah padaku, saat aku merapihkan pakaianmu aku menemukan sebuah barang bukti sebuah sobekan kertas di celana mu." ucap si Rubah dengan mencari kertas itu di tasnya.


Bodohnya aku mengapa tidak menyadarinya dan meninggalkan barang bukti seperti ini. Kertas itu menunjukkan logo TaPA, dia memberikannya padaku. Bagaimana mungkin dia bisa langsung berasumsi jika aku adalah anggota TaPA?


"Coba jelaskan padaku, aku sudah jujur padamu. Aku juga ingin kau jujur padaku!" ucap si Rubah.


Aku pun menyerah, dan sepertinya aku kalah dari wanita ini.


"Iya aku adalah mata-mata dari Treatment and Prevention Associationt atau disingkat TaPA, aku dalam misi untuk membongkar kejahatan dari sindikat mafia Black Cobra." ucapku.


"Akhirnya kita bisa saling jujur, aku tau kamu pasti akan membantuku kan? Aku benar-benar mencintai mu, bukannya aku memanfaatkan mu dengan bilang aku cinta padamu." ucap si Rubah.


Dia menghela nafas lega, dan melanjutkan kembali bicara.


Aku tersentak mendengar apa yang dia katakan baru saja.


"Kenapa aku harus melakukan itu? dan Siapa orang yang kau maksud?" tanyaku.


"Orang itu bernama Nicholas, kalau aku tidak salah dia memegang jabatan sebagai komandan di divisi enam." jawab si Rubah sambil dia menatap langit-langit untuk mengingat.


"Nicholas!? Dia adalah komandan ku!? Apa saja yang dia lakukan di sana atau kau mungkin mendengar suatu hal yang dia lakukan dengan Black Cobra?" tanyaku dengan rasa terkejut.


"Dia biasanya datang dan minum-minum lalu menyuntikkan obat stimulus pada injektor yang ada di lengan kirinya. Aku tidak bohong, aku mengatakan yang sejujurnya." ucap si Rubah yang berusaha meyakinkan ku.


"Lalu apa yang bisa membuatku percaya dengan omongan mu?" tanyaku sambil menatap matanya.


"A-aku hanya melihat dan mendengar saja, aku tidak memiliki bukti seperti foto atau video.." jawab si Rubah.


"Aku masih belum mempercayai apa yang kamu katakan, aku harus memastikannya dulu." kataku sambil merebahkan tubuhku pada ranjang.


Kemudian dia juga ikut merebahkan tubuhnya, lalu berkata;

__ADS_1


"Itu hak mu, aku tidak ingin memaksamu. Setidaknya jika suatu saat kau melihatnya sendiri akan tidak terlalu terkejut." ucap si Rubah.


Kami berdua saling diam, dan sesekali dia menggodaku seperti biasanya. Tetapi dia hanya diam seribu bahasa. Aku memutuskan hari ini akan melaporkan misi yang telah ku lakukan ke kantor TaPA di kota ini.


Aku merasa jika kota ini lebih damai dari pada LA. Aku belum melihat monster yang berkeliaran di kota ini, dan orang-orang nyaman keluar dari rumah mereka tanpa raut wajah ketakutan. Sebelum pergi aku akan berpamitan dengan si Rubah.


"Kak Rubah, aku akan pergi keluar dulu sebentar." ucap ku.


"Mau kemana? Apa kamu ingin pergi ke kantor TaPA Mexico city untuk melapor?" tanya si Rubah dengan raut wajah cemas.


"Iya, aku ingin melaporkan kegiatan ku sejauh ini." jawabku.


"Gak boleh!! Gak ada gunanya kau pergi ke sana! Tempat seperti kantor TaPA itu jauh lebih busuk dari sindikat mafia!" ucap si Rubah dengan wajah kesal.


"Apa katamu!? Kau bilang tempat itu jauh lebih busuk daripada sindikat mafia?! Hati-hati kau bicara!" ucapku sambil menunjuknya dengan penuh rasa emosi.


"Aku mengatakannya berdasarkan fakta di lapangan! Dasar terlalu polos! Banyak anggota TaPA LA membeli obat stimulus ke Black Cobra tau!" balas si Rubah dengan memakiku.


"Tidak mungkin! Aku sudah bersama TaPA LA selama 1 tahun tidak mengetahuinya." pikirku dengan rasa syok yang membuat dadaku agak sesak.


"Kamu pasti anak baru, terlihat wajahmu yang terkejut.. Kamu sudah berapa lama bersama TaPA LA? satu bulan dua bulan atau 1 tahun?" ucap si Rubah dengan nada mengejek.


"Aku baru satu tahun.." ucapku.


"Pantas saja, untungnya kamu dimasukkan misi ini. Tapi, yang membuatku penasaran.. Kenapa kamu dipilih dalam misi untuk memata-matai Black Cobra?" tanya si Rubah.


"Alasannya adalah semua masalah yang terjadi, khususnya di kota Los Angeles asalnya dari Black Cobra. Aku diberikan mandat untuk mencari tau kepastiannya." jawabku.


Tiba-tiba dia tertawa terbahak-bahak.


"Hahahahaha, alasan klasik yang selalu dibuat oleh TaPA LA untuk menjebak anak baru seperti mu. Banyak dari mereka yang ikut misi ini, dan berakhir menjadi pencandu obat stimulus. Ini hanya sandiwara untuk membuatmu menjadi pecandu dan menghabiskan uangmu untuk membeli obat. Untung saja aku menyelamatkan mu..." ucap si Rubah sambil mengelap air mata yang keluar karena tertawa.


Lalu dia melanjutkan lagi berbicara, setelah tarikan nafasnya.


"Jadi, percuma saja kamu melaporkannya. Ingat misi mu hanya di LA! Bukan sekala internasional. Mereka tidak peduli pada misi mu yang hanya ditingkat lokal saja, aku mendengar ini dari atasan mu langsung." kata si Rubah sambil mengelus-elus kepalaku.


Mendengar perkataannya aku masih tidak percaya, aku masih ingin melapor. Aku bangun dari ranjang dan meninggalkan si Rubah tanpa pamitan. Ketika baru membuka pintu, tiba-tiba dia sudah memegang tanganku.


Aku kaget bagaimana bisa dia bergerak tanpa suara secepat itu. Lalu, aku memutuskan untuk bertanya.


"Bagaimana kau berpindah dari tempat tidur ke sini dengan cepat tanpa suara?" tanyaku.

__ADS_1


"Mau tau? Duduklah dulu." jawab si Rubah sambil menunjuk tempat dimana aku duduk.


Aku sangat penasaran dengan apa yang dia lakukan baru saja. Apakah dia juga menyuntikkan obat stimulus pada tubuhnya?


__ADS_2