
Pada akhirnya aku tidak bisa mengalahkan Antonio saat ini. Aku tidak tahu bagaimana cara mengalahkannya? Aku sudah buntu, jadi aku bertanya pada si Rubah.
"Kak Rubah, apa kau memiliki kemampuan untuk mengalahkan regenerasi si Antonio?" tanyaku pada si Rubah.
"Gak punya, aku cuma bisa memprediksi masa depan dalam waktu 10 detik dan kemampuan memotong waktu selama 10 detik." jawab si Rubah.
Dia meneguk air mineral, setelah itu dia melanjutkan bicara;
"Aku masih punya satu lagi, kamu bisa pakai." ucap si Rubah sambil dia mencari sesuatu di tasnya.
Ternyata barang itu obat stimulus super, setelah mendengar perkataannya aku sebetulnya pun mau menerima, tetapi lebih baik jika digunakan olehnya sendiri. Aku jadi penasaran berapa kali dia memasukkan obat stimulus super ke tubuhnya.
Setelah aku tanya dia menjawab baru 2 kali dan kekuatan itu adalah memprediksi masa depan dalam waktu 10 detik dan kemampuan memotong waktu selama 10 detik.
Si Rubah memberikan jarum suntik berisi obat stimulus super padaku. Dia berpesan untuk memilih keinginan yang tepat agar bisa mengalahkan Antonio. Si Rubah juga berkata, kita tidak bisa pergi dari Meksiko karena Antonio selalu mengawasi kita.
Aku berpikir untuk lebih baik dia gunakan obat stimulus super terakhir ini untuk dirinya. Namun, menurutnya lebih baik aku yang menggunakan karena aku adalah Stireos. Satu suntikan pada seorang Stieroes sama dengan lima suntikan pada orang biasa.
Antonio bukanlah seorang Stieroes, dia hanya orang biasa yang sudah lima kali atau saat sekarang sudah enam kali menyuntikkan obat stimulus super menurut pendapat si Rubah. Si Rubah yang telah penasaran sejak lama, tiba-tiba bertanya soal kehidupan pribadiku;
"Sebelum kamu melaksanakan misi, apakah keluarga mu sudah tau kamu akan seperti ini?" tanya si Rubah, dilanjutkan pertanyaan berikutnya;
"Apa saat di TaPA kamu mengetahui asal usul dari obat stimulus berasal?" tanya si Rubah.
"Aku tidak memiliki keluarga, aku hidup sebatang kara dan tinggal di panti asuhan hingga lulus SMA." balas ku.
Ketika aku akan menjawab pertanyaan berikutnya, Dia memotong dan berkata;
"Maafkan aku bertanya hal yang kurang sopan." ucap maaf dari si Rubah.
"Tidak usah minta maaf, Maka dari itu aku jadi bisa lebih tenang untuk menjaga mu." ucap ku ke si Rubah.
Si Rubah menutup wajahnya yang malu karena mendengar kata-kata ku. Dia agak kesal dan mencubit ku karena aku menggodanya. Tapi itu bukan sebuah candaan, karena aku tau harus membuat keluarga dengan siapa sekarang.
Dia menyuruh ku untuk kembali ke topik pembicaraan yaitu "Apakah aku tau asal usul dari obat stimulus berasal?" Aku menjawab, obat stimulus berasal dari sebuah proyek uji coba mengubah manusia biasa menjadi manusia yang tidak kenal lelah.
__ADS_1
Tetapi, obat stimulus memiliki kekurangan yaitu efek yang sementara dan membuat kecanduan, juga jika telah overdosis akan berubah menjadi monster.
Walau memiliki kekurangan yang banyak, karena kebutuhan perang yang semakin lama membuat pasukan kelelahan jadi digunakan lah obat ini. Obat ini awalnya hanya difungsikan untuk menjadi doping agar tidak mudah cepat lelah. Karena memiliki efek candu, terjadilah kebiasaan menggunakan obat stimulus secara berulang-ulang sampai ada yang overdosis.
Saat terjadi overdosis dimana-mana, si pembuat obat dituntut dan dihukum mati karena mengedarkan obat berbahaya. Orang itu bernama Profesor Budi yang berasal dari Indonesia, padahal beliau sudah menyatakan untuk tidak mempergunakan obat ini karena masih banyak kekurangan saat belum diedarkan.
Obat ini dihentikan persebarannya, tetapi pada bulan berikutnya ada varian baru obat stimulus versi terbaru bernama VPro. Pembuatannya yang tidak diketahui berkata, versi terbaru ini dapat memberikan stamina dan full energi dalam waktu seharian. Obat ini bahkan diperjualbelikan pada orang awam.
Obat stimulus versi terbaru sangat cocok untuk pekerja yang membutuhkan energi lebih agar tidak mudah capek. Obat ini hanya rebranding dari obat yang lama dengan nama baru dan efek obat yang lebih kuat, tanpa menjelaskan efek samping.
Karena itulah, terjadi overdosis masal di seluruh dunia. Orang berubah menjadi monster dan perang melawan monster terjadi. Perang antar negara berhenti, dan menjadi perang melawan monster.
Perang melawan monster berakhir lima tahun kemudian, jumlah manusia di bumi tersisa lima milyar. Tetapi, obat stimulus masih ada hingga saat ini, entah siapa yang membuatnya.
Setelah aku menjelaskan panjang lebar mengenai obat stimulus. Si Rubah teringat dengan tragedi pembantaian manusia yang menggunakan obat stimulus di Jepang. Orang-orang yang menggunakan obat itu, akan dibawa ketempat khusus dan akan di eksekusi.
Si Rubah memberitahu ku, setelah rebranding obat stimulus VPro tidak diketahui perusahaan mana yang membuatnya hingga sekarang. Tetapi, resep pembuatan obat stimulus juga tidak ada yang pernah mempublikasikannya. Bahkan mafia besar seperti Black Cobra tidak tahu cara pembuatannya.
Tiba-tiba aku jadi penasaran, darimana Black Cobra mendapatkan obat stimulus? karena penasaran aku tanya pada si Rubah;
"Apa kamu tahu, siapa distributor obat stimulus yang ke Black Cobra?" tanyaku.
"Sudah selesai istirahatnya?" ucap Antonio.
Si Rubah tanpa basa-basi dia menancapkan jarum suntik itu ke tengkuk leherku. Antonio tampak kaget dan berkata "Sialan!!" dan setelah itu melempar ku keluar ruangan kamar. Aku berguling-guling dihalaman, untungnya aku sudah mengaktifkan penguatan fisik.
Si Rubah berteriak;
"Cepat katakan kekuatan apa yang kau ingin!!"
Antonio menerjang ku dari lantai 2, dan dia menginjak-injak tubuhku hingga kesulitan bernafas. Dalam benak ku saat ini, aku menginginkan kekuatan yang bisa melawan kekuatan regenerasi!
Cahaya itu kembali menyala dan keluar dari tubuhku hingga ke langit, suasana gelap malam hari dalam waktu sekejap menjadi cerah seperti pagi hari.
Setelah itu, muncul suara perintah dalam pikiran ku;
__ADS_1
***Ucapkan aturan yang kau inginkan! maksimal 5 aturan.***
Lalu dilanjutkan lagi,
***Catatan: Aturan bisa dicabut, jika slot aturan yang telah dicabut ingin digunakan untuk aturan baru maka harus menunggu 10 hari, dan aturan bersifat universal, juga ucapkan dengan lantang.***
Mendengar itu, aku tanpa basa basi mengatakan aturan pertama ku dengan lantang;
"Aturan 1 : Keberadaan Antonio si tangan besi tidak pernah ada di dunia ini!" ucapku dengan lantang.
Dari dalam tanah muncul tangan-tangan yang menarik tubuh Antonio ke dalam tanah, dia yang kebingungan berkata;
"Apa-apaan ini, jangan sentuh aku!!" dengan dia berusaha melepas tangan-tangan gaib yang menariknya,
"Kekuatan curang macam apa ini!! dasar Stieroes bajingan!!! Ku tunggu kau di neraka!" ucapan terakhir si Antonio, dan setelah itu dia menghilang ditelan bumi.
Si Rubah turun dari lantai dua menghampiriku, dia menyuruhku masuk dan istirahat. Setidaknya saat ini kami menjadi lebih santai, tanpa ada rasa khawatir yang berlebih. Aku berbaring di ranjang, dan si Rubah duduk di samping ku.
Dia mengucapkan terima kasih, karena dia telah menyelamatkan hidupnya. Lalu dia berkata untuk hari esok harus segera pergi dari Meksiko.
Tujuan kami berikutnya adalah menuju ke Indonesia, untuk bersembunyi dan aku juga ingin mencari tau tentang keluarga profesor Budi. Siapa tau keluarga dari profesor Budi memiliki salinan atau surat wasiat yang berisi cara membuat obat stimulus.
Aku kembali mengingat-ingat jika tadi aku bertanya pada si Rubah mengenai siapa distributor obat stimulus yang di kirim ke Black Cobra? Aku menyolek pinggangnya dan aku bertanya;
"Siapa distributor obat stimulus yang di kirim ke Black Cobra?" tanyaku pada si Rubah.
"Aku gak tau, soalnya itu bukan bagian aku." jawab si Rubah.
Setelah itu si Rubah berkata;
"Kamu jangan panggil aku kak Rubah lagi ya, panggil aja Kazumi." ucap si Rubah.
"Oke, kamu juga panggil aku Roberto aja." balasku.
Tetapi kami sepakat selama misi ini kami menggunakan nama samaran yaitu Bobby Robinson dan Fumiko Sora. Semoga hari esok akan jauh lebih baik, daripada hari ini.
__ADS_1
Lalu, keanehan satu lagi yang sejak tadi mengganggu pikiran ku dan si Rubah adalah;
Mengapa pintu ini kembali ke sediakala?