Saga Of The Almighty

Saga Of The Almighty
Sebuah Pertaruhan


__ADS_3

Lima orang itu menghadang ku, aku menatap langit yang mendung di California. Biasanya California jarang hujan. Aku berdiri disebuah jalan bebas hambatan yang masih dalam pembangunan, dan menunggu apa yang akan mereka lakukan.


Salah satu dari mereka melemparkan pisau ber-Aura ke arah ku. Aku menguatkan Aura di dadaku, dan pisau itu memantul menjauh dariku. Tapi, pisau itu kembali berbelok dan saat aku mengira sudah aman salah satunya mengenai kakiku.


Pisau itu menancap di kakiku, aku meringis kesakitan. Disaat yang sama, sebuah tali dari Aura kelima orang itu mengikat tubuhku dengan kencang.


Aku melebarkan pembuluh darah ku untuk mengeluarkan Aura lebih besar. Tetapi, Auraku malah terserap oleh ikatan tali Aura mereka.


Aku berusaha memberontak untuk melepaskan ikatan ini. Sayangnya, aku masih belum bisa membukanya. Aku kebingungan dengan kejadian hari ini.


Salah satu dari mereka bilang, "Menyerah lah, Auramu hanya akan terserap habis oleh ikatan tali kami," kemudian diikuti oleh salah satunya, "Berhenti memberontak, dan ikuti kami,"


Aku terpaksa mengikuti mereka ke suatu tempat, aku melihat area sekeliling ku banyak orang lari berhamburan. Kerusuhan ini telah menghancurkan kehidupan orang yang tidak terlibat.


Rentetan peluru, suara sirine mobil polisi dan ambulan berbunyi keras dimana-mana. Barikade telah terpasang dibeberapa tempat yang aku lihat dari atas jalan bebas hambatan ini.


Beberapa dari anggota gangster pun ikut serta dalam perang ini, mereka memanfaatkannya untuk menjarah toko yang ditinggalkan. Mayat bergeletak di jalanan, dari atas langit helikopter beterbangan.


Kota ini tengah dalam detik-detik kehancuran, karena suatu barang bukti yang aku temukan hanya demi membela diri. Hingga aku saat ini dipecundangi oleh orang-orang yang menangkap ku.


Ditengah keputusasaan ku, aku melihat dari kejauhan seseorang berlari ke arahku. Orang itu berhenti dan menodongkan senjata ke arah kami yang disini.


Kelima orang ini angkat tangan, dan orang yang ada didepan kami berjalan ke depan dan berkata;


"Wah kalian menemukan orang yang menarik, lihat tubuhnya mengeluarkan Aura yang sangat besar," ucap orang itu.


Setelah dia bersuara, dia adalah seorang pria dan aku cukup mengenali suara orang ini. Saat aku memperhatikan bet di lengan kirinya, aku melihat lambang TaPA.


Orang itu kembali berkata, "obat stimulus yang kau beri kemarin hanya bertahan 5 jam,"


"Tapi efeknya berbeda kan? dibanding obat stimulus biasa," kata salah satu orang yang menangkap ku.


Orang itu membuka topengnya, dan berkata;


"Ya ampun gerah sekali, kita harus melawan RSM? Mereka hanya sekumpulan orang bodoh yang berani melawan atas nama balas dendam," hina orang itu, "apalagi bosnya, dia hanya wanita murahan, dan anak buahnya yakin jika dia adalah seorang wanita suci."


Setelah aku menatap wajahnya dengan pasti, orang itu adalah Nicholas. Aku tidak salah lihat, dan aku melihat tubuhnya juga memiliki Aura. Apakah yang dikatakan Sawatari Kazumi alias si Rubah itu benar?


Sepertinya dia tidak mengenalku, apakah memang benar aku berpindah dunia layaknya film tema multiverse. Lalu, Nicholas memicingkan matanya dan menyentuh wajahku. Lalu, dia berkata;


"Hei.. Aku tau anak ini," ucap Nicholas dengan wajah keheranan, "kau anggota Black Cobra kan? Kalau tidak salah si Serigala."


Apa dia mengenalku? jangan-jangan dia juga sedang menyamar untuk menangkap para sindikat mafia ini. Aku harus bagaimana sekarang, dia kawan atau lawan ya.


"Angkut dia ke mobil, dan bawa ke bos besar." kata Nicholas kemudian menyalakan sebatang rokok.


Orang-orang itu menarik ku dengan kasar, sekarang aku tidak berdaya. Semakin banyak aku menggunakan Aura, itu hanya akan menghabiskan Auraku.


Aku memiliki kekuatan Aura, tetapi aku belum mahir dalam menggunakan seluruh potensi kekuatan ku.


Setelah berjalan hingga turun ke bawah jalan bebas hambatan. Ada sebuah mobil Van menunggu bersama 2 orang bersenjata. Mereka berdua menggunakan topeng binatang, yang satunya bertopeng gorila dan satunya lagi bertopeng kuda.


Mereka berlima memasukkan ku kedalam mobil di bagian bagasi bersama mereka masuk didalamnya. Aku hanya bisa pasrah, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan sekarang.

__ADS_1


Mobil berjalan dikendarai oleh orang bertopeng gorila. Orang bertopeng kuda hanya duduk disampingnya sambil memanggul senjata.


Senjata yang dibawa oleh dua orang bertopeng adalah sub machine gun. Jenis senjata ini memiliki radius tembak dekat hingga menengah.


Mobil berjalan melewati barikade, dan menuju ke sebuah tempat parkir indoor. Di sana mobil berhenti dan aku turun bersama mereka ber tujuh.


Berjalan ke arah lift, dan masuk kedalamnya. Si bertopeng kuda menekan lantai 5. Si topeng Gorila melirik ku, dan dia terkekeh.


Si topeng kuda bertanya padaku, "Serigala, kenapa kau mengkhianati kami?" Lalu, dia membuka topengnya.


Aku tidak menyangka, ternyata dia adalah si 778. Dia adalah kawan sekaligus saudaraku di panti asuhan. Perlu diingat, sistem penamaan di panti asuhan menggunakan nomor, nomorku 777.


Kami berdua adalah bayi yang sama-sama dititipkan pada hari yang sama. Dia laki-laki berusia 19 tahun sama sepertiku, dan berkulit putih serta berambut pendek pirang.


"Hei, kenapa kau mengkhianati Black Cobra?" tanya si 778 dengan berteriak ke telingaku.


"Aku bertemu ibuku," jawabku padanya.


Dia menghela nafas, dan matanya berkaca-kaca.


"Kau tau, kau akan mati setelah keluar lift kawan." ucap si 778 dan dia menggunakan topengnya lagi.


Pada akhirnya, aku sampai di lantai ke 5. Saat keluar dari lift, kepala delapan dari anggota 10 perintah Tuhan sudah menancap di sebuah tombak dan berjejer.


Aku memandangi setiap wajah mereka, ada kepala Alex, David, Casandra, Ronald, Christian, Joshua, John, dan Terry. Dua orang yang belum aku lihat adalah Sasha dan Carlos.


Terakhir kali aku melihat Carlos dan Sasha saat di pesawat. Semoga mereka selamat, dan tidak tertangkap.


Aku dan mereka berjalan ke arah sebuah ruangan teater. kursi berjajar dan ada sebuah panggung drama di dalamnya. Mereka mengajakku duduk di sebuah kursi bertulis VIP.


Orang itu berkata, "Wahai para penyihir licik, terimalah takdir kalian."


Lalu, orang itu memotong kedua tangan Ibu Christina dan Laura. Mereka menjerit dan Ibu Christina menatapku sambil berteriak kepadaku;


"Dasar pengkhianat!"


Lalu, orang itu menebas kepala Ibu Christina dengan pedangnya. Kepalanya putus, dan orang itu menendang kepala Ibu Christina ke arahku.


Laura pun berteriak, dan memohon ampun pada algojo itu untuk melepaskannya. Tetapi, tanpa aba-aba orang itu langsung memotong kepalanya.


Bahkan di detik-detik terakhir Laura, aku masih mendengar suaranya sekejap. Orang itu menendang kepala Laura ke arahku.


"Itu adalah pelajaran yang bisa kau ambil jika bersekutu dengan penyihir," ucap orang itu sambil menunjuk jarinya padaku.


Dia pergi meninggalkan panggung, dan tirai tertutup kembali. Aku tidak bisa berkata apa-apa, dan rasanya obsesi ku pada ibu Christina sudah hilang.


Jadi, apa yang Laura katakan tentang ibunya itu benar. Aku hanya diperdaya oleh mereka, ajalku sepertinya sudah dekat.


Tirai terbuka kembali, ada sebuah singgah sana dan duduk lah seorang raja yang tidak lain adalah Bos Besar Black Cobra. Pria usia sekitar 30 tahun, memiliki perawakan tinggi dan Aura yang besar serta mengintimidasi.


Aku merasa gemetar saat melihatnya, orang itu sangatlah mengerikan. Bahkan dia jauh lebih mengerikan dibandingkan si Antonio.


Dua orang berpakaian kesatria muncul dan memberi hormat pada sang raja. Sang raja berkata;

__ADS_1


"Bawa orang itu ke depanku," dia menunjuk ke arah ku, dan dua kesatria itu turun dari atas panggung.


Saat kesatria itu sudah sampai ke kursi VIP ku, kelima orang itu melepas ikatan tali Aura. Momen itu ku gunakan kabur, aku menghajar habis-habisan setiap orang yang didekat ku tanpa terkecuali si 778.


Orang yang ada di dekatku semuanya mati, dan kemudian aku berusaha kabur. Saat baru dekat pintu, rasanya jantung berhenti berdetak.


Aku merasakan nyeri di dadaku, dan si Bos Besar berteleportasi ke arahku. Dia berbisik, "Kau tidak bisa meninggalkan pertunjukan jika belum selesai."


Dia memberi kode untuk aku duduk kembali ke kursi ku, Dia membawa dua orang berkostum kesatria itu, dan membuka penutup kepalanya.


Ternyata mereka berdua adalah Carlos dan Sasha. Si Bos besar tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi ku yang terkejut.


Dia mengambil sebuah kertas dan membentuknya menjadi pesawat, setelah jadi dia melemparkannya kepadaku dengan kecepatan yang tinggi.


Aku melindungi diriku dengan Aura, dan pesawat itu masih berusaha menembus Auraku. Untungnya, sesaat kemudian pesawat kertas itu diam.


"Baca kertas itu!" perintah dari Bos Besar.


Kertas itu tertulis;


***Dari : Bos Besar Black Cobra


Untuk: 777/Bobby Robinson/Roberto V Roosevelt


Aku tau ulahmu telah mengubah sebuah takdir, tetapi itu tidak berlaku untuk ku. Kemana kau menghilangkan Sawatari Kazumi? Ingatlah, aku akan membiarkan mu hidup.


Aku memberimu waktu 1 tahun, dan jadilah lebih kuat. Kau tidak akan bisa mengalahkan ku sekarang. Oh iya, jangan lupa bawa gadis itu kembali padaku.


Jika dalam 1 tahun kau tidak kembali padaku, maka seluruh orang yang ada di panti asuhan akan mati.


Good Luck***


Surat itu berisi sebuah ancaman untuk ku, nyawa saudaraku ada ditangannya. Bahkan aku sudah membunuh salah satu saudaraku hanya untuk menyelamatkan diri.


"Kau boleh pergi sekarang, pertujukan sudah selesai," ucap Bos Besar sambil dia tersenyum.


Saat aku baru berdiri, dia berkata; "Stop, tunggu dulu, aku lupa mengatakan," dia berpikir sejenak dan melanjutkan perkataannya, "aha! ini bawalah!"


Dia mengeluarkan sebuah kotak di kantung bajunya, dia menghampiri ku sambil memberi benda itu padaku. Aku tidak tau apa isi dari sebuah kotak kecil berwarna merah tua itu.


"Sampai jumpa lagi," salam perpisahan dari Bos besar Black Cobra dan dia menghilang entah kemana.


Saat aku akan membuka kotak itu, tiba-tiba orang itu kembali dan berkata, "Jangan dibuka sekarang! Bukalah saat kau memang butuh isi kotak itu."


Orang itu menghilang lagi, dan aku pergi keluar ruangan itu dengan membawa tubuh serta kepala Laura dan Ibu Christina, juga para 10 perintah Tuhan yang telah tewas.


Aku membawanya dengan sebuah troli yang aku temukan di ruang penyimpanan. Saat diluar, aku dilihat oleh orang-orang sekitarku.


Ada yang berteriak histeris, dan ada juga yang merekam video dengan ponselnya. Bahkan, ada yang menelpon 611.


Aku mendorong troli itu menuju sebuah pemakaman, aku menggali tanah dan membuat liang lahat bersama. Aku menghabiskan waktu empat jam, untuk menyiapkan ini semua dengan bantuan kekuatan Aura.


Aku memasukkan jasad mereka kedalam liang lahat, dan menutupnya dengan tanah. Ada beberapa polisi sedang memantau ku dibeberapa titik, tetapi aku tidak peduli.

__ADS_1


Bahkan saat aku keluar dari area pemakaman mereka tidak berbuat apa-apa. Mereka hanya menatapku sambil menodongkan pistol. Sekarang aku harus menjadi kuat dan mengalahkan orang itu, tetapi siapa yang bisa membuatku menjadi kuat dalam waktu satu tahun.


Juga masih banyak misteri mengenai kekuatan Aura dan obat stimulus. Aku harus mencari ahlinya, tetapi aku harus memulainya dari mana?


__ADS_2