Saga Of The Almighty

Saga Of The Almighty
Pertarungan yang Seimbang


__ADS_3

Apa yang ada dihadapan ku sekarang adalah orang yang tidak ingin aku temui. Tubuhnya menjadi sangat kekar tidak seperti sebelumnya. Aku harus tenang, agar dia tidak berakhir membunuh ku dan si Rubah.


Dia melompat dari atap mobil, tampak jelas retakan yang membekas di aspal. Tumbukan yang dibuat begitu kecil saja bisa meremukkan aspal. Dia berjalan mendekatiku, lalu dia berkata;


"Kalian mau pergi kemana?" tanya Antonio dia menatap ku dengan tubuhnya yang kini menjadi jauh lebih besar.


"Kami berdua hanya ingin jalan-jalan." jawabku.


Dia masih memandangiku, dan seperti sedang mencari sesuatu yang hilang. Lalu dia bertanya padaku;


"Kemana aura besar Anda tadi? bahkan aku bisa mengetahuinya dari jarak satu kilo loh.." tanya Antonio.


"Aura apa yang Anda maksud pak?" jawabku penasaran.


"Aura seorang STIEROES!! Aku benci STIEROES!!! KAU MEMILIKINYA!!!" ucap Antonio.


Tiba-tiba tubuhku berpindah tempat, dan diikuti pukulan keras dari Antonio ke tanah. Antonio melirik ke arah kami, dia bergerak melesat dengan melayangkan pukulan ke arah kami. Tetapi kami berdua bisa menghindarinya.


Si Rubah menyuruhku untuk aktifkan kekuatanku. Namun aku tidak tahu caranya, dia menyuruhku lakukan sebaliknya. Aku pun mengerti, seketika itu juga aku melihat aura yang sangat menyala-nyala seperti api pada Antonio.


Si Rubah bertanya padaku, apakah aku sudah membayangkan kekuatan apa? Aku menjawab belum. Lalu, dia berkata;


"Cepat tentukan apa keinginan terbesar mu!?" teriak si Rubah.


Antonio terus bergerak membabi buta ke arah kami. Si Rubah mulai kelelahan karena menggunakan terus kekuatannya, aura ditubuhnya mulai memudar. Akhirnya, aku sudah memutuskannya;


"Aku ingin sekali fisik yang kuat!" gumam ku.


Tubuhku mengeluarkan cahaya yang sangat terang hingga menembus langit. Tanpa aba-aba, Antonio memukul ku dengan telak hingga terpental menembus tembok.


Aku bangkit dan membalas serangannya, aku menggenggam kepalanya dan menyeretnya ke aspal. Dengan Antonio yang masih ku pegang, aku melompat ke atas hingga menembus awan. Dia ku hempas kan ke tanah hingga membuat kawah kecil.


Namun, orang ini masih bangkit dengan tubuh yang berlumuran darah. Dia pun berkata;


"Luar biasa... Kau memilih karakter kuat seperti Superman kah? Ditambah dirimu adalah Stireos tentunya akan menjadi berkali-kali lipat. hahahahaha" ucap Antonio.


Dia mengambil jarum suntik yang ada di saku celananya. Dia menyuntikkan obat stimulus super yang tadi dia dapatkan dari kami.

__ADS_1


Reaksi yang sama pun terjadi sama sepertiku, setelah itu dia tersenyum lebar dan berkata;


"Ayo pukul aku!!!!" ucap si Antonio sambil menunjuk pipinya.


Aku memandanginya dari arah berlawanan, Aku melempar koin yang ada di saku celanaku. Aku mengarahkan koin itu ke kepalanya. Kepala itu pun hancur, tapi sayangnya dia bisa regenerasi lagi.


Tubuhnya kini menjadi tidak bisa dihancurkan, ini akan menjadi jauh lebih sulit. Dalam waktu singkat, dia melompat ke udara dan menarik leher ku. Dia membanting ku ke tanah dan memukuli ku dengan bertubi-tubi.


Tapi tubuhku mampu menahan pukulannya, saat dia berhenti aku menendangnya kuat. Tubuhnya terhempas hingga seratus meter. Aku berdiri dan menunggu, dia berlari ke arahku dengan aura yang terus menjalar kemana-mana.


Antonio melihat ke arah si Rubah yang sedang kelelahan. Dia melesat berusaha untuk menyerang si Rubah. Aku memusatkan tenaga pada pita suaraku.


Aku berteriak pada si Rubah;


"AWAS!!!" teriak ku hingga membuat kaca-kaca jendela pecah.


Si Rubah mendengarnya dan telah berpindah untuk sekali lagi. Tetapi tubuhnya telah berada di ambang batas. Antonio berbalik menyerang ku lagi.


Kami beradu pukulan secara intens sampai menimbulkan sonic boom. Bangunan di sekitar kami hancur orang-orang pun berhamburan pergi.


Selama sepuluh menit aku beradu pukulan dengan Antonio. Antonio telah hancur berkali-kali tapi regenerasinya tidak masuk akal. Aku mulai merasakan dadaku panas, apakah sudah mencapai batas?


"Ahahahaha, Sudah lelah? Kau mengeluarkan kekuatan begitu besar. Tapi tubuhmu tidak bisa menahan kekuatan besar itu terlalu lama." Ucap si Antonio.


"Aku tidak semudah itu menyerah!!" teriak ku.


Aku memusatkan tenaga pada tanganku, dan menembus dadanya untuk mengambil jantungnya. Aku meremas jantung itu hingga pecah. Namun orang ini sangat sulit untuk dikalahkan.


Aku sudah mulai tidak tahan, karena kekuatan ku membebani tubuhku. Aku berlari dengan cepat meninggalkan Antonio untuk membawa kabur si Rubah.


Aku memohon untuk dia menggunakan kekuatannya sekali lagi. Si Rubah setuju, aku dan dia menggabungkan kekuatan kami berpindah tempat sejauh seratus meter.


Ditambah kekuatan ku sekarang jarak lesatannya mencapai 500 meter. Aku berlari secepat mungkin meninggalkan Antonio. Antonio tidak mengejar kami, dia hanya melihat dari kejauhan.


Bajuku jadi compang camping karena pertarungan tadi. Si Rubah kehabisan tenaganya dan pingsan. Aku pun merasa sangat lelah.


Setelah berlari sangat jauh, Aku dan Si Rubah bersembunyi di sebuah motel dekat perbatasan kota Meksiko. Aku menyewa kamar dan menaruh si Rubah ke kasur. Aku menonaktifkan kekuatan ku yang mulai membakar tubuhku.

__ADS_1


Dadaku terasa sangat panas dan sulit untuk bernafas. Aku berdoa pada Tuhan untuk keselamatan ku dan dia;


"Ya Tuhan, tolong selamatkan aku dan dia." doa ku dalam hati.


Si Rubah mulai sadar kembali dari pingsan. Aku senang sekali karena doa ku langsung terkabul. Matanya meraba seakan bertanya dimana aku berada.


Dia melihatku dan bertanya;


"Kita ada dimana? Apa ini di surga?" tanya si Rubah.


"Kita belum mati, kita ada di motel diluar kota Meksiko." jawab ku.


"Apakah Antonio sudah kalah?" tanya si Rubah penasaran.


"Belum, aku dan dia bertarung seimbang. Jika diteruskan aku yang akan kalah." jawabku dengan lesu.


"Oh begitu.. Dia tidak mengejar kita sekarang?" tanya si Rubah.


"Tidak, dia hanya melihat kita berdua pergi meninggalkannya." jawabku.


Aku bertanya apakah dia lapar? Dia menjawab kalau dia tidak lapar. Aku tahu, karena masalah tadi pasti membuatnya tidak nafsu makan. Padahal aku sudah membeli 2 burrito saat dia pingsan.


Aku penasaran mengapa dia mengatakan aku seorang Stieroes? Lalu, apa itu Stieroes? Karena aku penasaran aku bertanya pada si Rubah;


"Ee.. Apa kamu tahu, Apa itu Stieroes?" tanyaku.


Dia bangun dan berbisik;


"Stieroes adalah orang yang memiliki jumlah aura yang sangat banyak. Biasanya, Stieroes adalah keturunan dari Stieroes juga." jawab si Rubah.


"Kenapa kamu harus bisik-bisik?" tanyaku penasaran.


"Aku cuma pengen nempel sama kamu.." jawab si Rubah.


Bisa-bisanya dia bercanda disaat serius begini. Karena aku lapar, aku makan 1 burrito yang aku beli. Si Rubah hanya duduk terdiam melihat ku makan.


Ketika aku memandangi dia, dia hanya tersenyum saja. Aku mengambil satu Burrito dan menaruh di samping dia duduk. Dia membuka bungkus dan memakan Burrito yang terbungkus alumunium foil itu.

__ADS_1


Air mata si Rubah menetes ketika dia sedang makan. Aku duduk di sebelahnya, dan menyandarkan tubuhnya ke bahuku. Aku tidak begitu paham apa yang dia rasakan sekarang.


Yang aku inginkan adalah, aku harus mengalahkan monster itu. Tapi, bagaimana caranya?


__ADS_2