
Tubuhku rasanya berat sekali, bebannya bertumpu di pundak ku. Aku yang sedang duduk tidak bisa mengangkat tubuhku.
Setelah Laura selesai mengambil gelas dan teko isi teh dia letakkan di meja kopi. Lalu dia duduk di kursi rotan dihadapan kami.
Tubuhku kembali ringan kembali setelah Laura duduk. Dia mempersilakan aku dan Kazumi minum teh.
Kata Laura, untuk mempersingkat waktu dia ingin langsung membahas yang aku bicarakan tadi dengannya. Hal yang ingin dia bahas pertama adalah;
"Ngomong-ngomong, dimana barang pesanan ku?" tanya Laura.
"Pesanan apa yang dia inginkan?" bisik ku pada Kazumi.
Laura kembali lagi bertanya dimana barang pesanannya? Aku dan Kazumi kembali lagi merasakan tubuh berat seperti didorong kebawah.
Laura memberi kode barang pesanan yang dia inginkan pada kami;
"Bentuk barangnya seperti jarum suntik, dalamnya isi cairan obat stimulus yang katanya super." ucap Laura sambil menuang teh ke gelas.
Dia sama sekali tidak memberikan sebuah kode, melainkan penjelasan langsung deskripsi benda.
Laura menambahkan jika barang itu akan dikirimkan oleh Bobby Robinson dan Fumiko Sora. Aku meminta izin untuk mengambil tas selempang ku yang tertinggal di ruangan kamar aku dan Kazumi.
Dia mempersilakan aku pergi untuk mengambil tas ku. Saat baru keluar dari ruangan kamar Laura, aku menyadari jika dari luar ruangan kamar Laura terlihat seperti buram dan mengeluarkan asap.
Sudah pasti tempat ini diselubungi aura, entah aura milik Laura atau orang lain. Tetapi, didalam sana hanya ada aku dan mereka berdua.
Aku harus berhati-hati, aku tidak tahu dia kawan atau lawan. Sudah jelas didalam sana aku sulit untuk berkutik.
Sesampainya aku di ruangan kamar, aku mencari barang itu. Tidak disangka, barang itu ada didalam sana.
Aku masih tidak percaya, bagaimana bisa ada didalam sana? Ketika aku masih dibuat terheran-heran, Suara dikepala ku kembali muncul dan berkata;
********Laura Alma Salome, gadis pemimpin geng motor La Nina anak dari Christina Alma Salome bos besar sindikat mafia Red Saint Marry atau disingkat RSM. Christina Alma Salome adalah seorang perawan yang melahirkan anak tanpa hubungan suami istri.
Anak itu adalah Laura Alma Salome, gadis berumur 18 tahun itu memiliki kemampuan Aura yang telah dimiliki sejak lahir.
Aura nya mampu membuat sebuah selubung yang dapat diatur jaraknya hingga 10 meter. Jika terdapat target atau orang dalam selubungnya itu maka orang itu akan merasakan gaya dorong gravitasi yang kuat.
Ibu Laura memutuskan untuk menikah dengan seorang pria bernama Antonio, saat usia Laura 14 tahun.
Antonio menikahi ibu Laura adalah tipu muslihat untuk mengambil alih kendali Red Saint Marry.
Karena kontribusi Antonio yang baik dalam RSM, ibu Laura merasa sudah bisa mempercayai Antonio, Ibu Laura menyerahkan sebagian wilayah Red Saint Marry padanya.
Siapa sangka, RSM yang dipegang Antonio berkhianat dan menyerang RSM kelompok Christina. Pertumpahan darah tidak bisa dielakkan, kekalahan ada di kubu kelompok Christina.
Sebagian besar kelompok Antonio adalah kelompok Christina yang pindah haluan. Antonio saat itu sudah memiliki kemampuan Aura bernama Penguatan Fisik saat menjadi pemimpin RSM dengan membeli obat stimulus super.
Karena kemampuan itulah, membuat anak buah Christina yang tinggal sedikit tidak mampu melawan Antonio.
Christina memiliki kemampuan Aura yang bernama Parfum, kemampuan itu mengeluarkan bau parfum yang bahkan bisa membunuh orang.
Sayangnya Antonio bukanlah orang biasa, Christina terbunuh oleh Antonio, dan mengarak tubuh Christina tanpa kepala dengan disalib terbalik di kota.
Dia memproklamasikan nama sindikat mafia baru bernama El Diablo atau Iblis.
Mengetahui anak Christina yang masih hidup, Antonio tidak tinggal diam. Laura yang cantik jelita disetubuhi olehnya dan terkadang digilir oleh anak buahnya.
Karena sudah muak, Laura yang tidak mengetahui jika dia punya kemampuan Aura. Dia mengaktifkan kekuatannya saat sedang digilir.
Anak buah Antonio remuk karena tidak mampu menahan tekanan dari kekuatan Laura. Antonio menyadari ada hal yang tidak beres, ketika dia datang banyak tubuh hancur berceceran dimana-mana.
Laura yang ketakutan kembali mengaktifkan kekuatannya, tubuh Antonio terhempas ke ubin. Tubuh Antonio tergencet hampir masuk ke dalam tanah.
Tetapi, Antonio berhasil bangkit ketika kekuatannya aktif. Dia merayap ke arah Laura, setelah sampai di ranjang Laura.
Dia memegang kepala Laura dan meremasnya hingga hancur. Melihat tubuh Laura membuat Antonio terangsang dan menyetubuhi Laura yang telah tewas, dan berkata;
"Oh... walau sudah mati, masih nikmat saja rasanya... Ah... anak suci memang luar biasa..." ucap Antonio.
__ADS_1
Setelah itu dia kembali mengarak tubuh Laura keliling kota dengan disalib terbalik. Tetapi, tubuh Laura setelah arak-arakan itu disimpan di apartemen milik Antonio.*******
Aku termenung dan tidak tahu harus apa, mendengar suara yang ada di kepalaku ini menjelaskan hubungan antara Laura dan Antonio.
Aku paham dengan apa yang terjadi sekarang, Sepertinya aku telah mengubah takdir Laura yang tidak pernah bertemu Antonio. Ini semakin jelas mengapa pintu ruangan kamar ini kembali semula.
Setelah menemukan barangnya, aku turun tangga ke ruangan kamar Laura. Masih terlihat hawa buram dan asap menyelubungi ruangan, padahal saat ini aku tidak mengaktifkan kekuatan ku.
Aku masuk kedalam, Kazumi dan Laura sedang membicarakan tentang film. Mereka berdua berkata;
"Kok lama banget!" ucap Kazumi dan Laura bersamaan.
"Eh, kok barengan ya.. hahaha." ucap Kazumi, dengan Laura yang ikut tertawa juga.
"Maaf lama, soalnya barangnya sulit ditemukan. hahaha.." balasku.
Mereka berdua tampak sudah akrab saat ditinggal oleh ku. Aku memberikan barang itu pada Laura, Dia melihat barang itu dan berkata;
"Jadi ini yang namanya obat stimulus super? tidak terlihat berbeda dengan yang biasa." ucap Laura.
"Iya memang tidak ada bedanya, tapi itu dijamin asli." balasku.
Kazumi melirik ku tanpa berkata apa-apa.
"Baiklah, tunggu sebentar ya." ucap Laura.
Dia pergi kearah ranjangnya, dan mengangkat kasur yang menutupi uang dalam jumlah banyak. Menurut Laura, uang itu sudah dipastikan berjumlah 19.000.000 peso Meksiko atau satu juta US Dollar.
Uang sebanyak itu ada di bawah ranjang gadis remaja, Kazumi menelan ludah karena dia baru melihat uang sebanyak itu.
Kemudian Laura berkata;
"Silahkan ambil uang itu." ucap Laura.
Aku dan Kazumi menjelaskan jika kita tidak mungkin membawa uang sebanyak ini tanpa menimbulkan kecurigaan. Kazumi meminta jika uang itu dimasukkan saja ke rekening bank miliknya dengan kurs mata uang dollar.
Laura yang masih polos hanya mengiyakan saja, dan menelpon ibunya;
"Hah? Banyak sekali uangnya nak, kamu gunakan untuk membeli apa uang itu." balas ibu Laura.
"Anu... Aku membeli mobil sport bekas milik temanku mah.. tolong ya dia sedang butuh uang." ucap Laura sambil memohon pada ibunya.
"Oke, mamah kirim uangnya. Berapa nomor rekeningnya?" tanya ibu Laura.
Laura bertanya pada Kazumi, Kemudian dia menunjukkan nomor rekeningnya dari aplikasi Mobile Banking.
Laura mengatakan nomor rekening bank Kazumi pada ibunya. Kemudian dia menambahkan, untuk mengirim uang itu dalam kurs US Dollar.
Setelah urusan selesai, Laura berterima kasih pada ibunya dan mematikan telepon. Smartphone Kazumi mendapatkan notifikasi telah ditransfer uang sejumlah satu juta dollar.
Lalu, Kazumi menanyakan kenapa Laura harus berbohong pada ibunya? Laura menjawab karena obat stimulus super itu untuk hadiah ibunya.
Memangnya ada ya mobil bekas seharga satu juta dollar? Aku tidak tahu soal otomotif.
Setelah itu, aku dan Kazumi berpamitan. Laura dan Kazumi saling bertukar nomor handphone.
Ketika sampai di ruangan kamar kami, aku bertanya kenapa dia bisa akrab dengan Laura? Dan Kazumi menjawab;
"Anak itu sangat sopan dan baik hati, aku tahu dia anak bos besar sindikat mafia." jawab Kazumi.
Aku menjelaskan tentang suara yang ku dengar dari kepala ku pada Kazumi. Kazumi kaget, ternyata Antonio bisa berbuat sebiadab itu.
Kazumi juga memiliki firasat, jika takdir berubah karena Antonio tidak pernah ada di dunia ini.
Tetapi, kenapa Kazumi juga tidak terpengaruh perubahan takdir ini? Jika memang Antonio tidak ada, harusnya misi ke Meksiko tidak ada.
Malahan misi ini, hanya dirubah penerimanya saja. Saat aku dan Kazumi sedang bingung, Suara itu kembali muncul lagi dari pikiran ku;
******Orang yang memiliki kedekatan dengan pembuat aturan tidak terpengaruh oleh aturan buatannya. Takdir tetap sama, tetapi subjeknya berbeda.******
__ADS_1
Aku bilang apa yang aku dengar pada Kazumi. Dia pun jadi penasaran, sebenarnya aku memiliki kekuatan apa?
Aku menjawab, kekuatan itu adalah membuat peraturan. Peraturan hanya dibatasi lima saja.
Kazumi kembali bertanya mengenai suara yang keluar dari isi pikiranku, bagaimana itu bisa terjadi?
Sayangnya, aku pun juga tidak tahu. Tiba-tiba dia tercetus ide yang unik, yaitu;
"Aha! aku punya ide. Coba kamu buat aturan untuk menghilangkan obat stimulus dari dunia ini?" ucap ide brilian Kazumi.
Aku mengaktifkan Aura dan menggunakan kemampuan The Rule, nama untuk kekuatan ku. Aku berbicara dengan lantang dan membuat aturan, menghilangkan semua jenis obat stimulus di dunia ini.
Tetapi, aturan itu ditolak. Suara itu muncul lagi, katanya;
******Tidak bisa membuat aturan untuk sebuah objek, harus subjek dan beserta nama aslinya.*****
Jadi begitu, aku tidak bisa membuat aturan untuk benda. Kazumi penasaran apakah aturan itu bekerja atau tidak?
Aku jawab tidak, karena obat stimulus adalah benda. Benda tidak bisa dibuat aturan, juga haruslah orang dan beserta nama aslinya.
Dan aku menyadari satu hal, jika Antonio adalah nama asli orang itu, dan juga tidak ada tambahan nama lainnya selain Antonio. Aku beruntung karena aturan itu bekerja.
Kazumi menghela nafas, karena dia tidak tahu nama asli bos besar Black Cobra. Dia ingin sekali melenyapkan orang itu.
Aku pun punya ide, kemudian aku bertanya pada Kazumi siapa nama mantan pacarnya?
Dia menjawab, Alan Osborn. Aku langsung berkata dengan lantang membuat aturan untuk Sawatari Kazumi tidak pernah pergi ke USA!
Aturan itu bekerja, dan Kazumi perlahan menghilang. Dia kebingungan, dan dia bertanya padaku;
"Apa-apaan peraturan mu itu!! cabut peraturan itu, jangan tinggalkan aku!! Aku ingin bersamamu!!" ucap Kazumi dia menangis dan memeluk ku.
"Sayonara..." balasku pada Kazumi, aku melepas kepergiannya dengan senyuman.
"Aku tidak akan melupakan mu, sampai kapan pun aku tetap mencintaimu Roberto!" ucap Kazumi kemudian dia menghilang.
Aku duduk diam di ranjang, barang Kazumi tidak ada di ruangan ini. Botol air mineral hanya ada satu.
Aku tidak kuasa menahan air mata, aku sedih karena aku berpisah dengannya. Tapi, ini adalah yang terbaik untuk Kazumi.
Dari luar ada ketukan pintu, Aku mengelap air mata dan membuka pintu. Ternyata si Laura, dia bertanya apakah uang transfernya sudah masuk?
Aku melihat handphone, dan uang satu juta dollar sudah masuk ke rekening bank milik ku.
Aku bertanya pada Laura, Apa dia mengenal Fumiko Sora nama samaran Sawatari Kazumi alias si Rubah?
Dia menjawab;
"Aku tidak kenal, siapa dia?" jawab Laura.
Laura juga menambahkan;
"Sepertinya kamu habis menangis? Apa kamu habis putus dengan orang tadi ya?" tanya Laura yang melihat mataku merah.
[Di suatu tempat, di Jepang.] Point of view dari Kazumi.
"Kazumi, kenapa kamu menangis?" tanya Ibu.
"Eh, mungkin karena kelilipan hehehe." jawabku yang bingung dengan situasi sekarang.
Aku menggunakan pakaian wisuda, dan memegang sebuah map besar.
"Jangan dikucek matamu, nanti iritasi loh. Akhirnya ya, kamu sudah wisuda. Sayang papa gak ikut hadir di wisuda kamu karena warung kita sedang ramai." ucap ibu sambil dia menghela nafas.
Jadi, aku sudah lulus kuliah. Saat ini aku sedang menunggu bis di halte depan kampus bersama ibu.
Dimana Roberto? aku penasaran dimana Roberto. Lalu, siapa itu Roberto?
Kenapa dia ada di pikiran ku? Ya tuhan, Siapa dia?!
__ADS_1
Kenapa aku kesulitan mengingatnya!??