Saga Of The Almighty

Saga Of The Almighty
Sebuah Keanehan


__ADS_3

Betapa bahagianya aku hari ini, akhirnya aku bisa makan bersama layaknya keluarga. Ternyata aku memiliki ibu dan adik, sudah sejak lama aku menginginkan hal ini terjadi.


Saat kami asik makan, ada seseorang yang datang menyapa Ibu Christina; "Selamat pagi nyonya,"


Orang itu memandangku sinis, saat aku sedang manja dengan ibuku. Kemudian dia berkata; "Siapa anak muda itu nyonya?" tanya orang itu.


Ibu Christina senang mendengar pertanyaan itu, lalu dengan penuh percaya diri dia menjawab; "Dia adalah anak pertamaku, namanya Roberto V Roosevelt,"


Dia juga menambahkan, jika aku dititipkan panti asuhan saat kecil karena masalah finansial. Jujur aku belum mendengar dia cerita ini sebelumnya.


Aku dan Laura hanya menyimak pembicaraan mereka berdua. Akhirnya aku tau siapa orang itu, dia adalah salah satu dari 10 perintah Tuhan.


Dia salah satu dari 5 anggota 10 perintah Tuhan. Ibu Christina memanggil orang itu David, seorang pria paruh baya dan memiliki tubuh yang kekar namun tidak begitu tinggi. Dia juga memiliki kumis yang tebal melengkung seperti tanduk banteng.


Saat Ibu Christina dan David berbicara, aku mendengar pembicaraan mengenai rencana perang melawan sindikat Blue Rose. Pada akhir percakapan mereka, David meninggalkan kami yang ada disini.


Aku bertanya pada Ibu Christina, "Apa yang terjadi Bu?" lalu, dia menjawab, "Kita akan berperang di Pasadena,"


Kata Pasadena tentu tidak asing ditelinga ku. Pasadena adalah sebuah kota yang berada di negara bagian California. Aku sedikit khawatir, karena perang ini akan melawati perbatasan antar negara.


Bahkan setelah meningkatnya angka kriminalitas dan gangguan monster mengakibatkan semakin ketatnya perbatasan antara USA dan Meksiko. Menurut berita yang terakhir kali aku tonton di hotel, USA menutup akses jalur darat pada seluruh negara yang berbatasan dengannya.


Masih menurut berita yang aku tonton, kata Menteri pertahanan USA mereka tidak akan segan menggunakan pasukan tentara untuk menembak para orang-orang yang memaksa masuk.


Aku bertanya pada Ibu Christina, bagaimana rencana dia menembus perbatasan USA? Dia menjawab dengan ringannya, "Kita akan menggunakan pesawat bomber,"


Aku berpikir, mungkin saja mereka memiliki pesawat bomber. Tetapi, apakah mereka bisa menahan serangan rudal F-35?


Tentunya USA tidak akan diam saja melihat pesawat asing terbang ke teritori mereka. Mereka bisa menembak jatuh pesawat bomber itu.

__ADS_1


Menurutku, ini tidak masuk akal. Mustahil untuk sebuah pesawat bomber yang terbang dengan kecepatan yang tidak begitu tinggi mampu menghindar kejaran F-35.


Saat aku tengah melamun memikirkan pesawat bomber itu, mereka berdua sudah selesai makan. Aku yang baru makan setengah menjadi terburu-buru, karena mereka harus segera kembali ke pertemuan 10 perintah Tuhan.


Mereka berdua menunggu ku menghabiskan stew ini. Setelah selesai, Laura melihat wajahku dan menjilat pipiku. Ibu Christina marah dengan perlakuan Laura yang tidak sopan dengan ku.


Saat Ibu Christina mengomel sambil jalan menuju pertemuan, Laura hanya melihat ku dan tersenyum.


Beberapa menit kemudian...


Setelah berjalan kurang lebih 10 menit melewati lorong yang panjang. Pada akhirnya sampailah di ruang pertemuan.


Didalam ruangan itu sudah berkumpul para anggota 10 perintah Tuhan, beberapa wajah dari orang-orang disini aku sudah familiar. Terutama Carlos dan David, ada 8 orang pria dan 2 wanita.


Mereka semua memiliki wajah yang sangar dan misterius. Setibanya kami disini, kami langsung disambut dengan hormat dari para anggota 10 perintah Tuhan.


Kita semua yang ada disini duduk di kursi yang sudah di sediakan, kecuali si Carlos. Carlos akan menjelaskan rencana penyerangan markas Blue Rose di Pasadena.


Dia menyalakan proyektor, dan menampilkan sebuah peta daerah perbatasan Meksiko dan USA. Iya menggunakan senter laser untuk menunjukkan langkah-langkah yang akan dilakukan.


Strategi pertama yang disampaikan oleh Carlos adalah mengantar suplai alutista dan pasukan melalui maskapai penerbangan milik Five Color group di bandara milik FCG di kota Benerith, CA. Aku tau grup perusahaan ini, anggota Five Color Group adalah konglomerat kaya dari berbagai negara.


Strategi kedua adalah menggunakan jalur laut untuk membackup dan mengambil alih Blue Sea Harbour. Blue Sea Harbour adalah pelabuhan gabungan milik swasta dan pemerintah negara bagian California. Sebagian besar pendanaan pelabuhan berasal dari Blue Rose.


Strategi ketiga bekerja sama dengan warga lokal. Warga lokal yang dimaksud adalah Black Cobra. Black Cobra memiliki persaingan bisnis dengan Blue Rose, maka menurut Carlos kita bisa membantu Black Cobra dengan menghancurkan sang kompetitor.


Dari ketiga strategi, strategi dua dan tiga sudah berjalan. Black Cobra setuju untuk bersekutu dengan Red Saint Marry. Malahan ada rencana yang lebih gila dibandingkan menjajah Blue Rose.


Black Cobra ingin menguasai seluruh California dan memberikan setengah tanah California pada Red Saint Marry. Ini adalah rencana yang nekat dan mustahil menurut pandangan ku.

__ADS_1


Hingga kini, aku masih belum tahu apa yang menjadi penyebab Blue Rose mau mendanai TaPA kota Meksiko untuk melakukan pembantaian pada warga sipil di wilayah RSM. Apakah aku sedang menghancurkan kehidupan orang lain hanya karena kebetulan menemukan kertas itu?


Setelah satu jam mengkaji strategi membumi hanguskan Blue Rose dan mengambil alih California, akhirnya aku menemukan satu kesimpulan jika mereka semua ini terlalu percaya diri untuk melawan sebuah negara.


Aku tahu jika mereka memiliki koneksi di dunia bawah, tetapi setiap sindikat mafia dan group mafia itu saling bersaing. Mereka tidak mungkin mau membantu jika tidak menguntungkan.


Pasti strategi yang mereka sampaikan sekarang ditunjukkan padaku, mereka ingin aku melakukan sesuatu.


Aku dan orang-orang yang ada di ruang rapat meninggalkan tempat ini, Saat aku berjalan keluar aku mencium bau harum lagi. Bau itu berasal dari tubuh Ibu Christina, entah mengapa aku sangat suka dengan baunya.


"Anak-anak ku, ayo kita pergi ke permukaan," ajak Ibu Christina.


Aku dan Laura menjawab, "baik bu," Kemudian kami berjalan ke sebuah lift.


Lift itu tampak usang dan tua, pintunya pun ditutup manual. Kami masuk dan Laura menekan tombol lantai 1 tak lupa menutup kembali pintu lift.


Suara mesin lift terdengar cukup keras, tetapi hanya saat baru akan bergerak. Dalam waktu 30 detik, akhirnya sampai dilantai satu.


Ternyata lift ini tersembunyi dan masih harus berjalan melewati lorong. Setelah berjalan kurang lebih 50 meter, Laura membuka sebuah pintu.


Dari luar pintu terdapat tulisan diperuntukkan untuk karyawan. Pintu itu mengarah ke ruangan pegawai hotel. Tetapi, saat aku melihat tempat resepsionis aku merasa jika ini hotel yang berbeda.


Benar saja, hotel ini dekat dengan bandara internasional Meksiko. Tepat di seberang jalan raya adalah bandara. Lalu, Ibu Christina berkata;


"Apakah kau ingin membantu ibu menghancurkan musuh kita?" tanya Ibu Christina.


Tubuhnya sangat dekat denganku, dan bau parfumnya yang sangat wangi dan agak menyengat hidung. Mendengar pertanyaan tersebut, aku tanpa ragu menjawab, "Tentu saja, ini juga demi Black Cobra!" dengan percaya diri aku bilang berjuang untuk Black Cobra?


Mengapa aku menjawab pertanyaan seperti itu ya? Rasanya sejak aku mulai bangun dari pingsan aku merasa ingin bersama Ibu Christina terus. Aku senang sih karena mengetahui jika dia ibuku, tapi ini aneh dan aku tidak tahu harus berbuat apa.

__ADS_1


__ADS_2