
Nabila pun mencuci piring setelah selesai berganti pakaian. Sementara Boy yang baru keluar dari kamar mendekati istrinya yang sedang mencuci piring.
"bil aku mau ngomong."ucap Boy.
"ya ngomong aja, aku dengar kok."jawab Nabila.
"bagaimana kalau kita pakai asisten rumah tangga?"tanya Boy.
Nabila pun menghentikan pekerjaan nya dan menghadap Boy."eem...kenapa seperti itu? e..maksud ku kenapa tiba tiba kamu mau pake asisten rumah tangga?"tanya Nabila.
"aku nggak mau kamu kecapean." jawab Boy.
"trus dia mau tidur di mana?"tanya Nabila.
Lalu Boy menarik tangan istrinya untuk duduk disofa ruang tengah." dengarkan aku, bisa kah kita membiasakan diri untuk tidur sekamar, aku nggak mungkin membiarkan kamu melakukan pekerjaan rumah seperti ini."jawab Boy.
"tidur sekamar, e...m...satu ranjang?"tanya Nabila.
"bil kita nggak mungkin terus menerus tidur terpisah dengan status kita yang sekarang, gimana kalo sampai kamu kecapean dan drop, apa yang bisa aku jawab ketika mami atau papi menanyakan kenapa kamu bisa drop."jawab Boy.
__ADS_1
"ya udah deh terserah kamu."ucap Nabila.
"ini ada dua kartu kredit untuk mu, yang satu untuk keperluan kita berbelanja, dan yang satu lagi untuk keperluan pribadi mu."ucap Boy.
"aku udah punya kartu kredit dari papi Boy."ucap Nabila.
"bil sekarang aku adalah suami mu,dan itu artinya kamu adalah tanggung jawab ku."jawab Boy.
Nabila pun menarik nafas nya."ya udah."jawab Nabila.
"kalau begitu aku pergi dulu, nanti biar aku yang pindah kan barang barang ku ke kamar mu, cup aku berangkat."ucap Boy.
"hm..hati hati."jawab Nabila.
Pada pukul tiga sore dia menjatuhkan bokongnya di sofa ruang tengah karena baru selesai menyapu. Ponselnya berdering dan dengan cepat dia membuka panggilan telepon dari suaminya.
"hallo, ada apa Boy?" tanya Nabila.
"...."
__ADS_1
"terserah kamu aja, aku juga belum masak."jawab Nabila.
Panggilan dari suaminya pun di matikan. Dan beberapa menit kemudian Boy pun datang dan melihat istrinya yang sedang tertidur pulas di sofa.
Lalu Boy duduk di samping istrinya yang terlihat lelah."mungkin karena kecapean."ucap nya dan dia pun mengangkat tubuh istrinya dan membawanya ke dalam kamar.
Boy menaruh istrinya di atas ranjang dan menarik selimut untuk menutupi tubuh istrinya, dan setelah itu dia pun berganti pakaian dan memindahkan barang barang nya ke kamar Nabila, karena besok pagi asisten rumah tangga mereka akan datang.
Nabila terbangun dari tidurnya saat mendengar suara langkah kaki suaminya."Boy, kamu udah dateng, perasaan tadi aku tidur di sofa deh."ucap Nabila dengan wajah bingung.
"aku yang pindah kan kamu ke sini."jawab Boy.
Lalu dia pun ingin bangkit dari tempat tidur, namun saat dia ingin berdiri, tiba tiba dia kesakitan dengan memegang perutnya."aw."pekik Nabila karena menahan sakit.
Boy pun langsung mendekati istrinya."kamu kenapa, apa yang sakit?"tanya Boy dengan panik.
"perut ku sakit Boy."jawab Nabila dengan berkeringat dingin.
"oke sekarang kita ke dokter ya."ucap Boy.
__ADS_1
"nggak nggak mau, ambilin Hanpon ku, aku mau minta tolong sama Monica aja."jawab Nabila.
"sudah jangan membantah ku."ucap Boy dengan