Sahabat Jadi Cinta.

Sahabat Jadi Cinta.
Pergi ke pesta party di club


__ADS_3

Setelah sampai di apartement ,mereka berdua pun berbaring bersama di atas ranjang, dengan posisi Nabila yang miring memeluk perut suaminya. Sedangkan Boy dengan posisi terlentang.


"sayang."ucap Boy.


"hm.."


"ee..besok setelah kuliah, aku mau mengajak mu melihat langsung hasil desain interior rumah kita."ucap Boy.


Nabila pun terperanjat dan langsung duduk merasa terkejut, karena Boy tidak pernah memberitahunya tentang pembangunan rumah mereka.


"rumah kita !kamu tidak pernah menceritakan pada ku."ucap Nabila dengan wajah kesal.


Boy tersenyum mendengar ucapan istrinya dan ikut duduk."sayang maaf, tadinya aku ingin memberikan kejutan ini,pada hari ulang tahun mu, tapi...rasanya aku juga tidak sabar ingin memberitahukan nya pada istri ku yang sangat cantik ini."bujuk Boy.


Mendengar ucapan dari suaminya, Nabila pun tersenyum dan tidak marah pada suaminya."aaa...sayang, terima kasih, sudah mempersiapkan tempat tinggal kita, tapi rasanya aku juga ingin membantu mu untuk memenuhi kebutuhan hidup kita berdua dan anak anak kita nanti."ucap Nabila.


"no, aku tidak mau istri ku ikut bekerja."


"lalu?, apa yang akan ku lakukan setelah selesai kuliah nanti?"

__ADS_1


"sebagai seorang suami, tentu saja semuanya sudah menjadi tanggung jawab ku, dan tugas mu hanyalah mematuhi perkataan suami mu sayang."ucap Boy dengan merangkul tubuh istrinya.


"kalau tau begitu, untuk apa aku kuliah tinggi tinggi, kalau akhirnya aku hanya berdiam diri di rumah."kata Nabila dengan wajah cemberut.


"sayang, pendidikan juga perlu, jadi jangan menyesalinya."


"iya, tapikan."ucapan Nabila di hentikan oleh suaminya dengan satu jari.


"sssttt...Jangan bicara lagi, ayo sebaiknya kita tidur ya."


Nabila pun ikut berbaring di sebelah suaminya dengan posisi miring dan memeluk pinggang suaminya.


Malam ini mereka berdua tertidur tanpa melakukan apapun karena merasa lelah dan mengantuk.


Setelah pulang kuliah dan melihat hasil design interior rumah mereka, Nabila dan Boy pun langsung menuju apartement.


Ke esokan hari nya.


Malam ini Boy mendapatkan undangan pesta party khusus untuk pria yang di adakan di Club.

__ADS_1


Dia dan Austin harus menghadiri undangan itu meskipun Boy merasa tidak enak dengan istrinya."sayang aku dan Austin, juga dapat undangan itu, jadi aku juga harus ikut hadir."ucap Boy dengan sedikit takut.


Nabila yang sedang menyedot jus pun hanya memanyunkan bibirnya mendengar ucapan suaminya."maksudnya kau mengizinkan ku kan sayang?"


"kenapa yang boleh kesana cuma laki laki saja, sungguh pesta yang sangat menyebalkan."jawab Nabila.


"sayang, aku cuma menghargai undangan itu, aku juga tidak akan macam macam."kata Boy.


"kalau sampai kau macam macam, kau tidak akan dapat jatah malam selama satu bulan."ancam Nabila.


Boy menelan ludahnya karena mendengar ucapan istrinya."eh tapi, kalau jatah siang tetap dapat kan sayang?"tanya Boy.


"Boy, pergilah dan kau Austin, jangan pernah mengajak suamiku macam macam."ucap Nabila.


"tenang saja, aku tidak akan mengajak suamimu macam macam, cuma satu macam."goda Austin.


"Austi......n."teriak Nabila yang membuat Boy dan Austin menutup kupingnya.


"kalau sampai kau macam macam, kau akan rasakan akibatnya."kata Nabila.

__ADS_1


Tepat pukul tujuh malam, Boy pun bersiap siap untuk berangkat menghadiri undangan pesta party yang diadakan di club.


"sayang, aku pergi dulu, cup."kata Boy.


__ADS_2