
Chelsea pun langsung memasang wajah kesal pada Boy."dasar pelit, aku bisa tidur dengan kak Nabila, dan kakak bisa tidur di sofa kan."
"itu tidak mungkin Chelsea, aku dan Nabila tidak mungkin tidur terpisah, iya kan sayang."
Nabila hanya tersenyum pada suaminya dengan menggelengkan kepala nya melihat kakak beradik itu berdebat.
Setelah selesai sarapan pagi, Nabila dan Boy kini duduk di ruang tengah sambil menonton televisi bersama dengan papa Gusti dan mama Vina.
Tiba tiba terdengar dari luar, seseorang masuk dan langsung duduk di sebelah Boy."hai Boy apa kabar?"sapa Gracia sambil mencium pipi kanan dan kiri Boy.
Nabila pun terkejut dengan perlakuan Gracia yang seperti di sengaja tanpa menghiraukan dia yang duduk di sebelah Boy.
Sedangkan mama Vina merasa tidak enak pada Nabila atas perlakuan Gracia."ehm...e..Gracia, kau tidak menyapa istri Boy."tegur mama Vina pada Gracia yang sedang berbicara pada Boy.
"e...ma,pa aku permisi mau kekamar mandi dulu."dengan perasaan yang sudah kesal Nabila pun naik ke atas
__ADS_1
Sebenarnya Boy pun merasa kesal karena Gracia tiba tiba mencium nya di depan istrinya. karena merasa takut kalau istrinya akan marah, Boy pun menyusul istrinya naik ke atas.
"maaf Gracia, lain kali jangan seperti itu di depan istri ku, aku bukan lagi Boy yang dulu, sekarang aku sudah mempunyai istri."ucap Boy sambil melangkah menuju kamar nya.
Sementara Gracia terlihat tidak suka dengan ucapan Boy."itu karena istrinya saja yang cemburuan."
"Gracia jaga bicara mu, kalau ada wanita lain yang berbuat seperti itu pada suami mu nanti, apa yang akan kau lakukan?"ucap mama Vina.
Gracia pun terdiam dengan memasang wajah kesal pada bude nya.
Boy pun dengan pelan membuka pintu kamar dan melihat istrinya yang sedang duduk di sofa. Dia pun mendekati istrinya."sayang kau di sini, sekarang bagaimana kalau kita berenang!"usul Boy dengan berusaha mengembalikan mood istrinya.
Boy merasa serba salah dengan istrinya, dia pun merangkul tubuh istrinya dan mencium leher istrinya."sayang...cup..marah ya hem."
"tidak lucu."
__ADS_1
"sayang aku juga tidak tau kenapa tiba tiba Gracia mencium ku seperti itu."
"tapi kamu senang kan, kapan lagi bisa merasakan di ciuman dari perempuan lain."
"ck sayang, sedikit pun aku tidak pernah membayangkan di cium oleh perempuan lain, apa lagi memikirkan nya."
"bohong, semua laki laki pasti ingin memiliki istri lebih dari satu."
Boy tertawa mendengar ucapan istrinya." a hahaha....dengar ya sayang, punya kamu saja aku sudah bersyukur, punya istri lebih dari satu itu, hanya akan membuat hidup kita berantakan dan pusing."
Nabila pun mengerucutkan bibirnya."jangan memajukan bibir seperti itu sayang, aku jadi tergoda."
Boy pun mendekatkan wajahnya ke arah wajah istrinya dan perlahan menyentuh bibir istrinya dengan lembut. Namun Nabila segera memalingkan wajah nya.
Boy pun menarik istrinya dan membawanya masuk ke dalam pelukannya."jangan marah lagi dong...kan aku juga tidak tau, ya sayang.."
__ADS_1
"makanya lain kali hati hati, di depan aku saja dia seperti itu."
like and komentar nya.