
Boy pun meraih tangan istrinya dan menatap wajah istri nya sambil tersenyum."sayang."ucap Boy .
"hhm...."jawab Nabila dengan tersenyum menunggu kata kata dari suaminya.
"hampir tiga tahun kita berdua menjalin hubungan sebagai seorang sahabat, tapi kita tidak pernah menyadari perasaan apa yang kita rasakan ketika itu, yang jelas kita berdua selalu merasa nyaman ketika bersama.
Dan sekarang aku baru menyadari bahwa perasaan nyaman itu adalah cinta."ucap Boy dengan menatap mata istrinya.
Nabila tersenyum mendengar ucapan suaminya."lalu apa?"tanya Nabila dengan menggerakkan alisnya.
Boy tersenyum melihat tingkah istrinya."aku mencintaimu sayang, I love you."ucap Boy sambil mengecup tangan istrinya.
"I Love you tou, aku juga mencintai mu."jawab Nabila.
Mereka berdua pun berpelukan dengan perasaan yang sangat bahagia. Dan Boy pun mulai menyalakan mobilnya menuju kediaman tuan Hendra Wijaya kusuma.
Nabila dan Boy masuk ke dalam rumah nya dan berjalan mendekati mami Lisa dan Nina yang sedang duduk di ruang tengah."mami...emuah..kak Nina."sapa Nabila dengan manja.
"eeh ada anak mami, kenapa tidak memberitahu mami kalau kalian ingin kesini?"tanya mami Lisa.
__ADS_1
"habis dari kampus, Nabila mengajak ku ke sini mi."jawab Boy.
"i..h mami, buat apa coba kalo mau ke sini pake laporan."protes Nabila.
"ya mami kan bisa menyiapkan makanan kesukaan kamu dan Boy.""jawab mami Lisa.
"nggak usah lah mi, aku kesini mau ngucapin selamat sama kak Nina, karena babynya laki laki, boleh nggak kak perutnya aku pegang?"tanya Nabila.
"boleh."jawab Nina.
Nabila pun memegang perut kakaknya. Dan dia pun tertawa saat merasakan tendangan dari perut kakaknya dan menempelkan telinganya."waaah...tadi dia menendang tangan ku kak, dan sekarang dia menendang lagi."ucap Nabila dengan gemas.
Boy tersenyum melihat senyum istrinya yang terlihat sangat antusias menunggu kehadiran calon keponakan nya.
"eh Boy bagaimana, apa sudah ada tanda tanda Nabila hamil?"tanya mami Lisa.
Nabila dan Boy saling tersenyum mendengar pertanyaan mami Lisa, karena mereka berdua pun baru beberapa hari melewati malam pertama mereka.
"ee...belum mi, mungkin belum di beri kepercayaan dari allah, eh tapi mami tau nggak kalo aku pengen punya anak kembar pengantin."jawab Nabila.
__ADS_1
"hah kembar pengantin! mami tidak salah dengar?"tanya mami Lisa.
"iya mi, katanya dia ingin punya anak kembar pengantin."jawab Boy.
"memangnya kamu bisa mengurusnya?"tanya mami Lisa dengan tidak percaya pada ucapan anak bungsu nya.
Lalu Nabila kembali duduk di sebelah suaminya."daddy nya kan punya banyak uang, iya kan daddy."ucap Nabila pada suaminya.
Boy hanya tersenyum pada istrinya
Di tengah perbincangan mereka, tiba tiba tuan Hendra Wijaya kusuma datang dan berjalan mendekati mereka."saking asyiknya mengobrol, sampai sampai papi tidak dinpersilahkan masuk."receh papi Hendra.
Nabila yang sangat manja terhadap kedua orang tua nya pun segera bangkit dari duduknya dan menyambut kedatangan papinya.
"papi....Nabila kange...n, sayang aku mau kita nginep di sini ya."pinta Nabila.
"iya, iya sayang, nanti biar Lukas yang mengambilkan pakaian kita dan mengantarkan nya ke sini."jawab Boy.
Papi Hendra tersenyum bahagia melihat anak dan menantunya sudah
__ADS_1