
Mereka berdua yang masih mengenakan pakaian nya,perlahan Boy mendekatkan wajahnya ke arah wajah istrinya dan istrinya pun menunggu bibir suaminya untuk ******* bibir nya.
Dengan lembut Boy ******* bibir istrinya dan perlahan melepaskan pakaian mereka berdua.
Boy menuntun langkah menuju wastapel kamar mandi dan mengangkat tubuh istrinya ke atas wastapel. Kini ciuman mereka kian memanas hingga Boy tidak bisa lagi menahan pusaka nya yang sudah meronta ingin masuk ke dalam lubang lawan nya.
Kamar mandi itu kini di penuhi oleh suara ******* yang saling bersahutan hingga mereka berdua merasakan pelepasan bersama.
"cup, kita mandi dulu ya sayang."ucap Boy dengan menatap wajah istrinya yang terlihat masih merasakan debaran setelah pelepasan.
Boy pun mengangkat tubuh istrinya dan membawanya masuk ke dalam Baktum yang sudah berbusa.
Di dalam Baktum, dia kembali meremas gunung kembar milik istrinya dan kembali menciptakan gairah *** mereka. Satu tangan nya dia masukkan ke dalam lubang intim istrinya dan membuat istrinya mendesah.
Nabila pun membalik tubuh nya menghadap suaminya dan memasukkan pusaka milik suaminya, mereka pun kembali melakukan olahraga panas mereka di dalam Baktum.
Seperti itu lah mereka yang tidak bisa menahan hasrat mereka ketika berdua dan bersentuhan.
__ADS_1
Boy dan Nabila pun keluar dari kamar mandi setelah dua jam berada di dalam kamar mandi.Boy memeluk pinggang istrinya dari belakang sambil melangkah menuju ruang ganti.
"sayang lepas dulu, aku jadi susah jalannya."pinta Nabila.
"nggak mau, aku mau kita terus seperti ini."jawab Boy.
Boy kemudian mencium pipi istrinya berkali kali saat istrinya memilih baju yang berada di dalam lemari dan mengambil satu dress.
"sayang aku mau pake baju,lepas dong."pinta Nabila.
Boy pun melepaskan pelukannya dan membiarkan istrinya memakai baju nya dan menatap istrinya."aku sangat suka melihat kamu memakai dress itu."ucap Boy.
"karena sangat cocok untuk mu, kamu tau, pakaian yang ada di dalam lemari ini, mama dan Chelsea yang membelinya."ucap Boy
"oya, ternyata mama dan Chelsea tau selera ku, ini kamu pake dulu bajunya, dan kita turun kebawah untuk makan malam."pinta Nabila.
Boy pun mengenakan pakaian nya dan kemudian mereka turun kebawah bersama sama dengan saling menggenggam tangan.
__ADS_1
"selamat malam semua."sapa Boy.
Semuanya pun menyambut salam dari Boy."kapan kakak datang?"tanya Chelsea.
"tadi sore jam tiga."jawab Nabila.
"o iya ma, Joshua mana?"tanya Boy.
"Jo memilih kuliah di New york, katanya ingin agak berbeda dengan mu."jawab mama Sinta.
"anak itu memang susah di atur, sebenarnya papa ingin dia kuliah di sini saja sambil belajar di perusahaan papa, tapi dia lebih memilih kuliah dan mengambil jurusan kedokteran."ucap papa Gusti.
"itu sama saja pa, biarkan saja dia mengambil jurusan yang sesuai dengan ke inginan nya."jawab Boy.
"iya papa juga tidak terlalu menekan nya."ucap papa Gusti.
Makan malam pun di mulai dengan perbincangan hangat mereka. Nabila yang juga belum pertama kali nya berbincang dengan mereka, merasa canggung karena mama Sinta memperlakukan nya seperti seorang Ratu.
__ADS_1
Pernah beberapa kali ikut bersama Boy berkunjung ke rumah nya,namun bukan sebagai seorang istri melainkan seorang sahabat.