
Boy pun kini mulai melajukan mobilnya menuju kampus. Dan Sesampainya di kampus dia dan istrinya berjalan menuju lift dengan berpegangan tangan.
Pasangan yang sama sama masih muda itu terus menunjukkan keromantisan di mana pun mereka berada.
Di dalam lift, Boy merangkul tubuh Nabila."sayang lepas, aku malu sama orang."ucap Nabila.
"nggak mau, aku ingin mereka semua tau, kalau kamu punya aku."jawab Boy dengan mencium pipi istrinya.
"iiih kamu tu ya."omel Nabila.
Saat pintu lift terbuka, mereka pun berjalan menuju kelas dan masuk."selamat pagi Monica."sapa Nabila.
"pagi."sahut Monica.
Mereka pun mulai mengikuti pelajaran yang di sampaikan oleh dosen. Dan setelah selesai dengan pelajaran pertama dan kedua, Boy dan Nabila pun bersiap siap untuk pulang menuju apartement.
Boy melajukan mobilnya dan setelah beberapa menit kemudian mereka sampai. Usai berkemas,mereka pun kembali ke mobil dan langsung menuju bandara.
Di dalam pesawat, Nabila menyandarkan kepalanya di bahu suaminya dan memegang lengan suaminya.
Boy tersenyum melihat tingkah istrinya yang terlihat sangat manja."ngantuk ya?"tanya Boy.
__ADS_1
"hm..."jawab Nabila.
"tiduran aja, nanti kalau sudah sampai, aku bangunkan."tawar Boy.
Nabila pun mengangguk dan tersenyum dengan memejamkan mata nya.
Beberapa jam kemudian, Boy pun membangunkan istrinya."sayang bangun, sayang kita sudah sampai."bisik Boy.
Nabila pun perlahan membuka matanya."eh kita sudah sampai sayang?"tanya Nabila.
"hm...ayo kita turun."ajak Boy dan mereka pun turun dari pesawat dan berjalan menuju mobil yang sudah menunggu mereka.
Dua mobil mewah yang sudah menunggu mereka dengan satu supir pribadi tuan Gusti Adiba Prayoga dan empat Bodyguard nya.
"sayang aku kok deg degan ya?"tanya Nabila.
"kenapa? ini bukan yang pertama kali nya kamu bertemu keluarga ku, bahkan sebelum kita menikah, kamu juga sering kerumah ku kan."jawab Boy.
"iya, tapikan sekarang berbeda, dulu aku sering kerumah kamu sebagai seorang sahabat, bukan istri."ucap Nabila.
"tapi dari dulu,mama sudah menganggap kamu adalah menantunya."jawab Boy.
__ADS_1
Nabila tersenyum mendengar ucapan suaminya.
Dan setelah beberapa menit kemudian mereka sampai di depan kediaman keluarga Prayoga.
Mama Sinta dan papa Gusti tersenyum menyambut kedatangan anak dan menantunya."selamat datang menantu mama."ucap mama Sinta
Meskipun sudah menginjak kepala empat, tapi mama Sinta seperti kakak dari Boy."terima kasih ma, pa ."jawab Nabila.
"ayo kita masuk, Boy ayo bawa istri mu masuk ke dalam."pinta mama Sinta. Boy pun mengangguk.
Mama Sinta mengajak menantunya duduk di ruang tengah."duduk dulu ya sayang, bi...bibi.."teriak mama Sinta.
"iya bu.."jawab bi Sari.
"buatkan teh jahe lemon hangat untuk anak dan menantu saya, cepat ya bi."perintah mama Sinta.
"iya bu.."jawab bi Sari.
"ee..sayang kalian berdua pasti sangat lelah kan, Boy bawa istri mu istirahat ke kamar dulu, nanti tehnya biar mama suruh antarkan ke atas."ucap mama Sinta.
"iya ma, ayo sayang."ajak Boy.
__ADS_1
"ma, pa, aku kekamar dulu."ucap Nabila.
"iya sayang."jawab mama Sinta dan papa