
"Boy titip anak mami ya, mami sebelum nya tidak pernah berpisah dengan anak bungsu mami."ucap mami Lisa.
"mami, aku cuma tidak tinggal di sini bukan mau ke luar negeri."balas Nabila.
"iya mi, aku pasti akan selalu menjaga istri ku."ucap Boy yang menjawab permintaan mertuanya.
Mereka pun bersalaman."tapi ada satu lagi permintaan mami."ucap mami Lisa.
Keduanya saling menatap dan tampak bingung."apa mi?"tanya keduanya.
"jangan kalah sama kak Nina, kalian berdua juga harus memberikan penerus bangsa."jawab mami Lisa.
Nabila dan Boy saling tersenyum."ee hehehe...mami ada ada saja, kami masih kuliah mi, masa aku harus punya anak sekarang."ucap Nabila
"eee mami tenang saja, aku dan Nabila pasti akan segera memberikan mami dan papi cucu, iya kan sayang."ucap Boy pada Nabila.
"eh hehehe...mungkin."jawab Nabila dengan wajah kesal pada suaminya.
"Boy kalau kau memerlukan sesuatu katakan saja pada papi, dan kau Nabila jangan pernah membantah pada suami mu."pesan papi Hendra.
__ADS_1
"iya pi."jawab Nabila.
Kini mereka berdua pun menuju apartement yang tidak terlalu jauh dari rumah Nabila. Dan Sesampainya di apartement Nabila menjatuhkan tubuhnya di sofa ruang tengah.
Dia menatap sekeliling ruangan apartement suaminya."kau bilang apartement nya harus kita bersihkan, dan ini kelihatannya seperti baru saja di bersihkan."ucap Nabila.
Boy pun juga ikut menjatuhkan tubuhnya di sofa ruang tengah."aku sudah membayar orang untuk membersihkan apartement ini, jadi kita bisa mulai sekarang."ucap Boy dengan mengangkat satu alisnya.
Mata Nabila melotot mendengar ucapan suaminya."apa, mulai apa maksud mu?"tanya Nabila.
"kau dulu, katakan kau mau kita menjalani hidup seperti apa ketika kita di sini?"tanya Boy.
"eee maksudnya?"tanya Nabila yang masih tidak mengerti dengan pertanyaan dari suaminya.
"apa?"tanya Nabila.
Boy pun meraih tangan Nabila sambil menatap wajah istrinya."bil jujur aku masih canggung dengan status kita yang tiba tiba jadi suami istri, dan mungkin kamu juga begitu kan?"tanya Boy.
"hm.. aku juga masih tidak percaya dengan status kita yang sekarang, tapi mau sampai kapan kita seperti ini?"tanya Nabila.
__ADS_1
Boy lalu menatap mata istrinya."jalani saja seperti biasa, seperti persahabatan kita."jawab Boy.
"tapi bagaimana kalau di antara kita akan tumbuh menjadi perasaan suka?"tanya Nabila.
"itu akan lebih baik, jadi kita bisa benar benar membahagiakan orang tua kita."jawab Boy.
Nabila pun mengangguk dan Boy pun memeluk tubuh istrinya."ya sudah sekarang kamu pilih saja kamar yang kamu mau."ucap Boy.
Nabila pun berpikir dengan menusuk nusuk pipinya dengan satu jarinya."eeem..kamar utamanya yang mana?"tanya Nabila.
"sebelah kanan, itu kamar yang sering ku gunakan, dan sebelahnya lagi adalah kamar tamu."jawab Boy.
"kalau begitu aku mau kamar utama nya ya."pinta Nabila.
"silahkan."jawab Boy.
"ya sudah kalau begitu aku masuk kamar dulu."ucap Nabila.
Mereka berdua pun masuk kedalam kamar masing masing dan Nabila pun membersihkan tubuh nya.
__ADS_1
Waktu pun menunjukkan pukul tujuh malam, Boy mengetuk pintu kamar Nabila karena ingin mengajak Nabila keluar.
tok tok tok..."bil..bil..