
Usai di rias, Boy dan Nabila pun kini berada di dalam mobil untuk menuju ke tempat resepsi pernikahan mereka.
Boy mendekatkan wajahnya ke arah wajah istrinya, sementara Nabila memundurkan wajah nya."eeh mau apa?"tanya Nabila dengan mata melotot.
"sabuk pengaman nya belum di pasang dodol."jawab Boy.
Dengan pelan Boy memasangkan sabuk pengaman nya hingga wajah mereka berdua sangat dekat.
Jantung Nabila berdetak sangat cepat saat wajah Boy hampir menyentuh hidung mancung nya."ka-kalau sudah tolong kau menjauh dari ku."ucap Nabila dengan suara gugup.
Boy pun juga merasakan hal yang sama dengan Nabila, jantung nya pun juga berdetak lebih cepat ketika mereka berdua saling menatap.
Dia pun langsung melajukan mobilnya menuju hotel xxx tempat resepsi pernikahan mereka. Boy dan Nabila pun kini berjalan menuju pelaminan.
Dsn beberapa tamu pun mulai berdatangan untuk mengucapkan selamat pada pasangan pengantin itu.
Kini giliran teman teman Nabila dan Boy yang datang secara bersamaan."bi...l selamat ya, kalian berdua memang pasangan yang cocok."ucap Monica.
__ADS_1
"hay bro selamat ya, kira kira sudah berapa ronde tadi malam?"tanya Austin dengan di sambut tawa oleh Boy.
"nanti kalau kau juga menikah, kau pasti akan tau jawabannya."jawab Boy.
Mereka pun berfoto bersama setelah selesai berbincang.
Setelah beberapa jam kemudian mereka pun kembali kerumah karena sudah cukup lama berada di atas pelaminan.
Pagi ini Nabila dan Boy melangkah bersama menuruni anak tangga untuk sarapan pagi bersama."selamat pagi pengantin baru."sapa Nina kakak perempuan dari Nabila.
"ishh apa sih kak."jawab Nabila dengan wajah kesal.
Boy hanya tersenyum melihat tingkah istrinya yang cemberut."eee pi,mi, boleh nggak kalau aku mengajak Nabila tinggal di apartement ku?"tanya Boy.
Nabila terkejut mendengar pertanyaan suaminya yang tiba tiba ingin mengajak nya tinggal di apartement."hah tinggal di apartement, kamu nggak nanya dulu sama aku."ucap Nabila.
"ya aku tidak minta persetujuan dari kamu, kan kamu istri ku."jawab Boy.
__ADS_1
Nabila semakin kesal dengan jawaban dari suaminya. Sementara papi Hendra dan mami Lisa hanya menggelengkan kepala mereka.
"papi izinkan kamu membawa istri mu kemana pun."ucap papi Hendra.
"papi nggak bisa gitu dong, aku ini anak papi lo, masa main setuju gitu aja."protes Nabila.
"bil..kalian berdua sudah resmi menjadi suami istri, jadi kemana pun suami mu ingin membawa mu, itu hak dia."ucap mami Lisa.
"denger ya Boy, pokoknya aku nggak mau, dan kalo kamu tetep aja maksa, kamu aja yang tinggal di sana."ucap Nabila.
"suuuut bil nggak boleh gitu, liat kakak, nanti kalo kakak udah lahiran kakak juga akan ikut sama suami kakak ke Singapore."bujuk Nina kakak dari Nabila.
"denger ya bil, perempuan itu kalo udah menikah, dia bukan lagi tanggung jawab dari seorang ayah melainkan tanggung jawab dari suaminya."ucap mami Lisa.
Nabila pun memasang wajah kesal pada suaminya yang tersenyum penuh kemenangan.
Setelah selesai sarapan pagi, Nabila pun duduk di samping kolam renang dengan satu tangan menyangga dagunya dengan wajah kesal.
__ADS_1
Lamunan nya terhenti saat suara sang suami