Sahabat Jadi Cinta.

Sahabat Jadi Cinta.
Tetangga rempong.


__ADS_3

Pintu kamar Nabila pun di ketuk oleh Boy. tok tok tok..."bil...bil..."teeiak Boy.


Nabila pun membuka pintu nya."ada apa?"tanya Nabila.


"aku mau ngajak keluar kita belanja ke supermarket untuk keperluan kita."jawab Boy.


"bentar ya aku siap siap dulu."ucap Nabila.


Boy pun berjalan menuju sofa untuk menunggu Nabila, dan setelah beberapa detik Nabila pun datang dengan membawa tas salempang nya."ayo."ujar Nabila.


Boy pun segera meraih tangan Nabila dan menekan nomor kode pintu apartement nya."bil nomor pin apartement nya adalah tanggal pernikahan kita, jadi itu bisa lebih gampang di ingat."ucap Boy.


"terserah kamu saja, aku juga tidak mungkin keluar kalo nggak sama kamu."jawab Nabila.


Boy hanya tersenyum mendengar ucapan istrinya. Ketika mereka berdua baru membuka pintu apartement, tiba tiba ada tetangga rempong yang menyapa mereka.


"e...h Boy, ini siapa pacarnya ya?"tanya salah satu tetangga Boy yang berusia tidak berbeda jauh dari Nabila.


Nabila terlihat risih pada tetangga suaminya itu."kenalkan ini istri saya mbak."jawab Boy.


"hah kapan nikah kok saya tidak di undang."ucap mbak itu.


"ee...maaf kami berdua sedang buru buru ingin belanja keperluan, ngobrol nya bisa di lanjutkan nanti saja.jawab Boy yang langsung membawa istrinya masuk ke dalam lift.

__ADS_1


"kamu sudah lama bertetangga sama dia?"tanya Nabila.


"iya, dia adalah salah satu tetangga yang paling kepo."jawab Boy.


"ih kok bisa sih tetangga an sama dia."ucap Nabila.


"cuek aja nggak usah di ladeni."jawab Boy.


Mereka berdua pun keluar dari lift begitu pintu lift nya terbuka. Dan Boy segera melajukan mobilnya menuju supermarket."bil liburan semester nanti aku mau ajak kamu ke Bandung beberapa hari, karena mama mau kita berkunjung ke sana."ucap Boy.


"hhmm oke."jawab Nabila.


Akhirnya mereka berdua pun sampai di sebuah supermarket dan mereka pun masuk ke dalam supermarket dengan berpegangan tangan.


Boy pun melihat barang barang yang sudah dalam keranjang."keperluan kamu?"tanya Boy.


"sudah, ya itu juga keperluan untuk ku."jawab Nabila.


"bukan itu maksud ku, kamu tidak membeli pembalut wanita?"tanya Boy.


"o iya aku lupa sebentar."jawab Nabila sambil mengambil beberapa pembalut.


Mereka berdua pun kembali berjalan menuju kasir. Dan setelah selesai berbelanja Boy pun kembsli melajukan mobilnya.

__ADS_1


"kamu mau makan apam?"tanya Boy.


"apa ya, bakso aja deh."jawab Nabila.


"oke let's go."


Boy pun melajukan mobilnya menuju tempat orang berjualan bakso. Sesampainya di sana mereka pun duduk dan memesan dua porsi bakso.


Dan tak berselang lama bakso pesanan mereka pun datang."silahkan.."ucap sipenjual.


"bil jangan banyak banyak sambel nya."pinta Boy.


"kalo sambelnya sedikit tidak enak tau."jawab Nabila.


"ingat apa kata papi, jangan membantah ku."ucap Boy.


"ii..h Boy, kamu kan tau sendiri kalo aku emang suka pedes."jawab Nabila.


Boy pun menatap wajah istrinya."bi...l.."ucap Boy yang terdengar memohon.


"iya iya tu cuma sedikit."jawab Nabila.


Mereka berdua pun kini menikmati makan malam bersama di pinggir jalan

__ADS_1


__ADS_2