
Suara Boy langsung membuatnya tersadar."lagi ngelamunin siapa, aku ya?"tanya Boy dengan mengangkat satu alisnya.
"iih enak aja, siapa lagi ngelamunin kamu, kamu itu bukan tipe ku."jawab Nabila.
Boy yang dudukbdi belakang Nabila pun menggelitiki pinggang istrinya."ah masa, banyak lo wanita yang antri pengen jadi pacar aku."goda Boy.
"Boy awas tangan nya, nanti bisa ku patahkan."ancam Nabila.
"patahkan aja, biar viral, ada seorang istri yang tega mematahkan tangan suaminya, nih patahkan."tantang Boy.
Nabila pun merasa kesal dan dengan cepat meraih tangan Boy dan menggigit nya."aah..!bil kenapa malah di gigit sih?"tanya Boy sambil merintih kesakitan.
"pilih mana? di gigit apa di patahkan?"tanya Nabila.
"kamu kejam sekali sama aku bil, besok kita ke apartement ku."jawab Boy.
"aku nggak mau."ucap Nabila.
"terserah, yang penting aku sudah kasih tau, dan kalo kamu tetep aja tidak mau, aku akan suruh papi buat menyuruh anak buahnya yang memaksa kamu."ancam Boy.
__ADS_1
"ooo...jadi ceritanya ngancem nih, oke...aku mau tinggal di apartement tapi....ada syaratnya."ucap Nabila.
"apa syaratnya?"tanya Boy.
Nabila pun menggerakkan jari telunjuk nya untuk menyuruh Boy mendekatkan telinganya dan berbisik.
"oke kamu tenang aja, itu bisa di atur."jawab Boy.
"kalau begitu aku mau kita sekarang saja ke apartement hem bagaimana, kalo tidak nanti aku bisa nerubah pikiran."ucap Nabila.
"kenapa buru buru, sudah tidak sabar ya mau berantem di tempat tidur."goda Boy dengan mengangkat satu alisnya.
"ih siapa lagi yang pengen kaya gitu."jawab Nabila.
"ya kita dong yang membersihkan nya, masa cuma aku."jawab Nabila dengan protes.
"ya kamu kan istri aku, jadi tugas seorang istri itu, bersih bersih rumah dong."ucap Boy.
"ya sudah kalau begitu aku nggak mau, kalo cuma aku yang bersihkan."balas Nabila.
__ADS_1
Boy pun tersenyum."oke baiklah istri ku, kita bersihkan apartement nya berdua."ucap Boy.
"gitu dong, sebagai seorang suami yang baik itu harus membantu pekerjaan istrinya."receh Nabila.
Mereka berdua pun melangkah masuk dengan tangan Boy merangkul tubuh Nabila seperti biasa ketika saat mereka menjadi seorang sahabat.
Pasangan pengantin baru itu berjalan mendekati papi Hendra dan mami Lisa yang sedang duduk di ruang tengah."pi, mi kami memutuskan untuk ke apartement sekarang."ucap Nabila dengan minta Izin.
Keduanya terkejut dengan ekspresi wajah bingung."hah kenapa mendadak seperti ini, Boy, bil?"tanya mereka.
"eee tidak apa apa mi, pi, kita berdua hanya ingin secepatnya bisa membersihkan nya."jawab Boy.
"ee iya iya mi, benar yang di katakan Boy."sambung Nabila.
"oke tidak apa apa, jadi mami bisa bantu apa buat kalian?"tanya mami Lisa.
"tidak ada mi, lagian semua keperluan kami sudah ada di sana, dan kami hanya perlu membawa beberapa pakaian dan keperluan untuk kuliah."jawab Boy.
"ya sudah kalian berdua bersiap saja."ucap mami Lisa.
__ADS_1
Mereka berdua pun melangkah menaiki tangga dan masuk ke dalam kamar untuk mengemasi baju baju dan keperluan untuk mereka kuliah.
Setelah beberapa menit kemudian mereka pun turun dengan membawa koper besar."