Sahabat Jadi Cinta.

Sahabat Jadi Cinta.
makan sate kambing.


__ADS_3

Karena gemas dengan istrinya, dia pun mengangkat tubuh istrinya."sayang aku capek."


"mandi dulu, aku sudah menyiapkan air hangat untuk kita mandi bersama."


"tapi janji kamu jangan mengambil kesempatan."


"iya sayang, mana mungkin aku tega melakukan nya sementara istri ku sedang kelelahan."


Mereka berdua pun kini mandi bersama tanpa melakukan apapun karena Boy merasa kasihan pada istrinya.


Usai mandi mereka berdua keluar dari kamar mandi dengan tangan Boy yang memeluk pinggang istrinya sambil melangkah.


"kamu duduk di sini dulu sayang, biar aku yang mengeringkan rambut mu."


Nabila sangat bahagia karena Boy memperlakukan nya dengan manja. Dan setelah selesai, Nabila pun berdiri dan menghadap suaminya.


Dengan dua tangan yang dia kalungkan ke leher suaminya, mereka pun saling menatap dan tersenyum."Sayang."ucap Nabila.


"hm.."


"aku benar benar tidak menyangka kalau kita sekarang bisa saling melengkapi."


Dengan dua tangan yang melingkar di pinggang istrinya, Boy tersenyum sambil merapikan rambut istrinya."aku juga tidak menyangka, tapi aku ingin kita bisa menjaga perasaan kita dengan rasa saling percaya."


"hm...tapi sekarang aku lapar."

__ADS_1


Boy tersenyum mendengar ucapan istrinya yang terdengar manja."ya sudah, ayo kita keluar untuk cari makan."


"tapi apa mbak Mita tidak masak sayang?"


"iya juga ya, ya sudah kalau begitu ayo kita ke meja makan."


Setelah berada di meja makan, mereka berdua tidak melihat ada saru pun makanan."sayang tidak ada makanan, kita keluar saja ya."


"ya sudah, tunggu sebentar aku ambil tas dulu."


Setelah Nabila keluar dengan satu tas kecil, mereka berdua pun keluar dari apartement dan Boy segera melajukan mobilnya.


"sayang, kamu mau makan malam dimana?"


Sebuah jawaban yang tidak Boy sangka. Istrinya yang sangat manja itu ternyata juga suka makanan pinggir jalan."ya sudah, kalau begitu kita makan sate kambing saja, mau?"


"oke."


Sesampainya di tempat orang menjual sate kambing, Boy dan Nabila pun memesan satenya.


"sayang kok, sejak kita tiba di apartement, aku sama sekali tidak melihat mbak Mita ya?"


"iya, aku juga sama, padahal kita kan memintanya untuk tidak kemanapun sebelum kita pulang."


Di tengah obrolan mereka, sate yang mereka pesan pun datang."silahkan nona dan tuan."

__ADS_1


"terima kasih bang."


Suami istri itu pun kini mulai menyantap satenya di pinggir jalan.


Setelah usai menikmati makan malam di luar, Nabila pun mengajak suaminya pulang."sayang pulang yuk."


"iya, ayo."


Sepanjang perjalanan menuju apartement, Nabila terus memegang lengan suaminya dengan menyandarkan kepalanya di bahu sang suami. Sementara Boy, sesekali mencium kepala istrinya.


"sayang, acara camping nya masih lama ya.?"tanya Nabila.


"ee...kira kira dua minggu lagi sayang, kenapa kau tiba tiba menanyakan hal itu?"


"heeeh..aku bisa ikut tidak ya."ucap Nabila dengan ragu sambil melonggarkan pelukannya.


"memangnya kenapa, apa istri ku yang sangat cantik ini sudah tidak suka mengikuti acara seperti itu hem..?"tanya Boy dengan menyentil hidung mancung istrinya.


"bukan begitu, ya aku merasa kalau akhir akhir ini aku sering kali kepikiran hal yang tidak di inginkan sayang."jawab Nabila.


"maksudnya?"


"ya...aku juga tidak tau itu apa, yang jelas sangat mengganggu fikiran ku."


like.

__ADS_1


__ADS_2