
Boy dan Nabila pun berpamitan dengan kedua orangtuanya."ma, pa, kami berangkat dulu ya."
"iya, hati hati ya kalian, nanti kalian jangan lupa main ke sini lagi ya."
"iya ma, setelah kami wisuda, rencananya aku dan Nabila mau pergi Honeymoon, tapi kalau istri ku keburu hamil, Honeymoon nya terpaksa di tunda."ucap Boy.
Chelsea membulatkan matanya karena mendengar kakaknya ingin pergi Honeymoon."waaah, kalau kalian pergi Honeymoon, aku boleh ikut tidak?"
"tidak boleh!"mereka yang menjawab secara bersamaan membuat Chelsea seketika mingkem, kecuali Nabila, dia mereka lucu mendengar suami serta kedua mertuanya menjaeab pertanyaan dari Chelsea.
"huuuh...kalian membuat ku kaget saja, kenapa kalian melarang ku ikut?"
"Honeymoon itu hanya untuk orang yang sudah menikah, jadi kalau kau ikut, yang ada kau mengganggu masa Honeymoon kita berdua."tegas Boy.
"aku tidak akan mengganggu kalian kok."
Boy mendengus kesal pada adiknya."kamu ini, ayo sayang kita berangkat, ma, pa, kami berangkat dulu ya."
"iya."
__ADS_1
Boy dan Nabila pun sudah menuju bandara dan siap terbang kembali ke jakarta. Di dalam pesawat, Nabila memegang lengan suaminya dengan menyandarkan kepalanya.
Sementara Boy mengecup kepalanya."cup, capek ya sayang?"
"hm... rasanya aku ingin segera sampai ke apartement kita."
Boy pun merasa kasihan pada istrinya."kalau besok ke capean, kamu izin saja tidak masuk kuliah dulu."
"tapi kan beberapa bulan kita akan wisuda, dan aku juga harus mempersiapkan diri untuk ikut camping."
"kalau kau vepat lelah seperti ini, bagaimana caranya kau ikut camping sayang, lebih baik tidak usah ikut."
Boy tersenyum dan merangkul tubuh istrinya."Sayang kamu cemburu? mana mungkin aku genit genit dengan cewek lain."
"laki laki itu, tidak mungkin diam kalau mereka melihat barang bagus."dengan wajah kesal Nabila berbicara.
Sementara Boy semakin gemas dengan istrinya, dan dia pun menarik hidung mancung istrinya."i....h istri ku ini ternyata sangat cemburuan ya.
"pokoknya kamu tidak akan aku biarkan pergi sendiri, kemanapun kamu pergi, ekor mataku harus bisa menjangkau nya."
__ADS_1
Boy mendekatkan wajahnya dan berbisik."kenapa tidak sekalian kamu pasang GPS saja di badan ku, biar kamu tidak capek mengikuti ku?" ucapnya dengan menggerakkan alisnya.
Nabila pun merasa yang di katakan oleh suaminya itu adalah ide brilian."ide bagus, nanti akan ku suruh anak buah papi untuk memasang GPS di badan mu, dimobilmu, bahkan di bibir mu."ucap Nabila dengan membalas tatapan suaminya sambil menggerakan kedua alisnya.
"sayang bagaimana caranya GPS di pasang di bibir?"
"terserah, itu untuk antisipasi dan mengetahui kau sedang mencium bibir siapa."
Boy semakin tidak habis pikir dengan istrinya, saat mereka berdua hanya bersahabat, dia tidak pernah tau kalau Nabila sangat posesif terhadap pasangan nya.
Setelah sampai di jakarta, Boy dan Nabila pun segera menuju apartement, dan setelah sampai di apartement , Nabila langsung menjatuhkan tubuhnya dikasur.
"heeeh rasanya sangat melelahkan."
"sayang mandi dulu yuk."
"eemh..kamu duluan saja, aku capek yang..." dengan suara yang manja Nabila menjawab ajakan suaminya.
Boy pun mendekati istrinya."Sayang, mandi dulu, baru kamu lanjutkan istrinya lagi ya."
__ADS_1
like and komentar nya.