Sahabat Jadi Cinta.

Sahabat Jadi Cinta.
Coba lah untuk saling memahami.


__ADS_3

Mereka berdua pun masuk kedalam kelas dengan bergandengan tangan. Mata Nabila tertuju pada Austin dan langsung duduk menghadap Austin.


"bagus ya carikan asisten rumah tangga buat gue yang cantik dan seksi, biar apa heh, biar suami gue tergoda gitu."ucap Nabila.


"Boy bini lo kenapa, dateng dateng marah marah?"tanya Austin.


"ya salah lo sendiri kenapa lo carikan asisten rumah tangga seperti itu?gue kan nyuruh lo carikan asisten rumah tangga yang nggak tua dan juga nggak muda."ucap Boy.


"lo bilang carikan asisten rumah tangga yang masih seger, ya itu."jawab Austin.


Nabila pun menoleh ke arah suaminya."oo...jadi gitu, mau yang seger, maksudnya buat apa, buat enak di lihat atau buat mengerjakan pekerjaan rumah?"tanya Nabila dengan wajah kesal.


"sayang nggak seperti itu, ya kalo yang tua kan kita banyak nggak enak kalo nyuruh."jawab Boy.


Nabila pun terlihat marah pada suaminya dan mengalihkan pandangannya ke arah lain dan mengobrol dengan Monica tanpa menghiraukan panggilan suaminya.


"awas lo Austin kalo sampe malam ini gue nggak dapet jatah dari istri gue."umpat Boy.

__ADS_1


Pada saat jam istirahat tiba, Nabila pun mengajak Monica untuk pergi kekantin dan mengacuhkan suaminya."mon kekantin yuk."ajak Nabila.


"yuk, kebetulan gue tadi pagi nggak sempet sarapan."jawab Monica.


"sayang please jangan marah begitu sama aku."ucap Boy dengan mengikuti langkah istrinya.


"Boy aku mau kekantin, please deh jangan kayak anak kecil gitu, terserah kamu maunya apa, kamu tertarik sama perempuan itu berarti itu yang kamu suka kan."ucap Nabila.


"sayang please ikut aku sekarang, mon lo.kekantin duluan."pinta Boy.


"Boy kamu maunya apa sih?"tanya Nabila.


Boy pun melajukan mobilnya menuju sebuah Villa keluarga prayoga yang berada di jakarta. Nabila hanya diam saat mobil suaminya sudah sampai di depan sebuah Villa.


Dan Boy pun membuka pintu mobil."turun dulu sayang."ucap Boy.


"nggak."jawab Nabila.

__ADS_1


Boy pun terpaksa mengangkat tubuh istrinya dan membawanya masuk ke dalam Villa."Boy turunkan aku."teriak Nabila sambil memukul mukul punggung suaminya.


Boy pun membawa istrinya masuk ke dalam sebuah kamar dan mengunci pintu kamar nya.Nabila pun berjalan menuju pintu, namun dengan cepat Boy menahannya.


"selesaikan dulu masalah kita."ucap Boy.


"nggak, aku nggak mau."jawab Nabila.


Lalu Boy menangkup tubuh istrinya dari belakang."sayang jangan karena masalah sepele kamu besar besarkan, ayo dong jangan seperti ini, coba lah kita belajar untuk saling memahami."ucap Boy.


Nabila pun diam dan memutar tubuh nya menghadap suaminya."kita bukan baru saling mengenal, bahkan sebelum kita menikah, kita sudah sama sama tau diri kita seperti apa, sejak kita masih menjadi seorang sahabat, apa aku pernah main perempuan hem?"tanya Boy dengan menatap wajah istrinya.


Nabila masih diam dan mengalihkan pandangannya."apa kamu pernah melihat aku jalan sama perempuan lain, nggak kan?"tanya Boy.


"iya aku nggak marah lagi."jawab Nabila.


Boy pun tersenyum dan memeluk istrinya. Sesaat Boy pun melonggarkan pelukannya dan menatap wajah istri nya sambil mendekatkan wajahnya ke arah wajah istrinya.

__ADS_1


like


__ADS_2