Salah Alamat

Salah Alamat
21


__ADS_3

Agnes sudah kembali bekerja dan sudah tidak sedih lagi. Ia melihat daftar pasien dan melihat ARfli yang sudah pulang tanpa beropamitan padanya. Mungkin ini memag takdir untuk mereka hanya di pertemukan tapi tidak untuk di persatukan malahan hanya untuk di pisahkan kembali.


"Dokter Agens. Saya cari dari kemarin," ucap Suster Mona kepada Agnes.


"Ada apa? Kan sudah bilang kalau sedang cuti," ucap Agnes pelan.


"Iya. Ini ada titipan daripasien yang bernama Tuan RAfli. Ini buat kamu. Terus dia berpesan, bahwa dia akan kembali lagi kalau kakinya sudah sembuh dan bisa berjalan," ucap Suster Mona menyampaikan amanahnya dari Rafli.


"Terima kasih ya," ucap Dokter Agnes yang memegang sebuah kotak kecil.


Agnes membuka kotak itu dan berisi cincin yang indah. Agnes mengambilnya dan melihat jelas cincin itu yang terukir nama Rafli di sana. Ada sebuah surat di bawahnya. Agnes memakai cincin itu di jari manis kanannya. Mungkin setidaknya cincin yang dia pakai bis di ajdikan pelipur laranya.


Agnes membuak surat itu, surat pendek yang ia tulis sedikit acak -acakan tidak serapi surat yang dulu.

__ADS_1


Agnes yang selalu aku sayangi ...


"Maafkan aku, jika aku pulang tanpa berpamitan padamu. Memang ada kalanya kita salah paham. Tapi aku harus mencari bukti sendiri bahwa semua itu benar salah paham atau memnag suatu cerita nyata. Aku tidak pernah tahu. Aku harus percaya pada siapa? Kepada Umi? Atau kepada kamu, Nyes? Keduanya dalah wanita yang amat aku sayangi dan aku cinttai. Aku menghargai kalian berdua, dan di saat di hadapkan maslah seperti ini, jujur aku tidak bisa memilih, Nyes. Aku kan datang setelah kakiku sembuh, dan aku akan memastikan semuanya. Tunggu aku,"


Rafli yang selalu mencintai kamu ...


Senyum Agnes pun terbit. Agnes mudah sekali luluh dnegan kata -kata Rafli yang selalu membuatnya yakin dan tenag. Perasaan Agnes menjadi lebih tenang dan merasa di perhatikan dan di sayangi.


Agens melipat kembali surat itu dan menerawang kembali cici yang ia pakai. Seharusnya cincin ini ia pakai beberapa hari lalu dan di pasangkan oleh RAfli dan di saat itu juga, statusnya berubah menjadi seorang istri. MAsih ada kesempatan saat Rafli sendiri yang memberi kesempatan itu. Tidak ada lagi yang bisa merusak hubungan mereka walaupun salah paham.


Beberapa bulan kemudian ...


Aisyah selalu ada untuk Rafli, enam bulan adalah waktu yang cukup lama untuk berjuang agar bisa berjalan normal kembali.

__ADS_1


"Mas Rafli mau jalan -jalan ke taman?" tanya Aisyah pelan.


"Tidak usah Aisyah. Jangan memberikan perhatian yang lebih untukku, Aisyah. Aku tidak ingin berhutang budi padamu," ucap Rafli pelan.


Aisyah terdiam dan tak banyak bicara. Ia tahu, Rafli tak pernah sedikit pun menyukainya.


"Kalian kenapa diam saja? Mau ke taman?" tanay Umi Rafli kepada RAfli.


"Tidak Umi. Rafli ingin berjaln sendiri, tanpa bantuan siapa pun. Biarkan RAfli berusaha sendiri," ucap ARfli dengan suara lantang.


"Tapi, Aisyah calon istrimu Rafli. Selama ini dia yang menguruys kamu, apa kamu lupa, waktunya terbuang untuk mengurus kamu, mendapat omelan kamu yang selalu marah -marah. Bawa Rafli jalan -jalan Aisyah kalian itu perluu jalan berdua dan mencari angin segar," ucap Umi Rafli dengan tegas.


Aisyah mulai mendorong kursi roda Rafli dan menuruti semua ucapan Umi Rafli agar ia bisa mendapatkan Rafli sesuai keinginannya.

__ADS_1


"Aku tak pernah menyukaimu, tidak akan pernah bisa, dan aku tidak akan mencoba. Aku tidak mau menyakiti kamu, Aisyah. Lebioh abik kamu mencari laki -laki lain yang lebih baik dari aku, Aisyah. Aku hanay hanya mencintai Agnes. Rasanya akan percuma jika kamu terlalu berharap dengan pernikahan kita. Kalau pun aku terpaksa menikahi kamu, pernikahan ituy adalah pernikahan terpaksa, dan tidak akan pernah ada cinta apalagi ada benih cinta. Sama sekali tidak akan ada. Aku tidak menyentuh kamu, aku sudah janji pada diriku sendiri untuk tetap selalu mencintai Agnes, kekasihku. Kamu bisa pahami aku, kan?" pinta Rafli pada Aisyah.


__ADS_2