Salah Alamat

Salah Alamat
24


__ADS_3

Teruntukmu Agnes yang aku cintai ...


Memenangkan hatiku


Bukanlah satu hal yang mudah


Kau berhasil membuat


Ku tak bisa hidup tanpamu


Menjaga cinta itu


Bukanlah satu hal yang mudah


Namun sedetik pun tak pernah kau


Berpaling dariku


Beruntungnya aku


Dimiliki kamu


Kamu adalah bukti


Dari cantiknya paras dan hati


Tentang terang dan gelapnya hidup ini


Kaulah bentuk terindah


Dari baiknya Tuhan padaku


Waktu tak mengusaikan cantikmu


Kau wanita terhebat bagiku


Tolong kamu camkan itu


Meruntuhkan egoku


Bukanlah satu hal yang mudah


Dengan kasih lembut kau pecahkan


Kerasnya hatiku

__ADS_1


Beruntungnya aku


Dimiliki kamu


Kamu adalah bukti


Dari cantiknya paras dan hati


Tentang terang dan gelapnya hidup ini


Kaulah bentuk terindah


Dari baiknya Tuhan padaku


Waktu tak mengusaikan cantikmu


Kau wanita terhebat bagiku


Tolong kamu camkan itu


Semua yang jadi bukti tersimpan di dalam palung hati


Semua yang jadi bukti tersimpan di dalam palung hati


Kamu adalah bukti


Dari cantiknya paras dan hati


Tentang terang dan gelapnya hidup ini


Kaulah bentuk terindah


Dari baiknya Tuhan padaku


Waktu tak mengusaikan cantikmu


Kau wanita terhebat bagiku


Tolong kamu camkan itu


Keesokan harinya pernikahan Rafli dan Agnes segera di laksanakan. Umi Rafli yang awalnya keeberatan pun akhirnya menyetujui pernikahan antara Rafli dan Agnes.


Rafli sudah menceritakan semua duduk perkaranya pada Uminya. Akhirnya Umi Rafli mau menrtima semuanya dengan lapang dada.


Pernikahan yang di lakukan dengan sederhana dan tak banyak oramg yang di undang membuat situasi menjadi lebih khidmat.

__ADS_1


Penghulu dan kiyai sudah duduk di tempat yang semestinya. Pernikahan di lakukan di dalam apartemen milik Agnes.


Agnes sudah cantik dalam balutan baju kebaya putih dan kain panjang berwarna cokelat tua dengan list berwarna gold. Rambutnya hanya di cepol dan di beri hijab putih dengan make up khas riasan pengantin.


Rafli sudah duduk di depan para pemghulu dan kiyai. Waktu sudah menunjukkan pukul delapan pagi.


Agnes memasuki ruangan untuk ijab kabul dan duduk di samping Rafli yang terpesona dengan kecantikan Agnes.


Agnes melirik ke arah Ragli yang tersenyum padanya dan membaals senyuman itu dengan sangat manis dan penuh ketulusan.


"Sudah siap?" tanya Penghulu tersebut pada Rafli.


"Siap," jawab Rafli lantang.


"Oke kita mulai," Penghulu itu bersiap dan memulai acara ujab kabul tetsebut.


Penghulu itu menjabat tangan Rafili dengan sangat erat.


"Saya nikah dan kawinkan engkau saudara Rafli bin fulan dengan Agnes binti fulan dengan mas kawin seperangkat alat sholat dam emas sebesar sepuluh gram di bayar tunai," tegas Pneghulu sambil mengetarkan tangan Rafli.


Suara lantang dan keras dari mulut Rafli memberikan tekanan yang meyakinkan untuk menerima pernikahan ini.


"Saya terima nikah dan kawinnya, Agnes bin fulan dengan mas kawin tersebut di atas,"


Penghulu menatap seluruh tamu undangan.


"SAH!!" tanya penghulu itu dengan suara lantang kepada tamu undangan yang di jadikan sebagai saksi.


"SAH!!" Serentak semua tamu undangan berteriak.


Akhirnya SAH juga setelah sebelas tahun menunggu penantian ini.


Agnes mencium punggung tangan Rafli dengan sopan. Mulai saat ini, Agnes dan Rafli sudah menjadi suami istri yang SAH di mata agama dan negara.


***


Hari ini setelah acara pernikahan. Agnes dan Rafli bersiap menuju ke Indonesia untuk mengunjungi kedua otang tua Agnes.


Pesawat yang mereka tumpangi dari Mesir ke Indonesia, sudah sampai di Bandara Sokerano Hatta. Agnes bergegas mencaru taksi online untuk memgantarka ke alamat rumah orang tuanya.


Dua jam kemudian ....


Agnes dan Rafli sudah sampai di depam rumah besar dan mewah Agnes. Betapa terkejutnya Agnes melihat rumah besar itu telah rusak dan tidak terawat lagi.


Agnes melongo dan berjalan ke arah pagar yang sudah berkarat dan catnya terkelupas.

__ADS_1


Rafli memegang pundak Agnes.


"Kedua orang tua kamu kemana? Kenapa rumah ini kosong?" tanya Rafli pelan.


__ADS_2