Salah Alamat

Salah Alamat
23


__ADS_3

Sore ini, sepulang dari bertugas di rumah sakit. Agnes selalu menyempatkan diri untuk membawa Angel berjalan -jalan ke taman walau hanya sekedar duduk manis di kursi taman sambil menikmati angin sepoi -sepoi di sore hari. Agnes juga mencari jajanan kulinerasn yang tak pernah atau belum pernah ia cicipi selama di Mesir. Agnes tidak sendiri, ia selalu membawa asisten yang biasa merawat Angel. Usia Angel sudah akan menginjak sembilan bulan. Ia sudah aktif merangkak dan duduk sambil melihat -lihat pemandangan di sekitar sambil menunjuk -nunjuk ke arah yang menurutnya aneh sambil berteriak keras atau tertawa dan berbicara dengan ucapan yang tak bisa di mengerti oleh dewasa.


Langkah Agnes pelan sambil membawa mainan yang berbunyi untuk mengalihkan perhatian Angel. Asistennya mendorong kereta bayi atau di sebut stroller dan Agnes berjalan di samping kereta dorong itu.


Pandangan matanya mengedar ke sekeliling taman itu dan ia melihat sosok yang amat ia kenal duduk di bawah pohon rindang. Langkah kaki Agnes memelan kala Agnes melihat sosok wanita menghampiri lelaki itu sambil membawa makanan lalu berusaha membujuknya untuk makan dnegan menyuapi lelaki itu.


Lelaki itu nampak marah dan terlihat kasar sekali.


"Rafli?" panggil Agnes lirih sekali dari kejauhan. Namun seolah Rafli memang mendengar panggilan Agnes yang pelan dari batinnya. Rafli pun menengok ke arah kiri dan menatap Agnes.


"Agnes?" teriak Rafli sambil melambaikan tangannya dengan cepat. hatinya langsung berbunga -bunga dan binar matanya langsung terlihat bahagia.


Rafli berusaha mendorong roda -roda di kursi rodanya untuk menghampiri Agnes yang terdiam terpaku menatap sosok wanita ynag di tinggalkan begityu saja oleh Rafli.


"Agnes?" panggil RAfli lirih mengulang.


"Raf ... Kamu masih di sini? Aku pikir kamu pulang lagi ke Turki?" ucap Agnes pelan.

__ADS_1


Rafli mengegelngkan kepalanya pelan.


"Aku akan menikahimu Nyes ... Gimana? Sudah dapat kabar dari kedua orang tuamu?" tanay Rafli pelan.


"Belum. Gimana ya?" tanay Agnes pelan.


"Mau aku temani pulang ke Indonesia?" tanay RAfli pelan.


"Kamu masih sakit Raf," ucap Agnes pelan.


Benar saja, Rafli langsung berdiri dan berjala seolah ia memag tidak pernah merasakan sakit apapun.


"Masha Allah, Raf. Kamu bisa jalan? Aku seneng banget," ucap Agnes yang sangat bahagia.


"Ini berkat kamu. Karena kamu aku sanggup melewati ini semua. Karena kamu ayng mengobati aku, aku mencintai kamu, Nyes," ucap Rafli pelan.


"Rafli, aku juga mencintai kamu," ucap Agnes yang langsung berlari dan memeluk tubuh Rafli. Rafli membalas pelukan erat itu dan mengusap pelan punggung Agnes lembut.

__ADS_1


Rafli mengendurkan pelukanny dan kedua tangan itu masih memegang pinggang Agnes. Rafli menatap lekat kedua mata Agnes.


"Kita menikah besok. Setelah itu, kita ke Indonesia, mencari kedua orang tuamu. Kita bilang kita sudah menikah, dan kita mempunyai anak. Kita bawa Angel," ucap Rafli pelan.


"Kamu cantik sekali Nyes ..." ucap Rafli lembut sambil merapikan jilbab yang sedikit berantakan terkena angin sore di taman.


"Kamu juga tampan Raf. Aku siap untuk kamu nikahi. Kita ke Indonesia setelah itu, aku rindu rumah dan orang ruaku," ucap Agnes pelan.


"Ya ... Aku akan mengantarkanmu kemana saja kamu mau, setelah itu kita bulan madu agar Angel punya adik," pinta Rafli terkekeh.


"Raf ... Wanita itu siapa?" tanya Agnes pada Rafli.


"Dia Aisyah. Wanita pilihan Umi saat kecewa dengan kamu, Nyes," ucap Rafli pelan.


Agnes melotot, "Umi sudah gak suka sama Agnes?"


"Bukan gitu Nyess ... Aku akan menjelaskan pada Umi. Kamu tenang saja," ucap Rafli pelan.

__ADS_1


__ADS_2