Salah Meminang

Salah Meminang
part 37


__ADS_3

"Hai bro..." Asher menyapa kedua temannya, seperti biasa mereka melakukan fist fight (adu kepalan tangan) kalau berjumpa.


"Duh yang lagi galau, gua kira lo nggak datang," seloroh Anton langsung menyapa


"Datang lah, buktinya gua di sini," jawab Asher datar


"Gimana-gimana jadi bener lo mau pisah sama Yuki?" tanya Tomi kepo.


"Yess, gue mau jandanya," canda Anton tapi sukses membuat Asher melotot kesal.


"Siapa bilang pisah, gue masih suaminya. Tapi sudah... di gugat," ujar Asher sendu.


"Serius? Yuki keren banget..." Anton sengaja memancing emosi sahabatnya.


"Gue bunuh lama-lama lo, ngeselin banget jadi teman bukannya bantu mikir malah jadi kompor bledug."


"Tapi si Yuki emang keren sih, dia bisa deket sama anaknya Pak Wibi."


"Jadi lo udah tahu siapa anak itu?" tanya Asher menggebu, Tomi mengangguk.


"Wibisono AW group? Bangsat gue kecolongan. Gue punya kerja sama, sama perusahaan itu."


"Mam pus lo."


"Brengsek brengsek," umpat Asher dengan rahang yang mengeras dan gigi bergemletuk. "Rugi bandar kalau gue cabut, bisa di cap nggak profesional."


"Lo jangan terusik lah, bisnis itu emang harus main cantik dan sedikit kejam sudah biasa bukan. Semua aman terkendali selama lo nggak buat masalah."


"Bagaimana bisa kalau dia mau ambil istri gue, sial sial."


"Lo menangin lah hati Yuki, lo keluarin tuh speak speak iblis yang dulu lo sering gombalin buat cewe masa ngampus."


"Gue udah lupa, sumpah nyaris nggak ada bahan buat topik ngedeketin wanita macam Yuki. Dia terlalu berbeda dan sepertinya tidak tertarik sama gua."


"Kalau gue amati Yuki tipikal cewe yang nggak gila materi, mau bekerja keras jadi fix di balik sifatnya yang keras itu dia cewek yang lembut dan penyayang."


"Gue udah nggak sabar buat kasih pelajaran untuk tuh bocah."


"Yoi, tapi lo musti hati-hati, dia bukan orang sembarangan. Kenalannya banyak bisnis dimana-mana. Amar Wibisono anak pemilik AW group. Sepupu Diandra cewek gue yang pegang Anomali coffe. Ingat kan lo, Amar itu dekat dengan Yuki semenjak mereka bernyanyi di kafe bareng."


"Brengsek, jadi mereka emang udah sedekat itu." Asher menggeram kesal

__ADS_1


"Kayanya emang Amar sudah suka sama Zee semenjak di kampus, namun karena menurut info Zee itu menjadi sedikit pendiam dan tertutup entah apa yang menjadi penyebabnya, Amar kesulitan untuk mendekati. Dan saat itulah lewat Gea sahabatnya Yuki, Gea menawarkan kerja di kafe yang sudah di rencana Amar."


"Tapi kalau lo sampai lepasin dia lo bakalan nyesel dan jangan heran kalau Yuki langsung dapat gandengan. Menurut orang suruhan gue Yuki itu anak teladan, cerdas, dan pintar bergaul. Sebenarnya anak nya ceria tapi mungkin hidup dengan lo membuat ia menjadi murung karena lo emang nggak pandai menghargai nya."


"Fakta baru, lo jangan kaget. Yuki datang pada wisudanya Amar dan sudah di kenalkan dengan Om Wibi dan juga tante Amel, menurut penuturan Diandra, Amar akan memperistri Yuki setelah lulus kuliah."


"Damned!!" Dada Asher bergemuruh hebat rasanya ia ingin segera membunuh pria itu.


"Lo nggak boleh gegabah dan jangan main hakim sendiri yang ujung-ujungnya ngerugiin lo sendiri. Dan juga Amar itu keponakan cewe gue itu artinya hubungan gue bisa terancam."


"Gue nggak peduli kalau sampai Yuki beneran jadian sama dia akan gue bunuh, gue nggak peduli sampai masuk penjara sekalipun."


"Woi santay dong... kalau lo nunjukin kesetanan lo pada Amar yang ada Yuki akan tambah benci sama lo jadi untuk melawan istri lo yang lembut itu harus dengan cara yang lembut dan cantik juga." Tomi berbisik di telinga Asher, Anton ikut mendekat.


"Gila ide lo, parah-parah!" Anton geleng-geleng kepala Asher nampak menimbang-nimbang dengan senyum liciknya.


"Gue setuju ide gila lo, kapan eksekusi udah nggak sabar lihat anak itu frustasi."


Hahaha....


"Tunggu tanggal mainnya. Nggak sabaran banget sih. Lo fokus saja bekerja dan inget berusaha dulu kalau pertahanan Yuki masih sama terpaksa kita ambil langkah yang ke dua.


"Solusi menghancurkan lawan dengan cerdas, cadas dan waras. Aman buat lo dan Yuki, aman buat kita dan tentunya hubungan gue dengan Diandra."


"Untuk sementara ini lo musti sabar, pantau, banyak ngalah, dan jangan lupa berdoa sama Allah yang maha membolak-balikan hati manusia. Jangan nglakuin hal yang unfaedah, jangan lupa sholat yang rajin, perbaiki diri gue yakin cewek mana pun bakalan luluh lihat perjuangan seorang lelaki dengan sepenuh hati dan mampu membawa diri ke jalan yang baik. Kalau kata nyokap gue biar bisa bareng sampai jannah nya kelak."


Aamiin....


"Busyet deh nyeramahin gue kaya lo udah bener aja."


"Jangan salah, brengsek-brengsek gini gue juga pingin taubat kali, punya keluarga yang harmonis dan bahagia sama pasangan."


***


Yuki baru saja pulang dari kantor ketika hari sudah gelap. Rasanya hari ini terlalu lelah, badan cape lemes dan agak mual. Bunda yang memanggil Yuki ke kamar merasa heran ketika menemukan Yuki menyimpan banyak aneka cemilan dan minuman botol di kamarnya.


"Ki, ini minum dulu bunda buatin wedang jahe buat menghangatkan tubuh kamu." Yuki menerima secangkir jahe dari tangan Bunda.


"Makasih bun," terus perlahan menyesap nya, rasa hangat yang mampir di tenggorokan memberikan sensasi yang melegakan.


"Kamu.... nggak biasanya menyimpan banyak makanan gini, nggak takut gendut?" Seloroh bunda menggoda

__ADS_1


"Nggak tahu nih bun bawaanya pingin makan mulu, padahal kemarin-kemarin nggak, apalagi kalau lagi bad mood bunda kan tahu sendiri aku nggak mau makan." Bunda menatap Yuki horor


"Kamu ngerasain ada sesuatu yang aneh sama badan kamu nggak?" Yuki tampak berfikir


"Nggak ada, cuma lebih ke doyan makan."


"Untuk memperjelas spekulasi bunda sebaiknya kita besok periksa ke dokter."


"Hah! nggak mau ah orang akunya sehat. Emang apa sih bunda mengira aku sakit?"


"Yuki bunda nggak mau tiba-tiba kehilangan anak bunda lagi karena minimnya komunikasi, apa yang terjadi pada Zumi cukup menjadi peringatan buat bunda. Jadi besok kamu periksa ke dokter ya ada dua kemungkinan."


"Kemungkinan apa bun?" Kening Yuki makin berkerut


"Yang pertama kamu sakit atau yang ke dua kamu hamil. Semoga tebakan yang kedua bunda bener."


"Hamil?" Yuki langsung lemes mendengarnya. "Masa' sih orang kemarin tuh jelas aku ada haid walaupun cuma sehari."


Dan sampai bunda pergi meninggalkan kamarnya, Yuki masih terngiang- ngiang dengan pikiran bunda. Ia menggelengkan kepalanya berkali-kali untuk menyangkal apa yang sedang di fikirkan.


"Nggak-nggak mungkin, semoga saja nggak." Yuki mondar-mandir sampai ke balkon kamarnya.


Ting


Satu notifikasi pesan masuk dari... Asher. Yuki cuma melihat tanpa niat mau membuka. Hampir setiap malam pria itu mengirim pesan singkat. Tapi entah mengapa malam ini hatinya sedikit tergerak untuk membaca pesan tersebut.


Selamat malam Yuki sayang....


Yuki menatap layar ponsel dengan dahi berkerut indah. Orang ini masih belum menyerah juga.


Tok tok tok!


"Ki, makan malam dulu," Bunda menyembul dari balik pintu.


"Iya bun," Yuki keluar dengan memakai kaos panjang dan celana pendek di atas lutut. Ia menuruni anak tangga dengan gontai, begitu sampai lantai bawah samar-samar pendengarannya menangkap obrolan ayah, bunda, dan... seseorang yang tak lagi asing di indera pendengaran nya."


"Ki....." seru ayah memanggil ketika melihat Yuki seperti ingin berbalik arah.


Mati aku


"Iya ayah," Yuki mendekat ke arah meja dengan terpaksa. Duduk dengan gusar di bawah tatapan seseorang yang paling tidak ingin di temui nya tapi orang itu malah tersenyum dengan manisnya.

__ADS_1


__ADS_2