Salah Meminang

Salah Meminang
Part 54


__ADS_3

Yuki tengah menyelesaikan mandi pagi nya setelah bangun tidur. Sedangkan Asher baru selesai mematut dirinya di depan cermin. Yuki merasa bodoh sebab ia tidak membawa baju ganti. Ia sedang berfikir keras i dalam kamar mandi setelah tuntas menyelesaikan acara keramas pagi.


Ceklek


Yuki mengintip sebentar, lalu kemudian Asher segera menoleh ke sumber suara pintu kamar mandi yang sedikit terbuka. Keningnya sedikit berkerut dengan rasa ingin tahu. Ia seperti menangkap kegelisahan istrinya saat ini.


"Kenapa sayang kok nggak keluar?"


"Aku nggak ada ganti Mas? gimana nih." Pasrah Yuki jujur.


"Ada nih..." Asher mengangkat beberapa baju yang tersimpan di lemari. Cepat keluar di sini banyak baju hamil."


"Masa sih tolong ambilin satu dong kalau banyak, cukup satu aja."


"Ambil sendiri sayang pilih yang mana sesuka hati kamu." Asher bukanya tidak mau mengambilkan untuk Yuki namun ia gemas karena Yuki masih selalu terlihat malu di depannya. Padahal sudah banyak kali melihat ke seluruh tubuhnya yang polos.


"Mas... please deh nggak lucu... tolong ambilin." Rengek Yuki dari balik pintu kamar mandi


"Aku ambilin ya tapi aku habis ini masuk!" Goda Asher yang membuat ia tidak tahan untuk tidak mengulum senyum sebab Yuki melotot pada nya.


"Hah! apa? nggak jadi aja deh. Aku mau mengurung diri di kamar mandi sampai nanti." Ujarnya pasrah


"Eh jangan, iya deh aku ambilin bumil cantik. Bentar sayang, kayaknya ini cocok deh yang ini aja ya?" Asher tengah bergumam bermonolog dengan setumpukan baju wanita. Setelah menemukan yang paling pas untuk Yuki ia langsung menggedor pintu kamar mandi dan memberikan pada istrinya.


"Makasih Papanya anak yang manis." Ujar Yuki yang membuat Asher seketika meleleh.


"Pagi-pagi udah dapat sambutan manis aja, hidupnya memang di penuhi dengan luapan bahagia semenjak Yuki berhasil ia luluhkan hatinya kembali.


"Sayang udah belum? kita udah di tungguin Mama sarapan."


"Iya Mas udah," jawab Yuki langsung keluar dari dalam kamar mandi.


Yuki berjalan kearah meja rias dan duduk di sana untuk mengeringkan rambutnya. Tanpa di duga Asher langsung mendekat dan mengambil hairdryer dan bersiap membantunya.


"Sayang biar aku bantu," ujar Asher yang sudah menghubungkan hairdryer dengan colokan listrik.

__ADS_1


Yuki diam saja, dalam hatinya mengulas senyum syukur dan bahagia. Ia tidak pernah menyangka suaminya bisa bersikap semanis ini padanya. Ia terus mengamati gambar dirinya dan juga suaminya ya lebih tepatnya wajah suaminya di depan tampilan cermin di depannya.


"Kenapa lihatin aku terus, aku ganteng ya?"


Fix kalau ini masih sama narsisnya kaya dulu.


"Nggak mau jawab tapi di lihatin terus," selorohnya sambil terus mengulum senyum.


"Kalau nggak lihat depan terus aku harus lihat kemana, hm?"


"Ya bagus sayang kamu hanya boleh melihat ku seorang bukan yang lain." Ujarnya lalu secepat kilat memutus hairdryer dari daya listrik karena telah usai. Tak lupa ia mendapatkan ciuman manis di keningnya.


"Ayo sayang kita keluar Mama sudah menunggu untuk sarapan?"


Asher merangkum bahunya ke luar kamar. Pria itu tidak banyak bicara lagi padanya namun gestur tubuhnya selalu menunjukan perhatian pada Yuki. Seperti sekarang ketika sudah sampai di meja makan, ia bahkan mengisi piring Yuki terlebih dahulu kemudian mengisi piringnya. Hal yang seharusnya Yuki lakukan ini malah kebalikannya membuat ia merona sebab di bawah pandangan sang Mama dan Papa martua.


"Udah mas cukup segitu aja," ujar Yuki menginteruksi ketika Asher hendak menambahkan lauk untuknya.


"Ayo sayang makan yang banyak," ujar Papa Dika dan Mana Rianti bersama. Ke dua orang tua itu sangat senang dengan kehadiran Yuki di rumahnya. Mama Rianti bahkan tidak memperbolehkan Yuki pulang dari rumahnya.


"Iya Ma, Yuki nanti pamit sana ayah dulu di rumah." Final Yuki pada akhirnya, dalam hati Asher tersenyum bahagia mendengar keputusan istrinya.


Setelah sarapan ia mengantar suaminya berangkat kantor sampai depan teras.


"Mas nanti sore aku ada janji sama Gea makan bersama boleh kan?" ujar Yuki sebelum Asher masuk ke dalam mobilnya.


"Kemana? bukannya baru ketemu?"


Bukanya apa-apa pria itu hanya merasa khawatir dengan istrinya saja. Ia merasa kemana pun dia pergi dirinya harus selalu berada di sampingnya. Ya begitulah, ia sedikit menjadi posesif kalau soal Yuki nya.


"Boleh dong Mas, paling nanti ke mall aku mau sekalian belanja buat keperluan baby." Rengek Yuki memaksa


"Wah... kalau itu nanti di temani aku aja sayang, belanjanya bareng aku. Boleh ketemu sama Gea tapi nanti aku nyusul, oke?"


"Iya deh terserah kamu saja." Pasrah Yuki pada akhir nya

__ADS_1


"Oke sayang aku berangkat dulu," Asher mengecup keningnya sejurus kemudian Yuki mencium punggung tangan suaminya dengan takzim.


"Jagoan ayah, jangan rewel ya? Ayah berangkat dulu." Asher beralih menatap perutnya dan mengelus dengan gerakan pelan yang mampu membuat hatinya menghangat sepanjang harinya.


Dan ketika Asher sudah berangkat, ia kembali ke dalam rumah guna membantu membereskan sisa sarapan di meja makan.


"Sayang, Mama mau nunjukin sesuatu buat kamu." Ujar mama Rianti setelah dirinya selesai beberes.


"Ayo ikut Mama sayang, ada yang mau Mama tunjukin ke kamu." Yuki menurut, ia berjalan mengekori mama Rianti ke suatu ruangan yang begitu ia masuk langsung terpana. Sebuah kamar dengan desain lucu khas anak-anak yang ia sudah persiapkan untuk kehadiran cucunya.


"Cantik banget Ma, Mama sudah siapin semuanya buat anak Yuki Ma?" Yuki terperanga dalam berberapa detik.


"Ini Asher yang mendesain sendiri, ia sangat antusias mendekor ruangan ini menyulap menjadi tempat yang sangat cantik. Dan ini adalah salah satu alasan bahwa kamu harus tinggal di sini biar kami bisa selalu dekat sayang. Mama suka merasa kesepian. Mama ingin menghabiskan sisa umur Mama di temani dengan keriuhan cucu yang banyak nantinya.


"Anak Mama kan cuma Asher jadi barang tentu sudah hanya mengharapkan dirimu sayang. Terimakasih sudah menerima Asher kembali dan mau memaafkan Asher."


"Iya Ma, jangan sedih dong Yuki mau tinggal di sini."


***


Berangkat dari rumah Mana Rianti dengan driver taksi online menjadi agenda pertama hari ini dirinya melangkah keluar. Walaupun mager karena merasa sedikit lelah, ibu hamil terkadang memang kaum rebahan paling nyaman. Selain untuk menghindari rasa lelah dan pastinya kaki yang cenat cenut di malam hari.


"Ge, lo pilih kafenya mau di mana? jangan kafe langganan biar seru?" ujar Yuki


"Deket mall aja gimana beb, udah lama kan kita nggak nge-mall."


"Oke, aku sekalian hubungi suamiku nanti jemput akunya di sana aja."


"Udah, ayo kuy berangkat. Ini beneran nggak pa-pa bumil pakai motor? kalau nggak nyaman pakai taksi aja lah."


"Nggak pa-pa lah santai, aku kangen motoran sama kamu."


Mereka menuju mall dengan motor matic Gea. Sederhana tapi sesenang itu, itulah mereka, dulu aja banyak waktu menghabiskan berdua tetapi tentunya sekarang sudah berbeda.


Yuki baru saja berbincang dengan Gea menceritakan sikap manis suaminya ketika seseorang tiba-tiba datang menyapa.

__ADS_1


"Yuki... kamu di sini?" pria itu langsung datang menghampiri nya dan.... tangannya terulur mengacak rambutnya spontan.


__ADS_2