Salah Meminang

Salah Meminang
Part 68


__ADS_3

"Aku berangkat dulu..." Seperti biasa setelah Yuki salim, Asher memberikan jejak sayang di kening istrinya terus beralih mencium si kecil Sky.


"Assalamu'alaikum..."


"Waalaikumsalam.... Hati-hati jangan lupa pulang." Asher tersenyum senang lalu masuk ke mobilnya.


Yuki baru masuk ke rumah setelah mobil yang di kendarai suaminya menghilang dari jangkauanya. Yuki benar-benar sedang menikmatinya sebagai seorang Istri dan juga Ibu muda yang di rasa sangat menyenangkan.


Waktu sudah menunjukkan pukul setengah dua belas, Yuki berencana menyiapkan makan siang, hari ini ia akan memberikan kejutan kepada suaminya dengan mendatangi kantornya sekaligus mengantar makan siang.


Sky baru saja tidur dan seperti biasa Yuki akan menitipkan kepada pengasuhnya, ada juga Mama Rianti di rumah. Setelah Yuki mandi dan bersiap dengan penampilan yang sedikit berbeda, perempuan itu segera meluncur ke kantor Asher.


"Mah hari ini aku mau ke kantor Mas Asher, mau nganter makan siang. Titip Sky ya Mah."


"Asher minta dibawakan makan siang?"


"Nggak sih Mah, ini inisiatif aku sendiri. Lagi pingin kasih kejutan-kejutan kecil aja biar dia tambah semangat kerjanya."


"Owh... ya bagus sayang, pasti Asher senang. Kamu hati-hati ya berangkatnya."


"Siap Mah. Assalamu'alaikum...."


"Waalaikum salam...."


Butuh waktu sekitar dua puluh tiga menit untuk sampai ke kantor Asher. Yuki menuju ke kantor suaminya dengan taksi online. Setelah melakukan pembayaran, ia langsung turun. Jam di tangan kirinya sudah lewat dari jam dua belas dan ini sudah waktunya istirahat makan siang.


Berhubung Yuki baru pertama mengunjungi kantor suaminya, Yuki tidak mau ribet terlebih waktu yang sudah siang ia langsung menghubungi Alwi kaki kanan suaminya untuk menjemputnya di lobby.


"Hallo Nona ada apa? Tumben telfon ada yang penting?" Suara Alwi di sebrang sana setelah panggilan tersambung.


"Pak Alwi tolong kamu ke bawah ya, jemput saya ada di bawah mau berkunjung. Saya malas tanya-tanya resepsionis eh satu lagi jangan bilang sama suami saya kalau saya datang saya mau kasih surprise soalnya. Suami saya masih ada di ruangannya kan?"


"Iya Nona, Tuan masih ada di ruangannya. Siap saya ke sana sekarang." Panggilan diakhiri.


Alwi menuju meja Asher dan langsung pamit undur diri dengan alasan lain.


"Tuan izin keluar sebentar, ada yang mau saya temui di bawah."


"Hemmm," jawab Asher yang masih setia menatap layar laptop tanpa menoleh ke arahnya. Asher masih sibuk dengan pekerjaannya padahal waktu sudah menunjukkan jam makan siang.


Alwi merasa senang dengan kedatangan istri tuannya, ia bisa makan siang tepat waktu tanpa harus menunggu Asher beralih dari pekerjaannya.


"Nona Yuki mari saya antar keruangan Tuan."

__ADS_1


"Owh iya Pak Alwi. Anda tidak kasih tahu suami saya kan kalau saya datang."


"Belum Nona, sesuai dengan perintah Anda."


Yuki dan Alwi masuk ke lift mereka menuju lantai lima belas tempat di mana ruangan Asher berada. Yuki baru pertama datang ke kantor sebelumnya dia tidak pernah bermain-main kesini, tapi mungkin besok-besok ia akan lebih sering melakukan hal yang sama. Tergantung respon suaminya apakah senang di kunjungi pada jam kerja atau malah tidak suka karena di anggap mengganggu.


Thing


Kami sudah sampai di lantai lima belas. Alwi langsung mempersilahkan Yuki masuk ke dalam. Setelah mengetuk pintu dua satu dua Alwi langsung masuk ke dalam. Alwi mempunyai kode khusus mengetuk pintu ruangan Tuannya.


"Alwi kamu dari mana sih, bisa tolong saya pesankan makan siang?" Asher berbicara tanpa mengalihkan pandangan dari layar laptopnya.


Alwi yang paham betul dengan situasi ruangan terkini pun langsung undur diri, dengan meminta izin kepada Yuki sebelumnya lewat bahasa tubuhnya.


Setelah Alwi keluar dari ruangan, tinggalah menyisakan dua sejoli dengan Yuki yang mengamati suaminya dan Asher masih belum ngeh dengan keberadaan Yuki.


"Mau sampai jam berapa mantengin laptop nya. Udah waktunya istirahat lho ini." Seketika jari Asher langsung berhenti dari kegiatan di atas keyboard dan menoleh ke sumber suara yang sangat dikenalinya.


"Sayang... kamu kesini? Kok nggak bilang-bilang." Asher langsung menutup laptop nya dan berdiri menyambut kedatangan istrinya.


Cup


Asher mendekat dan langsung memberi ucapan selamat datang dengan mengecup kening istrinya.


"Makan siang buat kamu, belum makan kan?"


"Duh... istri aku pengertian sekali, pas banget aku sudah lapar. Makin cinta deh aku." Asher tersenyum sumringah.


Yuki menyimpan bekal di atas meja dan segera membukanya. Dia menyiapkan untuk suaminya. Sementara Asher terus mengamati Yuki dengan senyum yang terkembang.


"Ayo Mas makan, jangan senyam-senyum terus." Yuki merasa senang sekaligus keder di perhatikan suaminya secara terus menerus.


"Suapin dong..." Yuki terdiam sejenak, namun gerakan tangannya mengiyakan.


"Bosnya lagi pingin di manja," cibirnya seraya menggerakan tangannya ke mulut Asher.


"Hehehe... makan di kantor paling enak sepanjang sejarah," selorohnya di sela-sela mengunyah.


"Kamu yang masak? khusus buat aku?"


"Aku di bantu sama ART, enak nggak?"


"Apapun yang di buat dengan tangan kamu pasti enak."

__ADS_1


"Ish... gombal. Beneran ini nilainya biar besok kalau aku coba masak lagi aku benerin mana tahu kurang garam atau kurang manis."


"Pas sayang... tidak terlalu asin dan juga manis. Tapi kalau kurang manis aku tinggal lihatin kamu aja yang selalu terlihat manis." Asher mengulum senyum.


"Ih... gombal terus." Pipi Yuki semakin memanas, tapi tidak bisa di pungkiri hatinya cukup senang.


Setelah menghabiskan hampir seluruh isi bekal, Asher masih duduk dengan tenang sambil mengamati istrinya yang tengah mengemas wadahnya.


"Besok aku mau lagi sayang... kamu kesini lagi ya?" Pinta Asher dengan wajah berbinar.


"Ih maunya? Nggak janji loh... besok kayaknya ada jadwal ke kampus. Aku udah pengajuan judul proposal."


"Pinginnya di perhatikan setiap hari, biar bisa makan siang bareng. Ya semoga di acc biar cepet lulus terus fokus ngurusin aku dan Sky aja."


"Pingin kerja dong Mas, capek-capek kuliah mati-matian berusaha lulus masak nganggur."


"Siapa bilang kamu nganggur, emang selama ini nggak sibuk. Ngurusin Sky, ngurusin aku. Kamu nggak nganggur sayang."


"Ya maksud aku pekerjaan di luar rumah Mas. Aku pingin juga ngerasain bekerja setelah lulus nanti."


"Aku nggak mau kamu capek, hm?" Asher merengkuh bahu istrinya mereka masih sama-sama duduk di sofa.


"Kamu tenang aja dong Mas, belum juga dilakuin udah dilarang-larang. Nggak asyik ah."


"Mau yang asyik-asyik?" Asher mengerling ke arah Yuki.


"Apaan?" Yuki terlihat bingung dengan ucapan ambigu suaminya.


"Cek ruangan sebelah dalam, ada fasilitas lengkap buat istirahat. Cocok untuk asyik-asyik."


"Ih... mesum terus bawaannya. Inget ini kantor?"


"Kenapa? Bebas dong sayang ada ruangan khusus kok."


"Nggak mau... aku mau pulang. Sky sudah menunggu dan butuh ASI." Yuki berdiri dari duduknya.


"Nggak boleh pulang sebelum aku mencicipi tubuhmu."


Buk


Yuki menimpuk suaminya dengan bantal sofa. "Hehehe... " Mereka terkekeh bersama. Yuki tahu perkataan suaminya hanyalah becanda.


Eh tapi tunggu dulu? Maksudnya apa nih.

__ADS_1


__ADS_2