Salah Meminang

Salah Meminang
Part 81


__ADS_3

Hari ini rencana Yuki dan Asher pindahan, pria itu sudah tidak sabar menanti kebersamaan mereka di rumah barunya. Asher benar-benar menginginkan ketenangan dan suasana baru baginya. Sayangnya istrinya belum mau di ajak libur bersama dan lebih memilih di rumah aja. Ya alasanya tentu karena Sky masih full ASI.


Yuki memang ibu yang terbaik, ia bahkan tidak pernah menyambungnya selagi di rumah. Memberikan sumber kehidupan untuk anak nya tanpa takut bentuk tubuhnya berubah. Perempuan itu bukan hanya pandai merawat anak tapi juga pandai merawat diri dan juga suaminya. Jangan heran kalau Asher jatuh cinta setiap hari.


"Sayang ini mau di bawa?" tanya Asher ketika mulai mengemas barang pribadi miliknya.


"Punya aku biar aku aja Mas, kamu packing punya Mas sendiri aja. Disisain juga jadi nanti kalau kita pingin tidur menginap di rumah Mama udah nggak usah bawa-bawa barang banyak."


Tok tok tok


Seorang pembantu rumah tangga mengetuk pintu kamar mereka disaat pasangan suami istri itu tengah sibuk mempacking barang miliknya.


"Tuan, Non, di bawah ada tamu?" Yuki dan Asher menghentikan aktifitas mereka dan langsung memandang ART dengan rasa ingin tahu.


"Siapa?" jawab keduanya hampir bareng.


"Kurang tau Non, laki-laki masih muda ganteng dan mencari Non Yuki."


"Oh.. ya terima kasih Bik," jawab Yuki dan segera menjeda acara berkemas sebab harus menemui tamu misterius yang datang tidak memberi kabar terlebih dahulu.


"Biar aku aja sayang," ujar Asher pria itu mendadak awas ada tamu cowo yang katanya masih muda, ganteng mencari istrinya. Atas dasar keperluan dan kepentingan apa?"


Asher berjalan gontai menuju lantai satu, atas dasar apa tamu itu mau menemui istrinya. Asher dibuat terkejut dengan kedatangan tamu itu. Seseorang yang akhir-akhir ini selalu membuat hidupnya kesal.


"Kamu? ngapain kesini? nggak bakalan gue ijinin lo mau nemuin istriku," ucap Asher sengit.


"Hallo calon besan, idih... siapa juga yang mau kesini nyariin lo. Gue mau ketemu Yuki, kalau lo nggak ngebolehin juga, gue mau teriak biar Yuki keluar dan mau nemuin gue."


"Hus hus... sana pulang bawa virus kebencian, lo itu nggak ada bagus-bagusnya hidup lo ngerecokin rumah tangga orang."


"Bukan Virus kebencian tapi Virus kecemburuan dan kebucinan. Udah cepet panggilin Yuki nya, gue culik nanti dia gue jadiin istri gue seumur hidup."


"Mati aja sana, gue nggak akan kasih izin, pulang sana pulang... tamu tak di undang."


"Tamu adalah raja, nggak sopan kamu. Jauh-jauh datang kesini itu pasti ada yang penting jadi harus segera disampaikan." Amar bersikeras untuk menemui Yuki.


'

__ADS_1


"Ngajak ribut di rumah orang lo dibilangin gue nggak bakalan kasih izin lo ketemu sama Yuki titik."


"Haish... posesif, bucin, tukang cemburu, pemarah, nyebelin. Gue jamin Yuki ilfeel sama sikap lo. Yuki... Amar datang sayang... !" teriaknya tanpa sopan santun.


"Bang sat!!... rumah orang nggak usah teriak, lagian lo nggak usah kepedean manggilin bini orang sayang, sayang pala lo."


"Ya kan gue emang sayang, udah cepetan panggilin gih... sekalian sama calon anak mantu Sky, gue kangen..."


"Stresss lo...!" Asher bergeming.


"Ada apa sih ribut-ribut." Mama Rianti datang langsung menengai.


"Siang tante, hallo apa kabar?" salam Amar ramah lalu mencium punggung tangan Mama Rianti.


"Sok sopan tadi aja teriak-teriak kaya di hutan," cletuk Asher sengit.


"Eh nak Amar, alhamdulillah baik, ada perlu apa Amar datang ke rumah tante," tanyanya lembut.


"Gini loh tante ak-" Perkataan Amar terpotong sebelum sempat menyelesaikan kalimatnya sebab Asher langsung menjawab.


"Asher diem dulu biar Amar ngomong."


"Tuh... tante Rianti mah baik sopan, orang gue tujuannya juga baik."


"Baik apaan?" sarkas Asher.


"Eh, mulai tuh tante," adu Amar.


"Udah semua diem dulu, Asher diem, Amar jelasin tapi kalau yang aneh-aneh tante juga nggak kasih ijin."


Man pus...


"Jadi gini tan, sebenarnya kedatangan saya kesini karena ada sesuatu hal yang mau saya sampaikan sebelum saya pergi," jelas Amar.


"Lagu lo mau pergi, pergi kemana? yang jauh sekalian jangan pulang."


"Tuh kan calon besan mah jahat, seneng banget kalau gue minggat."

__ADS_1


"Alhamdulillah... kalau lo beneran minggat, sepet mata gue lihatin lo muncul lagi muncul lagi seneng bikin gue darah tinggi."


"Eh, bagus dong. Darah tinggi itu kan biasanya mengakibatkan strok dan penyakit kronis lainya, jadi cepet innalilahi."


"Mulut lo minta gue santet, biar sopan. Di sini gue yang lebih tua."


Tante Rianti semakin pusing mendengarkan perdebatan mereka yang tak berujung dan mau mengalah.


"Tante tolong panggilin Yuki nya tante please tante yang baik, waktuku tidak banyak saya bisa ketinggalan pesawat," ujar Amar memohon. Mama Rianti melirik Asher yang menggeleng padanya.


"Ya udah kalau nggak boleh ketemu Yuki, saya tunggu di sini deh sampai di bolehin. Ketinggalan pesawat nggak pa-pa nggak usah jadi pergi, tunggu Yuki jadi janda aja suaminya kan udah tua."


"Nah kan ngatain lagi, pulang sana! Eh lo denger ya gue itu belum tua, pria dewasa yang tampan dan mapan umur gue masih 29 tahun."


"Nggak ada yang nanya, 29 tahun tua banget Yuki aja masih 21 tahun, coba sama gue pas banget cuma beda selisih satu tahun setengah."


"Nggak usah mimpi!"


"Gue mau bangun, makanya sebelum gue menggapai mimpi gue, gue pingin pastiin tidak ada cinta yang tertinggal di sini. Please panggilin Yuki sekarang, gue janji cuma ngomong bentaran doang, lo boleh deh ikut di sampingnya kalau nggak percaya."


Asher menimbang perkataan Amar mungkin memang ada yang penting yang ingin ia sampaikan, dengan berat hati akhirnya ia mengizinkan Yuki menemui Amar dengan dirinya tetap di sampingnya.


"Lima menit, gue kasih waktu lima menit. Jaga jarak, kondisikan mata nggak usah lihatin bini orang, tangan awas kalau sampai nyentuh. Kaki lo jauhan sana."


"Ish ish ish... terdeteksi posesif dan bucin akut."


Asher akhirnya memberikan kesempatan pria gila itu menemui istrinya.


"Sayang Amar mau ketemu," panggil Asher menemui Yuki di kamarnya.


"Amar? tamu nya Amar? tumben bocah sampai nyamperin. Sebenarnya dari kemarin mau telfon sih tapi sengaja aku abaikan. Mau ngapain? Emang mas ngebolehin aku ketemu Amar?"


"Cuma kali ini aja itupun ada durasi waktunya, nggak usah sok cantik, nggak usah senyam-senyum dan satu lagi nggak usah nanya-nanya jawab seperlunya aja." Yuki melongo.


"Ribet bener Mas, sekalian aja nggak usah ketemu."


"Ya udah ayo, aku temenin biar aman."

__ADS_1


__ADS_2