Salah Meminang

Salah Meminang
Part 43


__ADS_3

Yuki sangat menikmati masa-masa kehamilannya. Untungnya janin yang ada di dalam rahimnya sangat pengertian, dia tidak pernah sekalipun menyusahkan seperti banyaknya kehamilan ibu-ibu yang suka nyidam aneh-anah pada masa kehamilannya hanya di trisemester awal suka agak mual muntah yang masih wajar tidak berlebihan.


Mungkin sang janin tahu, bundanya hanya sendiri jauh dari ayahnya makannya ia jadi ngerti dan nurut. Beruntung juga ada Ayah dan juga bunda yang selalu membantu Yuki kalau-kalau sewaktu Yuki membutuhkan pertolongan. Alhamdulillah mereka baik semua.


"Ayah, besok mama Rianti mengajak ku pergi izin ya?" Pamit Yuki malam hari setelah mereka menyelesaikan makan malam.


"Boleh dong Ki... masak nggak boleh si, kamu juga siang kan nggak ada kerjaan."


"Iya Ayah terimakasih." Ayah mengangguk


"Ki beruntung banget kamu punya martua sangat sayang dan pengertian padahal kan elo udah pisah." Cletuk Zura tiba-tiba


"Iya kak Alhamdulillah. Mama Rianti memang baik banget dari dulu tidak pernah berubah."


Dan ketika malam tiba sebelum Yuki beranjak tidur seperti biasa untuk mengisi kegabutannya ia akan bermain ponsel sampai ngantuk entah streaming film kesukaan atau tenggelam di aplikasi novel online. Untuk mengalihkan dunia nyatanya agar cepat terlelap. Yuki memang harus pandai menyiasati untuk menghibur diri sendiri agar tetap happy.


Ia benar-benar harus menjaga kesehatan nya sekarang bukan hanya memikirkan tentang dirinya namun juga ada kehidupan lain di dalam perutnya yang semakin hari semakin besar. Itu artinya sebentar lagi ia akan melahirkan dan berstatus berbeda.


Hampir tak ada kesibukan yang berarti untuk dirinya saat ini selain kuliah. Sebenarnya ia masih ingin bekerja tapi nanti menunggu melahirkan saja karena untuk saat ini dirinya benar-benar sedang di larang keras oleh Ayah bersibuk ria di luar rumah. Selain menjaga marwah wanita agar tetap aman, dirinya adalah seorang yang masih berstatus istri orang.


Iya mengingat istri di sebut-sebut selalu membuat keadaanya berdenyut kembali. Ketahuilah bahwasanya masa lalu itu sebuah sahabat yang tidak akan pernah terlepas dia akan selalu ada menemani kita di belakang, untuk itu berdamailah dengan yang namanya masa lalu agar hidupnya bisa selaras melangkah menuju masa depan.


Ngomong sih emang gampang tapi pada kenyataanya praktinya akan membuat orang yang berada diantara masa lalu itu terbawa suasana apalagi suatu kejadian yang sangat menyakitkan.


***


Masih di suasana pagi yang cerah. Kalau udah jam segini di rumah tinggalah Yuki sendiri dan bunda. Karena Ayah sudah berangkat kantor begitupun kak Zura. Yuki tengah menunggu mama Rianti menjemput nya. Semalam ia sudah mengabari bahwa dirinya akan ikut martuanya.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum.... " Suara khas ibu-ibu itu sudah pasti martuaku.


"Waalaikum salam...." Yuki yang tengah sibuk di dapur membuat cemilan bersama bunda langsung berhambur ke depan.


"Masuk dulu Ma, mau minum apa?"


"Nggak usah repot sayang kita langsung pergi saja biar agenda kita berakhir tidak terlalu petang."


"Memangnya kita mau kemana Ma."


"Surprise dong... nanti kamu bakalan tahu kegiatan seru yang membuat kita berada di level bersyukur yang banyak."


"Oke deh Ma, aku ikut saja. Aku pamit sama bunda dulu Ma."


Yuki dan mama Rianti masuk ke dalam mobil berwarna putih. Kami duduk di jok belakang, awalnya Yuki masih enjoy aja ngobrol- ngobrol santai berdua masih belum curiga kalau yang mengemudi itu adalah suaminya. Ia memakai topi di dalam mobil dan memakai masker.


"Jadwalnya sih besok Ma, tapi nggak usah Ma, Mama pasti sibuk."


"Biar aku antar," Cletuk Asher tiba-tiba


Yuki diam sejenak, rungunya menjadi awas mengamati orang yang ada di depannya sedang mengemudi.


"Ma aku kira kita cuma pergi berdua loh."


"Maaf sayang, dia maksa mau jadi drivernya soalnya perjalanan agak jauh jadi takutnya Mama capek kalau nyetir sendiri."


Yuki hanya ber oh saja, is paham betul ini pasti siasat martuanya untuk mendekatkan kita kembali, walaupun agak kecewa dengan sikap Mama tapi Yuki segera menormalkan ekspresi nya menjadi biasa saja. Agar mama Martuanya itu tidak tersinggung. Lagian selama ini Asher bersikap sewajarnya dan tidak semenjengkelkan dulu.

__ADS_1


"Nggak pa-pa Ma, bagus malah kalau ada yang setirin mama jadi nggak capek."


"Ya udah sayang kalau gitu besok mau ya periksa kandungan di antar Asher, dia kan juga pingin lihat anaknya?"


Yuki tidak enak hati menolak, apalagi ini mama yang memohon lagian sudah enam bulan ini memang Yuki selalu periksa sendiri walaupun berkali-kali Asher menanyakan jadwal kontrol lewat Handphone namun ribuan pesan dan telfon darinya tidak pernah sekalipun Yuki balas.


Yuki tentu sengaja ingin melakukannya, biarlah di bilang jahat sekali pun, ia ingin tahu seberapa besar perjuangannya kembali mendapatkan dirinya apakah hanya karena ada anak atau benar-benar mencintai dirinya dengan segala kekurangannya.


"Lihat besok Ma, Yuki...." Mama diam dengan menampilkan puppy eyesnya dan itu seketika membuat Yuki tidak tega dan mengangguk.


Asher mengamati interaksi keduanya dari pantulan rear vision mirror. Ia diam saja namun langsung mengucapkan syukur dalam hatinya ketika Yuki mengangguk. Itu artinya dia memilki waktu bersama dengan Yuki hari ini dan besok.


Setelah perjalanan hampir memakan waktu satu jam tibalah di sebuah Panti Asuhan dengan bertuliskan Darrul Hadlonah. Sebuah Panti yang sudah enam bulan ini Asher kunjungi, kalau mama Rianti memang dulu sering kesini tapi karena sakit dan harus di rawat di luar negri ia baru mengunjungi kembali akhir-akhir ini juga. Namun mereka sejak lima tahun yang lalu sudah menjadi donatur tetap disini.


"Selamat datang Ibu Rianti, Mas Asher dan mbak." Begitu sampai dan turun dari mobil kami langsung di sambut oleh pengurus panti.


"Terimakasih bu Yani atas sambutanya. Perkenalkan bu, ini menantu saya." Mama Rianti menunjuk Yuki dan seketika itu juga Yuki langsung memperkenalkan diri mengulurkan tangan.


"Yuki buk, salam kenal."


"Yani, pengurus panti disini. Selamat datang nak Yuki, MasyaAllah kamu cantik banget nak, sedang hamil juga auranya terpancar."


"Terimakasih bu," Yuki mengangguk dengan senyum. Asher yang sudah melepas topi dan masker itu tersenyum senang melihat Yuki yang tengah mengobrol dengan ibu panti.


Kepala panti bernama ibu Yani ini sangat ramah. Ia sudah sangat dekat dengan mama. Kami dipersilahkan berkeliling di sekitaran panti sementara mama langsung masuk ke dalam bersama bu Yani.


"Ki kita kesana Yuk di sana ada kolam buatan dengan taman yang luas jadi tempatnya adem banget cocok buat bersantai." Ujar Asher sambil berjalan mengikuti Yuki yang sudah melangkah sembarang arah.

__ADS_1


Setelah sampai mereka berdua duduk di sebuah bangku yang ada di taman dekat dengan pinggir kolam. Setting tempat yang apik untuk seorang pasangan. Andaikan tidak terhalang karena masalah sudah pasti Asher akan menubruk Yuki, membawa ke dalam pelukannya.


__ADS_2