
Asher baru melepaskan pagutan tersebut setelah istrinya terengah. Suaminya itu benar-benar membuat Yuki kehabisan napas.
"Kamu nakal sayang itu hukuman buat kamu?" seloroh Asher memasang muka puas apalagi melihat istrinya acak-acakan karena ulahnya yang luar biasa.
Berbeda dengan Asher yang menebar senyum terkembang, Yuki malah cemberut selama perjalanan pulang.
"Kalau ngambek aku mau dua ronde nanti malam?" kelakarnya tanpa dosa.
"Lima ronde aja Mas sekalian biar nggak nanggung?" jawab Yuki asal saking kesalnya.
"Oke, aku mau buat kamu paginya tidak bisa jalan."
"Eh! jangan besok aku ada kuliah." Pria itu tidak menanggapi menatap Yuki dengan seringai di wajahnya.
Yuki semakin mrengut, dalam hatinya mengumpat kesal namun juga gemas dengan sikap cemburu suaminya yang tidak masuk akal. Salah Yuki di mana sih?
Yuki memberanikan diri menatap suaminya yang tengah berganti baju setelah beberapa menit yang lalu tiba di kediamannya.
"Apa lihat-lihat udah nggak sabar lima ronde?"
Bugh
Satu bantal mendarat sempurna di wajah tampan Asher.
"Salahnya aku dimana sih Pak? Udah jelas itu bunga mampir sendiri mungkin emang ditakdirkan buat aku. Hehehe?"
"Awas yank, tunggu aku di atas ranjang." Asher melangkah lebar dan langsung...
HAP
Pria itu melompat di atas kasur dengan gaya urakan.
"Buka atau mau aku bukain?" tawar Asher.
"Nggak mau, nggak mau aku mau nangis dan minggat kaya dulu kalau kamu nakal," ancam Yuki. Pria itu bergeming menatap garang ke mata Yuki.
"Mas, nggak lucu ya kamu beneran marah. Ah...! aku mending nikah lagi," celetuk Yuki yang semakin menambah Asher menatap sangar. Padahal tadinya Asher hanya akting mau melihat respon Yuki apakah bisa seagresif seperti tadi dengan menciumnya secara tiba-tiba. Asher menunggu moment langka yang membuatnya ketagihan. Disosor duluan sama bidadari cantik yang tak lain dan tak bukan istrinya sendiri.
Ekspektasi tak sesuai realita....
Yuki bertambah mrengut, kalau sudah begini Asher yang repot sendiri sebab pria itu siap-siap dicuekin istri sepanjang malamnya.
"Malam ini kamu tidur di luar Mas," ujar Yuki kesal.
"Ya, setelah lima ronde," jawab Asher tak mau rugi.
__ADS_1
"MAS!!!" pekik Yuki garang.
"Hm... apa sayang udah nggak tahan ya... mau nyicil dari sekarang?!" Asher mulai mengendus pipi Yuki dengan nakal.
"Geli Mas, stop... stop...!!"
"Apasih... jangan coba-coba membuat singa yang lapar marah." Yuki begidik ngeri mendengar penuturan suaminya.
"Capek... Mas..." rengek Yuki pada akhirnya bersikap manja dan semanis mungkin. Kalau sudah mendengar suara manjahnya mana bisa Asher abai.
"Ya udah sini Mas pijetin mananya yang terasa capek."
"Semuanya pegel Mas, nanti kalau aku lelah jadinya nggak asyik permainannya karena tidak bisa mengimbangi."
"Ya udah istirahat dulu satu jam, habis ini langsung aku garap."
"Ngomongnya itu mulu."
"Hukuman harus tetap dijalankan, karena kamu melanggar protokol perdamaian."
"Melanggar perdamaian apa sih lebay?"
"Perdamaian hati, mengusik ketenangan jiwa dan membuat baper semua orang yang hadir di sana jadi hukuman kamu double."
"Ah, nggak asyik. Lebih baik aku mainan sama Sky."
"MasyaAllah Pak Ustadz pintar sekali ceramahnya. Daebak!!" Yuki bersorak senang kegirangan akting sambil tepuk tangan.
"Tuh kan? Kamu akting sebenarnya nggak capek?"
"Mana ada nggak capek, tuh lihat kaki aku pegel dan ini nih lihat lecet kan jari kakiku..." Asher meneliti dengan jelas.
"Eh, iya sakit ya? Bentar aku ambilin obat." Asher menuju kotak P3k dan mengambil obat untuk menyembuhkan mengoles ke jari kaki Yuki yang sedikit lecet.
Asher meniup-niup kaki istrinya yang meringis perih.
"Udah, jangan cengeng luka kecil itu nanti satu jam juga sembuh."
"Hm..." jawab Yuki dengan gumaman seraya turun dari ranjang dan melangkah ke luar.
"Mau kemana?" tanya Asher yang melihat istrinya meninggalkan kamar.
"Ambil Sky Mas, aku mau kasih ASI."
"Duduk aja gih, biar Mas yang ambil."
__ADS_1
"Nggak usah aku bisa," jawabnya datar.
"Kamu capek tiduran aja, aku bawa Sky nya ke kamar, okey..."
Asher pergi mengambil Sky ke kamarnya, atau ruangan khusus yang di buat untuk bermain Sky. Ruangan dengan penuh mainan. Sky sedang merangkak ke sana kemari ketika Asher menjemput ke ruangannya.
"Biar sama aku aja mbak, Sky nya."
"Iya, Pak," jawab baby sitter Sky senang.
"Sky sayang...." Asher berjongkok dan mengambil mainan di sekitarnya agar baby gembul itu menoleh dan merangkak menghampirinya.
"Ayo sayang lebih cepat... ayo... raih ini." Asher menggoncang-goncangkan mainan di tangannya hingga menimbulkan bunyi berisik.
Sky merangkak mendekat kearah yang di tuju dan...
HAP
Yuki langsung membopong tubuh Sky dengan gemas. Anak bayinya sangat lucu dia merangkak dan lebih mendekati kepada bundanya.
"Pintar sekali sih, anak Bunda." Yuki mencium gemas pipi anaknya yang cubby.
"Anak ayah juga ya dek... sini biar aku yang gendong ke kamarnya. Dibilangin tunggu malah nyusulin."
"Kamu nya lama, ASI aku sampai penuh."
Asher membawa Sky untuk di baringkan di ranjang. Yuki langsung memberikan sumber kehidupan bagi bayinya. Asher mengikuti langkah istrinya berbaring tepat di balik punggung Yuki. Pria itu memeluk dari belakang sambil mengendus rambut istrinya.
Tangan Asher ikut bergerak di sekitar benda kenyal yang sedang di sabotase bayi gembulnya.
"Ini punya ayah, Sky kapan berhenti sabotase punya ayah?" selorohnya sambil menatap bayi mungil yang tengah menatap juga dengan pandangan lembut. Bayi itu minum ASI sambil memainkan jari jempol kakinya. Matanya menatap Yuki dan Asher yang berada di depannya. Asher masih betah di samping mengendus leher Yuki dengan sesekali menoel pipi Sky gemas.
"Udah minumnya bayi, gantian dong... haus," selorohnya tepat di belakang telinga Yuki. Asher sengaja berbisik tentunya agar istrinya merasakan sensasi yang apalah itulah.
"Mas munduran dong, Sky biar bisa bobok dulu jangan diganggu."
"Nggak mau, iya aku diem," ucap Asher namun tidak menghentikan aktifitasnya.
"Ih... diem apanya, jangan dihisap-hisap geli tauk."
"Aku nggak ada kerjaan yank, jadi kegabutanku harus aku manfaatkan dengan membuat keasyikan bersamamu."
"Ssshhh.... berisik ih... diem Sky udah bobok."
"Awas minggir dulu, aku mau bawa Sky pindah ke box baby nya. Biar tidur nyenyak." Yuki memindah Sky dengan hati-hati lalu meregangkan otot tangannya sejenak.
__ADS_1
"Sini sayang..." panggil Asher menepuk-nepuk kasur bagian Yuki. Yuki bergeming mengamati suaminya yang tengah menatapnya dengan senyum terkembang. Tatapan penuh arti dan senyum penuh makna.
"Sky kan udah bobok jadi kita bisa mulai sekarang??"