
Yuki merasa tertantang dengan syarat yang diajukan suaminya. Syaratnya itu sebenarnya cukup mudah dan sudah pasti Yuki tidak bisa menolak. Kebutuhan biologis perihal dalam rumah tangga itu penting teramat penting malah, karena memang seorang pria butuh pelepasan untuk dirinya sendiri.Tapi, kok kalimat Asher agak ambigu?
"Di manapun, kapanpun," gumam Yuki seraya memasak di dapur untuk menu makan siang nantinya.
Dasar pria!!
"Bu sepertinya ini sudah matang," interupsi sang ART yang menemani Yuki di dapur.
"Eh iya Bik." Yuki sedikit melamun. "Bentar aku koreksi rasanya dulu. Hm... delicious!" ucapnya setelah merasakan masakannya pas sesuai selera suaminya. Tidak begitu pedes tapi kuat rasanya.
Setelah urusan dapur selesai, barulah Yuki mengemas di tempat bekal. Ia tersenyum puas memandang hasil masakannya kali ini.
"Bik, tolong beresin dapur ya, aku mau mandi dulu."
"Siap, Buk," jawab ART mengiyakan.
Yuki langsung bergegas ke kamarnya lalu segera membersihkan diri. Cukup lima belas menit gadis itu mandi sekarang ia tengah memilih pakaian yang pas agar tampil sedikit berbeda. Penampilannya selama ini teramat sederhana, karena hanya seputar sumur, dapur dan kasur.
"Biarlah kali ini suamiku pangling," batin Yuki tersenyum.
Sudah selesai dandan bukan berarti langsung berangkat. Yuki terlebih dahulu menemui Sky dan mengASIhi dulu supaya anak itu bisa anteng dan tidak rewel selama di tinggal. Ibu senang anak nyaman begitulah kira-kira peribahasanya.
Jarak kantor suaminya dan rumahnya tidak begitu jauh. Tujuh belas menit tanpa kendala kemacetan yang berarti. Yuki sudah menginjakan kakinya di lobby kantor.
"Selamat siang Ibu," ucap satpam yang mengenalinya. Yuki cukup sering datang ke kantornya jadi sedikit banyak sudah banyak yang tahu kalau dirinya istri dari pemilik perusahan ini.
Jam makan siang masih tiga puluh menit lagi, rupanya Yuki datang lebih awal karena terlalu bersemangat dan tentunya untuk menghindari kemacetan barang kali bisa terjadi.
Alwi yang sedang di ambang pintu langsung menyuruh istri dari bosnya itu masuk keruangan.
"Makasih Wi?" ucap Yuki yang di balas anggukan Alwi.
Yuki mengetuk pintu terlebih dahulu sebagai sopan santun kemudian mendorong pintu itu setelah di persilahkan masuk. Begitu Yuki masuk ternyata di ruangan Asher cukup rame sebab sedang kedatangan Tomi dan Anton.
"Sayang... kamu udah datang. Kok cepet udah nggak sabar ya mau ketemu aku," seloroh Asher percaya diri. Pria itu langsung menghampiri Yuki dan mendaratkan kecupan sayang di pipinya.
"Hai Ki... kamu tambah cantik aja?" sapa Anton yang langsung mendapat tatapan tajam Asher.
__ADS_1
"Jaga mata jaga hati... jangan sampai ke lain lagi... sumpah... aku mencintaimu..." Anton langsung menyela dengan bernyanyi.
"Hai... Anton, Tomi... maaf ya jadi keganggu karena kehadiranku."
"Nggak kok, kita cuma lagi main aja kebetulan Aku dan Anton sedang tidak sibuk jadi menemui Asher di kantornya.
"Wah... dibawain makan siang, kalian uwu banget sih bikin ngiri aja."
"Iya dong... istriku ini selain cantik juga sangat pengertian," jawab Asher bangga.
"Ki ada undangan pernikahan aku kalau sempet datang ya..." selorohnya memberi tahu.
"InsyaAllah... by the way selamat ya atas pernikahan kalian," ucap Yuki yang langsung di angguki Tomi.
Yuki meraih undangan di atas meja suaminya dan mengeryit bingung. Sekilas membuat Asher menatap Aneh.
"Anton nggak bagi undangan juga," seloroh Yuki.
Uhuks...
"Dia mah jomblo abadi," celetuk Asher tiba-tiba.
"Sembarangan, belum nemu yang pas... tapi boleh juga sih kalau nungguin jandanya kamu siapa tahu mau bercerai dari cowok songong macam dia," jawab Anton sinis dengan sengaja membalas perkataannya.
"Wah... ada yang ngajak ribut nih... " Asher pura-pura menggulung kemejanya.
Tomi hanya geleng-geleng kepala sambil tertawa melihat kekonyolan dua manusia dewasa tapi tidak bertingkah dewasa itu.
"Mau pulang sekarang, atau mau mati di sini," sarkas Asher sengit.
"Becanda SETAN...!!" jawab Anton kesal.
"Pulang sana gue mau lanjut meeting sama istri gue, hobby gangguin orang saja."
"Mau numpang makan siang dulu baru pulang."
"Nggak ada ya, itu jatah makan siang gue, nggak tahu diri namanya."
__ADS_1
"Dasar pelit, bucin parah lo istrinya dikekepin mulu." Anton dan Tomi tertawa terbahak.
"Pulang nggak, gue srampang juga lama-lama kesel."
"Ya habis lagu lo pake acara meeting padahal gue tahu lo mau main kan di kantor?" godanya sukses membuat Yuki yang mendengar begidik ngeri. Dia tidak bodoh, ucapan teman-teman suaminya tidak begitu gamblang tapi cukup mudah dimengerti.
Yuki menatap horor mereka bertiga yang sedang berdebat sengit.
"Oke kita pulang. Hati-hati Ki... Asher pemain lama yang handal pastikan kamu tahan banting," ucapnya sambil keluar ruangan.
"JAHANAM!! Fitnah..." teriak Asher sengit.
Ucapan Anton kali ini sukses membuat Yuki kepikiran setengah mati padahal Anton hanya sok tahu dan bersifat becanda tapi di tangkap berbeda sama rungu Yuki.
Pemain lama yang handal.. atau jangan-jangan Asher adalah orang yang suka ons dengan wanita lain atau mantan pacar mungkin.
"Sayang jangan dengerin kata Anton, dia hanya bercanda," ucap Asher gusar demi melihat mimik wajah ayu istrinya berubah mendung.
"Kamu... sering lakuin itu sama orang lain?" tanyannya lirih dengan wajah yang merah padam.
"MasyaAllah enggak sayang, nggak ada."
Anton sialan bikin salah paham istri gue...
"Aku pulang dulu, lain kali saja untuk bahas proyeknya. Sepertinya lebih cocok aku ajuin ke perusahaan lain." Yuki berdiri dan hendak meninggalkan ruangan, entah pernyataan Anton benar atau salah tapi Yuki merasa nyeri mendengar pernyataan itu.
"Sayang... mau kemana?" Asher langsung mengejar sebelum Yuki sampai di pintu keluar, Asher memeluknya dari belakang.
"Nggak ada wanita lain mana pun cuma kamu, sumpah bahkan kamu adalah orang yang pertama dan satu-satunya wanita yang menjadi partner ranjang aku, dari dulu sampai sekarang dan selamanya hanya kamu." Yuki mematung di tempatnya, ia merasa bingung dengan pernyataan Asher.
"Mas aku tidak menyinggung untuk hal yang terlalu dulu bahkan istri kamu kan bukan hanya aku, kebutuhan biologis itu sudah barang tentu menjadi wajib bagi pasangan halal. Aku hanya lelah dan sepertinya butuh istirahat segera." Yuki mencoba mengendurkan dekapan suaminya tapi Asher malah semakin memeluknya dengan erat.
"Asal kamu tahu Ki, aku dulu... belum pernah nglakuin kaya gitu sama siapapun. Kamu adalah orang yang pertama dan satu-satunya walaupun aku pernah punya dua wanita. Please... aku tidak mau bahas masa lalu karena aku tahu itu menyakitkan bagi kita berdua. Kamu sakit aku juga akan begitu sakit karena mengingatkan betapa aku memperlakukan kamu dengan sangat tidak semestinya. Hatiku sakit mengingat itu semua... aku sayang sama kamu. Jangan marah... aku nggak bisa dicuekin kamu kaya gini. Aku bisa gila..."
"Kamu Lebay Mas."
"Terserah kamu mau bilang apa tapi yang jelas aku tidak mau kamu marah, oke... tatap aku sayang. Aku mencintaimu... tolong percaya."
__ADS_1