Salahkah Aku Mencintai Seorang Duda

Salahkah Aku Mencintai Seorang Duda
Menggagalkan rencana penculikan


__ADS_3

Sore hari yang sangat cerah menjadi hari Minggu yang sangat indah.Ayunda keluar dari


tempat kos hendak pergi ke taman karena sayang melewatkan hari seindah hari ini.


Ayunda duduk di sebuah bangku yang berada dibawah pohon sambil memainkan hpnya dan sesekali melihat lihat ke sekelilingnya.Ayunda tersenyum saat seorang gadis kecil berusia sekitar 3 atau 4 tahun berjalan sambil mengoceh tidak jelas karena tangannya terus digenggam erat oleh seorang ibu yang berusia sekitar 40 tahunan lebih.


"Bibi,aku mau ke sana !" gadis kecil itu menunjuk ke arah Ayunda.


"Non Chayra mau duduk di sana,tapi itu sudah ada orangnya non....itu kursinya lagi buat duduk,"kata bi Imah,bi Imah adalah pengasuhnya Chayra.


"Tapi aku mau duduk disana,"Chayra langsung berlari ke arah Ayunda


"Halo gadis cantik,nama kamu siapa..."sapa Ayunda dengan senyum mengembang dibibirnya


"Aku Aila...."ucap Chayra lucu karena belum jelas mengucapkan kata-kata


"Namanya Chayra"ucap bi Imah


"maaf ya mbak kalau non Chayra mengganggu mbaknya".…..tambah bi Imah


"Tidak Bu....tidak mengganggu sama sekali,aku malah senang....adek Chayra ini sangat lucu gemes deh tante" ucap Ayunda sambil mencubit lembut pipi Chayra.


"Udah sore non.....ayo kita pulang,sebentar lagi papa non Ayra datang mau jemput.....katanya non mau beli boneka Barbie..."Bi Imah membujuk Chayra untuk pulang karena hari sudah semakin sore.


Chayra sudah terbiasa dengan panggilan Ayra atau Ay....karena orang rumah mengikuti ucapan Chayra yang belum bisa mengucapkan kata-kata dengan jelas.


Di pinggir jalan Bi Imah menunggu Ayah Ayra yang belum kunjung datang dan tiba-tiba ada sebuah mobil dengan pelan menghampiri mereka.Lalu keluar seorang laki-laki berbadan agak besar turun dari mobil sambil menengok ke sekelilingnya


"Ayra......"Bi Imah berteriak karena tiba-tiba orang asing tadi mengambil paksa Chayra yang sedang berdiri disamping Bi Imah

__ADS_1


Ayunda yang ternyata melihat kejadian itu langsung berlari dan segera memukul kepala orang asing itu dengan tasnya.Karena kebetulan tas Ayunda agak berat jadi itu bisa membantu memperlambat gerakan orang asing itu.


Bi Imah segera merebut Chayra dari tangan orang asing itu sementara Ayunda terus memukuli kepala penculik itu dengan tasnya.


Sopir yang sedang bersiap untuk membawa lari targetnya kemudian turun dari mobil hendak membantu temannya yang sedikit kesulitan karena Ayunda mengalungkan tali tas slempangnya ke leher temannya itu.


Ayunda sangat takut tapi Dia harus melakukannya


Sopir itu hendak memukul Ayunda namun Ayunda berhasil menghindar.....sampai beberapa kali Ayunda berhasil menghindar


"Sialan Lu berani Lu ya,hah ......belum tau siapa gua lu ya"ucap sopir itu


"Ga kena kan wueeee"Ayunda menjulurkan lidahnya meledek penculik itu diiringi dua tangannya yang diletakkan disamping kepalanya disertai gerakkan jari jemarinya ke atas dan kebawah


Tentunya itu semakin membuat dua penculik itu geram dibuatnya


Penculik pertama yang di pukul Ayunda dengan tasnya tadi bangkit dan menjambak rambut Ayunda dari belakang hingga Ayunda terjatuh.Ayunda merasakan sakit dipantatnya dan juga kepalanya.


"Awwww aaaargghhhh"pekik Ayunda


kemudian Ayunda berbalik memutar masih dengan posisinya tergeletak di tanah dan langsung menendang kaki penculik itu hingga terjatuh karena kehilangan keseimbangan.


Sementara Chayra terus saja menangis dalam pelukan Bi Imah


Penculik yang satunya lagi hendak memukul Ayunda namun Bi Imah dengan cepat memukul punggung penculik itu dengan sandal yang Ia pakai


"Terimakasih Bu"ucap Ayunda sambil mendongakkan kepalanya ke arah Bi Imah


"Sama sama mbak"tambah Bi Imah

__ADS_1


Orang yang dipukul Bi Imah langsung menoleh ke arah Bi Imah dan dengan sangat geram ingin membalas pukulan Bi Imah.Namun dengan cepat Ayunda langsung menendang kaki orang itu hingga terjatuh.


Kedua penculik itu cukup kewalahan dengan aksi yang dilakukan Ayunda.Dan berfikir untuk mengurungkan niatnya untuk menculik tapi disisi lain kedua orang itu takut dengan orang yang menyuruh mereka untuk menculik Chayra karena pasti mereka akan di pukuli habis habisan karena telah gagal menculik seorang gadis kecil.


Kemudian dari arah belakang kedua tangan Ayunda dicengkeram oleh penculik yang satu dan yang satunya lagi tengah bersiap hendak memukul Ayunda dan....


Sebuah tangan mencengkeram tangan orang yang hendak memukul Ayunda dan terjadilah adegan pukul memukul diantara mereka bertiga


Ayunda yang kaget langsung berlari menuju ke arah Bi Imah dan menyaksikan adegan didepannya.Ayunda sangat terpesona dengan ketampanan pria yang sedang berkelahi didepannya itu dan....ada sesuatu di dalam diri Ayunda yang bergejolak yang Ayunda sendiri tidak tahu rasa apa itu.


Ternyata Ayunda jatuh hati pada pandangan pertama dan dadanya berdegup dengan begitu kencang .


Deg.....


Dug.....


Deg.....


Dug....


Apa ini.....kenapa jantungku berdetak begitu kencang....dalam hati Ayunda


Kedua penculik itu kewalahan melawan Arya karena Arya jago bela diri.Akhirnya kedua penculik itu menyerah dan kemudian pergi meninggalkan tempat itu....


Di seberang jalan dekat taman itu....


Seseorang dengan kasar melepas kacamata


yang Ia kenakan dan dengan tatapan penuh kebencian memandangi ke arah Arya dan kemudian pergi meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


__ADS_2