Salahkah Aku Mencintai Seorang Duda

Salahkah Aku Mencintai Seorang Duda
Berlibur


__ADS_3

"Papa !! atu mau yiat halimau,dajah juga onyet (aku mau lihat gajah, harimau juga monyet) !" ucapan Chayra yang masih belum jelas membuat Arya dan Ayunda saling pandang kemudian mereka berdua beradu tawa renyah.


"Ok ok sayang,kita akan pergi ke kebun binatang sekarang !" Arya menaikkan kedua alisnya seraya menatap Ayunda meminta persetujuan darinya.


"Iya ! kita akan lihat hewan-hewan yang ada di sana,ayo kita siap siap sayang ! Tante ambil tas dulu ya ?!" Ayunda pergi ke kamar untuk mempersiapkan kebutuhan Chayra seperti minyak telon dan beberapa pakaian ganti , maklumlah yang namanya anak balita pasti dikit-dikit bajunya kena noda kotor.


Setelah selesai mempersiapkan semua yang dibutuhkan mereka keluar menuju area parkir dan masuk ke dalam mobil . Arya duduk di kursi kemudi dan Ayunda duduk disampingnya sambil memangku Chayra.Mereka bertiga sudah seperti keluarga yang sangat bahagia,padahal mereka baru saja menjadi sepasang kekasih tapi sudah begitu dekat ,apalagi kalau sudah menikah.Pasti akan lebih membahagiakan,mungkin.... karena mereka tidak pernah tau apakah hubungan mereka akan berjalan mulus atau malah akan banyak rintangan yang harus mereka hadapi.Tapi itu urusan nanti,jadi saat ini mereka menikmati masa-masa indah yang membahagiakan.


Arya melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi saat berada di jalan raya,meski begitu Arya tetap terlihat santai dan tenang dalam mengemudikan mobilnya, karena Arya sudah sangat lihai mengendarai kendaraan beroda empat itu.


Arya sudah terbiasa mengemudikan mobilnya sendiri . Berbeda pada saat masih bersama dengan Bella,Arya selalu di temani oleh sopir kepercayaannya saat masih menjalankan bisnisnya.Karena kesibukannya sangat menguras tenaga jadi Dia perlu sopir, setelah berpisah dari Bella , Arya lebih memilih untuk hidup sederhana supaya lebih santai,namun kini Ayahnya lah yang harus pontang-panting mengurus perusahaannya sendiri .


Dalam perjalanan mereka menuju kebun binatang, berkali-kali telepon seluler milik Arya terus saja berdering,namun diabaikannya, Arya hanya melirik dan kembali fokus menyetir.Perlu waktu satu jam untuk sampai di tempat tujuan.Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama sampailah mereka di tempat tujuan.Mereka bertiga turun dari mobil dan Arya mengambil HP nya kemudian menghubungi ayahnya yang sedari tadi menghubungi Arya namun ia abaikan.


Ayunda duduk di sebuah kursi bersama Chayra di sebelah loket pembelian tiket tempat itu dan menawarkan minum untuk Chayra.


"Papa yama banget si....?!" Chayra berdecak kesal pada Ayahnya yang masih sibuk menelpon.Bibirnya mengerucut dan kedua tangannya mengepal dipukul pukulannya satu sama lain,kedua kepalan tangannya beradu.


"Sabar ya Ay, sebentar lagi papa selesai kok," Ayunda menghibur.


"Ini minum dulu ," tambahnya sembari membuka segel penutup botol air mineral lalu mengarahkannya ke mulut Chayra dan Chayra langsung meminumnya.


Selesai menelpon Arya langsung menuju ke loket pembelian tiket dan membeli 3 lembar tiket masuk,kemudian mengajak Ayunda dan Chayra untuk segera masuk ke dalam area kebun binatang tersebut.


Begitu masuk ke dalam mereka disambut oleh ikan-ikan berukuran agak besar kira - kira sepanjang satu meter yang berada di dalam sebuah akuarium besar melengkung seperti lorong di atasnya.Di bawahnya, tepatnya di sisi kanan dan kiri jalan ada kolam sepanjang lorong tersebut untuk ikan-ikan kecil. Chayra kegirangan melihat pemandangan yang begitu menakjubkan baginya. Berkali-kali Ia ingin meraih ikan-ikan besar yang berenang di atas mereka.


Setelah lorong akuarium itu terlewati mereka kemudian masuk ke sebuah ruangan yang sangat besar yang di dalamnya berisi banyak akuarium berukuran sedang di samping kanan dan kiri ruangan tersebut. Berbagai jenis ikan dan ukuran yang berbeda dan juga berasal dari negara - berbeda pula ada di sana, seperti ikan Buaya,ikan Arwana dan lain sebagainya.


Berkali-kali Chayra menjerit kegirangan menyaksikan pemandangan indah itu. Berkali-kali pula Chayra ingin meraih ikan-ikan yang ada didalam akuarium itu. Setelah keluar dari ruangan tersebut kemudian mereka masuk ke ruangan lain yang di dalamnya ada sebuah akuarium raksasa yang berisi ikan raksasa pula,nama ikan itu adalah ikan Amazon yang berasal dari sungai Amazon, yang terletak di Benua Amerika.


Keluar dari ruangan tersebut kemudian mereka menaiki anak tangga,di atas sana adalah area terbuka,banyak jenis burung-burung dari daerah yang berbeda-beda pula dan ada juga beberapa jenis reptil seperti,ular,kadal dan juga buaya berukuran besar.


Lelah berjalan cukup panjang mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak sambil memakan camilan yang mereka bawa,saat dalam perjalanan tadi mereka sempat mampir ke sebuah minimarket untuk membeli beberapa camilan dan juga air mineral.


Arya yang sedari tadi berjalan sambil menggendong Chayra merasa pegal di lengan tangan dan juga pundaknya,kini Chayra di turunkan dari gendongannya.

__ADS_1


"Aduh,,putri papa sekarang sudah semakin berat ya,tangan papa sampai pegal-pegal jadinya." Arya menurunkan Chayra dari gendongannya kemudian mereka duduk di sebuah kursi yang mejanya berbentuk lingkaran dengan sebuah payung besar di atasnya.Ada empat kursi di sana,dan mereka duduk untuk beristirahat dan memakan beberapa camilan sambil mengobrol.


Di tengah -tengah obrolan asyik mereka tiba-tiba telepon milik Ayunda berbunyi,ada sebuah pesan dari temannya,Siska.


Isi pesan tersebut ;


Siska,


'Hei Ayunda ,apa kamu tidak pulang lagi hari ini'


Ayunda,


'Iya Sis,entahlah nanti sore setelah kita pulang'


Siska,


'Maksud kamu'


Ayunda,


'Sekarang aku sedang pergi jalan-jalan bersama dengan mas Arya dan juga Chayra,mungkin akan pulang sore nanti,bahkan mungkin sampai malam'


Siska,


'Ibu kos nanya kamu kemana dan aku bingung menjawabnya, tidak mungkin kan aku bilang kamu menginap di rumah mas Arya'


Ayunda,


'Kamu bilang saja kalau aku menginap di rumah saudara,sudah dulu ya,' Ayunda mengakhiri pesan singkat mereka.


"Chat dengan siapa kamu ?" tatapan Arya tajam ke arah Ayunda dan Ayunda agak risih dengan itu.


"Teman aku Siska,siapa lagi !?" jawab Ayunda meyakinkan karena sepertinya Arya sedikit kesal karena kebersamaan mereka terganggu , karena Ayunda sibuk membalas chat yang berkali-kali itu.


"Oh,ya sudah !" ungkapnya.

__ADS_1


"Memangnya kamu pikir siapa ? pria lain ?" ujar Ayunda kesal.


"Bukan seperti itu ! tapi kamu berkali-kali membalasnya, sampai-sampai kamu tidak mendengar saat aku panggil," Arya tak mau kalah.


"Benarkah tadi kamu memanggilku? kenapa aku tidak dengar ?" Ayunda balik bertanya.


"Itu dia masalahnya,kamu terlalu sibuk dengan chat kamu sampai-sampai kau mengabaikan ku." Arya semakin kesal karena Ayunda malah balik bertanya padanya,Dia benar-benar tidak mendengar panggilan dari Arya.


"Papa ! Tante ! udah jangan libut ! kata Oma tidak boleh belantem !"ujar Chayra menghentikan pertikaian kecil antara Ayunda dengan Arya.


Keduanya lantas menoleh ke arah Chayra kemudian mereka beradu pandang dan Arya berinisiatif untuk meminta maaf terlebih dahulu dan Ayunda yang sudah terlanjur ngambek masih saja cemberut meski dia sudah memaafkan Arya.


"Maaf ya,aku yang salah duluan," seulas senyum terukir di bibir Arya.


"Iya,aku maafkan,aku juga minta maaf ," jawab Ayunda jutek.


"Kok,maafnya tidak ikhlas begitu,nanti cantiknya hilang Lo ?! itu si monyet sampai tertawa terpingkal-pingkal lihat muka kamu jutek begitu,jadi jelek tahu !"Arya meledek Ayunda dan akhirnya Ayunda tersenyum dan marahnya pun seketika menghilang.


"Mana ?! mana monyet yang menertawakan aku ?!" Ayunda menengok ke kanan dan ke kiri mencari monyet yang menertawakan dirinya tapi Ia tidak menemukannya.


"Ha ha kamu kena prank ," Arya tertawa dan Ayunda memukul lengan Arya kemudian mereka tertawa bersama, Chayra pun ikut tertawa karenanya.


Setelah dirasa cukup istirahatnya,mereka lantas beranjak dari tempat duduk mereka dan melanjutkan perjalanan mereka menuju ke lokasi hewan buas.


Sambil berjalan Ayunda menjelaskan nama -nama hewan yang ada di sana pada Chayra dan Chayra selalu mengulangnya menyebut nama-nama hewan tersebut.


"Di sini baunya tidak enak !" Chayra mengeluh.


"Aku tidak suka!" tambahnya lagi.


"Itu namanya harimau dan yang ada bulu tebal di wajahnya itu namanya singa, karena mereka pemakan daging jadi keringat dan kotorannya bau seperti ini ." Ayunda menjelaskan. Lalu mereka buru-buru pergi meninggalkan tempat tersebut karena sudah tidak tahan dengan bau yang ada di sana.


Karena hari sudah semakin sore akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke rumah dan mereka mampir ke sebuah restoran untuk makan malam.


Dalam perjalanan Arya bingung mau pulang ke mana,selain itu Arya juga masih ingin bersama dengan Ayunda.Akhirnya setelah perdebatan kecil mereka memutuskan untuk kembali ke apartemen milik Arya.Dengan berat hati Ayunda menyetujui permintaan Arya,Dia berjanji akan mengantarkannya besok siang, karena besok adalah hari Minggu jadi masih ada waktu untuk sedikit bersantai.Arya sangat menikmati hari-harinya bersama dengan Ayunda dan putri kecilnya,rasanya Ia tidak mau berpisah dengan Ayunda,ingin hidup bersama selamanya.

__ADS_1


Pukul delapan malam mereka baru sampai di apartemen milik Arya, setelah beristirahat sejenak mereka masuk ke dalam kamar masing-masing untuk membersihkan diri karena badan mereka sudah terasa sangat lengket ,Ayunda mandi bersama dengan Chayra, Chayra menjadi sangat dekat dengan Ayunda hingga Ia ingin memanggilnya dengan sebutan 'mama' ,Ayunda sempat berfikir sejenak dan tidak mau mengecewakan Chayra jadi Dia mengiyakan saja permintaan Chayra.Chayra kegirangan karenanya bahkan samar-samar terdengar oleh Arya, suara Chayra bersorak ria dari dalam kamar sebelah.


Setelah selesai dengan aktivitas masing-masing,mereka bertiga lantas langsung tertidur karena sudah merasa sangat lelah.Arya berharap bisa segera menikahi Ayunda supaya kebahagiaan mereka benar-benar nyata.Dan Chayra bisa memiliki ibu sambung layaknya ibu kandung yang sangat menyayanginya. Larut dalam khayalannya tidak terasa katup mata sudah mulai tertutup dan......Arya mulai terlelap serta membawa kebahagiaan ke dalam mimpinya.


__ADS_2