Salahkah Aku Mencintai Seorang Duda

Salahkah Aku Mencintai Seorang Duda
Kegaduhan di Kafe Sany


__ADS_3

Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif, atau sedang berada di luar jangkauan.


Tut........


Tut........


Tut.........


Berkali-kali Arya mencoba menghubungi Ayunda namun nomornya selalu tidak pernah aktif.


Arya memutar handphone nya di atas meja, terus diputar menggunakan jarinya. Ia berfikir keras, kenapa nomor Ayunda tidak bisa dihubungi, 'apa dia mengganti nomornya, atau dia sengaja ingin menjauhiku,' pikirnya .


Arya tidak punya pilihan lain selain menghubungi Aldi, meski Aldi tidak suka pada Arya namun Arya selalu berusaha untuk menjadi kakak yang baik. Dari Aldi akhirnya Arya tahu jika handphone milik Ayunda dibawa kabur oleh seorang jambret kemarin.


"Belikan handphone baru untuk Ayunda!" titah Arya pada Aldi dibalik telepon.


"Ok, baiklah! akan segera aku belikan." Aldi tersenyum smirk, terbesit sebuah ide di dalam otaknya.


Disisi lain, Ayunda sedang sibuk bekerja karena hari ini kafe begitu ramai pengunjung.


"Aw........." pekik seorang wanita cantik yang tiba-tiba berdiri membalikkan badannya dan beranjak dari tempat ia duduk tanpa memperhatikan sekitar. Akhirnya, Ayunda yang tengah berjalan dari arah belakang wanita cantik tersebut sembari membawa sebuah nampan berisi makanan dan minuman pun secara tidak sengaja menabrak wanita cantik tersebut hingga sebuah minuman tumpah dan mengotori dress yang wanita tersebut kenakan.


Pakaian wanita cantik itu basah dari bagian dada hingga perutnya.


"Ah, maaf nona! maaf,saya tidak sengaja !" Ayunda yang terkaget lantas segera meminta maaf pada wanita yang ditabraknya.

__ADS_1


Wanita cantik itu menatap tajam ke arah Ayunda, kedua matanya membulat sempurna.


"Dasar kamu!"


Plaakk.....


Wanita tersebut menampar pipi kiri Ayunda.


Ayunda sontak kaget dan mulutnya menganga lebar. Ingin sekali membalas tamparan wanita tadi namun Ayunda tahan dan mencoba bersabar karena ia tidak mau mengganggu pengunjung lain dan juga demi menjaga nama baiknya serta menjaga nama baik kafe. Ayunda bekerja secara profesional.


"Apa anda buta nona? sehingga anda tidak melihat manusia sebesar ini!" wanita cantik itu memarahi Ayunda.


"Maaf nona, tapi saya benar-benar tidak sengaja!" Ayunda masih bersikap sopan walau sudah dipermalukan oleh wanita itu.


"Apa? maaf! semudah itu kamu meminta maaf. Lihat ini! bajuku menjadi kotor. Bagaimana aku pulang nanti?!" ujar wanita cantik itu.


"Bagaimana kalau aku ganti saja bajunya ya?! aku akan belikan baju baru di toko depan itu." Ayunda menunjuk sebuah toko pakaian yang berada didepan kafe.


"Tidak perlu! pasti baju yang kamu beli hanya baju murahan. Aku alergi dengan baju murah!" wanita cantik itu berkata dengan sombongnya.


"Aku harus bertemu dengan manager kafe ini biar kamu dipecat!" geram wanita cantik itu.


"Hei, nona! sudahlah! dia kan tidak sengaja, sudah maafkan saja, lagian hanya basah sedikit." Ucap seorang wanita muda yang duduk di kursi bagian belakang dari wanita yang sedang marah itu.


"Iya, nona.....hal sepele tidak usah dibesar-besarkan!" ucap pengunjung lain.

__ADS_1


Semua pengunjung pun mengiyakan ucapan pengunjung tersebut.


Wanita cantik yang sedang naik pitam itupun terbungkam sejenak, ia malu sendiri karena nya. Baru saja ia hendak melangkah pergi meninggalkan tempat tersebut tiba-tiba Aldi yang telah keluar sebentar sudah berada di depan wanita cantik itu. Entah sejak kapan Aldi berdiri disana.


"Kak Bella!" Aldi tercengang menatap wanita cantik yang ada didepannya itu dan begitu pula dengan Bella. Keduanya terpaku dan saling tatap.


Ayunda yang tidak tahu jika keduanya sudah saling mengenal satu sama lain hanya terdiam menyaksikannya .


"Waw....! ada tamu istimewa rupanya, maaf aku tidak menyambutmu. Selamat datang kembali kak Bella!" ucap Aldi menyeringai.


"Setelah sekian lama, akhirnya kembali juga. Aku pikir kamu sudah bahagia diluar negeri bersama dengan pria idamanmu." Ujar Aldi.


Yang diajak berbicara hanya diam seribu bahasa.


Aldi hampir melupakan Ayunda yang masih berdiri dengan bingung. Aldi menoleh ke arah Ayunda," kembalilah bekerja, aku akan mengurusnya." Ucap Aldi pada Ayunda dan Ayunda pun segera kembali menjalankan tugasnya.


"Aldi! kebetulan kita bertemu disini, aku mau minta bantuanmu." Bella memohon dengan tatapan datar.


"Sebaiknya jangan berbicara disini, ayo ke ruangan ku saja," Aldi mengajak Bella ke ruangannya agar lebih leluasa.


Ayunda yang melihat mereka berdua berjalan memasuki ruangan manager menjadi semakin penasaran, entah apa yang Ayunda pikirkan namun rasa penasaran itu sangat mengganggu .


Ayunda pun mengikuti keduanya, dia ingin tahu apa yang akan mereka bicarakan.


Ayunda mengendap-endap bak seorang pencuri, karyawan lain yang melihat tingkah aneh Ayunda hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

__ADS_1


Ayunda berusaha untuk mendengarkan percakapan keduanya dari depan pintu namun usahanya sia-sia, dia tetap tidak bisa mendengarkannya.


Sampai akhirnya pintu dibuka dari dalam. Ayunda yang kaget menjadi salah tingkah dan berpura-pura berjalan pelan supaya mereka tidak curiga padanya.


__ADS_2