
Ayunda dan Siska bangun pagi-pagi sekali karena hari ini mereka akan pergi bekerja.Ayunda sudah bisa pergi bekerja hari ini jadi Dia bersiap pagi pagi sekali karena sudah sangat merindukan pekerjaannya.
Meskipun mereka tidak bekerja di tempat yang sama tetapi tempat kerja mereka satu arah,jadi mereka selalu pergi bersama naik angkutan umum yang sama.
Setelah beberapa menit sampailah mereka di tempat kerja mereka masing-masing.Seperti biasa Ayunda akan langsung menuju ke loker untuk menyimpan barang-barang pribadinya.Ayunda bekerja di Hotel Permata sebagai resepsionis,belum sampai Ayunda di tempatnya Dia di kagetkan oleh seseorang.
"Selamat pagi Ayunda! bagaimana keadaan kamu,apa sudah membaik?"ucap Bu Fera,Dia salah satu staf di hotel itu.
"Baik Bu Fera,"jawab Ayunda .
"Emmmm Ayunda ,kamu disuruh ke ruangan pak Dimas sekarang!"tambah Bu Fera.
"Saya dipanggil Pak Dimas....?ada apa ya Bu...?"tanya Ayunda bingung.
"Saya kurang tahu,tapi....ah kamu masuk saja ke ruangan Pak Dimas! nanti kamu akan tahu apa yang akan dikatakan oleh Pak Dimas ", jawab Bu Fera.
"Baik Bu,"ucap Ayunda linglung.
Ayunda bingung kenapa Dia di panggil oleh pak manager.
'Apakah aku melakukan kesalahan,kenapa aku dipanggil? ' ungkapan itu di utarakan Ayunda dalam hati.
Ayunda sangat gugup untuk menghadapi Pak Dimas karena manager itu sangat galak.Ayunda juga terpaksa bertahan bekerja di tempat itu karena Dia butuh pekerjaan untuk bertahan hidup dan juga membantu keuangan orang tuanya di kampung.
'Tok tok tok....'Ayunda mengetuk pintu ruangan Pak Dimas.
__ADS_1
"Masuk!"suara dari dalam ruangan.
"Anda memanggil saya Pak?"Ayunda memberanikan diri bertanya pada Pak Dimas.
"Ya! Silahkan duduk?!"ujar Pak Dimas.
"Kamu tahu,kenapa kamu saya panggil?"tanya Pak Dimas.
"Ti.... tidak Pak", jawab Ayunda gemetar.
"Sebelumnya saya minta maaf, karena dengan sangat terpaksa kamu diberhentikan dari pekerjaan kamu!"ujar Pak Dimas.
'Deg...
Bagai tersambar petir mendengar pernyataan itu.Ayunda sangat terkejut dalam hati bertanya tanya kesalahan apa yang telah Dia perbuat sampai harus diberhentikan dari pekerjaannya.
kedua:bahkan sampai tiga hari kamu tidak memberikan kabar apapun ke kantor,jadi....saya anggap kamu keluar secara tidak resmi ",ucap Pak Dimas panjang lebar yang membuat Ayunda heran karena Dia tidak lupa memberi kabar pada atasannya,tapi kenapa Dia dibilang tidak ijin.
Ingin rasanya Ayunda berontak atas ketidak terimaannya di pecat begitu saja,tapi diurungkannya karena Ayunda takut pada Pak Dimas.Akhirnya keputusan itu Ia terima saja.
"Maaf Pak,saya....saya lupa karena....."ucapan Ayunda terhenti saat Ayunda melihat kedua manik mata Pak Dimas menatap tajam kearahnya.
"Baik Pak,sekali lagi saya minta maaf!"Akhirnya Ayunda mengalah dan menerima kenyataan bahwa Dia benar benar dipecat dan Dia harus bersabar untuk itu.
"Ini gaji kamu bulan ini,saya berikan full satu bulan sebagai tanda terimakasih atas pekerjaan kamu yang sebenarnya sudah sangat baik,namun kecerobohan kamu tidak bisa di toleransi ",ucapan terakhir Pak Dimas
__ADS_1
"Terimakasih Pak,saya mohon diri...permisi,"dengan kecewa Ayunda pergi meninggalkan ruangan Pak Dimas.
Ayunda menghela nafas panjang dan segera pergi ke loker untuk mengambil barang-barang pribadinya.
Sebelum menuju ke loker Ayunda pergi ke toilet dulu karena tangis Ayunda sudah hampir pecah dan Dia dikagetkan oleh suara seseorang.
"Mampus Lo dikeluarin, makanya jangan sok cantik disini!"ucap Dewi, orang yang sangat tidak suka terhadap Ayunda dan Dialah yang membuat Ayunda dipecat.
Sebenarnya orang orang di tempat itu sangat toxic,banyak sekali persaingan orang orang yang haus akan suatu jabatan dan Ayunda tersisihkan karena banyak juga yang cemburu dan merasa tersaingi oleh kecantikannya. Ayunda juga sangat rajin sebetulnya tapi seringkali Dia difitnah oleh orang yang tidak suka padanya .
Ayunda tidak menghiraukan perkataan Dewi dan berjalan meninggalkannya begitu saja, karena Ayunda sudah paham bahwa Dewi hanya ingin memicu emosinya dan jika diladeni maka akan ada pertikaian dan Ayunda sudah sangat malas untuk berurusan dengan orang yang tidak penting.
.
.
.
.
.
Ayunda berjalan menelusuri jalanan yang sangat ramai.Dia tidak tahu akan kemana karena Ayunda sangat bingung apa yang harus dilakukanya.
Ayunda berjalan sambil melamun dan dengan tidak sengaja Dia mulai berjalan hampir ke tengah jalan hingga sebuah mobil hampir menabraknya .Beruntung pengemudi mobil itu bisa mengendalikan laju mobilnya dan berhenti kemudian pengemudi mobil itu keluar dari mobilnya.
__ADS_1
Ayunda yang kaget dengan sebuah mobil yang hampir menabraknya langsung berteriak dan menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya.
Ayunda terperangah dengan orang yang ada di depannya.Kedua matanya bertemu dengan kedua mata orang yang hampir menabraknya.