Salahkah Aku Mencintai Seorang Duda

Salahkah Aku Mencintai Seorang Duda
Ingatan Masa Lalu


__ADS_3

"Ya,Sis.....gimana?!"Ayunda menjawab telepon dari Siska.


"Kamu kemana saja Yun??"tanya Siska khawatir.


"Kamu tidak pulang ke kos, nginep dimana kamu?"tanyanya lagi.


"Iya Sis, tadinya mau pulang,tapi tidak jadi.Ini kan sudah jam 11 malam, pintu gerbang pasti sudah dikunci kan?mana mungkin aku bisa masuk!"Ayunda memelas.


"Iya juga sih,lalu kamu dimana sekarang?aku khawatir tau!"ucap Siska kesal.


"Aku dalam perjalanan menuju ke apartemen milik mas Arya."ucap Ayunda lirih,malu jika perbincangan mereka terdengar oleh Arya.


"Apa!!!"


"Kamu mau menginap di apartemen mas Arya?berdua?"suara Siska meninggi karena kaget .


"Apa mas Arya sudah menyatakan perasaannya,kalian jadian ya? dan,,,dan kalian........?"Siska menghentikan ucapannya.


"Aduh,jangan keras-keras!" Ayunda sedikit menunduk dengan mata terpejam dan tangan kanannya menyentuh dahinya.


"Dan lagi, jauhkan pikiran nakal kamu!"Ayunda sedikit mengancam.


"Aku terpaksa ikut mas Arya karena tidak mungkin aku pulang ke kos dan disini juga ada si kecil Ayra.Kami bertiga bukan berdua!"ucapnya lagi tegas lalu menutup teleponnya.


Arya yang sedari tadi mendengarkan percakapan mereka berdua hanya tersenyum senyum dan sesekali melirik ke arah Ayunda kemudian kembali fokus mengemudi.


Di seberang sana Siska malah berfantasi tentang Arya dan Ayunda.Dia memikirkan kemungkinan yang akan terjadi pada mereka berdua yang sedang dimabuk asmara.

__ADS_1


Mobil Arya masuk ke area parkir kemudian Arya turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Ayunda.Ayunda keluar sambil menggendong Chayra yang sudah terlelap dalam tidurnya karena kelelahan.


Mereka berjalan memasuki apartemen.Arya merasa tidak enak pada Ayunda dan memintanya untuk bergantian menggendong Chayra,namun Ayunda tidak mau, dia merasa senang bisa lebih dekat dengan Chayra.


Sampai di depan pintu apartemen Arya membuka pintu dengan kode beberapa angka.Ayunda tidak terlalu memperhatikan kode itu karena kedua netranya sedang digunakan untuk berkeliling memperhatikan sekitar,takut ada orang yang melihat mereka.Karena ini kali pertama Ayunda tinggal satu atap bersama laki-laki dan mereka belum menikah .


Pintu terbuka kemudian mereka memasuki ruang utama.


Arya membukakan pintu kamar untuk Ayunda , kemudian Ayunda menidurkan Chayra pelan pelan karena takut Chayra akan terbangun jika terguncang.


"Ayunda!"panggil Arya.


"Ya!" jawaban singkat Ayunda.


"Kamu mau tidur di kamar ini atau kamar yang satunya lagi?"tanya Arya.


"Aku disini saja mas tidur dengan Chayra,aku takut tidur sendirian,"pinta Ayunda dengan wajah memelas.


Arya hendak keluar dari kamar itu dan sampai di ambang pintu langkahnya terhenti .


"Mas Arya,tunggu!" panggil Ayunda.


Arya berfikir jika Ayunda menghentikannya karena Dia berubah pikiran dan hendak meminta supaya Arya juga tidur di kamar tersebut namun Arya salah.


"Apakah disini ada piyama untukku? tidak mungkin aku tidur dengan pakaian seperti ini!"ujar Ayunda.


"Oh....ada didalam lemari,tapi itu bajuku !?"sahut Arya sambil berjalan menuju ke depan lemari pakaiannya,dan Ayunda ternyata mengekorinya.

__ADS_1


Arya sedang sibuk mencari piyama miliknya dan netra Ayunda tertuju pada sebuah piyama perempuan.


"Mas, yang itu?"jari Ayunda menunjuk ke sebuah piyama perempuan berwarna maroon.


'Huft....'Arya menarik nafas dalam dan menghembusnya pelan."Baju itu mengingatkan aku pada Bella,mantan istriku ."


"Maaf kalau begitu, carikan aku baju yang lain",Ayunda merasa bersalah , wajahnya memelas.Arya yang melihat perubahan mimik wajah Ayunda pun jadi tidak tega.Akhirnya Arya mengambil piyama itu,dipegangnya piyama celana panjang dengan atasan pendek berwarna maroon polos itu.Arya memandangi piyama itu dengan tatapan kosong ,sekilas netranya melihat ke arah Ayunda kemudian memandangi piyama itu sembari tersenyum tipis lalu memberikan piyama itu untuk segera dipakai oleh Ayunda.Dia juga mengambil piyama untuk dirinya sendiri .


Arya keluar dari kamar itu dan Ayunda mengekorinya untuk mengunci pintu karena Ayunda akan mengganti pakaiannya.Setelah selesai mengganti pakaian Ayunda membuka kembali kunci pintu kamar tersebut.Kemudian


menyusul Chayra yang sudah terlelap dan Ia segera merebahkan tubuhnya yang sudah sangat lelah itu ke atas ranjang,Ia menoleh ke arah Chayra lalu mengecup pipi Chayra beberapa kali, setelah itu Ayunda mengucapkan selamat tidur pada balita yang telah terlelap itu sambil tersenyum lalu Ia merebahkan kembali tubuhnya dan segera memejamkan matanya.Tidak butuh waktu lama Ayunda sudah memasuki alam mimpinya .


Arya memasuki kamar yang bersebelahan dengan kamar yang digunakan oleh Ayunda.Dia berjalan gontai, ingatannya kembali pada masa lalu, masa dimana Arya sedang berbahagia bersama dengan Bella yang pada saat itu mereka baru saja dikaruniai seorang putri kecil yang diberi nama Chayra. Kebahagiaan sesaat yang memberikan luka begitu dalam untuk Arya .


Sampai di bibir ranjang Arya duduk sejenak ,menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembusnya kembali.Ia lalu merebahkan tubuhnya ke atas ranjang dan kepalanya bersandar di atas kedua tangannya, pandangannya mengarah ke langit-langit, membayangkan kembali saat pertama kali bertemu dengan Bella sampai pada saat mereka berpacaran hingga memutuskan untuk menikah.Jauh di lubuk hati Arya yang paling dalam masih ada sedikit perasaan cinta untuk Bella.Namun kesalahan yang dilakukan oleh Bella benar benar sudah sangat keterlaluan.Dia tega meninggalkan dirinya dan juga putri kecil mereka yang pada saat itu masih sangat membutuhkan ASI-nya.


Arya memejamkan kedua matanya ingin melupakan masa lalunya yang sangat kelam itu namun itu terlalu sulit.Arya malah dirundung rasa gelisah hatinya sangat resah karena tidak biasanya dia mengingat Bella.


'Ada apa ini,kenapa aku malah teringat Bella terus.'Batin Arya.


Berkali-kali Arya mencoba memejamkan kedua matanya mencoba untuk tidur tapi tetap saja tidak bisa,Arya jadi frustasi jadinya.Akhirnya dia keluar kamar menuju ke dapur untuk mengambil minum lalu membuat secangkir kopi dan kembali ke kamarnya.Sebelum memasuki kamarnya sendiri Arya melirik ke arah pintu sebelahnya dan memanggil nama Ayunda dua kali namun tidak ada sahutan dari dalam kamar itu,'mungkin Ayunda sudah tertidur,'ucapan dalam batin Arya.


Arya masuk ke kamarnya dan menuju ke balkon untuk menenangkan pikirannya dengan menghirup udara segar.


Arya merenung......


'Daripada aku memikirkan masa lalu yang tidak akan mungkin kembali lagi,lebih baik aku memikirkan masa depan untuk Chayra bersama dengan Ayunda',,pikirnya lalu tersenyum dan tertawa ringan merasa heran dengan sikap dirinya sendiri itu.

__ADS_1


'Ayunda adalah gadis yang sangat baik, penyayang dan juga keibuan.Aku pasti tidak akan salah memilihnya untuk menjadi ibu sambung untuk Chayra.Dan aku harap Dia juga bisa menerimaku dan Chayra',,,pikir Arya dalam lamunannya, pandangannya jauh ke depan,sambil menikmati secangkir kopi panas yang cukup menghangatkan tubuhnya yang dingin terkena terpaan angin malam .


Setelah cukup lama berada di sana dan kopi pun telah habis rupanya lalu Arya kembali masuk ke dalam kamar dan merebahkan dirinya kembali untuk tidur.Setelah pikirannya tenang kembali dan tubuhnya pun sudah relax barulah Ia bisa tertidur menyusul Ayunda dan Chayra yang sudah sangat lama menunggunya di alam mimpi.Arya memasuki alam mimpinya dengan hati yang berbunga-bunga.💜💜💜


__ADS_2