
Semalaman Arya tidak bisa tidur karena terus memikirkan Ayunda.Sepertinya Arya juga merasakan hal yang sama dengan Ayunda tapi Arya mencoba menepis rasa itu.....karena semenjak ditinggal pergi oleh mantan istrinya itu,Arya tidak pernah mau dekat dengan wanita lain karena terlalu kecewa dengan wanita.Di saat sedang bahagia dan Arya merasa bahwa Bella,mantan istrinya itu adalah satu-satunya wanita yang akan menemaninya sampai akhir hayat namun Arya salah.
Bagi Arya Bella merupakan wanita terjahat yang Ia temui karena Dia begitu tega meninggalkan anaknya sendiri dan parahnya lagi pada saat itu Chayra baru berusia 6 bulan dan masih menyusui.
Pagi pagi sekali Arya sudah bersiap untuk menjenguk Ayunda dan menunggu hasil pemeriksaan apakah Ayunda sudah dibolehkan untuk pulang hari ini.
Tok tok....! Arya mengetuk pintu kamar dimana Ayunda dirawat.
"Masuk...."suara dari dalam ruangan.
Melihat seorang pria tampan yang masuk Siska langsung menyenggol lengan Ayunda dengan sikutnya.
"Siapa Dia?apakah Dia yang bernama Arya?"tanya Siska ingin tahu.
"Iya.....Dia itu mas Arya"jawab Ayunda berbisik.
"Selamat pagi ! emmmm akuuu.... bawakan sarapan untuk kamu dan teman kamu juga "ucap Arya agak ragu karena Dia datang terlalu pagi.
"Pagi !"jawab Ayunda dan Siska bersamaan.
"Waaah....Anda baik sekali Tuan"ujar Siska memuji dengan senyum yang lebar.
"Jangan panggil aku tuan,panggil saja aku Arya"jawab Arya
Tok tok tok "permisi"suara dari luar pintu ruangan dan pintu langsung terbuka kemudian Dokter yang menangani Ayunda masuk untuk memeriksa keadaan Ayunda.
"Bagaimana keadaan anda,apakah bagian belakang anda sudah tidak nyeri,apakah sudah bisa berjalan"tanya dokter pada Ayunda
"Saya rasa sudah lebih baik Dok,tidak terlalu sakit dan saya sudah bisa berjalan pelan pelan.Apa saya sudah bisa pulang Dok?"ujar Ayunda memohon karena Ayunda sudah sangat bosan berada di ruangan itu.
"Baik,karena anda sudah bisa berjalan anda sudah boleh pulang hari ini.Nanti setelah administrasi selesai dan akan saya buatkan resep obatnya"kata dokter itu kemudian keluar meninggalkan ruangan itu.
__ADS_1
Ayunda dan Siska sarapan bubur ayam yang dibawa oleh Arya sementara Arya mengurus administrasi supaya mereka bisa cepat pulang.
...****************...
Di sisi lain......ada seseorang yang sedang menahan emosi karena rencananya untuk menculik Chayra gagal.Sebenarnya Aldi hanya ingin bermain-main dengan Arya dia tidak akan menyakiti Chayra karena biar bagaimanapun Arya adalah saudara tirinya.Ayah Arya menikah dengan Ibunya Aldi .Aldi berniat menggunakan Chayra untuk meminta uang tebusan karena Aldi menginginkan posisi yang tinggi di perusahaan keluarga Arya tetapi malah Aldi disuruh belajar dulu oleh Ayah Ben,nama Ayah dari Arya adalah Ben Richard,seorang pengusaha ternama di kota tempat mereka tinggal.Aldi harus menyelesaikan kuliahnya dulu agar Dia bisa membantu Arya di perusahaan Ayah Ben.
Arya adalah pewaris tunggal di perusahaan Manggala Jaya namun Arya memilih untuk membuka usaha sendiri.Arya mengelola sebuah kafe yang cukup besar.Sebenarnya Arya kasihan pada ayahnya yang harus mengurus perusahaannya sendiri namun Arya ingin hidup sederhana supaya tidak terlalu mencolok dan terlihat kaya.Karena Arya masih trauma dengan peristiwa yang menimpanya dulu saat Perusahaan Ayahnya masih jaya dan Dia bergaya hidup mewah banyak sekali gadis gadis yang mengejarnya dan Bella salah satunya.Namun disaat keadaan perusahaannya sedang mengalami kebangkrutan Bella malah pergi meninggalkannya karena Bella takut miskin karena sudah terbiasa hidup mewah.
Setelah membantu mengembalikan kondisi perusahaan agar tetap stabil,dan akhirnya mulai berkembang pesat dan kembali ke masa kejayaan Arya memilih untuk mengelola sebuah kafe dan merubah penampilannya dengan kesederhanaan supaya jika suatu saat ada seorang wanita yang mau menerima Arya apa adanya bukan karena hartanya .
...****************...
Kembali ke Ayunda.......
Setelah Arya selesai dengan urusan administrasi dan membantu Ayunda bersiap untuk pulang.Arya mengantar Ayunda dan Siska ke tempat kost mereka.Suasana di dalam mobil sangat canggung dan hanya percakapan kecil di antara mereka.
Beberapa menit kemudian sampailah mereka di tempat kos Ayunda dan Siska.Siska memapah Ayunda yang masih sedikit kesulitan untuk berjalan.Sementara Arya membawakan tas milik Ayunda.
Sesampainya di dalam Arya memperhatikan seluruh ruangan,dalam hati Arya ingin sekali membawa Ayunda ke tempat yang lebih baik tapi Arya ingat bahwa Dia tidak ingin memperlihatkan statusnya.
"Mas Arya!kenapa melamun?ada yang salah?"tanya Ayunda membuyarkan lamunan Arya.
"Tidak ada,emmmmm apa yang harus aku lakukan sebagai ucapan terimakasih atas apa yang telah kamu lakukan untukku"ujar Arya merasa sangat tidak enak melihat orang yang sudah membantu menyelamatkan putrinya tinggal di tempat yang sempit.
"Sudahlah....jangan terlalu dipikirkan,ini sudah
cukup,aku ikhlas melakukannya"ucap Ayunda dengan senyum manisnya.
"Jaga saja putrimu dengan baik,dia sangat lucu, bagaimana keadaannya...?aku takut dia trauma dengan kejadian kemarin "tambah Ayunda khawatir pada Chayra.
Gadis ini baik sekali,semoga dia benar benar tulus dengan apa yang dia lakukan.....batin Arya
__ADS_1
"Chayra baik baik saja,jangan khawatir aku akan menjaganya dengan sangat baik"jawab Arya
Arya berpamitan pada Ayunda dan tidak lupa meminta nomor ponselnya tetapi Arya meminta pada Siska karena Arya malu untuk memintanya sendiri.
Karena sudah terlalu siang maka Arya langsung kembali ke rumah.Di rumah semua keluarga sedang berkumpul menikmati makan siang terkecuali Ayah Ben karena Dia sedang berada di kantor.
"Papa....!"sapa Chayra pada ayahnya ketika melihat ayahnya melewati ruang makan.Kamar Arya ada di lantai atas dan harus melewati ruang makan untuk naik ke atas.
Arya mendekati putrinya dan menciumi kedua pipi Chayra secara bergantian.
"Putri kecil papa lagi makan rupanya,makan yang banyak ya biar cepet gede"ucap Arya pada putrinya.
"Aku udah gede pa.....aku juga bisa belantem kaya tante antik itu...."ujar Chayra sambil mengangkat tangannya yang mengepal meninju pipi ayahnya memperagakan gerakan memukul seperti Ayunda kemarin.
Hal itu membuat semua orang yang ada di ruang makan tertawa dengan aksi Chayra terkecuali Aldi,Aldi hanya tersenyum kecut karena masih kesal usahanya untuk mengerjai Arya gagal karena gadis yang bernama Ayunda.
Arya beranjak dari ruang makan hendak pergi ke kamar dan tindakannya dihentikan oleh Ibu Maya.
"Tidak makan dulu nak?ujar Ibu Maya.
"Nanti saja Bu,aku mau mandi dulu,rasanya badanku sangat kotor"jawab Arya
"Ya sudah"ucap Ibu Maya.
Arya langsung naik ke atas dan pergi mandi untuk membersihkan badannya yang terasa lengket.
Selama perjalanan pulang sampai saat Arya sedang mandi pun Arya masih terbayang wajah Ayunda dengan senyum manisnya makanya saat melewati ruang makan Arya tidak menyadari kalau keluarganya sedang makan siang dan ingin cepat cepat masuk ke kamar.
Ayunda.....batin Arya terus saja menyebut nama Ayunda karena wajah Ayunda tidak mau hilang dari benaknya.
"Apa apaan ini"Arya menggelengkan kepalanya kasar di bawah guyuran air yang mengalir dari shower kamar mandi yang ada didalam kamarnya.Lalu Ia tertawa heran kenapa Dia bisa seperti ini.Karena setelah 3 tahun lebih Arya tidak pernah dekat dengan wanita dan setelah bertemu dengan Ayunda hasrat kelelakiannya bangkit kembali.
__ADS_1
Selesai mandi Arya pergi makan siang dan bermain dengan Chayra di rumah sampai sore.Dan menceritakan semuanya pada Ibu Maya tentang kejadian kemarin.Ibu Maya dan Ayah Ben sangat khawatir dengan keadaan Chayra namun karena Chayra baik baik saja jadi mereka sedikit tenang.
Arya tidak ingin memperpanjang masalahnya jadi Arya tidak mau melaporkan kejadian penculikan kemarin ke polisi.Arya hanya akan memperketat penjagaan terhadap Ayra saja.Dan itu cukup menenangkan hati Aldi karena Dia sudah merasa aman dan orang suruhannya sudah disuruh kabur ke luar kota.