Salahkah Aku Mencintai Seorang Duda

Salahkah Aku Mencintai Seorang Duda
Cemburu


__ADS_3

Tok tok tok.....


Salah satu ART di kediaman Ayah Ben mengetuk pintu kamar Tuannya.


"Masuk !"


Terdengar suara dari pemilik kamar tersebut kemudian ART itu membuka pintu kamar dan melangkah masuk ke dalam kamar.


"Tuan...!! Nyonya sudah menunggu di meja makan,tuan diminta segera turun untuk sarapan pagi !"ucapnya.


Pemilik kamar yang masih sibuk dengan laptopnya hanya mendongakkan kepalanya melihat ke arah orang yang memanggilnya kemudian kembali menatap layar benda persegi panjang yang berada di pangkuannya itu. Jari jemarinya terus saja sibuk mengetik sesuatu di sana.


"Baik, sebentar lagi saya akan turun," ucap Ayah Ben pada ART nya yang di jawab dengan anggukan oleh ART tersebut kemudian ia melangkahkan kakinya keluar dari kamar Tuannya dan kembali ke dapur.


Di meja makan sudah ada Ibu Maya dan juga Aldi yang sedari tadi sudah menunggu sang pemimpin di rumah itu yang masih betah berada di dalam kamarnya.


"Bu,apa mas Arya tidak pulang semalam !?" tanya Aldi pada ibunya.


"Tidak, kakakmu menginap di apartemennya," jawab ibu sembari menata piring ke atas meja makan.


"Memangnya mas Arya pergi kemana Bu? dan Dia juga tidak datang ke kafe kemarin !" Aldi penasaran karena kakaknya dan Ayunda tidak masuk kerja bersamaan,dia curiga jika mereka pergi bersama.


"Ibu tidak tahu nak,itu urusannya, kakakmu kan sudah dewasa jadi dia bisa melakukan apapun yang inginkannya ." Ibu Maya yang hendak duduk mengurungkan niatnya tatkala mendengar suara derap langkah kaki yang sedang menuruni anak tangga,"itu dia ayah sudah datang !" ujarnya pada Aldi.


"Selamat pagi ayah!" sapa sang ibu dan anak secara bersamaan.


"Pagi !" jawab sang ayah, pandangannya tertuju pada kursi - kursi yang masih kosong.


"Apa Arya tidak pulang lagi semalam Bu?" menatap tajam ke arah istrinya kemudian ia duduk di atas kursi yang posisinya sendiri.Ibu Maya menyiapkan makanan untuk ayah, kemudian Ia duduk di sebelah kiri dari suaminya,Ia duduk di kursi paling ujung.


"Tidak biasanya Arya menginap di apartemen, mengajak Chayra tanpa bi Imah pula ?! lalu dimana Bi Imah? kok, tidak ikut sarapan ?" ujar Ayah Ben sembari mengunyah makanannya.


"Bi Imah ambil cuti karena Chayra tidak ada, kebetulan juga ada acara keluarga katanya." ucap ibu Maya sambil menuangkan minuman untuk suaminya itu.lalu Ia mengambil makanan untuk dirinya sendiri dan mulai memakan makanannya.


Aldi sudah mulai memakan makanannya sedari tadi dengan pikirannya yang menerawang jauh entah memikirkan apa.Tiba -tiba Ia tersedak.


Uhuk.....


uhuk.....


"Pelan-pelan dong di...."Ibu Maya segera menuangkan air putih dan memberikannya pada Aldi, kemudian Aldi segera meminumnya.

__ADS_1


Aldi mengambil selembar tissue lalu Ia mengelap mulut dan area sekitarnya,mengambil nafas pendek lantas membuangnya kasar.Ia diam sejenak kemudian beranjak pergi meninggalkan kedua orangtuanya yang masih menikmati sarapan pagi mereka.


Ayah Ben hanya menoleh lantas menggelengkan kepalanya kemudian melanjutkan kegiatan makannya.


"Habiskan dulu makananmu Aldi !" langkah Aldi terhenti dan menoleh ke arah Ibunya.


"Aku sudah kenyang !" Aldi melanjutkan langkahnya menuju ke kamar untuk mengambil sesuatu kemudian Ia terlihat tergesa-gesa menuruni anak tangga dan berlalu pergi.


"Mau kemana anak itu ? buru-buru sekali,ini kan masih pagi !" Ayah Ben akhirnya membuka suara yang sedari tadi hanya terdiam.


"Entahlah, mas sudah selesai makannya?" tanya Ibu Maya melihat suaminya meletakkan sendok dan juga garpu dengan posisi menutup ke bawah.


"Sudah ! aku mau duduk di halaman belakang !" ibu Maya yang sudah paham kebiasaan suaminya lantas memanggil salah satu ART nya.


"Melly...!! tolong ambilkan koran bapak ya,ada di atas lemari kecil di sebelah meja Tv ruang tengah."


Mendengar namanya dipanggil Melly lantas langsung pergi menuju tempat dimana koran yang biasa dibaca oleh Tuannya itu berada,kemudian memberikan pada tuan Ben yang sudah menunggu di halaman belakang rumah.


Setelah selesai membersihkan meja makan dengan dibantu oleh dua ART nya, kemudian Bu Maya menyusul suaminya ke halaman belakang.Meski memiliki banyak ART di rumahnya,ibu Maya tetap melakukan tugasnya sebagai seorang ibu rumah tangga yang baik. Tentunya hanya pekerjaan yang ringan saja.


Aldi menaiki mobilnya dan melaju dengan kecepatan tinggi. Dia ingin cepat sampai pada tujuannya.15 menit,waktu yang ditempuh oleh Aldi untuk sampai di tempat tujuan .


Aldi memarkirkan mobilnya di pinggir jalan, menunggu sesuatu disana,entah apa yang sedang Ia tunggu hingga rela berdiam disana,di dalam mobilnya. Setelah beberapa menit akhirnya yang ditunggu-tunggu muncul juga.


Sampai di depan tempat kos yang Ayunda tempati, Ayunda turun dari mobil milik Arya kemudian Ia hendak masuk ke dalam namun di depan pintu gerbang sudah ada ibu kos yang baru pulang setelah berbelanja.Tatapannya tajam ke arah Ayunda, Ayunda pun tidak berani balik menatap wajah ibu kos-nya,Ia hanya menunduk dan meminta maaf karena sudah melanggar peraturannya.


"Dari mana saja kamu? pergi dan pulang seenaknya tanpa ijin , sudah bosan tinggal di sini !?" geram ibu kos.


"Maafkan saya Bu ! saya janji, tidak akan mengulanginya lagi !" ujar Ayunda masih dengan posisi menunduk.


"Oke, kali ini kamu saya maafkan, tapi jika kamu ketahuan mengulangi hal seperti ini lagi, saya tidak akan segan untuk mengusir kamu dari sini ! paham kamu !" ucapan ibu kos penuh penekanan.


"Baik Bu, saya mengerti ! terimakasih karena ibu masih mengijinkan saya untuk tinggal disini." lirih Ayunda.


Arya langsung pergi meninggalkan Ayunda Sesaat setelah Ayunda turun dari mobilnya, maka Dia tidak tahu jika Ayunda kena marah oleh ibu kos . Lain dengan Aldi.Aldi yang sedari tadi masih berada dalam mobilnya, akhirnya Ia melihat adegan tersebut.'Galak juga ibu kos-nya,' pikirnya.


Tadinya Aldi hendak turun dari mobil untuk menemui Ayunda,namun niatnya diurungkannya karena pastinya nanti Ayunda akan bertanya-tanya bagaimana Dia bisa ada disana.Akhirnya Aldi membiarkan Ayunda masuk ke dalam tempat kos-nya.Kemudin Ia beranjak dari tempat itu, yang terpenting sekarang Ia tahu dimana tempat kos Ayunda berada.


Ayunda memasuki kamarnya dengan wajah sedih, sampai di dalam kamar Ia tidak mendapati sahabatnya disana. Ayunda pun kecewa karenanya, padahal Ia sudah ingin sekali bercerita panjang lebar dengan sahabatnya itu tentang pengalamannya saat bersama dengan Arya dan si lucu Chayra.


Ayunda bingung hendak melakukan apa,jadi dia hanya rebahan dan memainkan HP nya dan mengirim sebuah pesan pada sahabat terbaiknya.

__ADS_1


Pesan terkirim:


'Siska.....kamu dimana'


lama tidak ada jawaban.


Ayunda pun gusar, tidak biasanya Siska begitu lama membalas pesan chat yang Ia kirim.


Akhirnya Ayunda menghubungi orang tuanya, Ayunda selalu menghubungi Ibunya setiap ada waktu luang.Disaat Ayunda sedang menelpon Ibunya,masuk sebuah notifikasi di layar HP nya,pesan balasan dari Siska, Ayunda mengecek isi pesan itu lantas kedua matanya membelalak dan mengakhiri panggilan dengan Ibunya, kemudian Ia beralih menelpon Siska.


Ayunda',


Siska....jangan bohong kamu!


Siska',


Aku tidak bohong,aku benar-benar dalam perjalanan pulang. Aku mendapat kabar bahwa ibuku sakit, makanya aku buru-buru pergi dan tidak sempat menghubungi kamu.


Ayunda',


Tapi kamu kesini lagi kan ? setelah Ibu kamu sembuh.


Siska',


Iya


Ayunda ',


Ya sudah,semoga Ibumu cepat pulih dan kamu bisa kembali kesini lagi,aku bosan sendirian di kos.


Siska',


Yayaya, sudah dulu ya,aku tutup telponnya.


Siska memutuskan sambungan teleponnya diseberang sana, sedangkan Ayunda belum sempat menjawabnya lagi.


'Ichh....dasar Siska ! aku bahkan belum selesai bicara sudah main putus saja', pekik Ayunda.


Karena kelelahan Ayunda pun tertidur perlahan , Ia tidak menyadari dirinya akan tertidur dan HP nya terjatuh tepat di atas bibirnya.


Teplak....

__ADS_1


'Aw.....aduh....' Ayunda memekik kesakitan, bibirnya mengeluarkan sedikit darah.Ia mengambil sebuah cermin mini di samping tempat tidurnya dan melihat ke arah bibirnya,' yah....bibirku jadi dower....' kesal sendiri tapi Dia tidak mau ambil pusing dan memilih untuk melanjutkan tidurnya.


__ADS_2