Salahkah Aku Mencintai Seorang Duda

Salahkah Aku Mencintai Seorang Duda
Permintaan Ayah Ben


__ADS_3

Mobil Arya memasuki halaman depan rumahnya. Melly yang mengetahui Tuan mudanya datang langsung menghambur keluar untuk menyambutnya dan mengambil Chayra dari gendongan Arya.


Disaat Bi Imah sedang tidak ada, Melly lah yang menggantikannya mengurus Chayra,meski masih sangat muda tapi dia salah satu lulusan asper terbaik makanya Dia tidak canggung mengurus Chayra.Dia sangat cekatan dan juga ramah,bahkan Chayra sendiri lebih suka di urus olehnya dibandingkan dengan Bi Imah.


Arya menanyakan keberadaan ayahnya pada Melly dan Ia langsung menyusulnya ke halaman belakang.


"Pagi Ayah! pagi Bu !" kedua orang tua yang tengah asyik bercanda ria tiba-tiba menghentikan obrolan seru mereka tatkala ada yang menyapa mereka.


Mereka berdua lantas menoleh ke arah sumber suara seraya menjawab sapaan tadi," pagi !" ucap keduanya bersamaan.


"Nah, ini dia yang di tunggu-tunggu akhirnya muncul juga !" ujar Ayah Ben ketika melihat putranya telah kembali, padahal Arya tidak pulang ke rumah hanya dua hari dua malam saja, tapi bagi Ayah itu sama seperti dua bulan. Karena semenjak ditinggal oleh Bella, Arya tidak pernah menginap di tempat lain bahkan di rumahnya sendiri. Apalagi Dia pergi bersama putri kecilnya, yang pasti itu bisa membuat Arya kerepotan mengurusnya sendiri.


Arya duduk di sebelah Ayahnya, sementara ibu Maya pergi ke dapur hendak membuatkan teh hangat untuk Arya.


Salah satu ART yang melihat sang nyonya rumah hendak membuat minuman lantas mengambil alih pekerjaan itu.


"Biar saya saja yang membuatnya nyonya !?" ucap ART tersebut seraya mengambil sebuah cangkir yang ada didalam lemari.


"Ya sudah, nanti sekalian bawakan tehnya untuk Arya di halaman belakang,ya !" ucap Ibu Maya.


"O, iya...... sekalian juga nanti tolong katakan pada Tuan kalau saya mau pergi arisan !" tambahnya.


"Baik nyonya!" ART tersebut menjawab sambil mengaduk teh yang sedang Ia siapkan kemudian membawanya ke halaman belakang dan menyuguhkannya pada Tuan mudanya.


"Terimakasih, Bi...." jawab Arya dengan senyum yang sangat menawan.


"Arya ! kapan kau akan kembali masuk perusahaan? Ayah sangat membutuhkanmu, kembalilah nak....!" pinta Ayah Ben pada putra semata wayangnya itu.


Arya menghela nafas," aku....." Arya terdiam sejenak. Menatap netra ayahnya sekilas kemudian Ia mengalihkan pandangannya jauh ke depan.

__ADS_1


"Kenapa diam ? belum puas kah kamu bersenang-senang?" ujar Ayah Ben penuh penekanan.


'Kalau aku kembali ke perusahaan, maka aku pasti tidak akan punya banyak waktu untuk Ayunda ,tapi....jika aku tidak segera kembali , Ayah pasti akan marah besar' ucapan Arya dalam hati,Ia mengusap wajahnya kasar .


"Akan aku pikirkan lagi nanti yah....!" Arya berdiri hendak pergi meninggalkan ayahnya namun dicegah oleh ayahnya.


"Jangan hanya dipikirkan,tapi segeralah ambil keputusan!"


"Apa karena gadis itu?!" suara Ayah Ben meninggi.


Arya mengurungkan niatnya untuk beranjak dari tempat itu dan kembali duduk." Maksud Ayah?" Arya pura-pura tidak mengerti.


"Ayah tahu kalau kamu sedang mendekati seorang gadis," menatap lekat netra putranya. Yang ditatap justru memalingkan muka.


"Dari mana Ayah tahu?"


"Kamu tidak perlu tahu soal itu ! Ayah hanya minta satu hal darimu, jangan terlalu dekat dengan gadis itu ! entah siapapun dia,dari mana asalnya, ayah tidak peduli !"


Jantung Arya seakan berhenti sejenak mendengar apa yang telah dilontarkan oleh Ayahnya.


"Kenapa harus seperti itu? ini hidupku, yah ! Ayah tidak perlu terlalu ikut campur untuk urusan pribadiku !" Arya kecewa pada ayahnya lantas Ia beranjak meninggalkan Ayah di tempat tersebut.


"Arya tunggu ! dengarkan Ayah dulu, Ayah belum selesai bicara !" Ayah Ben berteriak, namun Arya tetap terus berjalan meninggalkannya.


'Maksud Ayah bukan seperti yang kamu pikirkan, Ayah hanya tidak mau kamu kembali jatuh, dan terpuruk seperti dulu saat kamu begitu kecewa dengan cintamu yang hanya bertepuk sebelah tangan', ucap Ayah Ben lirih,kemudian Ia menghela nafas panjang lantas kembali duduk di kursinya setelah Ia berdiri saat Arya beranjak dari tempat duduknya.


Arya masuk ke dalam kamar dan menjatuhkan tubuhnya kasar ke atas ranjang tidurnya. Ia memejamkan matanya, sekilas muncul bayang-bayang masa lalunya bersama dengan Bella.


Aaaaaarrrggghhh........

__ADS_1


Arya berteriak frustasi.


Berganti posisi dari terlentang menjadi duduk di atas ranjang. Mengacak-acak rambutnya kasar. Ada rasa kecewa, sedih dan benci juga amarah.


Setelah cukup lama berdiam dengan posisi duduk termangu, Arya beranjak dari ranjang tidurnya kemudian menuju ke kamar mandi . Ia menanggalkan seluruh pakaiannya lalu membasahi tubuhnya dibawah guyuran air yang mengalir dari shower kamar mandi yang ada di dalam kamarnya.


Cukup lama dengan posisi berdiri dalam diam, bayangan masa lalu saat bersama dengan Bella kerap muncul kemudian hilang dan berganti dengan masa-masa indahnya bersama dengan Ayunda.


Arya menepis segala pikiran buruk tentang Ayunda,Ia sangat yakin bahwa Ayunda benar-benar tulus mencintainya, maka dari itu Arya ingin menguji ketulusan Ayunda , supaya Ia tidak salah lagi dalam memilih pasangan.


Arya tersenyum, dan berusaha melupakan kenangan masa lalunya bersama dengan Bella, karena saat ini yang ada di dalam hati Arya hanyalah Ayunda, Ayunda dan Ayunda..... tidak ada yang lain yang sehebat dan sebaik Dia.


Arya terkekeh....


'Gila.....aku gila ! ya, aku memang gila. Aku tergila-gila padanya.' ucap Arya lirih hampir tidak terdengar olehnya sendiri.


Arya menggelengkan kepalanya,buliran air dari ujung rambutnya terlihat indah beterbangan kesana kemari.


Setelah pikiran Arya kembali jernih,Ia lantas segera menuntaskan aktivitas mandinya kemudian keluar dari kamar mandi dan segera memakai pakaian. Arya mengenakan kaos dengan jaket berwarna hitam. Arya keluar dari kamar menuju ke garasi dan memilih mobil sport mewah miliknya, Porche menjadi pilihannya. Arya tidak memiliki banyak koleksi mobil mewah, karena meskipun Ia sangat kaya namun Ia bukan tipe orang yang suka menghambur-hamburkan uang.


Mobil Arya melaju kencang menuju ke sebuah tempat. Hingga beberapa menit, sampailah Ia pada tempat tujuan. Arya pergi ke Gym untuk berolahraga ,Dia ingin mengalihkan segala pikiran yang membebaninya saat ini . Sudah cukup lama Arya tidak pergi Gym,Dia memilih alat fitness treadmill, menaikinya dan mulai berjalan di atasnya, mulai dari berjalan santai kemudian semakin lama Ia semakin menaikkan laju kecepatannya.


Hingga beberapa saat kemudian Arya berhenti dan beralih ke alat olahraga yang lain. Setelah dirasa cukup untuk olahraga membentuk kebugaran tubuhnya,Arya memutuskan untuk kembali ke rumah.


Dalam perjalanan Arya terpana dengan pemandangan yang ada di depannya. Ia memelankan kecepatan laju kendaraannya dan memperhatikan dengan seksama apa yang terjadi di sana.


Seorang wanita dewasa, berbadan tinggi, berpakaian seksi dengan rambut ikal panjang tergerai indah. Wanita tersebut terlihat sedang sangat kesal dan memarahi seseorang. Arya tidak tega melihat seorang laki-laki yang terlihat kacau, pakaian pun sedikit berantakan dengan sebuah motor yang tergeletak di belakang sebuah mobil mewah yang kemungkinan mobil itu milik wanita yang sedang memarahi laki-laki tersebut.


Arya turun dari mobilnya dan menghampiri mereka bermaksud ingin membantu meluruskan apa yang terjadi.

__ADS_1


"Permisi nona ! maaf jika saya lancang,tapi tolong jangan berkata kasar pada orang yang lebih tua dari anda !" wanita tersebut menoleh ke arah Arya dan terkejut. Ia membuka kacamatanya dan kedua netra mereka beradu....saling tatap....


Lama dalam keheningan.


__ADS_2