
Ayunda terkaget saat mendengar suara klakson mobil yang begitu keras dan mobil itu hampir menabraknya.Sontak Ayunda menjerit dan menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya.
Pengemudi mobil itu keluar hendak memarahi
perempuan yang sangat ceroboh itu.
Berbeda dengan Ayunda yang merasa malu dan kaget saat tersadar bahwa dirinya berada ditengah jalan,pemuda yang hampir menabraknya itu malah tersenyum sinis sambil berucap,"lain kali jika ingin mencoba bunuh diri,loncat saja dari atas gedung yang tinggi atau tenggelamkan diri anda ke laut nona!"
Ayunda pun melebarkan kedua matanya."Apa apaan kamu,enak saja kalau bicara! siapa juga yang mau bunuh diri, tidak tahu orang lagi sedih?!"balas Ayunda tidak mau kalah.
"Dasar gadis pikun! sudah salah nyolot lagi!" balas Aldi .
Teeeeeeeeeeeeeenn.........
Suara klakson yang sangat panjang mengagetkan keduanya.Ayunda langsung berjalan menuju ke pinggir jalan dan Aldi memarkirkan mobilnya ke tepi jalan.
"Urusan kita belum selesai!"sebelum pergi meninggalkan tempat itu Aldi sedikit mengancam Ayunda.
"Iya iya aku minta maaf! ucap Ayunda tidak rela serta memonyongkan bibir manisnya.
"Suatu saat kita pasti akan bertemu lagi, perhatikan wajahku baik baik!"ucap Aldi.
"Idih....males banget,sok kecakapan kamu."ucap Ayunda.
"Hati hati kamu! Jangan sampai nanti kamu jatuh hati padaku! ha ha ha........"ucap Aldi sambil tertawa dan melajukan mobilnya pergi meninggalkan Ayunda yang masih kesal dengan ucapan Aldi.
"Aku sumpahin kamu yang bakalan jatuh hati padaku! heeeeeeeghhh."Ucap Ayunda yang semakin kesal dengan kata-kata yang dilontarkan oleh Aldi sambil menaikkan bibir sebelah kanannya ke atas.Namun ucapannya itu tidak terdengar oleh Aldi karena Aldi sudah menjauh dari pandangan Ayunda.
Tenggorokan Ayunda terasa sangat kering dan perut Ayunda pun sudah memberi aba aba meminta haknya untuk diberi sesuatu karena dari pagi Ayunda belum makan apapun.Karena terlalu bersemangat untuk pergi bekerja namun yang didapat malah hal yang membuatnya kecewa.
Setelah lama berjalan tanpa arah tujuan,sampailah Ayunda didepan sebuah kafe dan ternyata Ayunda berada didepan kafe milik Arya.Ayunda masuk kedalam kafe itu dan memesan banyak makanan.Segala kekesalannya itu Dia lampiaskan kepada perutnya.
Dari kejauhan Arya terheran-heran melihat ke arah perempuan yang sedang makan dengan cara yang aneh . Ayunda makan seperti orang yang sedang sangat kelaparan bahkan seperti sudah berminggu minggu tidak menikmati makanan saja.
Arya sangat terhibur dengan pemandangan di depan matanya dan tertawa ringan lalu mendekati perempuan itu dan betapa kagetnya Arya saat mendapati perempuan yang ada didepannya itu ialah Ayunda.
__ADS_1
"Ayunda!? sapa Arya dan suara itu mengagetkan Ayunda.
Ayunda mendongakkan kepalanya ke arah suara orang yang ada didepannya itu dan spontan menutup mulutnya yang menganga lebar melihat orang yang ada didepannya ialah Arya.Kemudian Ayunda mengambil air putih dan segera meminumnya.Ayunda langsung menghabiskan segelas air putih itu dan mengelap mulutnya dengan selembar tissue.
"Ehh ....mas Arya",ujar Ayunda sambil nyengir kuda,betapa malunya Ayunda kedapatan memakan makanan dengan sangat rakus seperti orang yang sedang kelaparan berhari-hari.
"Kamu lanjutkan saja makanya",ucap Arya dengan senyum yang sangat menawan membuat Ayunda semakin terpana dengan duda didepannya itu.
"Ah ....aku sudah kenyang,"jawab Ayunda dengan senyum penuh rasa malu.
"Mas Arya sedang apa disini?"pertanyaan Ayunda membuat Arya bingung menjawabnya.
"Aku...aku kerja disini."jawab Arya berbohong.
Arya tidak mau Ayunda tahu bahwa sebenarnya Dialah pemilik kafe tersebut.
"Ooohhh begitu ya,"ucap Ayunda
"Bolehkah aku duduk disini?"tanya Arya sambil memegang kursi dan mendudukinya.
"Kamu tenang saja,bos aku orangnya sangat baik kok,ngomong ngomong......kenapa kamu kesini,apa kamu tidak pergi bekerja ?"tanya Arya bingung karena arah tempat kerja Ayunda dengan kafe milik Arya berlawanan arah.
"Itulah masalahnya.Aku baru saja dipecat dari
pekerjaanku."jawab Ayunda dengan wajah penuh kekecewaan.
Arya bersimpati dan menawarkan pada Ayunda untuk bekerja di tempat itu.
"Apa kamu mau bekerja disini? nanti aku sampaikan ke bosku."ucap Arya penuh semangat.
"Kebetulan kafe ini sedang membutuhkan seorang waitress,"tambanya lagi
"Boleh,aku mau.... pekerjaan apapun aku mau asal aku bisa cepat bekerja,aku tidak suka menganggur dan aku tidak akan bisa karena disamping aku harus bertahan hidup disini aku juga harus membantu keuangan orang tuaku di kampung."ucap Ayunda panjang lebar.
Setelah percakapan panjang dengan Ayunda kemudian Arya menelpon seseorang yang dianggap bos oleh Ayunda.
__ADS_1
"Bosku bilang, kamu bisa langsung masuk kerja besok.Datanglah jam 7 pagi."ucap Arya.
"Terimakasih banyak mas Arya,maaf aku jadi merepotkan ,"ucap Ayunda merasa tidak enak pada Arya.
"Aku permisi dulu, silahkan lanjutkan makannya,"Arya mengakhiri percakapannya dengan Ayunda kemudian pergi menuju ke kasir.
Ayunda beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke kasir hendak membayar pesanannya dan Ayunda mendapatkan keuntungan karena ternyata semua makanan yang sudah Ia makan itu digeratiskan.
Setelah keluar dari kafe milik Arya, Ayunda langsung pulang ke tempat kosnya dan pergi mandi kemudian merebahkan tubuhnya yang terasa begitu lelah dan menunggu Siska pulang untuk menceritakan pengalamannya hari ini,karena hanya pada Siskalah Ayunda mencurahkan segala keluh kesahnya dan begitupun dengan Siska juga sebaliknya.Mata Ayunda terasa semakin berat dan tidak terasa Ayunda mulai masuk ke alam mimpi.
...****************...
Arya meminta bantuan Aldi untuk menggantikan posisinya sebagai pemilik kafe tersebut dan Aldi bersedia melakukannya karena kebetulan Aldi sudah menyelesaikan pendidikannya namun Aldi belum mendapatkan pekerjaan.Rencananya Aldi akan dipekerjakan di perusahaan milik Arya tetapi Aldi masih enggan untuk masuk ke perusahaan karena yang Aldi inginkan adalah jabatan yang tinggi namun Ayah Ben ingin Aldi belajar dari nol terlebih dahulu dengan menjadi karyawan biasa pada umumnya dan mengharuskan Aldi untuk bisa masuk ke perusahaan tanpa bantuan Arya ataupun Ayah Ben .Aldi harus bisa masuk melalui prosedur yang ada di perusahaan tersebut untuk mengetahui kinerjanya nanti.Dan mengajarkan kepada Aldi bahwa berjuang membangun sebuah perusahaan besar itu tidak mudah.Dan untuk mencapai kesuksesan harus memulai dari awal.
...****************...
Di kediaman Ayah Ben,Ibu Maya sangat senang melihat Arya yang semakin hari semakin bersemangat dan wajahnya selalu berseri seri seperti orang yang sedang kasmaran.
Arya sedang menemani Chayra yang sedang menonton televisi bersama Bi Imah.Wajah ceria yang dipancarkan oleh Arya membawa aura yang sangat positif di rumah.
"Ibu perhatikan akhir akhir ini kamu terlihat sangat bahagia,hal apa yang kiranya telah merubah sikap anak ibu yang satu ini?"tanya ibu Maya ingin tahu.
"Bu,kenapa belakangan ini aku selalu teringat dengan Ayunda Bu,gadis yang pernah menyelamatkan Ayra,"jawab Arya merasa ada yang aneh pada dirinya.
"Mungkin kamu sedang jatuh cinta nak,"jawab Ibu Maya dengan senyum yang lebar.
"Mungkinkah Bu, tapi kali ini rasanya sangat berbeda.Bahkan saat bersama Bella tidak seperti ini.Aku merasa sangat nyaman berada di dekatnya dan rasanya ingin selalu dekat dengan Dia."Arya masih bingung dengan perasaannya.
"Ikuti saja apa kata hatimu nak, jika memang kamu suka padanya katakanlah jangan dipendam karena itu hanya akan menyakitimu,"ungkapan Ibu Maya berhasil masuk ke relung hati Arya akan tetapi Arya masih ragu karena takut Ayunda tidak merasakan hal yang sama dengannya.Dan juga Arya merasa ini terlalu cepat baginya .
"Aku tidak akan terburu-buru Bu,biarkan semuanya berjalan dengan sendirinya layaknya air sungai yang terus mengalir dengan tenang namun pasti sampai pada tujuannya ."ungkapan Arya sambil berkhayal tentang Ayunda lalu tersenyum lebar.
Karena sudah malam Arya pergi tidur bersama Chayra,"malam ini Ayra biar tidur bersamaku,"ucap Arya pada bi Imah yang dijawab dengan anggukan oleh BI Imah.
Malam ini Arya lewati dengan mimpi yang sangat indah.💜💜💜
__ADS_1