
Turun dari taxi,Ayunda tercengang dengan apa yang dilihatnya.Ayunda terdiam untuk beberapa saat dan memandangi bagian depan dari sebuah restoran mewah yang ada didepannya itu.Sambil menengok ke kanan dan ke kiri Ayunda melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam restoran tersebut.
"Selamat malam! selamat datang, nona!"sapa seorang greeter cantik menyambut Ayunda ,membukakan pintu kemudian membawa Ayunda masuk ke dalam restoran itu.
"Saya datang kesini karena undangan seseorang atas nama Arya....?!"ucap Ayunda pada greeter cantik itu sambil menggerakan kedua bola matanya ke kanan dan ke kiri.
"Owh,...mari ikut saya nona,Tuan Arya ada di lantai atas ,"greeter cantik itu mengantar Ayunda ke ruang VIP yang sudah dipesan oleh Arya.
Sampailah mereka didepan pintu sebuah ruangan.
Tok....
Tok....
Tok....
Greeter cantik itu mengetuk pintu.
"Masuk....!" sahut seorang pria dari dalam ruangan.
"Silahkan masuk nona,Tuan Arya sudah menunggu!"ujar greeter itu sambil membukakan pintu untuk Ayunda.
Ayunda berjalan masuk ke dalam ruangan dan memperhatikan sisi ruangan.
'Bagus sekali ruangan ini,pasti menyewa tempat seperti ini biayanya mahal,' ucapan Ayunda dalam hati.
Pria tampan berpakaian cassual dengan senyum menawan menyambut kedatangan Ayunda dan juga putri kecilnya ikut tersenyum manis kemudian berlari menghampiri Ayunda.
Ayunda mengenakan blazer panjang selutut berwarna navy dan kaos warna ungu di dalamnya serta celana jeans berwarna hitam dengan flat shoes yang senada . Rambutnya dibiarkan terurai dengan sebuah bando di atasnya.
Ayunda berjongkok dan mencubit lembut hidung Chayra lalu menggendongnya,tidak ketinggalan senyum manis Ayunda mengembang di bibirnya.
"Hallo cantik,apa kabar?"sapa Ayunda pada Chayra.
"Baik tante antik",sahut Chayra dengan senyum lebar yang memperlihatkan gigi putih
dan tersusun rapi itu.
Ayunda menuju ke tempat duduk sambil menggendong Chayra kemudian Ia duduk di sebuah sofa sambil memangku Chayra.
"Kamu mau pesan apa?"pertanyaan itu ditujukan oleh Arya pada Ayunda.
"Terserah kamu saja mas!?"jawab Ayunda.
"Kalau begitu saya pesan makanan dan minuman yang paling enak disini!"ucap Arya pada seorang waiter yang dijawab dengan anggukan olehnya dan berlalu pergi.
"Mas Arya,kenapa kamu pilih private room? ini pasti mahal kan?mas ,kamu akan menghabiskan banyak uang?"Ayunda mengeryitkan alisnya.
Ayunda mengkhawatirkan keuangan Arya.
"Sudahlah...kamu tenang saja! uangku tidak akan habis hanya karena mentraktirmu!"ucap Arya.
__ADS_1
"Ech.....eee... bukan begitu,maksudku......aku merasa tidak enak saja padamu."Ayunda meringis memperlihatkan gigi putihnya.
Tok...
Tok...
Tok...
Suara ketukan pintu dari luar.
"Masuk!!"sahut Arya.
Para pelayan masuk ke dalam ruangan dan menyajikan banyak sekali makanan dan minuman yang sangat menggoda dengan bentuk penyajian yang sangat unik dan cantik.
Setelah selesai menyajikan semua menu yang dipesan mereka keluar meninggalkan ruangan.
"Wah.....ini banyak sekali.Chayra sayang,kemarilah!" Ayunda memanggil Chayra untuk mendekat ke meja makan.
"Apa kita akan menghabiskan semua makanan ini?"tanya Ayunda pada Arya.
"Kalau kamu bisa,habiskan saja semua makanan ini!"jawab Arya.
"Ah,,kamu gila!"balas Ayunda.
Arya terkekeh melihat tingkah Ayunda.
Mereka bertiga makan bersama layaknya sebuah keluarga kecil yang sangat bahagia.
"Kau suka tempat ini?"tanya Arya pada Ayunda.
"Kita kesana yuk? ayo sayang!" Arya mengajak
Ayunda dan juga putri kecilnya menuju ke sisi balkon.Arya sengaja memilih ruangan yang ada balkonnya, karena akan ada sebuah kejutan untuk Ayunda.Mereka berjalan menuju balkon .
"Sayang ,kamu duduk disini dulu ya!"Arya menyuruh Chayra untuk duduk di sebuah kursi dan Ayunda berdiri di samping Chayra.
"Ayunda!" ucap Arya.
"Ya ,aku disini."ujar Ayunda.
"Bolehkah aku mengatakan sesuatu?"tanya Arya sambil menarik tangan kanan Ayunda dan memegang jari jemarinya kemudian memandang wajah Ayunda.
"Tentu saja boleh!"jawab Ayunda sambil tersenyum.
Ehemm....
Arya berdehem dan mengambil nafas panjang kemudian membuangnya.
Ayunda masih menunggu apa yang akan di katakan oleh Arya.Pikirannya sudah menjelajah kemana mana.
"Ayunda!" panggil Arya.
__ADS_1
"Ya...!"jawab Ayunda kaget karena Dia sedang berfantasi dengan pikirannya.Seketika lamunannya membuyar.
Arya memandang wajah Ayunda lekat,dan berkata,"Ayunda ! aku menyukaimu sejak pertama kali kita bertemu.O ...tidak .Sejak kau berada di rumah sakit.Saat aku pulang aku tidak bisa melupakan wajahmu,aku selalu terbayang wajahmu,dan aku tidak bisa tidur semalaman karena memikirkan mu.Aku mencintaimu,Ayunda! maukah kau menjadi kekasihku?menjadi calon istriku?menjadi calon ibu dari anak-anakku.....dan menjadi ibu dari putri kecilku.....Chayra???"pernyataan cinta Arya yang begitu panjang membuat Ayunda tidak bisa berkata-kata.
Ayunda menutupi mulutnya yang menganga lebar dengan kedua telapak tangannya.Dia hanya bisa diam tanpa kata.Lebih Tepatnya, Dia syok mendengar ungkapan Arya yang memang sebenarnya sudah Ia tunggu-tunggu sejak lama namun tak juga di ucapkan.Dan setelah Arya berani mengungkapkan isi hatinya itu Ayunda justru dibuat syok olehnya.
Tak kunjung mendapatkan jawaban,Arya pun bertanya lagi,"apakah kau menolak ku ?kamu tidak menyukaiku juga?kamu tidak ingin hidup bersamaku?"Arya sedikit kecewa karena pernyataannya tidak segera dijawab oleh Ayunda.Lalu Arya menundukkan kepalanya, matanya terarah pada kaki Ayunda.
"Tidak.... tidak....kau ini terlalu banyak bicara! bagaimana aku mau menjawab kalau kamu sendiri terus saja berbicara panjang lebar seperti kereta?!"balas Ayunda.
"Lalu....?"Arya tidak sabar mendengar jawaban Ayunda.
Ayunda menganggukkan kepalanya sambil tersenyum menandakan Dia setuju dan menerima Arya sebagai kekasihnya.
Ciiitt......
Duarr....
Duarr.....
Suara kembang api terdengar dan mereka menoleh ke arah sumber suara itu dan betapa terkejutnya Ayunda melihat pemandangan yang ada didepan matanya itu.
Dari percikan kembang api itu muncullah tulisan *I love you*.
Ayunda semakin tak percaya dengan apa yang sedang Ia saksikan di depannya itu.
Ayunda hanya bisa menangis bahagia dalam pelukan Arya.Dia sangat terharu mendapatkan perlakuan yang istimewa ini dari Arya.Dan Ayunda tidak akan pernah melupakan momentum seindah malam ini.
Chayra pun bersorak kegirangan melihat kembang api yang sangat indah itu.
Arya sengaja merencanakan semua itu untuk Ayunda karena ini adalah momen spesial mereka supaya mereka selalu ingat dengan hari ini.Hari dimana mereka resmi menjadi sepasang kekasih.
Cukup lama mereka berada di sana,kemudian setelah mereka cukup puas dengan suasana romantis itu, mereka memutuskan untuk kembali ke dalam ruangan dan beristirahat sejenak lalu mereka segera pulang ke rumah.
Mereka langsung keluar setelah mereka bersiap karena kasihan pada Chayra yang sudah sangat mengantuk.
Mereka menaiki mobil Arya.Chayra yang sudah lelah akhirnya tertidur di pangkuan Ayunda.
Arya berniat mengantarkan Ayunda terlebih dahulu ke tempat kosnya namun dalam perjalanan Ayunda teringat bahwa pintu gerbang tempat kosnya itu ditutup pada jam 9 malam.
"Mas,aku lupa kalau pintu gerbang tempat kosku pasti sudah dikunci .Aku tidak akan bisa masuk kesana!" ucap Ayunda panik.
"Ya sudah kamu tenang saja,kita ke apartemenku!?"Arya menatap wajah Ayunda dan kedua manik mata mereka beradu.
"Apa! maksud kamu kita akan menginap di sana!"tanya Ayunda menuntut.Kedua bola matanya pun melebar sempurna,kemudian Ia geser ke kanan dan ke kiri dan berkedip pelan.
"Iya .Dimana lagi....masa kita kerumah orang tuaku,tidak mungkinlah!"jawab Arya.
"Kamu tenang saja ,ada dua kamar disana dan kita akan tidur terpisah!"jawaban Arya cukup menenangkan Ayunda dan Dia bisa bernafas lega.
"Baiklah kalau begitu,aku setuju!"tambah Ayunda.
__ADS_1
Akhirnya Arya memutar arah dan menuju apartemen miliknya.
Malam yang cukup melelahkan untuk mereka.