Salahkah Aku Mencintai Seorang Duda

Salahkah Aku Mencintai Seorang Duda
Ada yang Berbeda


__ADS_3

Seperti biasa Ayunda bangun pagi-pagi sekali, namun kali ini ada yang berbeda. Pagi ini Ayunda melakukan semuanya sendiri tanpa Siska.


Setelah selesai dengan aktivitas paginya, Ayunda segera pergi ke tempat kerjanya, kali ini dia mengenakan masker untuk menutupi bibirnya yang sedikit dower karena tertimpa handphone miliknya sendiri.


Sesampainya di kafe, semua orang yang berada disana melihat Ayunda dengan tatapan heran penuh tanya, tidak biasanya Ayunda memakai masker saat bekerja. Edo, rekan kerjanya pun tak tahan untuk meledek Ayunda, teman yang satu ini sangat usil pada Ayunda, bahkan sering kali Ayunda dibuat jengkel olehnya.


"Hei, yunda...! kenapa pakai masker ? buka dong .... sayang sekali kalau wajah cantikmu harus ditutup begitu," ucap Edo sembari menjulurkan tangannya hendak merampas masker yang sedang dipakai oleh Ayunda.


"Jangan ! aku malu," Ayunda menghindar, Ia bergerak mundur, tangan kanannya menepis tangan Edo dan tangan kirinya memegangi masker yang masih terpasang di wajahnya


"Apaan sih kamu Edo !" Ayunda berdecak kesal sambil memperbaiki masker yang sedikit bergeser.


"Memangnya kamu kenapa ? gagal operasi ?" ledek Edo.


"Enak saja kamu ! kemarin aku main HP sambil rebahan.....ehh...malah ketiduran, HP ku jatuh tepat mengenai bibirku. Jadinya begini deh ," Ayunda membuka maskernya, menunjukkan bibirnya yang bengkak pada teman-temannya lalu menutupnya kembali. Bukannya merasa iba atau kasihan malah mereka semua tertawa.


"Ich.....kalian semua benar-benar menyebalkan !" Ayunda berlalu meninggalkan teman-temannya dan memilih untuk segera mengerjakan pekerjaannya.


Dari dalam ruangan, dibalik tirai jendela kaca terlihat Aldi sedang memperhatikan pergerakan Ayunda, Dia juga heran melihat Ayunda yang tetep memakai masker saat bekerja. Perlahan Aldi mendekati Ayunda , memanggilnya dari belakang, Ayunda yang tidak menyadari adanya Aldi di belakangnya pun sontak kaget bahkan nampan yang sedang dibawanya hampir saja terjatuh. Dengan cepat Aldi menangkap nampan yang hampir terjatuh itu.


"Ya ampun, Pak Aldi....hampir saja ! untung Anda segera menangkap nampan ini, jika tidak , semua piring dan gelas yang saya bawa pasti akan terjatuh dan berserakan di lantai." Ujar Ayunda dengan perasaan cemas.


"Ayunda! berapa kali harus aku bilang, jangan memanggilku dengan sebutan 'Pak' !" kata pak di ucapkan dengan penuh penekanan oleh Aldi.


"Iya , tapi ini kan di tempat kerja, aku tidak enak lah dengan semua rekan dan semua staf yang bekerja di sini !" Ayunda berbicara dengan mengeratkan gigi-giginya.


"Ok ! kalau di luar tempat kerja mungkin aku bisa ! tapi disini....mana mungkin ?!" tambahnya lagi.


"Ah... terserah kamu lah !" Aldi mulai kesal.

__ADS_1


" Ya sudah kalau begitu, aku mau lanjut kerja ?! tidak enak dilihat orang ,permisi !" Ayunda hendak melangkah pergi namun dicegah oleh Aldi, Aldi meraih lengan Ayunda dan mengatakan," mau berkencan denganku ? kita pergi ke bar nanti malam, bagaimana ?" Aldi beralih posisi , mereka berdua berhadapan sekarang.


"Maksud kamu apa ? maaf aku tidak pernah pergi ke tempat seperti itu !" Ayunda yang sudah semakin kesal segera berlalu pergi dan tak menghiraukan Aldi yang masih berdiri di tempatnya.


Dari kejauhan ada yang memperhatikan mereka berdua.


Arya mulai kesal dengan sikap adik tirinya itu yang selalu saja berusaha untuk mendekati Ayunda dan mengganggunya. Padahal Arya pernah mengatakan bahwa Dia menyukai Ayunda tapi sepertinya Aldi tidak menghiraukan hal itu, justru Aldi seperti sengaja menantang kakaknya itu.


Aldi terlalu yakin bahwa Ayunda akan lebih memilihnya dibandingkan dengan kakaknya yang sudah duda itu.


Arya mendekati Aldi," Aldi ! aku harap kamu harus menjaga sikapmu disini !" tegasnya.


"Dan satu hal yang harus kamu tahu bahwa.....aku dan Ayunda sudah bersama ! aku telah menyatakan perasaanku dan Dia menerimanya. Jika kamu tetap mengganggunya maka kamu akan berhadapan denganku !" ancam Arya .


Aldi tersenyum kecut, tersirat sebuah kelicikan didalamnya.


"Jika kau macam-macam denganku maka aku akan membongkar rahasiamu pada Ayunda. Bahwa kau sedang berpura-pura padanya ! dan kamu tidak percaya padanya, apa dia tidak akan kecewa ?" Aldi menaikkan kedua alisnya ke atas.


"Tunggu ! bukankah seharusnya kamu pergi ke kantor ? mengurus perusahaanmu ? kakakku tersayang!" Aldi terkekeh.


"Tidak apa aku tidak dipercaya oleh ayah, biar aku disini saja mengurus kafe milikmu....! aku janji tidak akan mengecewakanmu .....!kakakku tersayang! " Aldi terus saja meledek kakak tirinya itu, namun Arya tetap berusaha setenang mungkin karena Dia tidak mau ada keributan di tempat kerjanya.


"Aku percaya padamu dan aku juga percaya pada Ayunda bahwa Dia tidak akan mengkhianati ku ! camkan itu baik-baik!" Arya pun pergi meninggalkan Aldi dan juga kekesalannya pada adik tirinya itu.


Biasanya Aldi tidak pernah bersikap buruk pada Arya namun kali ini dia berani bersikap dan menentang Arya,mungkin karena cemburu pada kakaknya itu. Cemburu karena dia merasa ayah Ben tidak pernah mempedulikannya dan cemburu karena Arya telah lebih dulu mendapatkan Ayunda.


Tapi setidaknya untuk sementara waktu Aldi sedikit tenang karena sebentar lagi Arya akan kembali ke perusahaan dan dia akan lebih leluasa untuk mengejar Ayunda.


Hari ini Ayunda menjalani hari dengan penuh kekesalan. Ia bekerja dengan diam tanpa banyak bicara seperti biasanya, bahkan pada Arya pun Ia enggan untuk berbincang-bincang. Arya tahu hal yang membuat Ayunda diam makanya dia membiarkan hal itu, karena dia sendiri pun sedang banyak pikiran.

__ADS_1


Hari-hari selanjutnya Ayunda semakin menjauhkan diri dari Aldi. Disaat Aldi ingin mendekatinya maka Ayunda segera menjauh dan itu membuat kekesalan Aldi semakin memuncak.


Ayunda merasa sendirian sekarang, teman curhatnya tidak ada bersamanya ditambah lagi dengan Arya yang mengatakan bahwa dirinya akan bekerja di tempat lain, Arya berpamitan pada Ayunda, esok hari Arya sudah tidak lagi bekerja di kafe. Dan itu membuat Ayunda merasa sangat kehilangan, entah seperti apa hari-hari yang akan Ia lalui nanti.Namun Arya berjanji akan berusaha meluangkan waktu untuk Ayunda di sela-sela kesibukannya nanti. Itu sedikit membuat hati Ayunda lega.


Ayunda duduk bersandarkan bahu Arya, mereka sedang berada di taman, malam ini banyak bintang-bintang berkelap-kelip di langit. Ayunda memandangi bintang-bintang itu dengan seksama," lihat itu mas, mereka sangat indah bukan ?" Ayunda menunjukkan beberapa bintang yang membentuk seperti sebuah bunga.


"Ya, mereka sangat indah !" Arya menimpali dengan tatapan tetap mengarah ke bintang-bintang yang ditunjukkan oleh Ayunda.


"Jika kamu sudah berhasil, jangan lupakan aku !" Ayunda memohon.


"Aku tidak akan pernah bisa melupakanmu !" sahut Arya.


"Ayolah yunda, aku tidak akan pergi jauh ?! aku hanya akan bekerja di tempat lain!" Arya meyakinkan Ayunda karena Ayunda sepertinya tidak rela jika Arya bekerja di tempat lain.


"Yayaya....aku percaya padamu!" Ayunda tersenyum dan menatap wajah Arya. Arya pun balas menatap wajah Ayunda . Mereka berdua saling bertatapan , wajah teduh Arya beradu dengan wajah sendu Ayunda, tanpa disadari keduanya semakin mendekat.


Ummmmm.......


Tiba-tiba saja bibir Arya melahap bibir manis Ayunda, Ayunda mencoba mendorong kepala Arya namun Arya menolaknya, akhirnya Ayunda pasrah dan semakin menikmati ciuman mesra dari Arya. Cukup lama keduanya bertukar saliva, Ayunda tersadar akan sesuatu dan mendorong keras kepala Arya. Ia mengelap sisa saliva dibibirnya.


"Mas Arya ! kau sudah mencuri ciuman pertamaku !" decak Ayunda.


"Benarkah,ini ciuman pertamamu ? maafkan aku, tapi...kau juga menikmatinya kan ?!" Arya tersenyum bangga.


Ayunda dibuat malu karenanya lantas segera meminta pulang, wajah Ayunda memerah menahan malu, untungnya ini malam hari jadi Arya tidak melihat bagaimana wajah Ayunda, wajah Ayunda sudah seperti udang goreng.


Arya mengantar Ayunda ke tempat kosnya. Hanya tinggal sedikit lagi pintu gerbang akan segera ditutup. Ayunda berlari masuk ke halaman rumah kos, untungnya tidak ada ibu kos yang melihatnya, jika ada ibu kos sudah pasti Ayunda kena marah lagi.


Di kamarnya, Ayunda terus saja terbayang tentang ciuman pertamanya, hal itu tidak bisa Ia lupakan, sebentar-sebentar Ia tersenyum-senyum sendiri bahkan sampai terbawa dalam mimpinya. Malam ini sangat indah.💜 💜

__ADS_1


Ayunda mengigau...... tersenyum.....mimpi indah .


__ADS_2