
"Mas Arya!" pekik Bella seraya mendekat pada Arya hendak memeluknya namun Arya menahannya.
"Maaf nona ! anda berbuat tidak sopan !" ujar Arya.
Kedua mata Bella membelalak dibuatnya.
"Mas, ini aku....Bella ! apa kamu sudah lupa ? maafkan aku yang terlalu egois,maafkan aku karena telah meninggalkanmu dan juga putri kita ! dimana Dia ? aku......aku ingin melihatnya !" Bella meraih tangan Arya namun Arya menepisnya.
"Maaf pak, sebaiknya anda pergi saja dari sini dan tidak usah memikirkan soal ganti rugi, biar ini menjadi urusan saya !" ucap Arya pada laki-laki yang sejak tadi hanya terdiam menatap kedua pasangan yang telah lama berpisah.
"Apa kamu bilang? enak saja ,Dia sudah menabrak mobilku jadi Dia harus ganti rugi lah !" ucap Bella pada Arya.
"Hei, pak tua ! tahukah Anda, berapa harga mobil ini ? mobil ini sangat mahal, Anda harus ganti rugi karena mobilku rusak gara-gara Anda menabraknya !" Bella tetap bersikukuh agar orang tua yang secara tidak sengaja memang menabrak mobil mewah milik Bella itu untuk bertanggung jawab.
"Aku yang akan menggantinya!" Bella dan juga orang tua tersebut sontak menoleh ke arah Arya secara bersamaan.
"Anak muda, saya tidak apa , karena memang saya yang salah maka saya akan bertanggung jawab!" ucap orang tua tersebut dengan wajah menunduk kecewa.
"Tidak pak, biar saya saja yang akan mengganti semua biaya perbaikan mobil wanita ini. Lagipula hanya lecet sedikit,jika Anda masih ada urusan lain, lebih baik Anda segera pergi saja dari sini ?!" ucap Arya sopan.
"Saya punya uang kok ! ini......" orang tua tersebut menunjukkan uang dari dalam tas kecil milik nya pada Arya dengan wajah yang terus menunduk dan air mata yang sejak tadi ditahan akhirnya keluar juga.
"Sepertinya Anda sangat membutuhkan uang itu ?!" tanya Arya pada orang tua tersebut.
"Sebenarnya.......ini adalah uang hasil penjualan tanah milik saya untuk biaya operasi istri saya Tuan," tangis orang tua tersebut pun pecah.
"Kalau begitu, sebaiknya Anda segera pergi ke rumah sakit sekarang, jangan sampai telat ! ini kartu nama saya, jika Anda bisa menyetir, segera hubungi saya ?!" Arya memberikan kartu namanya pada orang tua tersebut.
"Ah ya, baik Tuan ! terimakasih ! terimakasih untuk semua ini, suatu saat nanti aku pasti akan membalas kebaikan anda !" ucap laki-laki tersebut kemudian mengambil motornya yang tergeletak di jalan lantas Ia berlalu pergi dari tempat itu.
Tinggal Arya dan juga Bella yang masih belum beranjak dari tempat tersebut.
Bella melirik ke arah mobil milik Arya kemudian menatap wajah Arya.
__ADS_1
'Kelihatannya mas Arya sudah kaya lagi, aku harus mencari cara supaya Dia bisa mengejar ku lagi' Bella berkata dalam hatinya.
"Mas Arya,maafkan aku, aku benar-benar menyesal !" Bella bersimpuh di hadapan Arya dengan kepandaian aktingnya, Ia mengeluarkan air mata buaya. Bella menangis namun Ia tidak bersungguh-sungguh meminta maaf.
Pandangan Arya jauh ke depan,Ia tidak melihat ke arah Bella sama sekali. Karena terlalu kecewa,sakit dan tidak mudah untuk melupakan penghianatan yang dilakukan olehnya.
Bella mendongakkan kepalanya menatap wajah Arya yang masih terpaku tanpa sepatah katapun.
"Mas ! mas Arya, kamu dengar aku ? lihat aku mas !" Arya masih tetap diam membisu tak bergerak sama sekali. Lalu Bella meraih kaki Arya dan memeluknya. Arya sontak kaget dan melepaskan tangan Bella dari kakinya.
"Lepaskan aku Bella, jangan seperti ini !" Bella mempererat cengkeramannya dan mengeraskan suara tangisnya.
Arya mencoba untuk melepaskan cengkraman tangan Bella lagi namun tetap tidak bisa,Bella justru semakin mempererat cengkeramannya kembali. Arya yang sudah sangat geram dengan kelakuan Bella akhirnya membentaknya.
"Bella !!!"
Bella langsung melepaskan cengkraman di kaki Arya karena saking kagetnya dengan suara Arya yang begitu keras.
"Mas ! mas Arya! jangan tinggalkan aku mas ! aku benar-benar menyesal!" Bella berteriak namun tak dihiraukan oleh Arya.
Setelah Arya berlalu Bella langsung menghapus air matanya dan tersenyum kecut. 'Kau mengabaikan ku, lihat saja nanti, aku akan membuatmu menyesali perbuatan ini.' Batin Bella berucap kemudian Ia pergi meninggalkan tempat itu.
Mobil Arya memasuki halaman rumahnya, Ia memarkirkan mobilnya di garasi kemudian masuk kedalam rumah dan mendapati Chayra yang sedang menggambar ditemani oleh Melly.
"Papa !!"
Chayra mendongakkan wajahnya ke arah ayahnya yang baru saja pulang itu,serta menyapanya diiringi dengan senyum yang sangat lebar memancarkan kebahagiaan anak kecil tanpa dosa .
Arya melihat coretan di atas buku gambar milik Chayra lantas bertanya,"Chayra sayang sedang apa itu,asyik sekali ?" tanya Arya pura-pura .
"Hihi.....Aia balu buat gambal keluarga pa....keluarga kita ." Ucap Chayra diiringi tawa kecil yang sangat menggemaskan.
"Ini papa....ini Aia.....dan yang ini mama !" Chayra menjelaskan gambar yang Dia buat pada Ayahnya, di sebelah kanan adalah gambar Ayahnya,di bagian tengah adalah gambar dirinya sendiri dan di sampingnya lagi adalah gambar mamanya.
__ADS_1
Degg......
Arya menatap gambar tersebut dengan pandangan yang tak bisa di artikan, perasaannya berkecamuk.
"Ayra sayang.....memangnya, Chayra pernah ketemu mama ?" tanya Arya penasaran.
"Kan Aiya punya mama balu !" jelasnya.
Arya mengerutkan keningnya.
"Papa .....ini mama Ayunda !" Chayra berdecak kesal karena ayahnya terlihat kebingungan.
Arya menampilkan ekspresi wajah seperti orang yang sedang kebingungan mendengarkan penjelasan dari putrinya itu. Tadinya Arya sempat berfikir bahwa kemungkinan putrinya itu telah bertemu dengan Bella,ibu kandungnya. Ternyata yang disebut sebagai mama adalah Ayunda.
Arya berfikir apakah Ayunda yang menyuruh Chayra untuk memanggilnya mama.
"Sudah sore, Chayra mandi dulu ya !?" Melly mengeluarkan suara,mengajak Chayra untuk mandi sore sambil membereskan peralatan tulis milik Chayra.
"Maaf Tuan, non Chayra harus mandi sore dan makan, saya permisi Tuan !" Melly beranjak dari tempat itu dan pergi ke kamar Chayra. Arya mengiyakannya dan Ia juga berlalu dari tempat itu. Arya masuk ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang tidurnya.
Arya menarik nafas pelan....kemudian menghembuskannya panjang . Pandangannya ke arah langit-langit atap kamarnya,Ia menerawang jauh dengan penuh pikiran yang berkecamuk dibenaknya.
Karena begitu lelahnya Arya sampai tertidur tanpa Ia sadari.
Saat makan malam Arya tak kunjung keluar, Ayah meminta Melly untuk memanggilnya.
Berkali-kali Melly mengetuk pintu kamar Arya tapi tak kunjung ada sahutan dari dalam. Melly yang penasaran mencoba membuka pintu kamar milik tuannya itu yang kebetulan pintu kamarnya tidak dikunci.
Pelan-pelan Melly membuka pintu, setelah pintu sedikit terbuka kepala Melly masuk sedikit dan mendapati bahwa tuannya itu ternyata sedang tertidur pulas.
"Wah....dalam posisi tidurpun tuan Arya terlihat begitu menggoda !" Melly berkata lirih dan untuk beberapa waktu Dia terus memandangi tubuh Arya yang sedang tertidur pulas dalam posisi terlentang dengan tangan dilipat di atas dadanya.
Melly menutup pintu kamar Arya pelan sambil tersenyum kemudian Ia turun dan mengatakan pada tuan besar pemilik rumah bahwa putranya sedang tertidur pulas dan Melly tidak berani membangunkannya. Akhirnya Ayah Ben,ibu Maya dan juga Aldi makan malam tanpa Arya.
__ADS_1