
Setelah kedua penculik itu pergi Arya memeluk putrinya yang masih menangis sesenggukan dan memeriksa apakah ada luka di badannya.
"Sayang, ada yang sakit...?"ucap Arya sambil memeluk Chayra lalu menggendongnya.
Chayra hanya menggelengkan kepalanya dan memeluk ayahnya.
"Siapa Dia Bi...?"tanya Arya pada bi Imah .Belum juga bi Imah menjawab pertanyaan Arya,Ayunda sudah menjawab duluan
"Eh aku.....kenalkan namaku Ayunda,tadi aku kebetulan lewat sini mau pulang dan tidak sengaja melihat orang aneh itu",jawab Ayunda
memperkenalkan diri sambil mencoba berdiri dan.......
"Arggghhh"teriak Ayunda hampir terjatuh .
"Hati hati",dengan cepat Arya menangkap tubuh Ayunda dengan satu tangannya karena Arya masih menggendong Chayra .
"Ah....., maaf merepotkan,terimakasih mas"jawab Ayunda malu malu kucing.Pipinyapun sudah merah merona ditambah lagi Ayunda berada dalam pelukan Arya tentu itu membuat Ayunda sangat canggung dan jantungnya berpacu dengan sangat cepat.
"Apa itu sangat sakit?, sepertinya kamu tidak bisa berjalan...."ucap Arya melihat keadaan Ayunda yang sedang kesakitan.
Ayunda hanya nyengir kuda tak bisa menjawab karena malu.
"Bi Imah!"Arya memberi kode pada bi Imah agar bi Imah menggendong Chayra
"Kalau begitu kita ke klinik terdekat,maaf "ujar Arya tanpa ijin dari Ayunda, Arya langsung menggendong Ayunda.
Gerakan yang tiba-tiba itu tentu membuat Ayunda kaget tidak percaya.Ayunda belum pernah sedekat itu dengan laki laki.Tapi Ayunda hanya pasrah saja digendong karena memang Ayunda sulit untuk berjalan.
Arya membawa Ayunda ke mobilnya diikuti Bi Imah dan mereka bertiga yaitu Ayunda ,Bi Imah dan Chayra duduk di belakang sementara Arya duduk di kursi kemudi mengendarai mobilnya menuju ke klinik yang berada tidak jauh dari taman itu.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Sesampainya mereka di klinik dokter kemudian memeriksa Ayunda
Setelah beberapa menit dokter keluar dari ruangan
"Bagaimana dokter apa teman saya baik baik saja?"tanya Arya pada pak dokter.
"Tidak ada luka serius...hanya sedikit memar di bagian tulang ekornya dan mungkin hanya perlu waktu satu malam untuk memulihkannya"jawab pak dokter menjelaskan.
"Baik pak terimakasih"ucap Arya
"Oke ,kalau begitu saya permisi "pak dokter pergi meninggalkan Arya karena masih ada pasien yang harus diperiksa.
Arya masuk ke ruang periksa dan suster yang ada di ruangan itu mengatakan pada Arya bahwa pasien akan segera dipindahkan ke ruang rawat inap.
"Maaf,apa tidak sebaiknya aku pulang saja"ucap Ayunda pada Arya karena merasa tidak enak sudah merepotkan.
"Dokter bilang kamu hanya perlu waktu satu malam untuk memulihkan keadaan kamu!"ucap Arya
"Apa kamu punya saudara atau siapapun keluarga kamu?"Arya menambahkan
"Keluargaku ada di kampung,aku disini karena sedang merantau tapi aku punya teman satu kos"jawab Ayunda
"Entahlah, nanti aku coba telpon dia"jawab Ayunda
"Ayunda! "Arya menatap kedua mata Ayunda dan itu membuat Ayunda sangat gugup
"I....iya....kenapa mas"jawab Ayunda terbata
"Aku tidak tahu bagaimana aku harus berterimakasih padamu, entah apa jadinya kalau kamu tidak ada di sana dan menyelamatkan putriku"ujar Arya
Belum sempat Ayunda menjawab mereka dikagetkan oleh suara anak kecil.
"Papa....!"Chayra berlari menuju Ayahnya sambil menjulurkan kedua tangannya minta digendong
"Ooo putri kecil papa,sini papa gendong"Arya menggendong Chayra dan menciumi kedua pipinya bergantian
"Ayra sayang,ini tante Ayunda yang tadi nolongin Ayra dan sekarang tante ini lagi sakit,Ayra bilang terimakasih ya"ucap Arya pada Ayra
__ADS_1
"Timakacih y tante udah nolongin Ayla....tante minum obat ya....bial cepet sembuh "ucap Chayra lucu
Ayunda pun tertawa ringan karena ucapan Chayra yang begitu menggemaskan.
"Iya sayaaaang.....tante pasti minum obat , nanti kalau tante udah sembuh Ayra mau ngga main sama tante?ujar Ayunda
"Mau ....tante kan baiiiiiiiikk bangeeet "Jawab Chayra lucu
"Boleh kan pa...? Chayra mendongakkan kepalanya ke arah Arya
"Tentu saja boleh dong sayang,sekarang kita pulang dulu ya udah malam"Arya mengajak pulang Chayra dan berpamitan pada Ayunda
"Aku pulang dulu kasihan Ayra,kamu tidak apa apa aku tinggal?"kata Arya
"Tidak apa-apa mas, nanti juga temanku kesini"jawab Ayunda
Setelah Arya pergi meninggalkan Ayunda kemudian Ayunda menelpon temannya yang bernama Siska dan Siska yang sudah panik langsung saja menuju klinik dimana Ayunda dirawat karena dari tadi sore Siska menghubungi Ayunda tapi tidak ada jawaban dari Ayunda .
Setibanya Siska di klinik Siska terheran-heran oleh sikap Ayunda yang kedapatan sedang tersenyum senyum sendiri sambil memukul kedua pipinya dengan kedua tangannya.
Ayunda sampai tidak menyadari kedatangan Siska yang dari tadi sudah berada di sampingnya.
Ayunda sontak kaget dan langsung memeluk temannya itu sambil tertawa ringan.Siska pun makin heran dibuatnya dan mengangkat tangan kanannya menyentuh dahi Ayunda untuk memeriksa suhu tubuhnya.
"Kamu tidak demam,lalu kenapa kamu bisa masuk ke klinik?"tanya Siska heran
"Ceritanya panjang....!"ucap Ayunda dan langsung bercerita panjang lebar tentang kejadian tadi sore.
"Aku gila Sis,apa ini mimpi?"Ujar Ayunda pada Siska karena masih belum percaya dengan apa yang terjadi.
"Tidak,kamu tidak sedang bermimpi.Itu artinya kamu sedang jatuh cinta.....kamu jatuh hati pada seorang pria yang sudah mempunyai anak......Ada anak berarti ada ibunya kan? berarti Dia pasti punya istri kan?ucap Siska panjang lebar yang membuat hati Ayunda menjadi sedih dan kecewa.
"Aku tidak tahu Sis, Dia tidak mengatakan apapun tentang ibunya Chayra "jawab Ayunda murung
"Ya sudah,kamu jangan terlalu berharap dulu.....karena kita tidak tahu apa Arya itu masih punya istri atau tidak"kata Siska yang semakin membuat Ayunda sedih dan wajahnya semakin berkerut karena murung dan kecewa.
"Tapi aku harap Dia itu seorang duda jadi kamu masih punya harapan "tambah Siska diiringi senyum mengembang dibibirnya yang membuat Ayunda bisa tersenyum kembali.
"Nah,gitu dong....jangan cemberut saja,jelek tahu "ujar Siska
__ADS_1
"Sudah malam kamu cepat tidur aku juga sudah ngantuk capek "tambah Siska mengajak Ayunda untuk tidur karena tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam.Dan mereka pun melewati malam dengan mimpi mereka masing-masing.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...